Benny Rhamdani: Perintah Presiden Tegas, Lindungi PMI

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kerja keras dan langkah cermat yang diambil Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani, relatif memberi angin perubahan ke instansi yang menaungi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini. Benny menyebutkan bahwa pemerintah selalu hadir dalam membantu pekerja migran.

“Perintah Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) jelas, lindungi Pekerja Migran Indonesia. Saya sebagai Kepala BP2MI wajib menjalankan perintah tersebut. Dari ujung rambut sampai ujung kaki nasib PMI kita lindungi,” ujar Benny saat melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Utara, Jumat (7/8/2020).

Dikatakannya lagi terkait peran kuat negara yang hadir untuk para pekerja Migran. Kerja memudahkan, membantu rakyat dalam hal ini PMI harus secara aktif dilakukan BP2MI. Lembaga yang satu ini saat berada ditangannya, harus lebih terbuka dan pro terhadap PMI, bukan menghambat atau menyusahkan PMI.

“Bukannya menghambat tapi sebaliknya pemerintah selalu ada dalam memfasilitasi tenaga kerja ke luar negeri,” jelas Ramdhani usai melakukan kegiatan Silahturahmi, Sosialiasi Undang-Undang (UU) No 18 Tahun 2017 tentang BP2MI Era Baru di Manado dan kegiatan penyerahan bantuan bagi korban bencana di Kabupaten Bolmong dan Bolmong Selatan yang digelar di Kedai Kampoeng Bogani Kotamobagu.

Hal tersebut terbaca dari data dimana sudah 126 ribu Pekerja Migran yang dipulangkan ke Indonesia pasca Benny menjabat sebagai Kepala BP2PMI.

“Dengan berbagai alasan seperti ekonomi, konsultan dan hukum,” ucap Wakil Ketua Umum Partai Hanura ini.

Begitu juga diungkap sudah 222 jenazah PMI yang dipulangkan dari luar negeri.

“Termasuk salah satunya jenazah PMI asal Talaud yang telah pulangkan,” ungkap personil DPD-RI 2014-2019 ini.

Menurut Ramdhani saat ini pekerja migran Indonesia bekerja di sekitar 150 negara, diantaranya Korea, Arab, Cina dan Jepang.

“Para pekerja di luar negeri mengalami kendala seperti keterampilan, bahasa dan UU keimgrasian serta ketenagakerjaan di negara tujuan,” terang anggota DPD-RI periode 2014-2019 ini.

Berbagai kendala tersebut, tambah mantan pentolan DPRD Sulut Tiga periode itu, yang terus diupayakan pemerintah.

“Upaya pemerintah seperti pembekalan keterampilan dan penguasaan bahasa terus dilakukan,” ujar sosok yang dikenal dengan sebutan Brani tersebut.

Sementara itu, disela sosialisasi Undang-Undang (UU) No 18 Tahun 2017 tentang BP2MI Era Baru, Benny Rhamdani memboyong seluruh Direktur BP2MI Sulawesi Utara sekaligus memberikan bantuan bagi korban banjir di Bolmong dan Bolsel.

Jumlah paket bantuan yang didistribusikan adalah keseluruhan 5000 paket bantuan berupa sembako yang diserahkan Kepala BP2MI Ramdhani pada para korban bencana. Dan diserahkan secara simbolis pada perwakilan korban yakni warga Dumoga Bolmong, perwakilan Pemkab Bolsel, Brani Center dan Pemuda Pancasila.

Sekedar diketahui, bantuan yang disalurkan merupakan kontribusi dari PT Pegadaian 2500 peket dan Bank Negara Indonesia (BNI) 2500 paket. Benny yang juga mantan Wakil Ketua Komite I DPD RI juga memberikan apresiasi pada PT Pagadaian dan Bank BNI.

“Tentu ini bentuk rasa solidaritas dari kita bersama pada keluarga kita di Bolmong dan Bolsel. Insya Allah ini dapat sedikit meringankan beban mereka yang tertimpa bencana,” kata Benny tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1