Terpilih Hingga 2 Periode Wali Kota Manado, GSVL Tidak Terapkan Politik Uang

Wali Kota Manado, Dr. GSVL (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bermunculannya fenomena politik uang (money politic) dalam Pilkada Serentak di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terlebih di Pilwako Manado, Rabu (9/12/2020) menjadi catatan tersendiri bagi para pengamat. Dr. GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado ternyata punya pengalaman dan cerita menarik sebagai sosok politisi senior di Kota Manado, bahkan Sulut.

Dr GS Vicky Lumentut dengan kecerdasannya mampu membongkar mitos tentang memimpin Kota Manado, sebagai Wali Kota selama 2 periode berturut-turut. Dalam pengalaman kepemimpinan politik di pemerintahan Kota Manado, rasanya belum ada. Hanya GSVL begitu Vicky Lumentut akrab disapa yang memiliki rekam jejak seperti ini. Yang lainnya, sebagai petahanan tapi kalah dengan penantang saat maju dalam Pilwako Manado berikutnya.

Apa sebetulnya kiat GSVL sebagai seorang politisi santun sampai menang 2 kali secara rutin di kontestasi Pilwako Manado?. GSVL dikenal kuat dan mengakar dengan visi besarnya membangun Manado. Tak hanya bicara, GSVL mampu membuat Manado sebagai Rumah Besar semua masyarakat. Manado menjadi rukun dan damai, saat diwawancarai Suluttoday.com, Sabtu (14/11/2020) GSVL menyampaikan prinsip politiknya. Menurutnya suara atau hak pilih masyarakat jangan diremehkan dengan uang. Itu sebabnya, GSVL sangat kencang menolak politik uang.

“Saya terpilih 2 kali di Pilwako Manado bukan karena pendekatan pragmatis. Tentu saya sangat menolak politik uang. Itu cara-cara berpolitik yang merusak demokrasi. Karena saya tidak dipilih pragmatis, saya harus melahirkan program keumatan. Dimana program itu berpihak pada masyarakat. Dirasakan semua pihak, terlebih masyarakat ekonomi lemah. Saya harus menjawab kepercayaan masyarakat baik yang pilih maupun nda pilih pa kita, dengan program yang menyentuh mereka,” ujar GSVL, yang juga Ketua DPD Partai NasDem ini.

Selain itu, mantan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulut yang telah berhasil mencatatkan Partai Demokrat menjadi Ketua DPRD Manado itu menambahkan atas pilihan sadar masyarakat, tanpa bujukan uang membuat dirinya lebih mandiri dan bebas memberi kontribusi kepada masyarakat. GSVL memberi sinyal bahwa calon pemimpin yang mengajak masyarakat memilih karena uang, ia akan tersandera kepentingan pemodal dan investasi politik, hal itu akan merugikan masyarakat.

”Dengan komitmen itu, saya memberi diri tulus dan lebih mandiri kepada masyarakat. Tanpa ditekan pengusaha atau pemodal, tanpa diatur-atur kelompok berduit. Lantaran masyarakat pilih saya tanpa bujukan pragmatis berupa uang, saya dengan leluasa boleh bekerja mensejahterakan masyarakat. Mengedepankan pembangunan publik, bukan fokus memperkaya diri,” kata GSVL.

(*/Redaksi)

iklan1
iklan1