Brutal, Relawan Milenial SSM-OPPO Minta Bawaslu dan Polres Boltim Tindaki Pendukung SB-RG

Yuliana Mamonto (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dinamika politik umumnya terjadi di tiap momentum demokrasi. Seperti di Pilkada Serentak 2020, terlebih di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana terjadi tindakan penganiayaan. Pemilihan Bupati (Pilbup) Boltim kali ini seperti tercoreng, akibat tindakan yang dinilai melampaui batas yang dilakukan pendukung salah satu Paslon.

Menanggapi hal itu, Minggu (8/11/2020), Tim Relawan Milenial SSM-OPPO angkat bicara. Menurut Yuliana Mamonto, salah satu pengus Tim Relawan Milenial meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan juga Polresta Boltim untuk mengusut tuntas insiden anarkisme yang memakan korban tersebut.

”Kami meminta Bawaslu dan Polres Boltim menindak tegas pelaku tindakan pengrusakan tempat Posko Pemenangan SSM-OPPO di Desa Moyongkota Pinobatuan oleh massa pendukung dari SB – RG (Suhendro Boroma – Rusdi Gumalangit). Juga terjadi tindakan penganiayaan yang dilakukan massa pendukung dari SB-RG terhadap seorang pendukung dari SSM-OPPO yang bernama Karel yang terjadi pada saat kampanye dari pasangan SB-RG di daerah Modayag sekitar tempat kejadian, Minggu 8 November 2020,” ujar Yuliana saat diwawancarai Suluttoday.com, Minggu (8/11/2020).

Pengrusakan posko milik pendukung SSM-OPPO (Foto Istimewa)

Tidak hanya itu, menurut wanita yang akrab disapa Yuliana ini bahwa tindakan brutal tersebut mencederai proses demokrasi di Boltim. Apalagi Indonesia sebagai negara hukum, maka para oknum-oknum yang bertindak anarkis harus segera diproses hukum. Pihaknya mendesak agar keadilan hukum ditegakkan, sehingga proses Pilkada di Boltim berjalan secara kondusif.

”Kita sama-sama menjunjung tinggi supremasi hukum. Mari kita kedepankan sportifitas. Atas kejadian pengrusakan Posko dan penganiayaan ini membuat situasi demokrasi lokal di Boltim menjadi terganggu. Nyaris rawan, itu sebabnya Bawaslu dan Polresta Boltim segera mengambil langkah cepat. Jangan sampai cara-cara ini menular kemana-mana. Kami meminta keadilan ditegakkan, jangan pandang bulu. Pihak yang berwenang agar segera mengusut dan mengadili tindak pidana kekerasan, pelanggaran Pilkada. Peristiwa seperti ini tak lain adalah tindakan pidana yang telah memakan korban serta merugikan salah satu kandidat Calon  yang Posko pemenangannya dirusak,” kata Yulia menutup.

Massa pendukung SB-RG bertindak brutal (Foto Istimewa)

Untuk diketahui, SSM-OPPO merupakan kepanjangan dari Sam Sachrul Mamonto dan Oskar Manoppo yang merupakan calon Bupati Boltim Nomor Urut 2 ini.

(*/Redaksi)

iklan1
iklan1