Timsel KPID Sulut Maksimalkan Sosialisasi Pendaftaran

Jumpa pers yang dilakukan Timsel KPID Sulut belum lama ini (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Rekrutmen anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode 2021-2024 yang dilaksanakan Tim Seleksi (Timsel) begitu intens. Terpantau sosialisasi dilakukan, baik melalui media massa, media sosial sampai billboard, spanduk, standing banner, semua pendekatan ditempuh. Menurut Ketua Timsel, Drs. Stefanus Vreeke Runtu pihaknya terus melakukan pertemuan, koordinasi demi suksesnya pelaksanaan seleksi calon KPID Sulut.

”Hari ini kita melakukan rapat untuk meneliti apa yang menjadi tugas Timsel, dalam menyambut persiapan pembukaan kegiatan dan pengumuman hasil seleksi administrasi calon anggota baru, pada tanggal 21 September 2020,” ujar SVR begitu Vreeke akrab disapa, Senin (14/9/2020) belum lama ini.

Selanjutnya, untuk diketahui tahapan launching kegiatan dan pengumuman hasil seleksi administrasi seluruh pendaftar, di Atrium Manado Town Square 3, Senin (21/9/2020). SVR menyebutkan bahwa Timsel sudah siap melaksanakan berbagai rangkaian acara hingga proses seleksi Anggota KPID. Soal pembiayaan, semua yang timbul dari kegiatan pekerjaan menseleksi anggota, dibiayai Pemerintah Provinsi Sulut.

Timsel tak lupa menyampaikan perkembangan tahapan rekrutmen. Sepertiupdate jumlah pendaftar, usul pengadaan kotak aduan, dan rapid test Covid-19 yang tidak disyaratkan.

”Tanggal 19 September 2020 adalah batas pendaftaran. Sampai hari ini baru 48 orang yang mendaftar. Memang masih ada lain yang sudah sampaikan akan ikut, tapi biasanya kan di saat mau tutup baru banyak yang masuk,” tutur SVR.

Tak hanya itu, SVR juga menjelaskan alasan utama rapid test tidak jadi syarat mutlak pendaftar. Meskipun standar protokol kesehatan sudah pasti diberlakukan.

”Soal rapid test, jadi yang dimaksud dengan tidak dipersyaratkan bukan berarti dihilangkan. Jika ada peserta yang kebetulan sudah rapid test dan dikenakan biaya, itu jadi tanggungan pemerintah bukan Timsel. Jadi semua pembiayaan Timsel ditanggung pemerintah,” kata SVR.

Ditambahkannya lagi, protokol kesehatan bukan persyaratan Timsel, tapi memang dari pemerintah. Semua kegiatan apapun tetap digunakan protokol kesehatan. Jadi itu syarat jaga jarak, pakai masker, cuci tangan atau hand sanitizer, mutlak dilakukan, tambah SVR.

(*/Am)

iklan1
iklan1