Selama 3 Hari, Ribuan Massa Aksi Akan Duduki Kantor DPRD Manado

Warga siap duduki Kantor DPRD Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Sikap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2020 mendapat tanggapan serius masyarakat. Terlebih ketika molornya pembahasan APBD-P yang memberi dampak negari ke masyarakat Manado secara luas. Hal itu seperti disampaikan, John Pade, S.Sos, Ketua LSM Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Hukum Kota Manado.

”Kita akan turun jalan melakukan unjuk rasa selama 3 hari berturut-turut di Kantor DPRD Kota Manado. Masyarakat Manado akan mempertanyakan ada apa sehingga pembahasan APBD-P Tahun Anggaran 2020 dibuat terkatung-katung. Ini persoalan sangat mendasar dan dewan Manado seakan tak menginginkan untuk segera dibahas dan sangat terindikasi berbau politik,” kata John Pade.

Lanjut aktivis vokal itu menyebutkan bahwa seharusnya Anggota DPRD Kota Manado yang telah dipilih rakyat menunjukkan kerja serta keberpihakannya kepada masyarakat. Bukan menghambat pembangunan. Wakil rakyat perlu mengedepankan kepentingan rakyat, kemudian abaikan dulu kepentingan Pilwako Manado 9 Desember 2020.

”Janganlah masyarakat diabaikan. Terlalu banyak warga Kota Manado yang sangat berharap bantuan pemerintah di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Ada ribuan hak orang yang tertahan dan belum terbayarkan hanya karena sikap anggota dewan Manado yang diduga sengaja memperlambat pembahasan APBD-P,” ujar Pade yang juga akan menjadi Korlap dalam demonstrasi nantinya.

Tambah Pade mangatakan kalau pihaknya akan bersama buruk melakukan aksi dengan melibatkan ribuan massa untuk turun berdemonstrasi di Kantor DPRD Kota Manado pada hari Senin, Selasa dan Rabu. Mendesak pimpinan dan Anggota DPRD Manado agar segera mengesahkan APBD Perubahan Tahun 2020.

(*/Amas)

iklan1
iklan1