Category: Advetorial

Semua Serba 53, Karnaval FisCo ‘Manado Fiesta’ Tempuh Jalur 6,5 Kilometer

Wali Kota Manado bersama istri tercinta saat menyapa warganya (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Seperti disampaikan Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut sebelumnya bahwa festival ‘Manado Fiesta’ yang diselenggarakan di Manado relatif berbeda dengan iven-iven serupa yang pernah dilaksanakan di Indonesia. Pernyataan didepan awak media, Jumat (1/9/2017) benar adanya, dimana salah satunya pada saat pelaksanaan karnaval FisCo ‘Manado Fiesta’ di tahun 2017 ini setiap barisan (regu) yang ikut menampilkan susana yang ‘serba 53’.

Dirjen Otda, Gubernur Olly dan Wali Kota GS Vicky Lumentut saat pembukaan Manado Fiesta 2017 (Foto Suluttoday.com)

Bagi warga yang belum memahami angka 53 ini mungkin bertanya-tanya. Wali Kota Manado yang akrab disapa GSVL ini menyampaikan jawabannya, bahwa formasi tiap tampilan peserta karnavan dengan jumlah 53 orang merupakan angka dari Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat dipanggung start menyaksikan atraksi dari tiap regu karnaval (Foto Ist)

”Semua angkanya 53 orang, baik itu kelompok karnaval ‘Manado Rumah Kita Bersama’ tiap kelompok terdiri dari 53 orang. Hal yang sama juga diberlakukan kepada peserta kendaraan hias, atraksi bendi hias, atraksi penerjun payung, tampilan pengendara Moge, sepeda kumbang, pawai kerukunan dari berbagai budaya, suku dan agama juga jumlahnya sama 53 orang. Memang diset serba 53, karena angka itu merupakan angka HUT Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini.

Wali Kota dan Dirjen Otda saat foto bersama tim penerjun payung (Foto Ist)

Ditambahkannya lagi, terkait iven pariwisata bertaraf Internasional yang pertama kali diselenggarakan di Kota Manado dan dijadwalkan menjadi kegiatan tahunan ini mendapatkan apresiasi serta dukungan berbagai kalangan, terutama warga Manado. GSVL pun mengungkap soal semangat dari iven ini bertujuan mengangkat sektor ekonomi kerakyatan.

Atraksi tari ada dalam acara karnaval FisCo Manado Fiesta (Foto Suluttoday.com)

”Para peserta parade begitu gembira dan kreatif menampilkan atraksinya, luar biasa. Semua warna ada dalam pertunjukkan yang dilakukan tiap regu, Puji Tuhan semua kegiatan pembukaan ‘Manado Fiesta’ berjalan lancar, meski hujan, tapi tak mengganggu pelaksanaan kegiatan hingga selesai karena para peserta yang terlibat begitu antusias. Mereka terlihat gembira mengikuti dan menonton pawai sepanjang 6,4 Kilometer, semangat untuk mendorong lahirnya konsep ekonomi kerakyatan juga kita wujudkan dalam iven Manado Fiseta,” kata Wali Kota GSVL, Sabtu (2/9/2017). (*/Lipsus)

Logo Manado Fiesta 2017 (Foto Ist)

Wali Kota Manado jadi Irup pada Peringatan HUT Pramuka ke-56

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat menyerahkan pataka kepada Rivo Sandehang, pembina Kwartir Cabang Pramuka Kota Manado (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam apel besar Peringatan Hari Pramuka ke-56 tahun 2017, Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut bertempat di lapangan Sparta Tikala Kota Manado bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adyaksa Dault.

Melalui sambutan tertulis, Kak Kwarnas mengatakan, pendidikan kepramukaan yang mendasarkan pada satya dan darma Pramuka harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan Pramuka. Sekaligus sebagai pedoman sikap dan perilaku. Gerakan Pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan untuk dapat menjadi perekat bangsa.

Wali Kota GSVL saat diwawancarai wartawan (Foto Ist)

“Presiden Soekarno telah menyerahkan panji gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ketua kwarnas gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961 itu berpesan bahwa gerakan Pramuka berfungsi membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia. Pesan Bung Karno ketika itu, berusahalah sehebat-hebatnya untuk mengembangkan dan meluaskan gerakan kita,” ujar Kak Kwarnas seperti dibacakan Wali Kota Manado.

Wali Kota Manado disaat memakaikan Lencana (Foto Ist)

Akan tiba saatnya, lanjut Wali Kota bahwa suatu ketika setiap anak dan pemuda, baik mahasiswa di kota maupun yang menggembala kerbau di desa, dengan rasa bangga dan terhormat dapat menyatakan aku Pramuka Indonesia.

“Gerakan Pramuka menjadi rumah besar kita. Dan saya yakin, Pramuka dapat menyatukan bangsa ini ketika banyak pihak memiliki berbagai kepentingan lainnya. Potensi gerakan Pramuka sangat besar. Mimpi dan visi- misinya juga besar. Anggotanya tersebar di seluruh pelosok tanah air dan jaringan yang kuat dengan organisasi terstruktur secara otomatis,” kata Adyaksa yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI tersebut.

Wali Kota Palu saat memberikan cinderamata kepada Wali Kota GSVL (Foto Ist)

Upacara kali ini mengusung tema ‘Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang Terbaik bagi Bangsa’, dikatakan Dault, Gerakan Pramuka tetap konsisten dan fokus dalam mendidik kaum muda, berkarakter melalui berbagai kegiatan. Utamanya, menyiapkan generasi milenial untuk menjadi pemimpin terbaik bangsa.

Selain itu, Kak Kwarnas Gerakan Pramuka juga mengucapkan terima kasih kepada Gerakan Pramuka seluruh Indonesia termasuk Manado yang telah mengirimkan peserta untuk Raimuna ke-11 di Jakarta.

Foto bersama Wali Kota dan penerima penghargaan (Foto Ist)

“Saya sekalu ketua Gerakan Pramuka tetap berharap dukungan dari berbagai pihak kepada pemerintah. Kami berharap agar gerakan Pramuka selalu diberi ruang dan dukungan untuk dapat terus merealiasasikan visi-misi,” papar Adyaksa.

Menteri Luhut Panjaitan ketika sambutan (Foto Ist)

Wali Kota GSVL juga menyematkan lencana dan piagam penghargaan kepada peserta Raimuna Nasional dari kota Manado. Sementara Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Manado Drs Joshua Pangkerego menyerahkan cenderamata kepada Wali Kota GSVL.(*/Lipsus)

Wali Kota GSVL: Manado dan Papua adalah Bersaudara

Wali Kota Manado saat sambutan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sabtu (26/8/2017), DR GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dan isteri Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS.,DEA, menjamu Walikota Jayapura Papua DR Benhur Tommy Mano dan rombongan dalam jamuan makan malam di rumah dinas (Rudis) Wali Kota Manado, kawasan Bumi Beringin, Kecamatan Wenang.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Wali Kota GSVL mengatakan kedatangan Wali Kota Jayapura sangat tepat karena sekarang ini Kota Manado tengah bersiap untuk melaksanakan kegiatan Manado Fiesta 2017.

Rute untuk pelaksanaan Karnaval Manado Fiesta 2017 (Foto Ist)

“Saya dan pemerintah Kota Manado menyambut baik kedatangan Wali Kota Jayapura sahabat saya dan rombongan. Ini suatu kehormatan bagi kami di Manado. Apalagi, Kota Manado akan ada momen pariwisata Manado Fiesta yang dilaksanakan tanggal 1-10 September mendatang, saya ajak untuk ikut meramaikan Manado Fiesta,” ujar Wali Kota terbaik se-Indonesia itu.

Persiapan di lokasi Manado Fiesta (Foto Suluttoday.com)

Lanjut GSVL, begitu Lumentut akrab disapa mengajak Wali Kota Jayapura dan rombongan untuk kembali lagi di Manado untuk meramaikan Manado Fiesta.

“Saya mengajak Walikota Jayapura dan rombongan untuk datang lagi di Manado saat pelaksanaan Manado Fiesta,” ujar Wali Kota GSVL.

Dirinya juga berterima kasih kepada Walikota Jayapura yang telah memfasilitasi pembangunan gedung pertemuan warga kawanua Wale Wangko” di Jayapura.

Wali Kota Jayapura Tonmy Mano menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota GSVL dan keluarga serta jajaran Pemerintah Kota Manado yang telah menyambut dengan baik rombongan dari Jayapura.

“Saya tahu antara Manado dan Jayapura telah terjalin hubungan yang sangat baik, kita ini bersaudara. Saya dan Pak Vicky Wali Kota Manado merupakan sahabat. Pak Vicky adalah Ketua Kelas ketika kami sama-sama study Harvard University,” ujar Wali Kota Jayapura.

Wali Kota Jayapura ketika menerima Cinderamata di Rudis Walikota Manado (Foto Ist)

Menurutnya, 65 anggota rombongan yang terdiri dari pendeta dan majelis jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pniel Klasis Kotaraja Jayapura ke Manado untuk melaksanakan wisata rohani di daerah ini khususnya kantor Sinode GMIM di Tomohon.

Suasana penuh kekeluargaan terpancar dalam makan malam bersama yang dijamu pengurus KKK Jayapura (Foto Suluttoday.com)

“Manado dan Papua adalah bersaudara. Saya berterima kasih kepada Wali Kota Manado yang sangat peduli dan selalu memperhatikan orang-orang Papua yang ada di Manado. Saya salut Pak Vicky juga ikut menjaga budaya orang Papua yakni pesta adat Bakar Batu yang sering digelar setiap tahun di rumah Pak Vicky,” ujar.

Pengurus K3 Jayapura saat bersama Walikota dan Wakil Walikota Manado (Foto Ist)

Terkait Manado Fiesta, alumnus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu ikut memberikan dukungannya. Bahkan, belajar dari Manado tahun 2018 nanti akan pula digelar Jayapura Fiesta. Malam keakraban tersebut diisi hiburan oleh artis-artis Kota Manado dan dihadiri pula Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu, para asisten serta kepala perangkat daerah dilingkup Pemkot Manado.(*/Lipsus)

Gowes Pesona Nusantara di Manado, Menpora dan Gubernur Sulut Dikerumuni Ribuan Warga

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat berbincang dengan Menpora Imam Nahrawi (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kegiatan senam jantung sehat dalam rangka Gowes Pesona Nusantara 2017, Sabtu (29/7/2017) yang bertempat di kawasan Megamas Manado berjalan lancar. Dimana dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut ini, juga dihadiri Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, SE dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Imam Nahrawi, S.Ag.

Wali Kota GSVL, begitu Lumentut akrab disapa saat diwawancarai wartawan disela-sela pelaksanaan kegiatan tersebut mengaku senang karena kegiatan ini disupport dan dihadiri langsung Gubernur Sulut bersama Menpora Imam Nahrawi. GSVL juga menyemapaikan beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukannya bersama Wakil Wali Kota Manado, Gubernur serta Menpora.

Ketua DPD KNPI Manado serius mengambil gambar Wali Kota Manado yang bersiap menendang bola takraw (Foto Ist)

”Tentunya kami bersyukur sekaligus bangga karena kegiatan ini dilaksanakan di Kota Manado, termasuk Pak Gubernur Sulut dan Pak Menteri Pemuda dan Olaharaga yang hadir langsung dalam kegiatan Pesona Gowes Nusantara ini luar biasa. Saya dan Pak Mor ikut mendampingi Pak Menteri dan Pak Gubernur tadi, dimana kita bersepeda bersama di Megamas. Ini sebagai tanda lanjutan bersepeda secara nasional dalam Gowes Nusantara yang telah dimulai dari Kota Sabang Propinsi Aceh,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini.

Wali Kota, Gubernur dan Menpora saat bersepeda (Foto Ist)

Tidak hanya itu, Wali Kota yang adalah suami tercinta Rektor UNIMA, Prof DR Julyeta PA Runtuwene MS ini menyampaikan terima kasih kepada warga Manado yang hadir menyukseskan acara tersebut. Wali Kota berpesan agar masyarakat ikut mendorong agar semangat untuk menghidupkan disiplin melakukan hal-hal positif dan hidup sehat dengan berolahraga dapat ditumbuhkan masyarakat Manado.

Menpora melepas peserta Goes Pesona Nusantara (Foto Ist)

Selain itu, Menpora Imam Nahrawi menuturkan bahwa dirinya memberi apresiasi dan dukungan terkait kegiatan yang digagas pemerintah Kota Manado ini. Menpora menilai Kota Manado dengan masyarakatnya yang plural dan terbuka begitu pas melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertaraf Nasional dan Internasional.

”Saya mengapresiasi keikutsertaan masyarakat Kota Manado dalam kegiatan ini. Saya ingin sekali bersepeda keliling Kota Manado, tapi perjalanan saya dari Jakarta terganggu karena pesawat delay. Terima kasih atas perhatian yang besar dari masyarakat Kota Manado,” kata M√®npora saat membuka kegiatan ini.

Wali Kota Manado, Wakil Wali Kota dan Ketua KNPI Manado saat foto bersama (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, dalam kegiatan ini dilangsungkan penyerahan simbolisasi tanah dan air Minahasa, Menpora, Gubernur dan Wali Kota Manado melepas peserta Gowes Pesona Nusantara yang dikuti ribuan pesepeda di Kota Manado.

Spanduk promosi Gowes Pesona Nusantara (Foto Ist)

Menpora juga menyampaikan bahwa Gowes Pesona Nusantara dilaksanakan sebagai upaya menggalakan olahraga bersepeda ditengah masyarakat. Karena kedepan, bersepeda akan menjadi salah satu alat transportasi.

”Kegiatan Gowes Pesona Nusantara ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan kembali olahraga bersepeda. Ini juga sebagai upaya kita ingin menjadikan sepeda sebagai salah satu alat transportasi,” ujar Nahrawi.(*/Lipsus)

Lakukan Peletakan Batu Pertama, GSVL Berharap Dukungan Masyarakat untuk Pembangunan Jalur Hijau

Sambutan Wali Kota Manado (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Rabu (226/7/2017), yang langsung dihadiri Wali Kota, DR GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan dalam peletakan batu pertama pembangunan jalur hijau kawasan jalan Piere Tendean Boulevard. Pembangunan dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Manado sebesar Rp3.769.000.000, Pemkot Manado melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung action.

Wali Kota Vicky Lumentut dalam sambutannya menegaskan gencarnya pembangunan yang dikerjakan sekarang ini, merupakan implementasi dari janji politik yang disampaikan saat mencalonkan diri sebagai pemimpin Kota Manado. Sehingga, diharapkan mendapat dukungan semua pihak termasuk masyarakat.

Wali Kota dan Wawali Manado saat berada di lahan eks kampung Texas (Foto Ist)

”Pembangunan ini merupakan janji politik saya dan Pak Mor saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Kami berharap dukungan penuh dari semua elemen di Kota Manado ini, termasuk dukungan masyarakat untuk pembangunan jalur hijau ini,” ujar Wali Kota Vicky Lumentut.

Dirinya meminta Dinas PUPR sebagai penanggungjawab pekerjaan untuk memperhatikan kualitas pekerjaan. Jangan sampai pekerjaan selesai tetapi kualitas diragukan.

Doa bersama para tokoh agama setelah dibukanya Selubung kain baliho, bertanda pembangunan Graha Religi dimulai (Foto Ist)

”Saya minta kepada Dinas PUPR agar memperhatikan kualitas. Seperti trotoar, tehelnya harus yang bagus. Jangan karena kualitasnya jelek, ada orang yang celaka nanti disalahkan Wali Kota,” kata Wali Kota yang akrab disapa GSVL ini.

Wali Kota GSVL juga mengingatkan kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tepat mutu. Agar masyarakat yang menikmati fasilitas yang dibangun pemerintah merasa nyama.

Wali Kota GSL saat peletakan batu pertama (Foto Ist)

Selain pembangunan jalur hijau Jalan Piere Tendean, secara bersamaan juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Graha Religi, di kawasan eks Kampung Texas, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang.

Wali Kota GSVL saat melakukan MoU dengan pimpinan SKPD (Foto Ist)

Untuk diketahui, pembangunan Graha Religi menelan anggaran sebesar Rp7,4 Miliar, terdiri dari APBD Kota Manado Rp5 Miliar dan dana sharing pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Rp2,4 Miliar. Sebelum peletakan batu-batu pertama di dua lokasi terpisah tersebut, diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt Hanny Montolalu STh.

GSVL-Mor saat menyalakan lilin pra natal (Foto Ist)

Yang hadir dalam acara itu, Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan SE, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado Pdt Roy Lengkong STh, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1309 Manado Letkol Arm Toar Pioh, serta para pejabat dilingkup Pemkot Manado.(*/Lipsus)

iklan1