HMI (MPO) Cabang Manado Kutuk Ahmad yang Mengaku Ketum PB

Wahyu saat menghadiri Kongres HMI yang melahirkan Affandi sebagai Ketum terpilih (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Hadir seperti kepemimpinan gadungan, sosok Ahmad Latupono yang mengklaim dirinya sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) mendapat penolakan di daerah-daerah. Diantaranya, pengurus HMI (MPO) Cabang Manado yang secara tegas menolak Ahmad yang berdasarkan informasi telah menggelar pelantikan kepengurusan di Pengurus Besar (PB) HMI.

”Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Cabang Manado menolak dan mengutuk adanya Pelantikan Pengurus Besar Himpinan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) versi Ahmad Latupono yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 8 Agustus 2020 kemarin,” kata Ibnu Wahyu Boghdani, selaku Ketua Umum HMI Cabang Manado.

Lanjut Wahyu yang menyesalkan sikap Ahmad yang menurutnya mencederai konstitusi HMI. Aktivis vokal ini mengaku masih ada jalan keluar yang tepat dalam menyelesaikan dinamika internal, bukan dengan cara-cara yang mencederai nama baik HMI (MPO). Ketika ditanya soal legalitas pelantikan PB versi Ahmad, Wahyu menyebut tindakan itu hanyalah bentuk pembangkangan terhadap organisasi.

”Kami menyayangkan adanya acara pelantikan dijakarta 8 agustus kemarin yang mengatasnamakan PB HMI MPO dikomandoi oleh saudara Ahmad Latupono. Acara tersebut tidak mencerminkan jati diri MPO dan dapat merusak marwah organisasi. Mengacu pada hasil kongres ke-XXXII di kendari yang menetapkan Affandi Ismail sebagai formatur terpilih PB HMI, maka tindakan Ahmad Latupono yang mengklaim diri sebagai formatur PB HMI adalah sebuah tindakan inkonstitusional,” tutur Wahyu, Senin (10/8/2020) pada Suluttoday.com.

Selain itu, Wahyu mengajak agar PB HMI (MPO) dibawah kepemimpinan Affandi Ismail agar memberikan sanksi tegas kepada oknum yang mengatasnamakan PB HMI (MPO) tersebut. Keprihatinan tersebut menjadi beralasan karena ulah oknum yang mengaku-ngaku Ketum PB HMI (MPO) terpilih meresahkan kebatinan kader-kader Ijo Itam di Indonesia.

”Saya berharap kepada Kakanda Affandi Ismail serta jajaran PB HMI yang sah agar dapat menindak tegas kader dan cabang yang terlibat dalam pelantikan tersebut, agar kita dapat berfokus menjalankan perkaderan dan perjuangan dan tidak berputar pada hal-hal yang non produktif,” ujar Wahyu tegas.

(*/Redaksi)

iklan1
iklan1