Tepat di Hari Kemerdekaan RI, Benny Deklarasikan Satgas Berantas Bandit PMI

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Kinerja Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) saat dipimpin Benny Rhamdani, Putra Sulawesi Utara (Sulut) ini rupanya makin mengalami progres yang luar biasa. Senin (17/8/2020), tepatnya disaat momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Benny Kepala BP2MI secara resmi telah membentuk satuan tugas (Satgas).

Targetnya membersihkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari praktek para bandit, mafia yang menjalankan praktek ilegal telah diwujudkannya melalui Satgas untuk memberantas praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal. Kata Benny, pembentukan Satgas Pemberantasan sindikat pemgiriman PMI Ilegal akan membantunya dalam kerja sinergis, dan efektif guna menghadang oknum yang melakukan praktek merugikan PMI sekaligus mereka yang merugikan negara dalam urusan tersebut.

”Satgas ini tidak sekedar membongkar, tapi juga memberantas praktek percaloan, bandit dan oknum-oknum yang bermain dalam urusan PMI. Tepatnya kita deklarasikan hari ini karena untuk memaknai satgas ini berorientasi membebaskan pekerja migran dari praktek yang menyulitkan mereka. Agar PMI terbebas dari sindikasi pengiriman ilegal yang selama ini merongrong hak-hak pekerja migran kita,” ujar Benny di Ruang Serba Guna Gedung BP2MI, Senin (17/8/2020).

Lanjut Benny mengatakan bahwa pekerja migran sangat membutuhkan peran negara untuk memberantas praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal. Itu sebabnya, Satgas akan bertugas memberantas oknum-oknum yang terlibat praktik ilegal tersebut.

”Satgas ini amnat sangat diperlukan. Kita akan bekerja optimal dalam menjalankan visi yang dibangun. Kita ingin bersihkan agar tidak ada lagi praktik kejahatan komplotan mafia sindikat pengirim tenaga kerja ke luar negeri secara ilegal,” kata Benny, mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 3 periode itu.

BP2MI, tambah Benny, telah menorehkan sejarah di hari kemerdekaan dengan melaunching tiga sekaligus program BP2MI. Pertama pihaknya melaunching program Pembebasan Biaya Penempatan PMI, pembentukan Satgas pemberantasan Sindikat PMI dan Moderenisasi Sistem Informasi Tata Kelola Pekerja Migran.

”Kita terus tancap gas. Melalui tiga program tersebut, kami berupaya untuk memerdekakan PMI dari sindikat perusahaan pengiriman tenaga migran. BP2MI tidak ada tawar menawar, tidak ada basa basi, tidak ada istilah negoisasi lagi terhadap orang-orang yang ingin memanfaatkan Pekerja Migran untuk mengumpulkan kekayaan pribadi dengan merampas kemerdekaan pekerja migran,” tutur Benny tegas.

Sesuai jargon yang diusung Benny, Memerdekakan PMI menuju Indonesia Maju, merupakan tugas mulia yang akan diimplementasikannya. Spirit tersebut akan ditularkan kepada jajarannya agar bekerja solid, serius dan terarah. Sebab BP2MI sebut Benny, tidak akan basa-basi lagi dalam melindungi PMI.

”Sejak saya dilantik, saya sadar ada problem besar yang menjadi tugas saya, yakni memberantas sindikat yang selama ini dibakeingi Oknum TNI, Oknum Polisi dan Oknum Imigrasi, dan mulai hari inilah, kita akan buktikan bahwa Satgas yang kita bentuk tidak main-main dan siap sikat sindikat,” ujar Benny yang juga mantan Wakil Ketua Komite I DPD RI itu.

Sinergitas yang terus diwujudkan Benny Rhamdani (Foto Istimewa)

Beberapa tugas strategis yang dimiliki Satgas, dikatakan Benny termasuk melakukan pencegahan serta perlindungan di kantong-kantong PMI, kemudian di kawasan perbatasan hingga negara tujuan. Tidak hanya itu, Satgas tersebut juga diisi para pegawai di internal BP2MI.

”Kita terus memperkuat gerak BP2MI dengan membangun kolaborasi. Potretnya saya buat melalui Satgas yang terdiri dari berbagai elemen ormas keagaaman, LSM serta lembaga yang peduli dengan PMI. Kemudian juga ada unsur TNI dan Polri. Selain pegawai ada juga mantan KPK yang kita masukan di situ, dari NGO kita masukan di situ, yang mewakili organisasi keagamaan juga kita masukan,” kata Benny menutup.

Untuk diketahui, dalam deklarasinya, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, Satgas ini sengaja diresmikan bertepatan dengan HUT RI ke 75 yakni 17 Agustus 2020 dengan harapan semangat Kemerdekaan bisa menjadi lamgkah awal Memerdekakan Pekerja Migran Indonesia dari hisapan lintah mafia.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1