Archive for: November 2020

Pemuda GMIM Desak Pemerintah Segera Usut Tuntas Aksi Terorisme di Sigi

Pnt dr Pricillia Tangel (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Peristiwa kekerasan dan kejatahan kemanusiaan masih saja terjadi di Negara Indonesia tercinta. Seperti yang terjadi belum lama ini di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Menanggapi tindakan terorisme di Sigi, Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengutuk insiden tersebut. Menurut Ketua Pemuda GMIM, Pnt dr Pricillia Tangel aparat keamanan dan pihak terkait agar bergerak cepat menuntaskan kejadian tersebut.

”Pemuda GMIM desak pemerintah cepat usut tuntas aksi terorisme di Sigi, Sulawesi Tengah. Dimana aksi terorisme pembunuhan dan pembakaran rumah warga dan satu rumah warga yang dijadikan tempat beribadah warga jemaat Gereja Bala Keselamatan di desa Lemban Tongoa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mendapat perhatian serius dari Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa. Kami meminta dan mendesak pemerintah, melalui institusi Kepolisian dan lembaga berwajib mengusut tuntas hal ini,” ujar Pnt dr Pricillia, Senin (30/11/2020).

Tidak hanya itu, Pnt Pricillia menyebutkan bahwa Pemuda GMIM ikut berdukacita cita atas meninggalnya masyarakat si Singi dalam kejadiaan naas itu. Lebih lanjut, Pnt Pricillia mengajak semua elemen masyarakat Indoensia untuk menjaga kerukunan dan keamanan. Persaudaraan yang telah dibangun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf harus terus dilestarikan anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke.

”Kami mengecam keras aksi terorisme ini. Kami mendesak pemerintah cepat usut tuntas aksi terorisme ini. jangan biarkan kaum-kaum terorisme terus berkembang dan memberi teror bagi warga masyarakat. Kami mengajak juga masyarakat Indonesia untuk tetap tenang. Menjaga persaudaraan dan kerukunan sambil kita bantu mendoakan agar supaya keamanan dan kedamaian selalu tercipta diantara bangsa ini,” kata Pnt Pricillia menutup.

(*/Amas)

Pnt Erwin Tandaju: PAHAM Siapkan Ribuan Saksi Jemput Kemenangan

Bunda Paula saat menyapa calon saksi PAHAM (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Manado pada 9 Desember 2020, tidak terasa sudah semakin dekat bahkan tinggal menghitung hari. Tim kampanye daerah (Kamda) pasangan calon (Paslon) Prof. Dr. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan SE.,MSM, semakin memantapkan kerja tim Kamda yang dipimpin Pnt Erwin Tandaju, SE selaku Ketua.

Menurut Pnt Erwin, melalui pelatihan dan bimbingan teknis calon saksi TPS, maka Kamda akan lebih solid mempersiapkan diri menjemput kemenangan. Saksi yang dipersiapkan juga, tidak sekedar mengamankan suara, tapi juga mengawal dan mengawasi agar tidak terjadi proses kecurangan saat Pilwako Manado, Rabu 9 Desember 2020.

”Para saksi kita siapkan, jumlahnya ribuan orang. Tentu PAHAM siapkan saksi ini untuk menjemput kemenangan. Mereka para saksi bekerja mengawasi dan menjaga ketat proses Pemilihan Wali Kota Manado agar tidak terjadi kecurangan. Itu sebabnya, bimbingan teknis ini menjadi begitu penting kita laksanakan,” kata Tandaju.

Diketahui, pelatihan dan bimbingan teknis calon saksi diikuti oleh hampir 2 ribu peserta calon saksi TPS dari semua lingkungan di 87 Kelurahan di 11 Kecamatan. Kegiatan tersebut, dibagi pelaksanaannya dalam 2 hari di 4 lokasi berbeda yakni Sekretariat Kamda, Sekretariat Partai Perindo, MPG Manado, dan Sekretariat DPW Nasdem.

Suasana berlangsungnya pembekalan saksi (Foto Istimewa)

Para calon saksi dibekali dengan pengetahuan mulai dari mekanisme pengawasan pada semua proses pendaftaran, pencoblosan dan penghitungan suara, serta bagaimana cara memastikan pengisian formulir yang diperlukan untuk rekapitulasi hasil di lembar (C1) sesuai dengan hasil perolehan suara pasangan calon. Dihari terakhir pelatihan, calon Wali Kota Manado Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene, menyempatkan hadir untuk memberi semangat kepada calon saksi TPS.

”Terimakasih kepada seluruh relawan yang memberi diri agar dilatih dan mau bekerja bersama PAHAM untuk kota Manado yang rukun cerdas dan indah sesuai visi dan slogan pasangan Julyeta Runtuwene – Harley Mangindaan,” kata Bunda Paula, sapaan akrab Prof Julyeta Runtuwene saat mengunjungi salah satu lokasi pelatihan.

Lebih lanjut, Bunda Paula juga mengingatkan untuk menjadi saksi yang berkualitas yang bekerja keras, cerdas, dan tuntas serta bekerja dalam keikhlasan untuk pemenangan pasangan PAHAM.

”Kalian adalah ujung tombak yang berdiri di garda terdepan yang dapat memonitor jika ada potensi kecurangan mulai dari tingkat TPS. Ingatlah dalam melaksanakan tugas untuk tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19,” ujar istri tercinta Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut ini.

(*/Mas)

Koruptor Itu Produk PILKADA

DR Ferry Daud Liando, S.IP.,M.Si (Foto Ist)

Oleh : Dr. Ferry Daud Liando, Pengamat Politik

Penilaian publik atas melemahnya ketajaman KPK dalam penindakan korupsi secara perlahan mulai terbantahkan. Pekan lalu secara berturut-turut KPK menangkap dua pejabat publik. Pertama menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Rabu (25/11). Kemudian pada Jumat (27/11) menangkap Walikota Cimahi Ajay Priatna.

Edhy bersama isterinya sempat membelanjakan hasil korupsinya di Amerika Serikat dengan membeli sejumlah barang mewah. Ia membeli sepatu bersol tebal Louis Vuitton berseri Abbesses Derby. Jika dirupiahkan, harganya Rp. 16,7 juta. Harganya tentu amat mahal.

Padahal bangsa ini tidak kekurangan tokoh-tokoh yang harusnya dijadikan teladan. Wakil Presiden pertama Bung Hatta, tak sempat mewujudkan impiannya membeli sepatu Bally sampai akhir hayatnya. Sempat lama ia menambung, tapi belum sempat terkumpul, namun tiba-tiba tabungan itu digunakan karena ada kebutuhan keluraga yang dianggap lebih mendesak.

Jika Edhy memperdagangkan izin, Ajay ditangkap karena dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit. Ajay merupakan walikota koruptor ketiga di daerah itu. Lebih dari 300 kepala daerah produk Pilkada yang telah tertangkap KPK karena korupsi.

Menangkap kepala daerah koruptor dalam suasana Pilkada seperti sekarang tentu akan berpengaruh pada tingkat Kepercayan publik atas pelaksanaan Pilkada. Sikap itu bisa jadi berkorelasi pada Partisipasi pemilih. Potensi trauma publik bisa saja terjadi. Jangan-jangan calon yang dipilihnya itu akan koruptor juga. Ini menjadi tantangan bagi KPU yang saat ini sangat serius mendorong partisipasi pemilih dalam kondisi Covid-19.

Lantas apa saja yang menyebabkan masih banyak kepala daerah yang tertangkap KPK.

Pertama, biaya Pilkada yang harus dikeluarkan masing-masing calon cukup besar. Informasi yang pernah dipublikasikan Kemendagri bahwa untuk calon bupati dan walikota bisa menghabiskan anggaran 25 hingga 30 milyar. Sedangkan untuk calon gubernur bisa mencapai triliunan rupiah. Uang itu digunakan kebanyakan untuk menyuap partai politik (candidate buying) agar mendapatkan tiket pencalonan, sementara untuk calon perseorangan menggunakan anggaran itu agar mendapat dukungan KTP. Pada saat kampanye, masa tenang dan sesaat sebelum pencoblosan sebagian besar calon menggunakan uang untuk menyuap (vote buying) pemilih agar mendapatkan suara.

Kedua, sebagian parpol belum serius menyeleksi calon kepala daerah. Pengalaman kepemimpinan dan moral kerap bukan menjadi standar parpol dalam mengusung calon. Itulah sebabnya jual beli suara merajalela dalam setiap Pilkada. Jika moral menjadi standar parpol dalam penetapan calon, maka tak mungkin akan ada calon yang menghalalkan segala cara termasuk politik uang untuk usaha kemenangannya. Bukan rakyat yang pragamatis. Tapi moral calon yang terbatas. Sebab uang bukan berasal dari pemilih tapi datang dari calon. Hanya moral yang bisa mencegah politik uang, bukan memperketat aturan. Lalu dari mana uang yang digunakan untuk menyuap itu berasal. Sebagian besar anggaran itu berasal dari uang pinjaman, penjualan benda baik tanah, rumah, mobil atau benda-benda berharga lainnya. Informasi dari KPK bahwa sebagian anggaran juga berasal dari para cukong. Itulah sebabnya banyak kepala daerah yang terpaksa harus melakukan korupsi. Sebab hendak mengembalikan uang yang pernah digunakan untuk menyuap pemilih saat Pilkada.

Kepala daerah yang ditangkap KPK selama ini bisa jadi karena kesialan saja. Sebab indiksi korupsi banyak juga diduga dilakukan kepala daerah lain, namun kelihaiannya sangat licik dan licin sehingga bisa terhindar dari radar KPK.

Mengatasi korupsi tentu membutuhkan banyak pembenahan. Namun bagi saya, hal yang paling urgen adalah:

Pertama, membenahi kelembagaan partai politik. Jauh sebelum pemilihan, sedapat mungkin para calon sudah dipersiapkan. Tak hanya membentuk jiwa dan skill kepemimpinan, tapi perlu juga dibekali dengan akhlak dan moral. Selama ini sebagain parpol baru memberikan kartu tanda anggota (KTA) sehari sebelum pencalonan. Karena calon itu memang bukan kader parpol sebelumnya.

Kedua, perlu pelembagaan kaderisasi secara sistematis pada masing-masing parpol. UU Pilkada atau UU Parpol perlu mengatur syarat berapa lama seseorang menjadi kader parpol untuk bisa menjadi calon. Hal ini untuk mencegah diperjualbelikannya tiket pencalonan kepada orang lain meski bukan kader parpol. Selama ini banyak oknum yang hanya memanfatakan (membeli tiket) parpol agar ambisinya berkuasa terpenuhi lalu merampas fasilitas negara, memperkaya diri sendiri.

Ketiga, UU perlu melarang mantan narapidana koruptor untuk menjadi calon pada jabatan-jabatan publik sebagai bentuk efek jerah. Koruptor tetap berkuasa karena tak ada larangan baginya untuk menduduki jabatan yang sama. Berlindung dibawa UU HAM tentu tidak relevan sebab hak-hak warga negara harusnya didahului dengan kewajiban bernegara. Tindakan para koruptor sama artinya tidak menjalankan kewajibannya sebagai warga negara. Oleh karena itu hak-haknya sebagai warga negara harus dibatasi termasuk melarang untuk menjabat kembali.

Tanpa ketiga tindakan ini maka jangan berharap koruptor berhenti berpestapora di negeri ini.

Ketua BM PAN Manado Siap Pasang Badan Menangkan PAHAM

Faisal Salim ketika memaparkan program 10 ribu rumah (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bukan sekedar menjadi penggembira politik, kehadiran Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Manado, Faisal Salim, SE untuk bergabung bersama PAHAM (Paula Harley Manado) yang merupakan pasangan calon Wali Kota Manado sebagai pilihan serius. Tidak main-main, politisi muda Kota Manado itu rutin melakukan sosialisasi program calon Wali Kota Manado Nomor Urut 4 ini kepada masyarakat.

Menurut Faisal, Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan (HABM) merupakan pilihan tepat sebagai pemimpin yang akan memajukan Kota Manado. Bukan tanpa alasan, Bang Thoyib begitu Faisal Salim akrab disapa menyampaikan sejumlah program unggulan paslon yang akrab disebut PAHAM tersebut.

”Yang membuat saya dan teman-teman harus berjuang bersama PAHAM adalah perjuangan politiknya jelas untuk kemaslahatan masyarakat. Program unggulan yang diajukan ke masyarakat sangatlah menyentuh kebutuhan masyarakat Kota Manado. Seperti itulah calon pemimpin Kota Manado, keberpihakannya jelas pada masyarakat, bukan pro pemodal dan pengusaha besar. Bagi saya hanya Bunda Paula dan Bang Harley yang programnya memikirkan kehidupan masyarakat ekonomi menengah kebawah,” kata Bang Thoyib, Sabtu (28/11/2020) disampaikannya di hadapan ribuan masyarakat Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting.

Ketua BM PAN Manado, Faisal Salim siap pasang badan menangkan PAHAM (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, program yang dicontohkannya seperti program kesehatan gatis (Universal Coverage), program ibu-ibu hamil dan melahirkan, program santunan duka yang dinaikkan. Bantuan sosial bagi para pemuka agama, belum lagi program untuk sopir angkutan umum, kemudahan bagi pedagang pasar tradisional dengan mengratiskan retribusi. Yang lebih populernya lagi yaitu program rumah layak huni yang tanpa menggunakan uang muka.

”Salah program unggulannya yang lagi viral dan dirindukan masyarakat ialah program 10 ribu rumah layak huni. Program rumah murah tanpa bank, tanpa uang muka, tanpa berkas-berkas yang merapotkan, bayaran per bulannya murah meriah sebagai bentuk kepedulian PAHAM kepada warga Kota Manado. Ini nyata adanya, dan saya akan di depan untuk mewujudkan program ini. Itu sebabnya, ayo kita menangkan PAHAM saat Pilwako 9 Desember 2020. Untuk program 10 ribu rumah, semoga Kota Manado akan menjadi percontohan untuk seluruh Indonesia. Kami BM PAN Manado, terlebih saya dan tim siap pasang badan untuk memenangkan PAHAM di Pilwako Manado,” ujar Bang Thoyib menutup.

(*/Amas)

Intens Bergerak, Garuda One GSVL Lantik Pengurus Kelurahan Titiwungen dan Sindulang

Berlangsungnya sambutan disampaikan Rusli Umar (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Lantik pengurus tingkat Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario dan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Garuda One GSVL Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (28/11/2020) mendapatkan tanggapan luar biasa dari masyarakat. Ketika menyampaikan sambutan, Wakil Ketua Umum Garuda One GSVL, Romel Najoan memberi motivasi agar kelurga besar Garuda One GSVL Kelurahan bekerja kompak dan terukur.

”Kurang lebih 10 hari lagi kita akan menghadapi hajatan Pilwako Manado, 9 Desember 2020. Target kita memenangkan PAHAM (Paula Harley Manado) harus kita wujudkan. Tidak main-main, survey memposisikan PAHAM masih sebagai pemenang. Kita harus kompak bekerja, terukur dan sistematis. Ingat atas semangat kerja bersama, maka target menang telak di Pilwako Manado sangat mudah kita realisasikan,” ujar Romel.

Rusli Umar ketika melantik pengurus Garuda One Kelurahan Sindulang (Foto Suluttoday.com)

Usai pelantikan, Ketua Umum Garuda One GSVL Sulut, Roger Mamesah saat diwawancarai Suluttoday.com, Sabtu (28/11/2020) menuturkan agenda relawan Garuda One GSVL untuk melantik jajaran pengurus tingkat Kelurahan dan Lingkungan memang dilaksanakan rutin. Hal itu bukan sekedar kejar target, melainkan telah menjadi tanggung jawab utama Garuda One GSVL untuk memenangkan Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan sebagai pasangan calon Wali Kota Manado tahun 2020.

”Jauh sebelumnya memang tim Garuda One GSVL sudah bekerja. Kita secara konsisten melantik pengurus Kelurahan dan Lingkungan, basis massa kita sampai ke bawah. Mengakar pergerakan konsolidasi Garuda One, tentu target utama kita yakni memenangkan PAHAM di Pilwako Manado. Yang kita promosikan adalah program Bunda Paula dan Bang Harley, selaku Paslon Wali Kota Manado Nomor Urut 4. Bukan memberi janji palsu, atau berbagi-bagu uang dan membagikan beras. Kita juga melakukan edukasi politik,” kata Mamesah.

Suasana pelantikan di Titiwungen Utara (Foto Suluttoday.com)

Untuk dikeahui, proses pelantikan Garuda One GSVL di Kelurahan Titiwungen Utara dipimpin langsung Sekretaris Umum Garuda One GSVL Sulut, Kefas Sanger. Sementara itu, saat berada di Sindulang Satu, penyerahan Pataka dilakukan Sekretaris Garuda One GSVL Kota Manado, Rusli Umar. Setelah pelantikan dan penyerahan Pata, di Sindulang Satu, Rusli memberikan sambutan dan menitipkan beberapa hal penting.

Pengurus Garuda One Sindulang foto bersama Penasehat (Foto Suluttoday.com)

”Kami menyampaikan selamat kepada pengurus Garuda One GSVL di Sindulang yang baru saja dilantik. Tentu anda semua berada pada posisi yang tepat, kalian berada bersama pemenang. Kita di Garuda One, terlebih yang bergabung di PAHAM merupakan orang-orang piliah. Kita disini karena melihat kandidat Wali Kota Manado dan Wakil Wali Kota Manado memiliki program pro rakyat, rasional dan paripurna. Paula Harley menawarkan program untuk melengkapi apa yang dilakukan Pak GS Vicky Lumentut selaku Wali Kota Manado saat ini. Saya mengingatkan kita semua agar menghindari politisasi SARA dan juga hindari politik uang, atau politik bagi-bagi beras. Itu hanyalah cara-cara merusak demokrasi,” tutur Sahabat Abeng, begitu Rusli akrab disapa.

Ribuan pendukung PAHAM saat memadapi lokasi pelantikan (Foto Suluttoday.com)

Dalam kesempatan tersebut, Faisal Salim juga memberikan pemaparan terkait pentingnya program rumah layak huni. Program rumah tanpa uang muka, tanpa bank, dan setorannya murah meriah ini, tambah Faisal sebagai bukti kepedulian Paula Harley kepada masyarakat Kota Manado yang dicintainya.

Pembina Garuda One GSVL, bersama pendukung PAHAM (Foto Suluttoday.com)

Turut hadir dalam pelantikan Garuda One GSVL Kelurahan Sindulang Satu, diantaranya Dr. GS Vicky Lumentut, Pembina Garuda One GSVL, Stenly Suwuh, SE, Penasehat Garuda One GSVL, Nurrsayid Abdurahman, tokoh masyarakat Sindulang dan pengurus Komunitas Karanji for PAHAM. Politisi senior Sultan Udin Musa, Syahrial Damopolii, Ras Didi Sjafi’i, Ketua GODAS Manado Yopy Mandahari, dan juga Max Bawotong selaku Penasehat Garuda One GSVL Sulut bersama Fernando Salu, Koordinator Penggalangan Massa Garuda One GSVL Sulut.

(*/Amas)

iklan1