UPT BP2MI Manado Lakukan Sosialisasi untuk Tenaga Kerja ke Jepang

Berlangsungnya sosialisasi UPT BP2MI Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Manado UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag, setelah dilantik langsung menggelar beberapa kegiatan. Jumat (5/2/20212), BP2MI Manado melakukan sosialisasi untuk genjot penempatan ke Jepang Sebagai langkah awal menggenjot penempatan pekerja migran ke Jepang.

Sebagai menyelenggarakan sosialisasi peluang kerja ke Jepang, BP2MI Manado mengundang salah satu Registered Support Organization (RSO) sebagai organisasi pendukung pendaftaran program Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat UPT BP2MI Manado tersebut menghadirkan ±25 peserta yang terdiri dari Kota Manado, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Bitung, dan Kabupaten Minahasa Utara yang kesemuanya memiliki minat yang tinggi untuk bekerja ke luar negeri.

Sosialisasi kali ini diadakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku dimana seluruh peserta wajib memakai masker dan menjaga jarak duduk. Ini merupakan pelaksanaan dari program SSW yang merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk mengurangi pengangguran,” kata Makalalag.

Lanjut disampaikannya bahwa jumlah pengangguran akibat pandemi Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Menurut data yang diperoleh BP2MI Manado, di Sulawesi Utara sendiri ketambahan kurang lebih 1,36% pengangguran.

”Jadi kalau ditotal kurang lebih 90 ribuan orang dalam keadaan menganggur saat ini. Nah, program SSW merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini karena merupakan program unggulan dari pemerintah,” ungkap Makalalag.

Tak hanya itu, Makalalag menamahkan, program SSW merupakan peluang yang tidak boleh dilewatkan. Program SSW adalah program unggulan hasil kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang karena penghasilan yang nantinya akan didapat sangatlah besar sehingga peluang ini sayang untuk dilewatkan.

”Untuk itu saya berharap lewat sosialisasi yang kami adakan ini, para calon pekerja yang berminat kerja ke luar negeri bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pekerjaan, penghasilan, sampai kehidupan ketika bekerja di Jepang nanti. Kedepannya kami akan banyak mengadakan sosialisasi serupa dengan RSO yang lain,” kata Makalalag menutup.

(*/Amas)

iklan1
iklan1