Selamatkan NKRI Dari Ancaman Disintegrasi, Senator Djafar Sampaikan Pentingnya Persatuan

Peserta sosialisasi mendengarkan pencerahan dari Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kelembagaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Rabu (7/10/2020) menggelar Temu Tokoh Nasional di Manado. Kegiatan tersebut melingkupi edukasi terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinake Tunggal Ika. Kemudian bagi-bagi bantuan dari MPR RI yang diwakili Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Dalam kesempatan itu, Senator Djafar mengajak masyarakat agar menghidupkan nilai-nilai Pancasila. Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tantangan pemerintah begitu terasa, terutama berkaitan dengan usaha menjaga solidaritas sosial. Wakil Ketua Komite I DPD RI mengingatkan masyarakat agar berpegang teguh pada ajaran agama, yang secara langsung berkonsekuensi positif terhadap cinta tanah air.

‘’Tugas kita semua yaitu menjaga Indonesia agar tetap kokoh. Tidak tercerabut dari akar sejarah, tidak dikooptasi kepentingan pemodal maupun kepentingan kolonial (penjajah) yang membuat Indonesia terbelah. Persatuan nasional terganggu. Musuh kita bersama adalah mereka para penumpang gelap yang mengaku Pancasilais, tapi menerapkan ajaran sesat yang anti-Pancasila. Mematuhi nilai-nilai keagamaan menjadi kunci penting kita akan menjaga Indonesia dari ancaman bahaya perpecahan,’’ kata Senator Djafar dari Dapil Sulawesi Utara ini.

Senator Djafar Alkatiri saat menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad menegaskan bahwa kebersamaan menjadi elemen penting dalam mengukuhkan Indonesia yang maju dan mandiri. Bagi Fadel yang diwakili Hasan Sahab, SH, masyarakat harus menumbuhkan rasa cinta antara sesama. Kemudian berani memulai dari hal-hal terkecil seperti memupuk kesadaran pemikiran yang positif untuk membangun Indonesia maju.

‘’Belajar menjaga pikiran agar positif. Tidak tercemar atas hasutan, saling menjatuhkan maupun adu domba yang merusak kerukunan kita sebagai Negara beradab. Masyarakat secara umum jangan merasa seolah tidak memiliki porsi dalam peran sosial, sehingga masa bodoh. Namun harus berfikir dan bertindak tepat, saling memajukan, bahu-membahu gotong royong mewujudkan pembangunan. Dengan berfikir positif, kemudian saling menopang membuat kita yang berbeda-beda akan kuat, mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya,’’ kata Hasan.

Narasumber ketika menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, Dr. dr. Taufiq Pasiak secara komprehensif menguraikan tentang tradisi turun-temurun yang biasa menjadi warisan sejarah khususnya di Kota Manado mulai hilang. Seperti ada relasi sejarah yang terputus karena masuknya budaya modern dengan ciri pandangan post-truth. Dimana media sosial begitu berperan signifikan dalam memainkan pandangan public melalui sistem online (jagat maya).

Sekedar diketaui, Temu Tokoh Nasional yang dirangkaikan dengan Sosialisasi 4 (Empat) Pilar Kebangsaan itu dihadiri ratusan masyarakat Kota Manado. Proses pemaparan materi oleh 3 narasumber, diantaranya Senator Djafar Alkatiri, Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad yang diwakili Hasan Sahab, dan Dr. dr. Taufiq Pasiak, pakar otak. Sesi tanya jawab dimanfaatkan masyarakat untuk bertanya, menyampaikan masukan dan keluhan untuk penguatan penerapan Pancasila.

(*/Amas)

iklan1
iklan1