LSI: Petahana Masih Perkasa, Olly Bagai Matahari Tunggal

Berlangsungnya pemaparan data Survei LSI (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Diprediksi peluang petahana merebut kembali kursi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) pada Pilkada Serentak, Rabu 9 Desember 2020 berlangsung tanpa beban berat. Dimana hajatan akbar demokrasi 5 (lima) tahunan yang akan dihelat nantinya penuh dengan kontestasi. Ada beberapa kontestan yang berlaga dalam Pilgub Provinsi Sulut dipastikan saling merebut kekuatan antara penantang dan calon petahana.

Berdasarkan Survei Konsultan Citra Indonesia (KCI) Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Minggu (9/8/2020) yang disampaikan Peneliti Senior LSI, Ikrama Masloman dalam konferensi pers di Hotel Aston Kota Manado memaparkan bahwa peluang Olly Dondokabey (OD) selaku Gubernur Sulut dalam Pilgub 2020, sebagai petahana relatif kuat. Dimana perolehan hasil survei menempatkan elektabilitas petahana di atas 60%.

‘’Dari aneka data yang ditemukan dalam survei, posisi petahana dalam kontestasi Pilgub Sulawesi Utara begitu perkasa. Capaian di atas 60% elektabilitas bagi petahana itu dalam kalkulasi elektoral cukup kuat. Barisan para penantang suaranya di bawah 10%, artinya daya dongkrak penantang belum kuat. Dengan tersisa 5 bulan jelang pencoblosan, maka para penantang masih punya peluang mendongkrak elektabilitas mereka,’’ ujar Ikrama, jebolan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Tak hanya itu, LSI juga menyampaikan hasilnya yang dihimpun melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner, survei yang dilakukan dengan margin of error 3,5% itu melansir, dimana ketika ada tsunami politik barulah petahana dapat dikalahkan. Bila dinamika politik berlangsung secara normal, tak ada insidentil atau semacam ledakan politik yang drastik, hal bisa berpeluang mempengaruhi kemenangan petahana.

‘’Jarak petahana elektabilitas dan penantang di Pilgub Sulut masih jauh. Belum lagi posisi strong supporting (pendukung yang kuat/militan) yang menjadi nilai lebih dari petahana. Kita juga menemukan presisi, dimana masyarakat saat ditanya keterkenalan figur, kesukaan terhadap nama-nama figur yang disodorkan menghasilkan keberadaan petahana masih terlampau kuat. Kecuali ada blunder politik yang maha dahsyat, barulah posisi petahana terkalahkan,’’ kata Ikrama di hadapan wartawan.

Peneliti yang dikenal kalem, tampil dengan analisis yang tajam di media Televisi Nasional itu mengakui bahwa masa militant semua figur bakal calon Gubernur Sulut ada dalam tiap segmen pemilih. Namun, ketika dikomparasikan dan dipadukan, posisi petahana masih dominan. Banyak pemilih, tambahnya yang menghendaki OD melanjutkan lagi kepemimpinan sebagai Gubernur Sulut 2 (dua) periode dengan alasan yang bervariasi.

Ikrama Masloman saat diwawancarai wartawan (Foto Suluttoday.com)

‘’Yang jadi ladang rebutan suara adalah pada masa pemilih mengambang atau swing voters. Kemudian, elektabilitas yang tinggi bagi petahana kebanyakan disumbangkan dari kepuasan, keberhasilan program dan implementasi kebijakan yang berhasil dilaksanakannya. Kebanyakan masyarakat dari hasil survei kita, saat ditanya mereka puas dengan kinerja petahana,’’ tutur Ikrama tegas.

Selain itu, Survei LSI Denny JA yang dilakukan di Sulut pada bulan April 2020 ini melibatkan 800 responden, survei dilakukan dengan sample di seluruh Kabupaten/Kota se-Sulut menyebutkan kekuatan petahana dengan atribusi program dan capaian yang telah dilakukan menjadi salah satu kekuatan mendongkrak elektabilitas OD. Seperti dipaparkan Ikrama, dimana tergambar dari elektabilitas para bakal calon Gubernur, petahana didukung sebesar 62%, posisi selanjutnya Christiany Eugenia Paruntu (CEP), 9,3%. Kemudian, ada Elly Engelbert Lasut (E2L) mendapat dukungan sebesar 6,7%, GS Vicky Lumentut (GSVL) 4,5%, Vonny Anneke Panambunan (VAP) 3,3%, setelahnya Stefanus Vreeke Runtu (SVR) 0,3%, dan mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 13,9%.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1