Category: Iptek

HEBAT RS Siloam Lakukan Operasi Penyambungan Usus Halus Pada Bayi

Dari kiri - dr. Harsali Lampus, SpBA - dr. Nathania Wonoputri, SpA - dr. Abraham Talumewo, MHSM bersama pasien (Foto Ist)

Dari kiri – dr. Harsali Lampus, SpBA – dr. Nathania Wonoputri, SpA – dr. Abraham Talumewo, MHSM bersama pasien (Foto Ist)

MANADO – Operasi penyambungan usus halus pada bayi usia 5 hari pertama di Sulawesi Utara berhasil dilakukan di Siloam Hospitals Manado. Oleh dr. Harsali Lampus, SpBA sebagai dokter bedah anak dan dr. Nathania Wonoputri, SpA sebagai dokter anak. Pasien yang dioperasi adalah bayi laki-laki usia 5 hari dengan keluhan utama muntah setiap kali diberi minum.

Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang foto polos abdomen pasien didiagnosis klinis dengan Obstruksi Intestinal Total ec. Atresia Duodenum dan Sindrom Down, atau pada bahasa awamnya pasien ini mengalami kelainan bawaan dimana usus halus tidak menyambung sempurna.

Pasien dilakukan operasi Laparotomi Eksplorasi, Duodeno-Duodenostomy Kimura’s Diamond Shaped Anastomosis, dan Prosedur Ladd atau penyambungan usus halus.

Diagnosa pasien adalah Atresia Duodenum tipe III atau usus halus tidak menyambung, Malrotasi midgut (inkomplit rotasi midgut: 90⁰ berlawanan dengan arah jarum jam) atau terjadinya kelainan putaran organ-organ midgut, Sindrom Down atau suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom.

Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan., dan Hipotiroid kongenital atau kondisi bayi kekurangan hormon tiroid. Pasien selanjutnya dirawat di ruang perawatan intensif bayi selama kurang lebih 10 hari sebelum dipindahkan pada ruangan perawatan biasa.

Pasien akhirnya dapat diijinkan pulang untuk rawat jalan setelah berhasil minum peroral dalam jumlah yang cukup setelah dirawat kurang lebih selama 20 hari.

Kasus seperti ini termasuk jarang karena insidens kasus ini diperkirakan hanya berkisar 1 diantara 10.000 kelahiran hidup. Disamping itu kasus ini termasuk cukup sulit karena disertai dengan sejumlah kelainan penyerta seperti Sindrom Down, Malrotasi Intestinal, dan hipotiroid kongenital.

Namun respons pasien post operatif sangat baik dan tidak ada komplikasi operasi yang terjadi. Hal ini tentunya didukung oleh fasilitas perawatan yang lengkap dan modern, SDM yang handal, dan tentunya dukungan serta komitmen yang kuat dari manajemen Siloam Hospital Manado untuk terus memberikan pelayanan medis terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Direktur Siloam Hospitals Manado dr. Abraham Talumewo, MHSM juga menambahkan, Prosedur yang dilakukan pada kelainan atresia duodenum ini merupakan prosedur yang harus dilakukan sesegera mungkin.

Dengan adanya spesialis bedah anak dan ketersediaan sarana perawatan intensif lanjutan, maka kelainan seperti pada pasien ini bisa dilakukan dan juga perawatan intensif setelah dilakukan tindakan bisa terlaksana. Bagi Siloam Manado, penanganan kasus ini merupakan penanganan pertama di Manado dengan hasil, dengan kuasa Tuhan, bisa terlaksana dengan outcome sesuai yang diharapkan.

Untuk masyarakat luas, peningkatan kesadaran mengenai kelainan kelainan ini dan kecepatan akses ke sarana pelayanan kesehatan memegang peranan penting dalam penanganan kasus kasus serupa.

Terutama di era JKN ini dimana peningkatan akses ke pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama. Diharapkan juga partisipasi aktif dari masyarakat untuk selalu konsultasi masalah kesehatan langsung ke fasilitas kesehatan sesuai dengan alur. (*/Redaksi)

Ini Alasan Max Braun Ciptakan Cermin Pintar

Cermin pintar (Foto Ist)

Cermin pintar (Foto Ist)

JAKARTA – Perkembangan teknologi terus berlangsung deras, di era internet of things membuat benda-benda menjadi “pintar” melalui koneksi dengan jejaring internet. Yang teranyar, seorang pegawai Google bernama Max Braun menciptakan “cermin pintar”.

Tujuannya bersifat personal, yakni agar Braun tetap update dengan informasi terkini walaupun sedang berada di kamar mandi. Dengan begitu, ia bisa lebih betah berlama-lama di kamar mandi.

Sepintar apa cermin itu? Sederhananya, cermin tersebut mempunyai peran ganda, yakni sebagai cermin konvensional dan sebagai layar raksasa yang bisa menunjukkan suhu cuaca dan berita-berita terkini.

Cermin tersebut tersusun atas kaca dua arah, sebuah panel display, papan pengontrol, serta komponen-komponen teknis lainnya.

Pemrograman antarmukanya sederhana, hanya mampu menampilkan informasi-informasi terbaru dari aplikasi “Forecast” dan “Associated Press” secara otomatis. Tampilan aplikasi-aplikasi lain juga bisa dimunculkan sesuai keinginan si pembuat.

Cermin juga bisa merespons pencarian suara. Ke depan, Braun ingin menambah kemampuan cermin pintarnya untuk mengetahui informasi lalu lintas, mengingatkan jadwal, serta kemampuan-kemampuan lainnya yang terafiliasi dengan Google Now.

Braun mengklaim tampilan cermin tersebut sangat tipis, hanya beberapa milimeter. Pengkodean untuk antarmukanya juga diklaim sederhana, hanya melibatkan ratusan baris kode.

Braun bereksperimen menerapkan API yang ia buat untuk cermin pintar melalui Chromecast, Nexus Player, dan Fire TV Stick. Sejauh ini, Braun belum menemukan kendala mengembangkan cermin pintar tersebut.

Alhasil, setiap pagi, sambil gosok gigi atau cukur kumis di kamar mandi, Braun bisa tetap mengetahui informasi-informasi terbaru dan terpenting.
Untuk sementara, Braun masih puas menggunakan cermin pintar secara eksklusif. Belum ada niatan mengomersialkan karya teknologinya tersebut, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Minggu (7/2/2016). (ST/Kompas.com)

Sambut Hari Air Sedunia, Kementerian PUPR Lakukan Kampanye

Kementerian PURM saat lakukan kampanye (Foto Ist)

Kementerian PURM saat lakukan kampanye (Foto Ist)

JAKARTA/MANADO – Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2015 kali ini dimanfaatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan kampanye mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan sumber air. Kampanye yang dilakukan Kementerian PUPR juga mengajak masyarakat untuk peduli pada mata air.

“Mari kita bersama-sama peduli air kita, jangan tinggalkan air mata untuk generasi selanjutnya. Mari sama-sama kita menjaga sumber daya air saat ini,” ujar Moedijadi, Dirjen Sumber Daya Air PUPR di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Peringatan Peduli Air yang diikuti oleh 100 orang ini juga melakukan aksi tanda tangan sebagai komitmen untuk menjaga sumber air. Acara dimeriahkan juga oleh pentas musik dari Kementerian PUPR.

Hari Air Sedunia merupakan perayaan yang ditujukan sebagai usaha untuk menarik perhatian publik tentang pentingnya air bersih dan usaha untuk menyadarkan pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio De Janiero, Brasil. (Detik.com/Amas)

Lautan Ditemukan di Bulan Ganymede

 Lautan Ditemukan di Bulan Ganymede (Foto Ist)

Lautan Ditemukan di Bulan Ganymede (Foto Ist)

FLORIDA/MANADO – Para ilmuwan telah mengonfirmasi bulan yang mengorbit Jupiter, Ganymede memiliki lautan di bawah permukaan es, sehingga dapat meningkatkan prospek untuk hidup. Ilmuwan menggunakan Hubble Space Telescope untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Dilansir Yahoonews, Minggu (15/3/2015), sama halnya dengan Bumi, Ganymede memiliki inti zat cair yang menghasilkan medan magnet, meskipun medan Ganymede tertanam dalam medan magnet Jupiter. Medan magnet Jupiter itu menarik melalui tanda-tanda visual dari sinar aurora kutub utara dan selatan Ganymede.

Saat Jupiter berputar, medan magnet ikut bergeser, sehingga menyebabkan aurora Ganymede ikut bergerak. Ilmuwan menggunakan model komputer, mereka menyadari bahwa elektrik konduktif lautan di Bulan menangkal tarikan magnet Jupiter. “Jupiter itu seperti mercusuar yang medan magnetiknya berubah bersama rotasi mercusuar. Hal ini mempengaruhi aurora,” ujar ahli geofisika Joachim Saur, University of Cologne di Jerman.

“Dengan adanya lautan, goyangan berkurang secara signifikan,” lanjutnya.

Para ilmuwan menjalankan lebih dari 100 model komputer untuk melihat apa pun yang menyebabkan dampak pada aurora Ganymede. Mereka juga mengulangi selama tujuh jam untuk melakukan pengamatan pada sinar ultraviolet Hubble dan menganalisis data untuk kedua sabuk aurora. “Ini memberikan kita lebih percaya diri dalam melakukan pengukuran,” tambah Saur. Direktur Divisi Planetary Science NASA Jim Green menyebutkan bahwa temuan tersebut merupakan demonstrasi yang luar biasa. (okz/don)

Xiaomi Redmi 2 Dilengkapi 4G Seharga Rp1,4 Jutaan

 Xiaomi (Foto Ist)

Xiaomi (Foto Ist)

BEIJING/MANADO – Xiaomi resmi menjual smartphone terbarunya Redmi 2. Penerus handset kelas menengah Redmi 1S itu resmi dijual di India dengan harga Rp1,4 jutaan. Dengan banderol harga tersebut, pengguna akan mendapatkan spesifikasi seperti prosesor Snapdragon 410 quad-core 64 bit dengan pengolah grafis Adreno 305. Layar sebesar 4,7 inci diberikan resolusi 1.280 x 720.

Sektor RAM dibekali dengan kapasitas sebesar 1 GB, internal memori 8 GB yang dapat ditingkatkan menjadi 32 GB. Berbeda dengan Redmi 1S yang menggunakan sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean, Redmi 2 telah mendapat Android 4.4 Kitkat. Spesifikasi lain termasuk ukuran baterai sebesar 2.200 mAh serta user interface kembangan Xiaomi MIUI 6. Spesifikasi kamera meliputi resolusi 8 MP dilengkapi LED flash, aperture f/2.2 BSI sensor, Omnivision sensor. Mengutip Phonesreview, Minggu (15/3/2015), Redmi 2 telah memiliki sokongan jaringan 4G LTE dan masih menganut model dual SIM card.

Konektivitas lain meliputi WiFi 802.11 b / g / n, Bluetooth 4.0, GPS, dan USB OTG. Direncanakan ponsel ini akan dijual melalui Flipkart dengan metode flash sale pada 24 Maret nanti. Pendaftarannya akan dimulai enam hari sebelumnya. Sementara untuk pasar di Tanah Air belum diketahui kapan gawai ini akan muncul. Mengingat kesuksesan pendahulunya yang cukup diminat, Xiaomi diperkirakan tidak akan melewatkan pasar Indonesia. (okz/don)

iklan1