Julyeta Runtuwene Siap Jadi Pelopor Kampanye Lawan Politik Uang

Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Praktek demokrasi kadang makin kehilangan kendali disebabkan meluasnya isu-isu negatif dalam percakapan publik. Terlebih berkaitan dengan kampanye hitam, saling menjelek-jelekkan, dan ajakan yang merusak moralitas pemilih. Realitas politik tersebut membuat Calon Wali Kota Manado, Prof. Dr. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene mengambil posisi tegas.

JPAR begitu Julyeta Runtuwene akrab disapa, Jumat (9/10/2020), saat hadir dalam acara Deklarasi Anti Politik Uang, Hoax dan Politisasi SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan), digelar Bawaslu Sulawesi Utara (Sulut), di Hotel Four Points by Sheraton Manado menyampaikan sikap tegasnya melawan praktek kotor dalam politik. Menurutnya Pilkada Serentak 9 Desember 2020 patut menghadirkan iklim demokrasi yang sehat dan produktif.

”Politik itu harus beradab, karena memperjuangkan nasib manusia. Artinya bahwa pentas Pilkada Serentak harus diwarnai dengan pertarungan gagasan dan kolaborasi, atau kompetisi yang produktif. Bukan malah Pilkada menjadi momentum untuk anak-anak bangsa saling menjatuhkan, menebar isu-isu hoax (informasi tidak benar). Lalu seolah-olah melegalkan praktek politik uang, hal tersebut sebetulnya merusak demokrasi,” ujar JPAR.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) itu mengajak semua elemen masyarakat Kota Manado, terutama kontestan di Pilwako Manado 2020 agar satu visi  mewujudkan Pilkada harmonis dan bebas dari berita hoax.

”Mari kita edukasi pemilih, semua elemen masyarakat untuk melawan secara bersama-sama berita bohong (hoax).  Harus jadikan hajatan Pilwako Manado sebagai gerbang atau panggung mencerdaskan masyarakat, harus mewujudkan demokrasi yang sehat. Inilah kuncinya melahirkan politik yang berkualitas. Kami bukan hanya siap menjadi pelopor kampanye anti politik uang dan hoax, tapi sudah melakukannya, akan kita intens lakukan ini ke masyarakat pemilih,” kata JPAR.

Untuk diketahui, giat Deklarasi yang dihadiri unsur Forkopimda dan organisasi masyarakat ini digelar dengan mematuhi protokol kesehatan ketat, guna menghadapi Pilkada Serentak 2020. Dalam kegiatan tersebut, Prof. JPAR menjadi Calon Wali Kota Manado pertama yang terlihat memenuhi undangan Bawaslu Sulut. JPAR menyapa para undangan dan memberikan salam hangat kepada awak media.

Menurutnya, Deklarasi Anti Politik Uang, Hoax dan Politisasi SARA yang digelar Bawaslu Sulut, merupakan penguatan komitmen semua stakeholder dalam mewujudkan kontestasi demokrasi bermartabat.

(*/Amas)

iklan1
iklan1