Viral Foto Salam 4 Jari dari Harley Mangindaan Diedit

Foto asli dan hasil editan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Praktek rekayasa mulai dilakukan dalam rangka membangun citra politik. Hal itu terjadi disaat Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, yang merupakan Calon Wakil Wali Kota Manado Nomor Urut 4 melakukan silaturahmi dan ketika foto bersama beberapa pendukung Paslon Nomor Urut 3, jari Harley Mangindaan ‘Dipotong’ dalam gambar tersebut.

Harley yang berpasangan dengan Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene itu diperlakukan sangat tidak etis dalam gambar yang diramai dibicarakan di media sosial (Medsos) saat ini. Bang Ai Mangindaan, sapaan akrab Harley seperti direndahkan diduga karena untuk memenuhi nafsu politik kelompok tertentu yang akhirnya salam 4 jari yang dilakukan Bang Ai Mangindaan, direkayasa menjadi salam 3 jari.

Sekedar diketahui, Bang Ai memanfaatkan waktu menghadiri Deklarasi Brigade MOR-HJP, Jumat (9/10/2020) dan berfoto bersama. Politisi muda penuh semangat, murah senyum dan menjadi inspirasi warga Manado ini makin ramai dibicarakan karena didzolimi para pendukung salah satu paslon di Pilwako Manado.

Setelahnya, salam 4 jari dilakukan Bang Ai yang berdampingan dengan beberapa pendukung MOR yang mengangkat angkat 3 jari, diedit oknum yang diduga kuat pendukung Mor-HJP. 4 jari Bang Ai dipotong dan akhirnya menjadi 3 jari, sehingga seolah-olah Bang Ai mengangkat simbol 3. Lalu foto hasil rekayasa itu diviralkan.

”Oknum yang mulai melakukan kampanye busuk. Itu foto-foto sudah kami amati dan Bang Ai sendiri tidak pernah mengangkat salam 3 jari itu. Jadi itu sengaja diedit dan diviralkan,” kata Tonny Mait selaku Divisi Humas Timkada PAHAM (Paula Harley Menang), Sabtu (10/10/2020) siang.

Dikatakannya, kalau cara-cara seperti itu yang terus dimainkan, itu pertanda bahwa lawan politik panik dengan elektabilitas tinggi paslon PAHAM.

”Kami mengajak tim Paslon yang yang ikut kompetisi Pilwako Manado lainnya agar santun. Ayo berdemokrasi dengan benar, jangan penuh rekayasa dan menggunakan cara-cara tidak etis dalam berpolitik, jangan terus-menerus menyebar hoax,” ujar Mait.

(*/Am)

iklan1
iklan1