Percepat Penyidikan, Kejaksaan Negeri Manado Komit Tuntaskan Kasus Incenerator

Maryono, SH.,MH (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah melalui rangkaian penyelidikan yang cukup panjang akhirnya penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, bersepakat untuk menaikkan status Penyelidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan alat bakar sampah (Incenerator) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado tahun anggaran 2019 menjadi tingkat Penyidikan.

Kamis (21/1/2021). saat diwawancarai wartawan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado Maryono, SH.,MH, membenarkan bahwa peningkatan status kasus Incenerator tersebut ke tahap penyidikan telah dilakukan.

”Kita telah tingkatkan kasus ini ke penyidikan. Hal itu untuk memudahkan pemeriksaan agar kasus tersebut menjadi terang guna menentukan tersangkanya,” ujar Kajari Maryono.

Maryono menyampaikan soal lambatnya penanganan kasus tersebut. Bahwa penanganan kasus tersebut terkesan lambat karena Sumber Daya Manusia (SDM) Jaksa penyelidik yang ada sempat terkuras dan  fokus di persidangan perkara tipikor dana bantuan pasca banjir Manado.Dimana para terdakwanya kini sudah mendapat vonis bersalah dari pengadilan negeri Tipikor Manado.

Lebih lanjut, Maryono mengatakan bahwa dugaan penyimpangan pengadaan 4 unit Incenerator umum dan 1 unit Incenerator medis berbandrol Rp. 11 milyar terus digenjot. Berawal dari pelaksanaan proyek melalui Penunjukan Langsung (PL), pengguna anggaran dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota manado, tanpa kajian teknis yang jelas, terhadap rekanan yang pada awal lelang sudah dianulir pihak anitia lelang (ULP).

”Alasannya waktu sudah mendesak dan barangnya sangat dibutuhkan. Kejanggalan lainnya adalah meskipun masa kerja sudah ditambah sampai pertengahan Januari 2020, kerja belum beres. Pekerjaan belum selesai, namun dana sudah dicairkan 100%,” tutur Kajari Manado Maryono.

Adapun polemik diantara para rekanan sendiri maupun dengan Kepala Dinas tentang belum atau sudah dibayarnya pekerjaan tersebut yang berujung adanya blokade atau dikuncinya Incenerator tersebut. Oleh salah satu rekanan, sehingga sempat tidak bisa dioperasikan meskipun akhirnya bisa dipakai walau tidak maksimal sampai sekarang.

”Di tengah menumpuknya sampah, incenerator tersebut seperti museum barang antik. Dan keseriusan penyidikan perkara ini dengan dipanggilnya sekitar 7 orang saksi terdiri dari pihak Dinas LH, panitia lelang dan rekanan yang dijadwalkan mulai diperiksa Minggu depan,” kata Maryono tegas.

Selain itu, Maryono juga menyebutkan penyidik Kejari Manado juga sudah berkoordinasi dengan pihak Politeknik Manado untuk segera turun kelapangan memeriksa kondisi Incenerator yang diduga bermasalah tersebut.

(*/Amas)

iklan1
iklan1