Kunjungan di Manado, Kepala BP2MI Silaturahmi Bersama Para Tokoh

Benny memperkenalkan era baru BP2MI (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menggelar silaturahmi dan sosialiasi berkaitan dengan Undang-Undang (UU) No 18 Tahun 2017 tentang tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani sekaligus bernostalgian, pulang kampung mengunjungi keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya, Kamis (6/8/2020) malam.

Di hadapan para gurunya, tokoh agama dan tokoh-tokoh Ormas di RM Afisha Kecamatan Tikala Kota Manado, Provinsi Sulaesi Utara (Sulut), Benny menceritakan betapa dinamisnya konteks perpolitikan di daerah ini. Lebih utama dari semua pertarungan dan adaptasi politik di republik ini adalah bagaimana menjaga komitmen. Benny menyebut tak ada perjuangan yang berjalan mulus, namun Allah SWT adalah penentu takdir bagi tiap manusia.

”Semua kita punya capaian-capaian dan ekspektasi tertentu. Tidak mudah memang mencapainya, harus istiqomah, sandarkan dalam kerja keras, doa dan konsisten menjalani apa yang kita impikan itu. Semenjak Pak Presiden Jokowi dan Wapres Pak KH Ma’ruf Amin menang Pilpres 2019, tidak lantas saya masuk ke jajaran Kabinet, semua melewati proses selektif yang panjang. Saya menyandarkan semua itu hanya pada Allah SWT, sampai takdir mengantas untuk menjadi Kepala BP2MI. Insya Allah saya abdikan pengalaman, waktu dan diri saya untuk Negara Indonesia tercinta,” ujar Benny yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 3 periode ini.

Akrab Benny berdialog dengan para tokoh (Foto Suluttoday.com)

Lanjut Benny yang pernah menjabat Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu menguraikan bagaimana wajah baru BP2MI yang diisinya dengan perubahan. Beberapa hal berkaitan langkah transformasi tengah dijalankan Benny selaku Kepala di lembaga yang menaungi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut. Politisi Partai Hanura itu mengambil langkah menggratiskan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Luar Negeri, pengurusan paspor dan lain sebagainya.

”Saya sedang melakukan modernisasi di tubuh BP2MI. Mohon dukungan semua warga Manado dan Provinsi Sulawesi Utara, saya berkomitmen melawan praktek suap, penyimpangan dan cara-cara ilegal yang sering dilakukan oknum bandit tertentu. Beberapa langkah berani sudah kita lakukan, diantaranya menggratiskan pengiriman TKI, semua urusan ijin, paspor kita gratiskan. Sampai menempatkan para Pekerja Migran Indonesia di negara tempatan masing-masing,” kata Benny.

Sambil sesekali berkelakar dan mengenang perjuangannya selama di Sulut, Benny juga menjelaskan soal Era Baru BP2MI dibawah kepemimpinannya. Dengan tegas Benny mengatakan akan melawan para mafia pengiriman tenaga kerja ilegal yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia. Dari upaya serius itu, Benny telah berhasil melakukan perbaikan, memulangkan sejumlah TKI dengan prosedur yang normal dan posisi marwah BP2MI makin disegani.

Benny Rhamdani saat bersilaturahmi dengan para tokoh (Foto Suluttoday.com)

”Sejak dilantik Pak Presiden Jokowi, saya sudah berkomitmen sikat habis para sindikat yang terlibat dalam pengiriman tenaga kerja ilegal di Luar Negeri. Praktek yang dilakukan oknum-oknum itu melibatkan sejumlah lembaga tertentu, ini memalukan, merugikan negara, dan lebih utama lagi merugikan mereka yang menjadi TKI. Saya sedih kalau tidak menuntaskan itu. Makanya, saya sampaikan ke jajaran saya di BP2MI jangan sekali saja main-main, berkompromi dengan praktek curang. Tak segan-segan saya hajar, demi PMI kita berusaha mengabdi menuju Surganya Allah SWT,” tutur Benny, mantan Direktur Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini tegas.

Untuk diketahui Benny yang juga pernah menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), berstudi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu meminta doa masyarakat Sulut agar dapat dimudahkan segala tugas pengabdiannya di BP2MI. Jebolan aktivis ’98 ini mengajak masyarakat agar tidak lagi terjebak, terpolarisasi dengan politik sentimentil yang membuat pembangunan Indonesia tehambat. Bagi Brani, begitu Benny akrab disapa yakni konsolidasi nasional dan kerja memajukan Indonesia.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1