Category: Pendidikan

Ketegangan Masyarakat Indonesia Ditengah Mewabahnya Covid-19

Rustam Hasan (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Rusmin Hasan
Aktivis HmI Cabang Tondano

Masyarakat internasional dekade ini, dikagetkan dengan wacana Virus Corona secara tren topik publik global. Berbagai diskursus ilmiah semua elemen dan kebijakan negara untuk melawan penyebaran Covid-19. Dari farian-farian langkka dilakukkan akan tetapi belum mampu menjawab tantangan psikologi masyarakat pada umunya. Akan tetapi perluh dibaca lebih mendalam bahwa ada tantangan serta skenario dibalik peristiwa tersebut yakni; perang dagang dan militer secara perpektif Geo-Ekonomi Global serta Geostrategi yang mengungat dikanca global (Edward Luttward).

Kalau kita kembali membaca peta global ada perang biologis (Biological Warfare). Dan perang dagang 10 yang diluncurkan Amerika Seringkat tahun terakhir ini, antara China dan Amerika dikarenakan amerika melemahnya nilai Donar di Zaman Donald Trum sehingga ia ingin membalas dendam terhadap china sekaligus dilanjudkan terhadap huawei yang mau menguasai jaringan 5 G. Saat ini, China secara kekuatan politik telah mengusainya.

Donald Trun ingin 2 kali menjadi Commander In Cheif Amerikad, amerika menjadikan Covid-19 ini adalah “War Tool” (Alat Perang) selanjudnya untuk melindungi tumpah darah Indonesia.

Posisi Indonesia sebagai kawasan Srategis letak Asia Tenggara secara letak Geografis diantara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia antara kawasan Asia Timur (Terutama China dan Jepang) dan kawasan Asia selatan (terutama india) serta terletak diantara dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik sehingga menjadi keunikan bagi negara-negara maju untuk melakukan ekpansi dan dominasi politik,ekonomi serta perang dagang terhadap potensi Sumber Daya Alam Indonesia. Terbukti dengan hadirkan ketegangan publik terhadap Covid- 19 adalah skenario perang besar yang dimainkan oleh Amerika dan China terhadap Perang Geo-Ekonomi Global.

Sehingga berplikasi terhadap potret Ekonomi nasional berpacuh terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN 2020-2024), bahwa indonesia menghadapi ketidak pastian perkembangan perekonomian Dunia. Diperkirahkan Ekonomi Nasional akan cenderung menurun diantaranya; batu bara, minyak kelapa, sawit seiring dengan beralihnya permintaan dunia keproduksi yang lain. Adapun resiko ketidak pastian lainnya, yang perlu diantisipasi antara lain adalah perang secara Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika dan kawasan eropa selepas krisis Ekonomi 1998.

Dari pertarung Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika secara Biologis dan Militer diatas berplikasi terhadap ketidak pastian ekonomi Nasional, Rata-rata pertumbuhan Ekonomi Indonesia, hanya kisaran 5,3% Pertahun. Bahkan dalam empat Tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi indonesia sulit bagi bangsa kita untuk dapat naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi atau mengejar ketertinggalan pendapatan perkapita negara.

Maka melihat kondisi potret ekonomi nasional kita saat ini, penulis diakhir narasi ini, mengajak kepada semua elemen, untuk jangan pesimis dengan kondisi Indonesia saat ini. Pemimpin indonesia harus menjadi garda terdepan yakni mentri kesehatan dan mentri sosial dan presiden Indonesia untuk membangkit kembali ekonomi nasional kita dari keterpurukan serta ketimpangan sosial lain dengan menangkan konsepsi Bung Karno dalam bukunya : (Dibawa Bendera Revolusi) yakni konsepsi Trisakti sebagai wahana untuk membangun kekuatan ekonomi, politik serta sosial budaya sebagai negara yang besar.

Serta semua lemen bagi itu generasi Muda untuk ikut andil dalam memikirkan serta memberikan solusi kontruktif atau pembangun sebagai ihtiar untuk membangun Indonesia baru dengan kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia serta menyongsong Peluangan Indonesia Emas ditahun-tahun kedepan berkisaran Tahun 2030-2045 sebagai langka maju membangun peradaban Indonesia baru dengan kekuatan Kemandirian Pendidikan, Politik, Kemandirian Ekonomi serta sosial Budaya untuk mengembali Indentitas Bangsa yang Besar.

Maklumat Kapolri Vs Larangan Shalat di Masjid

Moh. Naufal Dunggio (Foto Istimewa)

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

Ada yang rasa ganjil dan mengganjal di dada ini dalam menyikapi cobaan Allah berupa virus Cina Corona. Terutama yang terjadi pada umat Islam. Koq umat Islam jadi paranoid dengan ujian dan cobaan dari Allah ini. Seolah-olah gak pernah mendapat cobaan yang akan berakhir dengan kematian. Bukankah cobaan Allah yang kita alami di luar rumah setiap detik mengancam jiwa kita?. Tapi kenapa dengan virus cina ini koq tiba-tiba jadi paranoid akut?

Sampai-sampai dalam menyikapinya harus menjauhi rumah Allah dan bikin syari’at baru?. Bukankah cobaan semacam ini bukan hal yang baru dalam Islam …? Di zaman Nabi SAW dan para SAHABAT pernah terjadi wabah lebih dahsyat dari virus cina ini?. Tapi zaman Nabi dan Sahabat tak pernah Melarang Orang Shalat di Maajid dan Shalat Jama’ah model Tentara dan Polisi berbaris pada acara 17 Agustus.

Tolong kalau ada dalil disaat wabah semacam ini kemudian Nabi dan para sahabat melarang shalat berjama’ah di masjid?. Di kitab mana itu. Yang ada, bila ada orang sakit dilarang baginya shalat di masjid agar penyakitnya gak menular ke orang lain. Bukan menutup masjid dan orang dilarang shalat?.

Kalau mau masuk ke Mall-Mall ada petugas dengan memakai sarung tangan dan memegang kayak pistol air dalam mengecek suhu yang mau masuk Mall plus ada Hadsanitizer. Bila suhunya diatas 38 derajat maka dia tdk diijinkan masuk. Nah, kenapa di masjid tidak dilakukan seperti itu? Ngapain uang kas masjid hanya disimpan di bank berbunga riba tidak mau membeli alat seperti itu?. Bukan harus melarang orang shalat dan menutup masjid?.

Sayyidina Umar bin Khattab kembali ke Madinah gak jadi masuk Syam atau Syiria karena ada wabah Thaun menyerang Syam. Tapi adakah larangan Umar untuk masuk masjid pada Ubaidillah yang bertahan mau masuk Syam?. Jangan bikin hukum baru doonk dengan kasus corona ini?.

Ada yang beranalogi, kalau masjid ada Harimau, maka dilarang kita masuk ke dalamnya karena sama aja bunuh diri. Pertanyaannya, sudah tahu ada harimau, ngapain dimasuki? hanya Orang Bego, Dungu bin Tolol aja yang mau masuk ke masjid yang ada Harimaunya.

Bunuh dulu tu harimau baru masuk. Tapi keberadaan ada binatang buas di dalam masjid seperti itu bukan berati harus meliburkan orang shalat tanpa batas durasinya?. Boleh jadi masjid di tutup satu dua hari dalam proses membunuh binatang itu tapi kalau virus cina ini sampai kapan durasi waktunya bisa teratasi. Dan sampai kapan masjid diliburkan dari shalat 5 waktu dan Jumat?.

Kenapa hanya masjid dilarang-larang tapi Mall-Mall dan Pasar-Pasar tidak?. Kan sama-sama mengumpulkan orang banyak?. Apakah MALL dan Pasar lebih Sakti dari masjiiiid sehingga virus Cina ini lebih senang masuk rumah Allah dari pada masuk MALL dan PASAR …? Kalau niatnya mau mencegah virus Cina maka lebih tepat apa yang dilakukan Pak Kapolri dengan Maklumatnya.

Kapolri mengeluarkan Maklumatnya dalam memutus mata rantai virus Cina Corona sesuai Tupoksinya, tanpa mau masuk pada wilayah Sensitif yang berkaitan dengan Aqidah Umat dengan Melarang Shalat di Masjid. Ini baru mantuuul. Boleh Pak Kapolri masuk dalam wilayah ini asal beliau posisinya seperti Sayyidina Umar bin Kattab seorang Jenderal dan juga sebagai seorang Ulama.

Apakah dengan Maklumat lantas Pak Kapolri masuk menjadi penganut Jabbariyah yakni orang-orang yang Pasrah Totalitas, tanpa reserve kepada Allah. Atau menjadi kaum Qodariyyah yang lebih banyak mengandalkan akal menyampingkan agama?. Tentu tidak.

Beliau adalah Ahlishnnah Wal Jama’ah, yang menempatkan suatu persoalan pada tempatnya. Dan itu memang kerjaan polisi. Maklumat Pak Kapolri itu mantuuuulnya diikuti dengan sangsi hukum bila tidak mentaatinya. Ini sama dengan Malaysia menghukum warganya bila tidak taat dengan maklumatnya soal pencegahan Corona ini dengan denda 1000 ringgit atau 6 bulan kurungan.

Pemimpin itu memang harus seperti ini mengeluarkan perintah pakai ilmu yang dimiliki sesuai dengan kapasitasnya. Bukan asal bunyi (ASBUN) seperti pejabat yang lain. Bilang gak ada virus ternyata ada. Bilang virus cina bisa sembuh sendiri tapi ternyata dokter yang menangani ini udah 3 yang mati.

Bilang udah ada obat yang dibeli tapi ternyata obat keras malaria yang bisa keracunan kalau meminumnya. Jadi cobaan dan ujian virus Cina ini statusnya bukan lagi cobaan dan ujian tapi udah berganti menjadi Adzab dari Allah.

Semoga virus Cina ini cepat berlalu dari negeri ini. Dan mereka yang sudah terkena semoga cepat sembuh. Dan yang telah meninggal dunia semoga Husnul Khatimah. Dan yang belum maka jaga kebersihan, makan makanan yang bergizi lagi halal, istirahat yang cukup dan yang lebih utama jangan jauh² dari Allah SWT. Hanya kepada Allah SWT jualah kita berserah diri.

Wallahu A’lam ……

__________________

Penulis adalah Aktivis dan ustadz Kampung

Sikapi Pandemi Covid-19, Rektor Unsrat Keluarkan Surat Edaran

Prof Ellen Kumaat dan Surat Edaran (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Para pimpinan institusi pemerintahan di derah dan instansi pendidikan tinggi mulai mengeluarkan Surat Edaran terkait mengatasi bahaya virus Corona (covid-19). Minggu (15/3/2020), Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc.,DEA, bergerak melakukan antisipasi dini terhadap penyebaran Corona dengan mengeluarkan Surat Edaran.

Terdapat 11 (sebelas) poin penegasan dalam Surat Edaran bernomor 2337/UN12/LL/2020) diterbitkan di Manado, 15 Maret 2020 dan ditandatangani resmi Rektor Unsrat disertai cap basah. Surat tersebut telah disebarkan secara resmi ke para Dekan Fakultas di wilayah Unsrat Manado.

Dalam menyikapi pandemi Covid-19, dengan ini disampaikan :

1. Untuk mahasiswa D3, S1, S2, S3, Profesi Insinyur, Akuntansi, kegiatan akademik tatap muka akan diganti dengan pembelajaran jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat, media sosial lainnya, seperti WhatsApp/Youtube/Facebook/Skype/Line/Telegram/Googlemeet/Google Classroom) mulai Senin 16 Maret sampai dengan Jumat 27 Maret 2020 dan dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

2. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, tetapi melakukan kegiatan akademik dalam bentuk pembelajaran jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya di tempat masing-masing.

3. Masing-masing program studi akan mengkoordinasikan dengan dosen koordinator mata kuliah, bentuk pembelajaran yang dapat berupa penugasan mandiri, tugas kepustakaan online atau bentuk lainnya, sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku.

4. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, program studi akan melakukan koordinasi dengan seluruh mahasiswa dengan memanfaatkan media sosial yang tersedia untuk teknis pelaksanaan perkuliahan.

5. Perkuliahan tatap muka akan dimulai lagi Senin 30 Maret 2020, setelah mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

6. Kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) sesuai dengan Kalender Akademik, dilaksanakan tanggal 23 – 27 Maret 2020 dalam bentuk ujian jarak jauh. Dengan memanfaatkan fasilitas portal Unsrat dan media sosial lainnya.

7. Pembimbingan mahasiswa tugas akhir dapat dilakukan secara jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya.

8. Kegiatan seminar, ujian PKL/magang, ujian skripsi, thesis, dan disertasi ditunda dan dapat dilakukan mulai tanggal 30 Maret 2020 setelah mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

9. Program studi agar mempertimbangkan presensi kehadiran mahasiswa yang melakukan kegiatan pembelajaran dalam bentuk perkuliahan jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya.

10. Untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter spesialis 1 (Sp-1) profesi dokter umum, dokter gigi, ners, akan dikoordinasikan oleh Fakultas Kedokteran dengan rumah sakit jaringan.

11. Seluruh tanaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas layanan kegiatan akademik dan non-akademik seperti biasanya dengan memanfaatkan fasilitas online atau jika perlu dapat melakukannya secara langsung di kampus dengan memperhatikan protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

(Bung Amas)

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Dekan Fakultas Hukum Unsrat Liburkan Mahasiswa

Dr Flora Kalalo, SH.,MH (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Penyebaran virus Corona yang terbilang cepat dan begitu menggegerkan membuat semua pihak mulai meningkatkan kewaspadaan. Lembaga pendidikan pun melakukan antisipasi, Minggu (15/3/2020), Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Flora Kalalo, SH.,MH saat diwawancarai Suluttoday.com menyampaikan sikap tegasnya dalam mengantisipasi penyebaran Corona.

”Saya telah menyampaikan pengumuman selaku Dekan Fakultas Hukum Unsrat ditujukan kepada Civitas Akademika Fakultas Hukum Unsrat. Yang isinya, seluruh Dosen tenaga kependidikan, staf hunorer, dan mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat dalam upaya mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona agar hidup sehat,” ujar Flora.

Akademisi yang dikenal vokal dan akrab dengan para jurnalis itu menambahkan bahwa telah beredar rilis resmi pemerintah terkait Kota Manado yang sudah masuk daerah positif penyebaran virus Corona, maka pihaknya akan meliburkan proses perkuliahan di ‘kampus merah’ tersebut. Dekan juga meminta mahasiswa dan semua pihak tidak panik dalam mengatasi virus Corona.

”Saya menyampaikan juga agar kita hidup sehat, dan jangan panik. Kemudian, kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan di Fakultas Hukum Unsrat diliburkan mulai Senin, 16 Maret s/d Rabu, 18 Maret 2020. Tidak termasuk pimpinan Fakultas dan pimpinan Tenaga Kependidikan, wajib masuk kerja. Surat resmi menyusul sambil menunggu petunjuk dari pihak Rektorat dan Mendikbud,” kata Flora tegas. (*/Amas)

Gerakan KAHMI Sulut Peduli Bolmut, Iskandar Cs Salurkan Bantuan

KAHMI Sulut peduli (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (8/3/2020) menggelar gerakan simpatik. Kali ini MW KAHMI Sulut yang dipimpin langsung Koordinator Presidium KAHMI Sulut, Iskandar Kamaru, S.Pt menyalurkan bantuan kepada warga korban bencaana banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Saat diwawancarai Suluttoday.com, Sekretaris MW KAHMI Sulut, Madzhabullah Ali, SH menuturkan bahwa penyaluran bantuan dari KAHMI diterima langsung Bupati Bolmut, Depri Pontoh yang juga didampingi Wakil Bupati, Amin Lasena. Pihaknya mengharapkan agar bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan dan beban yang dirasakan warga korban banjir di Bolmut.

Bantuan yang diserahkan kepada warga korban banjir Bolmut (Foto Istimewa)

”Alhamdulillah Kanda Iskandar Kamaru selaku Koordinator Presidium KAHMI Sulut yang juga Bupati Bolsel, memimpin langsung proses penyerahan bantuan dari KAHMI Sulut kepada warga Bolmut yang terkena banjir bandang. KAHMI Sulut turun bersama tim, dan diterima Pemda Bolmut. Langsung dilapangan Pak Bupati Bolmut yang juga didampingi Wakil Bupati menyambut kedatangan kami. Semoga bantuan yang disalurkan dapat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir di Bolmut,” ujar Ichal, sapaan akrab Ali yang juga mantan Sekretaris DPD KNPI Manado ini, Minggu (8/3/2020).

Sambutan Koordinator Presidium KAHMI Sulut (Foto Istimewa)

Diantara bahan-bahan yang dibawa KAHMI Sulut adalah beras, aqua, mie instan, popok bay, pakaian layak pakai, telur, gula pasir, roti, susu bayi, biskuit, minyak goreng, ikan kaleng, selimut, sabun, dan minyak telon. Untuk diketahui, KAHMI yang tak lain sebagai organisasi berhimpunnya para alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu belum lama ini dilantik di Graha Subernuran, dan telah action dalam gerakan kemanusiaan. (*/Amas)

Koordinator Presidium KAHMI Sulut saat menyerahkan bantuan diterima Bupati Bolmut (Foto Istimewa)

iklan1