Dizalimi, Cawawali Manado Harley Mangindaan Tetap Memaafkan

Harley AB Mangindaan ketika akrab bersama HJP (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Mengalirnya desakan dari sejumlah pendukung Paslon Wali Kota Manado PAHAM (Paula Harley Menang) untuk diproses hukum oknum yang melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap sosok Dr. Harley AB Mangindaan, selaku calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Manado yang mendampingi Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene, MS sebagai calon Wali Kota Manado yang mendapat Nomor Urut 4.

Pasalnya Bang Ai sapaan akrab Harley Mangindaan saat bersilaturahmi diacara yang digelar Relawan MOR-HJP belum lama ini dan Bang Ai melakukan salam 4 jari. Namun sayangnya diedit secara tidak beretika oleh oknum tertentu dengan menggantikan salam tersebut menjadi salam 3 jari yang menyimbolkan dukungan terhadap MOR-HJP.

Cara amoral itu mendapat kutukan dan desakan dari relawan PAHAM untuk diproses hukum. Ternyata desakan itu ditanggapi bijak Bang Ai. Saat diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (13/10/2020), menyampaikan bahwa dirinya sudah memaafkan perbuatan memalukan tersebut. Bang Ai berharap agar oknum yang melakukan editan terhadap jari di foto yang viral di Medsos untuk kembali ke jalan yang benar.

”Saya kaget kok jadinya begitu. Walau cara-cara itu tidak wajar, tapi saya sudah memaafkan. Semoga oknum yang melakukan hal-hal seperti ini bisa kembali ke jalan yang benar. Saya juga telah mengiklaskannya, saya enggan memprses hukum. Karena ‘torang samua basudara’,” ujar Bang Ai.

Foto asli dan hasil editan (Foto Istimewa)

Suami tercinta dari Sheyla Mangindaan Kudati ini saat ditanya memang mengaku dilecehkan dengan insiden yang menimpa dirinya tersebut. Atas sikap Kasih yang luar biasa, Bang Ai tetap potret politisi negawaran yang mampu memberi maaf atas perbuatan buruk terhadap dirinya tersebut.

”Kedepan tak perlu lagi terjadi preseden buruk seperti ini. Menimpa siapa saja, tak boleh. Saya merasa ini sebuah pelecehan dan sangat menyayangkan akan niat baik dari saya untuk hadir di acara itu, tapi oleh segelintor oknum dipolitisir,” ucap Bang Ai menutup.

(*/Amas)

iklan1
iklan1