Kunjungan Kerja, Senator Djafar Alkatiri Berikan Materi di MAN 1 Kotamubagu

Senator Djafar ketika memaparkan materi (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Di tengah mobilitasnya mengunjungi masyarakat yang relatif padat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI juga menyempatkan mengisi materi dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi Guru Madrasah di lingkup Kementerian Agama Kota Kotamubagu, Senin (10/8/2020).

Senator yang menjabat Wakil Ketua Komte I DPD RI itu mengajak peserta Bimtek di wilayah kerja tersebut untuk meningkatkan kapasitas. Tidak hanya itu, Senator yang dikenal sebagai tokoh aktivis senior Sulawesi Utara (Sulut) itu mengingatkan tentang pentingnya penyusunan materi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan Agama di Indonesia, terlebih mempertimbangan aspek kedaerahan.

‘’Perkembangan pendidikan, terutama pendidikan Agama amat bergantung pada proses mengajar dan kualitas para Guru. Sebab dalam konteks edukasi formal, Guru tidak sekedar mentransfer ilmunya, tapi menjadi panutan dan teladan bagi para siswa. Silahkan memberi bobot dan formula, merencanakan pembelajaran yang produktif bagi siswa. Hendaknya MAN menjadi contoh dalam pembentukan mental, serta karaktek bagi siswa di daerah, sampai di tingkat nasional,’’ kata Senator Djafar.

Diklat yang dilaksanakan di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamubagu Provinsi Sulawesi Utara itu dihadiri Guru-Guru Agama, yang didominasi adalah Guru pengajar mata pelajaran Agama Islam. Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut itu menyampaikan keprihatinannya terhadap eksistensi pendidikan yang mulai mengabaikan sisi moralitas, etika dan pelajaran agama. Politisi vokal itu menitipkan agar Guru-Guru agama lebih ekstra lagi membimbing siswa.

Suasana forum Diklat (Foto Istimewa)

‘’Jangan dianggap kecil tugas mulia Bapak/Ibu Guru pendidikan Agama. Sebetulnya, adanya degradasi moral, mulai lahirnya generasi yang selalu bertindak criminal, memiliki sikap ugal-ugalan, karena peran pendidikan agama atau wawasan mereka tentang nilai keagamaan yang minim. Ini tantangan, sekaligus ujian bagi kita semua. Itu sebabnya, saya mengajak para Guru yang ada untuk menginternalisasi pelajaran melalui perilaku yang layak diteladani. Pendidikan agama begitu penting pengaruhnya terhadap pembangunan daerah dan Negara Indonesia tercinta,’’ ujar Senator Djafar.

Dalam rangka memanifestasikan iklim pembelajaran yang kondusif, bermutu, Senator Asal Sulut ini juga berjanji akan memperjuangkan aspirasi, keluhan dan realitas terkait masih perlunya pembangunan infrastruktur digenjot. Kemajuan pendidikan, kata Djafar memang perlu ditopang dengan supporting fasilitas yang memadai. Selain kesejahteraan Guru, Senator Djafar juga mengakui pentingnya mengembangkan sinergitas kelembagaan.

‘’Tidak hanya itu, soal fasilitas pendidikan juga saya akui perlu ditopang. Pemerintah harus memperhatikan sebenar-benarnya pembangunan infrastruktuf pendidikan seperti bangunan sekolah (MAN). Apalagi, di saat pembelajaran dari rumah disaat pandemik COVID-19 melanda Indonesia. Sarana dan prasarana perlu ditunjang, karena akan berkualitas pendidikan bila fasilitasnya diperhatikan. Perlu pembangunan atau pembenahan bertahap yang integral. Disinilah kita butuhkan sinergitas, pemerintah, pihak sekolah dan masyarakat sebagai stakeholder pendidikan harus bersatu padu mewujudkan kualitas pendidikan,’’ tutur Senator Djafar.

Interaksi antara peserta Diklat dan Senator Djafar (Foto Istimewa)

Mantan Sekretaris Jenderal BKPRMI ini membahas tentang pendidikan di masa pandemi COVID-19 dari perspektif efektifitasnya yakni dengan membentuk sistim daring dan luring. Senator sekaligus memaparkan learning Management system yaitu berupa aplikasi perangkat lunak proses pembelajaran jarak jauh yang berbasis elektronik.

‘’Pembelajaran daring perlu ditunjang pemerintah. Jangan dilimpahkan semuanya menjadi tanggungan masyarakat (orangtua murid). Seperti sistem pembelajaran Luring (luar jaringan) maupun e-learning yakni merupakan cara pembelajaran dengan menggunakan internet, keduanya tidak mudah di musim pandemi. Keduanya bisa berdiri sendiri atau dipadukan (blended learning). Itu artinya, perlu dihitung sisi pentingnya untuk meringankan masyarakat secara ekonomi, jangan sampai pola belajar dari rumah menjadi beban. Pemerintah harus hadir membantu,’’ tutur Senator Djafar menutup.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1