Category: Pendidikan

Bupati Boalemo Lepas Gerak Jalan Tingkat SKPD, SMA & SMK Gorontalo

Bupati Boalemo saat melepas peserta gerak jalan (Foto Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Kemerian hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun tanggal 17 Agustus 2017 masih tetap bergema, Bupati Boalemo H. Darwis Moridu kembali melepaskan gerak jalan dengan melapaskan Bismilahiramanhirahim saya lepaskan gerak jalan demi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun.

Gerak jalan tersebut diikuti satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) kabupaten Boalemo, SMA/SMK dan Alhairat Boalemo. Gerak jalan mengambil titik start dilapangan Boalemo dan terus mengelilingi boalemo serta finishnya dirumah dinas bupati, pada Kamis (17/08/2017).

Gerak jalan tersebut diikuti oleh 187 peserta yang terdiri dari putra-putri, gerak jalan tersebut menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat Boalemo karena jalan raya yang akan dilewati oleh gerak jalan dipadati oleh masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kegiatan gerak jalan tersebut. (Robby).

Dukung Program Pemerintah, Pinontoan: FDS Sangat Membantu Orang Tua

Devis Oktavianus Pinontoan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Program dan inovasi di bidang pendidikan memang seringkali berganti, kesemuanya tentunya bertujuan mendorong pendidikan menuju kearah kualitas yang mumpuni. Hal itu terlihat dalam prodak kebijakan pemerintah yang serius diterapkan, salah satunya yakni program Full Day School (FDS) yang begitu populer di era pemerintahan Jokowi-JK saat ini.

Merespon ‘ramainya’ pembicaraan publik, bahkan mengarah pada kekhawatiran atas diterapkan program FDS ini, Devis Oktavianus Pinontoan aktivis pemuda yang juga praktisi pendidikan menyampaikan pendapatnya. Saat diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (15/8/2017), mengatakan bahwa sebagai Pendidik Kristen dirinya ikut prihati atas tanggapan negatif terhadap program FDS.

”Sebetulnya saya prihatin dengan beberapa komentar miring terkait adanya full day school, saya sebagai pengajar atau pendidik Kristen juga tentunya memahami plus minus program FDS ini. Dengan adanya full day school ini sebenarnya sangat membantu orang tua untuk mengontrol aktivitas anak mereka. Kenapa? Karena, aktivitas anak kurang lebih seharian atau 8 jam di dalam sekolah dikontrol penuh oleh pihak sekolah dan itu menjadi nilai plus untuk orang tua supaya tidak berpikir macam-macam dengan pergaulan anak diluar pengawasan mereka,” ujar Devis.

Lanjut ditambahkannya, hakikat pendidikan diantaranya melahirkan siswa yang berkarakter dan itu terlahir melalui proses yang disiplin serta terus-menerus dilakukan secara sistematik. Memang diakuinya, dilain sisi FDS menyedot energi stakeholder pendidikan kita di Republik Indonesia tercinta, namun kesemua itu bermaksud mengembangkan kompetensi dan potensi para siswa itu sendiri.

”Saya pun sebagai Pendidik Kristen diarahkan dan diberi tanggung jawab untuk lebih mengenal dan mengontrol karakter anak. Disatu sisi, full day school sangat menguras energi nara didik. Namun disisi lain, dengan adanya full day school ini mengajarkan pentingnya hubungan siswa dengan Sang Pencipta, hubungan mereka dengan sesama (dalam arti bukan hanya manusia tapi seluruh makhluk ciptaan Tuhan), menggerakkan pengetahuan mereka serta mengembangkan ketermapilan mereka tentunya. Memang full day school ini terkesan seperti dipaksakan oleh segelintir orang tetapi jika ini pun terpaksa dilakukan akan jadi kebiasaan dan terbiasa dikemudian hari,” tutur Devis menutup. (*/Amas)

Melalui Dialog, HMI Komisariat Kedokteran Unsrat Edukasi Masyarakat Terkait ‘Penggunaan Obat Penenang’

Sesi foto bersama usai Dialog Publik (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado, Komisariat Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus menjaga semangat dan kepeduliannya menjalankan program yang bersentuhan dengan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga Kota Manado. Dari berbagai kegiatan yang dilakukan, Minggu (13/8/2017) HMI Komisariat Kedokteran Unsrat Manado juga menggelar Dialog Publik.

Saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (14/8/2017), Ketua Umum HMI Komisariat Kedokteran Unsrat, Fik’ryah Eka Saputri, S.Ked menyampaikan bahwa dialog yang dilaksanakan di lantai 2 KFC Kawasan Megamas Manado itu mengambil tema: ”Dilema Penggunaan Jenis Obat Penenang” dengan tujuan memfasilitasi masyarakat, terutama mahasiswa diajak agar peduli terhadap isu-isu kesehatan yang berkembang saat ini.

”Iya, terkait tujuan kegiatan ini yakni untuk memfasilitasi masyarakat dan khususnya mahasiswa agar lebih peka dan memahami isu-isu yang sedang berkembang di negara kita, yaitu mengenai penyalahgunaan psikotropika atau obat penenang. Kiranya ini berdampak luas, agar masyarakat kita tercerahkan dan teredukasi itu mengkonsumsi segala macam obat, khususnya mereka mengenali obat penenang dengan efek yang dimunculkannya saat konsumsi,” ujar Fiky sapaan akrab Eka Saputri melalui WhatsApp.

Untuk diketahui yang hadir dalam kegiatan ini, diantaranya pengurus HMI Cabang Manado Komisariat Kedok, dr. Greg Tobing, M.Kes dari BNN Kota manado, Prof. Dr. Dra. Fatimawali, M.Si, Apt (Ketua Prodi Farmasi Unsrat), Muhammad Rifky, S.Ked selaku Dirut LKMI HMI Cabang Manado, Rachmad Suhardi Pratama putra, S.ked selaku Ketua umum Badan Tadzkir Fakultas Kedokteran (BTFK) Unsrat dan para undangan lainnya. (*/Amas)

Jenny Manurip: SMA PGRI Poigar Butuh Bantuan Dana Pemprov Sulut

Kepsek SMA PGRI Poigar, Jenny Manurip (Foto Suluttoday.com)

MINSEL, Suluttoday.com – SMA PGRI Poigar yang di bawa naungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI kecamatan Sinonsayang Desa Poigar satu kab. Minahasa Selatan (Minsel),adalah sekolah yang terbilang kurang mendapat perhatian pemetintah Provinsi.

Dari hasil pantawan media ini Kamis (10/08/2017), Sekolah ini sudah berdiri sejak 34 tahun yang lalu bahkan sudah mencetak ribuan siswa yang lulus di sekolah ini. Sayang sangat kurang tenaga pengajar /guru PNS. Di SMA PGRI ini hanya memiliki 3 orang guru PNS di tamba Kepsek serta 11 tenaga honor.

Dipimpin Kepala sekolah Jenny Manurip STH.MPD.K, sekolah ini selalu berusaha untuk tidak kalah dengan sekolah – sekolah yang lain dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Dalam menyambut Hut RI.Ke – 72 misal nya, SMA PGRI Poigar siap dengan berbagai kegiatan olahraga dan kesenian walau dengan peralatan sekolah apa adanya.

Terpantau media ini dalam menyambut hari kemerdekaan RI ke – 72 Tahun 2017 sekolah ini melaksanakan berbagai kegiatan olahraga dan kesenian, serta lomba kebersihan lingkungan sekolah. SMA PGRI Poigar memiliki 76 siswa dan 3 orang guruh PNS serta tenaga guru honor sebanyak 11 orang.

“Atas nama kepala sekolah SMA PGRI Poigar, sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah Provinsi dalam hal ini dinas pendidikan Pemprov Sulut untuk dapat memantau langsung kebutuhan sekolah kami seperti, perlunya merenovasi bangunan yang sudah banyak yang rusak, sekolah ini juga butuh bangunan lab Komputer,” ujar Kepsek Manurip.

Ditambakan Kepsek Manurip, selain itu yang menjadi kerinduan sekolah ini juga untuk bisa ditambakan guru PNS yang bisa bertugas di sekolah ini, tambahnya.(Friska)

SMANSA Kumelembuai, Peningkatan Mutuh Pendidikan Menjadi Target

Popie S Mongkaren (Foto Suluttoday.com)

MINSEL, Suluttoday.com – Sekolah adalah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru serta Kepala Sekolah. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaiansekolah. SMAN1 Kumelembuai yang dipimpin Kepsek Popie S Mongkaren S.Pd, menggantikan mantan Kepsek Naomi F Palapa S.Pd. SMAN 1 Kumelembuai memiliki 198 orang siswa.

Diketahui kepsek SMAN 1 Kumelembuai Popie Mongkaren SP.d Dilantik tgl 12 juli 2017. Sejak dilantik sebagai kepsek, sekolah tersebut banyak mengalami kemajuan yang nampak dari sekolah ini, terlebih sudah adanya sarana air bersih serta suasana sekolah yang bersih. Di sekolah ini memiliki 10 guru PNS serta tenaga harian lepas (THL) guruh 6 orang serta ada 3 orang tatausaha.

“Untuk peningkatan mutuh pendidikan di sekolah ini kami itu sudah menjadi target saya sebagai Kepsek.Kita akan mengadakan kegiatan – kegiatan ekstra kurikuler (ekskul). SMAN 1 Kumelembuai juga akan mengikuti kegiatan theater di Jakarta pada bulan oktober nanti. Selanjut nya kami akan mengaktivkan kembali tari – tarian maengket juga kegiatan osis. Yang pasti kita akan meningkatkan lebih baik lagi mutu pendidikan yang ada,” papar Kepsek Mongkaren.

Terkait pungutan kepada siswa, pada kesempatan terpisa Ibu Dra.Ivon lombok yang adalah ketua darnawanita sulut yang juga putri asal Kumelembuai mengatakan. ”Dana yang diberikan penerintah cukup untuk membiayai operasional sekolah jadi tidak ada lagi tagian pada siswa,” tukasnya.

Untuk penerimaan siswa baru di SMAN1 terdata Ada 60 orang.(Friska)

iklan1