Category: Pendidikan

Resmi Dilantik, Dewan Perwakilan Mahasiswa FISPOL Unsrat Bertekad Tuntaskan PR

Belangsungnya prosesi pelantikan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui proses yang demokratis dan penuh dialektika akademis, akhirnya Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah resmi dilantik, Senin (18/3/2019). Saat melantik Badan Pengurus DPM FISPOL Unsrat periode 2019-2020, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Cornelius J Paat, M.Si menitipkan sejumlah pesan penting.

”Prosesi pelantikan sudah dilalui dengan hikmat, mari kita wujudkan organisasi Dewan Perwakilan Mahasiswa FISPOL Unsrat sebagai sarana pengembangan diri bagi mahasiswa. Ayo wujudkan dinamika berorganisasi yang berkualitas, kita mendorong secara bersama-sama agar kemajuan dunia akademis berjalan maju. Civitas akademika FISPOL Unsrat perlu terus saling menguatkan agar hidup pikiran-pikiran yang produktif,” kata Paat.

Sekedar diketahui, pelantikan yang di Lobby FISPOL Unsrat ini disaksikan sejumlah mahasiswa FISPOL Unsrat juga diliput wartawan. Terpantai berbagai ucapan selamat pelantikan pengurus DPM terpasang melalui spanduk, baliho bahkan penyampaian lisan diungkapkan. Selain itu, Paat juga memberikan menyambut baik kehadiran DPM FISPOL Unsrat ini.

“Tentunya selaku pimpinan Fakultas, saya ikut merasakan bangga dan senang karena baru tiga bulan kita memasuki tahun 2019 kita sudah terlihat adanya jalinan hubungan kerjasama antar mahasiswa,” ujar Paat menutup.

Foto bersama pengurus dengan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISPOL Unsrat (FOTO Suluttoday.com)

Akademisi yang akrab dengan para mahasiswa itu mengharapkan dalam kegiatan-kegiatan kedepan DPM FISPOL Unsrat dapat merajut jalinan komunikasi yang sinergis. Termasuk membina berjalannya roda organisasi kemahasiswaan yang stabil.

Sementara itu, selaku Ketua yang dilantik Renaldo Garedja menyampaikan melalui sambutannya bahwa ia mempunya segudang program dan visi besar yang akan dilakukan. Tambah Renaldo ada program yang mungkin sebelumnya belum dilaksanakan secara maksimal, dinilainya sebagai Pekerjaan Rumah (PR) yang akan dituntaskannya.

“Komitmen saya, kedepan kita masih banyak PR yang harus saya selesaikan. Diantaranya adalah pembahasan Statuta Ormawa FISPOL Unsrat yang pada waktu Kongres kemarin ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga belum sempat dibahas. Namun hal tersebut pada kepengurusan kali ini, kami akan bekerja semaksimal mungkin demi terciptanya FISPOL Unsrat yang lebih maju, progresif, serta demokrasi,” tutur Renaldo. (*/Redaksi)

Milad ke-72, HMI Cabang Manado Gelar Doa Bersama

Foto bersama usai perayaan Milad HMI (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam memperingati Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, sejak kelahirannya pada 5 Februari 1947. Organisasi HMI yang diprakarsai oleh Prof Lafran Pane, membuktikan kesetiannya dalam mengawal kemerdekaan Indonesia.

Semakin tua usia membuat semakin matang dalam berdinamika. Terbukti sampai sekarang HMI telah melahirkan kader-kader bangsa. Di usia ke-72 ini sudah sepantasnya kader HMI mampu menunjukan produktifitasnya sebagai organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia untuk menjawab tantangan zaman di era digital ini.

Hal ini seharusnya dijadikan peluang oleh kader-kader HMI untuk kebangkitan kembali dan menuju masa kejayaan Himpunan Mahasiswa Islam. Berbeda dengan tahun-tahun kemarin, milad HMI ke-72 kali ini diperingati dengan doa bersama untuk para korban bencana alam di Kota Manado. Acara milad ini dihadiri oleh sepuluh Komisariat dibawah naungan HMI Cabang Manado, yang dilaksanakan di Masjid Ulil Albab, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Selasa (5/2/2018) kemarin.

Suasana doa bersama (FOTO Suluttoday.com)

Ketua umum HMI Cabang Manado Iman Karim yang juga salah satu lulusan Pascasarjana Unsrat, menyampaikan beberapa hal untuk seluruh kader HMI Cabang Manado. Kegiatan yang diselimuti kesederhanaan ini merupakan refleksi dari sejarah HMI itu berdiri.

”HMI lahir diruang yang sederhana yaitu ruang kelas mata kuliah pada kala itu diruang kelas tafsir dengan dosen Husein Yahya. Dari sini kita mampu melihat bahwasanya HMI itu sangat biasa dengan sebuah proses kesederahanaan. Dan juga HMI hadir untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar Iman Karim.

Ditambahkannya, sebagaimana sejarah mengukir proses perjuangan HMI dan sumbangsinya terhadap masyarakat Indonesia.

”Hal itu dapat dilihat dari pernyataan Jendral Sudirman. HMI merupakan Harapan Masyarakat Indonesia, sebagaimana HMI berada di gardah terdepan dalam memperjuangan hak masyarakat Indonesia,” ucapya.

Met milad HMI (FOTO Suluttoday.com)

Dan hari ini sama dengan 72 tahun yang lalu, HMI masih konsisten dengan semangat para pendiri HMI. Dilihat dari kesederhanaan memperingati Milad HMI pada khususnya Cabang Manado dan sekaligus mendoakan masyarakat Kota Manado yang pada jumat lalu terkena musibah bencana banjir dan telah memakan korban jiwa.

”Berbeda dengan cabang-cabang yang lain serta pengurus PB HMI yang menyelenggarakan milad hmi diruang yang megah. Hmi Cabang Manado juga bisa menyelenggarakan kegiatan di tempat yang megah dilihat dari posisi strategis dari para alumni HMI. Tetapi itu bukanlah substansi kita memperingati Milad HMI. Sebagaimana dalam momentum ini kita mampu menjiwai semangat dari para founding himpunan ini,” tutup Ketua Umum Cabang Manado. (*/Redaksi)

Hoax Adalah Ancaman Demokrasi

Sonny Udjaili (FOTO Suluttoday.com)

MENELAAH perkembangan dinamika menjelang Pemilu serentak 2019, isu yang berkeliaran semakin liar hingga yang paling terbaru yaitu adanya temuan surat suara tercoblos dari china sebanyak 7 konteiner di pelabuhan merak. Sontak, hal itu kemudian viral diberbagai media sosial.

KPU BAWASLU sebagai penyelenggara dan pengawas Pemilu pun akhirnya harus turun tangan menyikapi isu liar tersebut. Penyebaran terhadap berita hingga hari ini, dengan menggunakan medium digital dianggap sangat efektif, malahan tingkat akurasi dan kecepatannya bisa melangkahi media mainstream sekalipun. Namun, ditengah kemudahan tersebut, kebanyakan dikonsumsi masyarakat tanpa adanya filterisasi hingga akhirnya akurasinya kemudian harus di uji kembali.

Untuk itu, PB HMI lewat Bidang Politik Pemerintahan Periode 2018-2020 berpandangan; Bahwa Polri untuk segera menindak tegas oknum pembuat dan penyebar hoaks dalam hal ini saudara Andi Arif karena telah menimbulkan kegaduhan nasional dalam masa kampanye.

Bahwa KPU dan BAWASLU lebih proaktif patroli siber untuk mencegah penyebaran hoax guna mencegah menurunnya kepercayaan kepada penyelenggara dan pengawas pemilu. Bahwa demi menjamin terselenggaranya Pemilu yang Jujur dan Adil, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait lebih berhati-hati terhadap penyebaran berita-berita yang sifatnya menyesatkan.

Mari ciptakan suasana Pemilu yang nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesuksesan Pemilu Serentak April 2019 mendatang ditentukan oleh masyarakat yang cerdas. Pengawas Pemilu 2019 Bidang Pemerintahan dan Politik PB HMI Periode 2018-2020.

 

Penulis : Sonny Udjaili, fungsionaris PB HMI

HMI Cabang Manado: Ketum Saddam, Klarifikasi Atau Mundur dari Jabatan

Iman Karim (FOTO Suluttoday.com)

BOGOR, Suluttoday.com – Menyikapi dinamika di internal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang menuai perhatian publik membuat Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim angkat bicara. Rabu (19/12/2018) Iman sapaan akrab jebolan Pascasarjana Unsrat Manado ini PB HMI harus menghentikan ‘teka-teki’ soal riang tersebut.

”Ayo kita lihat kebelakang, sudah 72 tahun yang lalu tepatnya 5 Februari 1947 organisasi Himpunan Mahasiswa Islam lahir, yang sampai saat ini turun memberi kontribusi positif terhadap rakyat dan Negara Republik Indonesia. Hal itu tergambarkan jelas dalam tujuan berdirinya HMI yakni untuk integrasi Ke-indonesiaan dan Ke-islaman yang merupakan nafas HMI,” ujar Iman.

Ditambahkannya lagi, dengan gambaran tujuan dan ideologi Himpunan mahasiswa Islam ini, maka setiap kader wajib menjujung tinggi nilai-nilai kebenaran dan mengikuti Syariat Islam tentang Hak dan yang batil. Sebagaimana hal ini insya Allah menjadi cikal bakal dari terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridohi Allah SWT. Ironisnya, kata Iman PB HMI akhir-akhir ini diterpa isu yang berdampak buruk terhadap eksistensi HMI di tanah air.

”Melihat kondisi hari ini yang terjadi dalam kepengurusan PB HMI, isu yang kemudian muncul ke permukaan tentang Saudara Respiratori Saddam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI seakan jauh dari nilai-nilai yang di tempah dalam himpunan mahasiswa Islam ini. Situasi itu membuat keresahan di tingkatan PB sampai ke Cabang-cabang yang ada di seluruh Indonesia,” tegas Iman yang berharap isu tersebut segera direspon secara serius.

HMI Cabang Manado, lanjutnya, meminta Respiratori Saddam Al Jihad untuk secepatnya mengklarifikasi isu-isu yang beredar. Karena diamnya Saddam selama ini tidak menyelesaikan masalah, jika kemudian isu yang terhembus itu benar adanya, pihaknya meminta Saddam melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PB HMI.

”Bila benar isu yang berkembang kami meminta Saudara Respiratori Saddam Al Jihad selaku Ketua Umum PB HMI agar mundur dari jabatannya secara terhormat. Pilihannya hanya itu, memberi klarifikasi secara terang-benderang ke publik ataukah melepaskan jabatan Ketum secara baik-baik. Ini semua demi menjaga marwah organisasi sebagaimana sejarah telah mencatat perjuangan dan sumbangsi HMI kepada ummat dan bangsa,” papar Iman pada Suluttoday.com. (*/Redaksi)

PB HMI Gelar Demo di Kedutaan Besar China

Unjuk rasa kader PB HMI di depan Kedutaan Besar China (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Selasa 18 Desember 2018, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melakukan aksi demontrasi di depan Kedutaan Besar China alan Mega Kuningan No.2, RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Setia Budi, Kota Jakarta Selatan.

Aksi yang digelar dalam rangka solidaritas terhadap Muslim Uighur China. Bencana kemanusiaan yang terjadi terhadap umat Islam Uyghur yang selalu mengalami penindasan dari pemerintahan China. Sudah sejak lama mereka ditekan keras dan dimusuhi oleh pemerintah Cina, maupun kelompok-kelompok yang tidak menginginkan Islam berkembang di Cina pada umumnya dan Xinjiang pada khususnya.

Sebagai kelompok minoritas, bangsa Uyghur kerap kali harus mengalami perlakuan diskriminatif, baik dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya maupun dalam menjalankan ibadah sehari-hari, hal ini dikarenakan proses “pemarjinalan” agama dalam sistem komunisme yang diterapkan oleh pemerintah.

Ketua Bidang Hubungan Internasional PB-HMI Achyar Al-Rasyid mengatakan bahwa sejak berdirinya HMI pada Tahun 1947, HMI selalu berfokus mengawal permasalahan kemanusiaan, kemerdekaan dan Hak Azasi Manusia.

”Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam menuntut agar pemerintah China menjamin dan melindungi hak muslim uyghur untuk bebas dalam beribadah dan menjalankan syariat agama islam yang merupakan bagian dari Hak Azasi Manusia. Jika pemerintah China tidak bisa menjamin, melindungi dan memberikan rasa aman terhadap muslim Uyghur maka biarkan muslim Uyghur merdeka dan mengelola hidup dan wilayahnya sendiri. Aksi ini merupakan wujud perjuangan dan pembuktian bahwa HMI selalu konsisten dalam mengawal isu-isu perdamaian dan kemanusiaan,” ujar Achyar.

Sekjen PB HMI Nayla Fitria dalam orasinya menuntut agar pemerintah China segera mengakhiri penindasan terhadap Muslim Uighur.

”Kami dari Pengurus Besar Mahasiswa Islam mengutuk kebiadaban dan kekejian yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap saudara-saudara muslim kami yang berada di Uighur. Kami menuntut pemerintah China agar segera mengakhiri penindasan dan tindakan tidak manusiawi terhadap Muslim Uighur. Jika tidak maka kami menghimbau untuk orang China agar segera angkat kaki dari Indonesia. Karena tidak ada tempat di Indonesia bagi penindas muslim dan penjahat kemanusiaan,” ucap Nayla dalam orasinya.

Selain dari itu, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menghimbau kepada pengurus Badan Kordinasi, Cabang dan komisariat serta keluarga besar HMI seluruh Indonesia untuk melakukan aksi serempak turun kejalan serta melakukan boikot terhadap semua produk China di seluruh Indonesia. (*/Redaksi)

iklan1