Gugatan PAHAM Tembus di MK, AARS Terancam Diskualifikasi

Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Harley Alfredo Benfica Mangindaan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bergulirnya gugatan perkara untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado tahun 2020 yang diajukan paslon Julyeta Paula Amelia Runtuwene (JPAR) dan Harley Alfredo Benfica Mangindaan (HABM) mengalami progres. Pasalnya, gugatan PAHAM begitu Paula Harley akrab disapa, telah diregistrasi Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI).

Seperti tercatat dalam website resmi MK, Senin (18/1/2021) dimana perkara Perselisihan Pemilihan Kepala Daerah (PHPKada) Kota Manado teregistrasi di buku register untuk perkara 114/PHP.KOT-XIX/2021. Resmi gugatan PAHAM masuk dalam buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK).

Dilansir dari situs resmi MK, perkara yang tercatat dalam e-BRPK selanjutnya akan melalui proses pemberitahuan sidang pertama dan disampaikan pada 18-20 Januari 2021.

Adapun sidang pemeriksaan pendahuluan akan digelar selama empat hari kerja sejak 26 Januari 2021. Dalam sidang pemeriksaan pendahuluan, akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan dan kejelasan materi permohonan, memeriksa dan mengesahkan alat bukti pemohon, dan pengucapan ketetapan sebagai pihak terkait.

Selanjutnya adalah penyampaian jawaban Termohon, Keterangan Bawaslu, dan keterangan Pihak Terkait, serta pemeriksaan dan pengesahan alat bukti Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu, dalam pemeriksaan persidangan yang dijadwalkan berlangsung 1 sampai 9 Februari 2021.

Selain itu, akan dilakukan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) yang akan membahas perkara dan pengambilan putusan ketetapan. Agenda ini akan dilaksanakan pada 1 hingga 11 Februari 2021. Adapun Sidang Pleno Pengucapan Putusan akan dilaksanakan pada 15-16 Februari 2021.

Kemudian, bila perkara PAHAM pada RPH diputuskan diterima, MK akan menggelar Sidang Pleno Pemeriksaan Persidangan, pada 19 Februari hingga 5 Maret 2021. Dalam sidang kali ini, akan didengar keterangan saksi maupun saksi ahli, serta pemeriksaan dan pengesahan alat bukti tambahan.

Lalu berikutnya yakni agenda Rapat Permusyawaratan Hakim untuk membahas perkara dan pengambilan putusan. RPH ini akan dilaksanakan pada 8-18 Maret 2021. Dan pada akhirnya akan dilaksanakan sidang pleno pembacaan putusan atau ketetapan, pada 19-24 Maret 2021.

 

Firman Mustika, SH.,MH (Foto Istimewa)

Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS), paslon Wali Kota Manado yang telah ditetapkan KPU Manado sebagai pemenang Pilwako Manado terancam kemenangannya dianulir. Hal itu sebagaimana disampaikan Kuasa Hukum PAHAM, Firman Mustika, SH.,MH. Menurut Ai Mustika, begitu Firman akrab disapa tuntutan PAHAM salah satunya yakni diskualifikasi paslon AARS.

”Ada dugaan kecurangan yang memenuhi syarat TSM. Itu sebabnya kami mengajukan permohonan ke MK agar keputusan KPU Manado memenangkan pasangan calon di Pilwako Manado untuk didiskualifikasi,” kata Ai Mustika, jebolan HMI Cabang Manado ini.

Selain itu, lulusan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini menyampaikan optimismenya terhadap permohonan yang diajukan tim Kuasa Hukum PAHAM akan diterima MK. Fakta atau bukti-bukti juga telah disiapkan sangat lengkap oleh PAHAM sehingga pihaknya meyakini tuntutan yang disampaikan ke MK akan dikabulkan Majelis Hakim.

”Tim kuasa hukum telah mengidentifikasi sejumlah dugaan pelanggaran dan kecurangan sistematis dalam Pilwako Manado. Seharusnya Pilkada atau Pilwako merupakan proses penyaluran keinginan dari pilihan masyarakat agar yang terpilih adalah pimpinan yang amanah, berintegritas dan memiliki komitmen melayani dan tidak korupsi saat menjabat nantinya. Kami yakin jika Majelis Hakim nanti melihat kebenaran materiil, maka kemudian permohonan kami akan diterima seluruhnya,” ujar Ai Mustika pada Suluttoday.com, Rabu (20/1/2021).

(*/Amas)

iklan1
iklan1