Dihadapan Ribuan Mahasiswa UNIMA, Senator Djafar Beri Materi Revolusi Mental

Senator Djafar saat menyampaikan materi Revolusi Mental (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M.,M.PdI tidak hanya pada persoalan sosial, agama, ekonomi dan kebudayaan semata. Senator Djafar juga begitu konsen membangun aspek pendidikan. Kamis (1/10/2020, Wakil Ketua Komite I DPD RI ini menghadiri undangan untuk mengisi Kuliah Umum saat Pembelakan Mahasiswa Baru di kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Tondano Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Senator asal Sulut yang didampingi Rektor UNIMA, Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd menyampaikan pentingnya gagasan Revolusi Mental yang diperjuangkan Presiden Ir. Joko Widodo. Menurut Djafar narasi Revolusi Mental harus membumi dan diaktualisasikan dari Perguruan Tinggi. Hal itu dilakukan selain untuk mengukuhkan marwah kampus sebagai ruang akademik yang produktif. Kampus mengambil peran menjaga nilai-nilai originalitas pikiran ilmiah.

Berlangsungnya pembukaan kegiatan (Foto Suluttoday.com)

”Pentingnya Revolusi Mental membumi dari kampus. Karena para mahasiswa sebagai agen transformasi harus lebih dahulu mengetahui apa keunggulan Revolusi Mental itu untuk disosialisasikan ke masyarakat luas. Mahasiswa dan eksistensi kampus sebagai garda terdepan dalam pengembangan akademik tak boleh ketinggalan, harus terus mengambil peran strategisnya mendorong pembangunan nasional. Artinya, internalisasi tentang Revolusi Mental juga diejawantahkan dalam tindandakan keseharian para civitas akademika, termasuk mahasiswa dan juga dosen,” ujar Senator Djafar.

Pemaparan materi Revolusi Mental yang disampaikan Senator vokal itu melibatkan perwakilan mahasiswa Universitas Negeri Manado dari 7 Fakultas yang hadir. Kemudian 2.000-an (dua ribuan) mahasiswa lainnya mengikuti secara daring (virtual). Djafar yang juga jebolan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengajak mahasiswa agar terus memelihara pikiran kritis.

Laporan Ketua Panitia dalam pembelakang mahasiswa baru (Foto Suluttoday.com)

”Mari kita tumbuhkan iklim pendidikan yang kondusif. Mahasiswa harus selalu produktif, kritis dan cermat membaca dinamika sosial. Terlebih perkembangan pendidikan di kampus. Tak hanya disitu, tapi mahasiswa juga punya tanggung jawab sosial, yakni bagaimana berkontribusi dalam pembangunan. Gagasan Revolusi Mental menjadi spirit dan inspirasi yang perlu ditanamkan dalam aktivitas keseharian mahasisw, sehingga mahasiswa dapat mengamalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinake Tunggal Ika,” tutur Djafar tegas.

Politisi yang dijuluki sebagai singa podium itu mengingatkan agar mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dapat selektif dalam berinteraksi dengan diskursus dan persentuhan ideologi. Hal itu dimaksudkan agar mahasiswa berfikir radikal, melawan atau menolak paham-paham yang berdampak terhadap disintegrasi bangsa. Pembelajaran di kampus, tambah Djafar haruslah melahirkan mahasiswa yang beradab, berpikiran pembaharuan dan menghargai peradaban kemanusiaan.

Proses penyerahan Cinderamata dari Rektor UNIMA kepada Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

”Silahkan tingkatkan semangat belajar. Mahasiswa harus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya dengan membaca, berdiskusi dan menulis. Identitas mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mampu diwujudkan mahasiswa dengan terus-menerus belajar. Selain itu, dalam interaksinya mahasiswa yang terus membaca wacana sosial, jangan lalau atau terjebak dengan pemikiran atau ideologi yang merongrong Pancasila. Hindari dan kita lawan ideologi-ideologi import yang berpotensi melahirkan disintegrasi bangsa,” ujar Senator Djafar.

Penyarahan bantuan dari Senator Djafar kepada mahasiswa UNIMA (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, Kuliah Umum ini dihadiri para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi dan tentunya Rektor UNIMA. Selesai dilaksanakannya kuliah umum sekaligus sesi dialog tanya jawab bersama mahasiswa dan Senator Djafar, juga ada penyerahan bantuan berupa uang tunai dari Senator Djafar kepada mahasiswa yang kurang mampu. Selanjutnya, penyerahan cinderamata dari Rektor UNIMA kepada Senator Djafar Alkatiri.

(*/Amas)

iklan1
iklan1