Mulai Resah, Masyarakat Desak DPRD Manado Sahkan APBD-P 2020

Charles Subroto (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Manado Tahun 2020 mengalami penundaan lagi. Sesuai jadwal yang terkonfirmasi dari Sekretariat DPRD Manado, Kamis (15/10/2020), dimana ditetapkannya rapat pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Manado malah terkendala pelaksanaannya.

Tertundanya pembahasan tersebut menuai protes dan kritik pedas aktivis LSM Inakor Sulawesi Utara (Sulut) dan tokoh masyarakat, Charles Subroto. Menurut Chale begitu Subroto akrab disapa menegaskan agar wakil rakyat Kota Manado, terlebih pimpinan DPRD Manado untuk memikirkan nasib masyarakat. Tambahnya lagi pembahasan APBD-P yang mengalami molor membuat masyarakat kecewa dengan DPRD Manado.

”Utamakan kepentingan rakyat. Masyarakat mulai kecewa dengan DPRD Manado yang sengaja mengulur waktu pengesahan APBD-P Tahun 2020. Karena kepentingan yang termuat dalam APBD-P Tahun 2020 itu seluruhnya untuk kepentingan pembangunan Kota Manado. Jangan karena tarik-menarik kepentingan Pilwako Manado lalu masyarakat dikorbankan. Anggota DPRD Manado harus berfikir negawaran, jangan seperti anak kecil. Hal-hal yang berkaitan dengan urusan kepentingan sesaat atau kepentingan perorangan, kelompok misalnya, jangan dikait-kaitkan dengan menunda pembahasan APBD-P yang berdampak pada masyarakat,” ujar Charles warga Kota Manado ini tegas.

Seperti diketahui, informasi yang diterima Redaksi Suluttoday.com, jadwal pembahasan hari ini dijadwalkan sejak pagi, namun sampai malam ini pembahasan masih belum dapat dilanjutkan karena hanya dua Fraksi yang hadir dalam pembahasan. Terjadinya molor, kata Charles diduga kuat karena Anggota DPRD Manado sebagiannya masih menjalankan misi pribadinya dan kelompoknya untuk kepentingan Pilwako Manado, 9 Desember 2020.

”Waktunya juga sangat mepet. Wakil rakyat harus memikirkan pembangunan masyarakat Kota Manado, jangan hanya berputar-putar pada kepentinga pribadi. Lantas kepentingan pribadi itu mengabaikan dan mengorbankan masyarakat banyak. Sudah mulai tercium, dugaan kuat terhambatnya pembahasan dan pengesahan APBD-P Tahun 2020 ini disebabkan karena pertarungan Pilwako Manado. Hal ini sungguh memalukan. Harusnya persoalan di darat jangan dibawah ke laut atau ke udara. Ayo segera sahkan APBD-P 2020 jangan lagi korbankan masyarakat,” kata Charles menutup.

Untuk diketahui, rapat pembahasan APBD-P Tahun 2020 yang dijadwalkan di Ruang Paripurna DPRD Kota Manado itu hanya Anggota DPRD dari Partai NasDem dan Partai Golkar yang hadir dalam rapat pembahasan APBD-P Manado Tahun 2020. Ditambahkannya lagi, sikap mengulur-ulur pembahasan yang dilakukan DPRD Kota Manado itu berpeluang menghadirkan keresahan masyarakat. Hal itu disampaikannya, akan berpengaruh pada pelayanan publik.

(*/Amas)

iklan1
iklan1