Category: Pendidikan

Kemendikbud Langgar Pelaksanaan Kurikulum 2013

Logo Kemendikbud (ist)

Logo Kemendikbud (ist)

SulutToday.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dianggap telah melakukan pelanggaran komitmen, terkait dengan persiapan dan pelaksanaan kurikulum 2013. Janji untuk mendistribusikan semua buku ke sekolah sebelum tahun ajaran baru dimulai, tidak ditepati.

“Belum terdistribusinya buku kurikulum ke sebagian sekolah yang menjadi pilot project, menunjukkan adanya pelanggaran komitmen Kemendikbud. Akan kita evaluasi,” ujar anggota komisi X DPR RI, dari Fraksi Partai Golkar, Nasrudin, Selasa (16/7/2013).

Dalam setiap rapat yang membahas tentang persiapan pelaksanaan kurikulum 2013, Kemendikbud selalu menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kurikulum sesuai dengan jadwal yang dipaparkan kepada DPR.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya masih ada masalah yang menyebabkan kurikulum 2013 tidak terlaksana sesuai rencana dengan baik.

Meskipun pihaknya belum mengetahui secara jelas siapa yang bersalah dalam kasus keterlambatan distribusi buku, namun ditegaskan, Kemendikbud merupakan pihak yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kurikulum baru. Baca Selengkapnya

Sulut Patut Bangga Punya MSU Choir

Manado State University Choir pada acara Konser Mini di Gubernuran Bumi Beringin. (ist)

Manado State University Choir pada acara Konser Mini di Gubernuran Bumi Beringin. (ist)

SulutToday.com, Sulut – Dalam persiapan untuk konser luar negeri di Eropa Barat dan Israel, Manado State University (MSU) Choir terus memantapkan persiapan. Bertempat di rumah dinas Gubernur Sulut di Bumi Beringin Manado, tim paduan suara yang sarat prestasi ini tampil membawakan sejumlah lagu andalan mereka dalam acara Konser Mini MSU Choir, pada Minggu malam kemarin,

Tim MSU Choir pimpinan Rivel Pakasi, SPd tampil membawakan 18 lagu di hadapan Gubernur Sulut DR. S.H. Sarundajang dan para tamu yang hadir. Penampilan yang maksimal dan atraktif membuat para hadirin terkesima atas aksi mereka membawakan lagu pujian.

Rivel Pakasi berharap, apa yang mereka sajikan kiranya memberika kesan baik dan tidak terlupakan. “Oleh karena itu, kami mohon dukungan dari semua pihak untuk kegiatan konser mini dan perjalanan kami ke luar negeri sebagaimana yang telah direncanakan,” katanya. Baca Selengkapnya

Gedung SD Negeri 8 Manado Tak Kunjung Diperbaiki

Bangunan SD Negeri 8 Manado di Kelurahan Wanea, nampak bekas kebakaran yang terjadi tahun lalu.

Bangunan SD Negeri 8 Manado di Kelurahan Wanea, nampak bekas kebakaran yang terjadi tahun lalu.

SulutToday.com, Manado – Setelah terbakar setahun yang lalu, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki bangunan berlantai 2 SD Negeri 8 Manado. Hal ini terlihat dari pantauan SulutToday saat melihat langsung sekolah yang berada di jalan Sam Ratulangi berdekatan dengan SPBU Wanea.

Tak kunjung di perbaikinya sekolah ini mengundang tanggapan dari beberapa orang tua yang anaknya bersekolah di SD tersebut.

“Selama ini torang pe anak sebagian kelas cuma pinjam tempat belajar di sekolah tetangga (SD Negeri 17, red),” ujar para orang tua kepada SulutToday, Jumat (20/6/2013), saat menerima hasil ujian kelas anak mereka.

“Kalau hujan anak-anak tidak bisa belajar karena keadaan gedung sekolah di lantai dua belum diperbaiki paska kebakaran dari tahun lalu,” tambah salah satu orang tua murid yang tak mau di sebutkan namanya.

Lanjutnya, kalau sekolah ini belum di perbaiki bagaimana proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik,” contohnya para murid kelas 3 dan 5, mereka belajar di satu ruangan yang sama hanya di batasi oleh papan tenis meja, bagaimana bisa berkonsenterasi anak-anak ini belajar kalau keadaan proses mengajarnya seperti ini,” keluhnya.

Seiring keadaan ini para orang tua murid berharap kepada pemerintah Kota Manado agar secepatnya dapat memperbaiki bangunan sekolah yang tidak layak pakai.

“Kalau tak kunjung di perbaiki juga, kami para orang tua tak akan segan-segan untuk memindahkan para anak-anak kami ke sekolah yang lain,” ujar para orang tua serentak. (ST)
Editor : Janni

Mantap, TNI Ajari Anak-Anak Haiti Bahasa Inggris

Salah satu anggota TNI ketika memberikan pelajaran Bahasa Inggris di hadapan pelajar Haiti.

Salah satu anggota TNI ketika memberikan pelajaran Bahasa Inggris di hadapan para pelajar Haiti.

Haiti – Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti), memberikan pelatihan Bahasa Inggris bagi anak-anak Haiti.

Kegiatan pelatihan Bahasa Inggris bagi anak-anak ini merupakan bagian dari kegiatan (Civil and Military Coordination (CIMIC) Satgas Kizi TNI yang dilaksanakan secara rutin setiap dua kali dalam seminggu yaitu Senin dan Kamis di Yayasan Santo Yosep, Gonaives, Haiti.

Negara Haiti yang dulu merupakan bekas daerah kolonisasi Perancis, menggunakan Bahasa Kreol dan Bahasa Perancis sebagai bahasa resmi disamping Bahasa Spanyol yang digunakan oleh beberapa kelompok masyarakat di daerah yang berbatasan dengan Negara Republik Dominika. Pada umumnya, Bahasa Inggris kurang begitu dipahami oleh sebagian masyarakat Haiti, khususnya yang berdomisili di Gonaives.

Atas dasar itulah, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH di bawah pimpinan Letkol Czi Arief Novianto selaku Komandan Satgas (Dansatgas) mencoba mengenalkan kemampuan dasar berbahasa Inggris melalui sebuah kegiatan pelatihan bahasa.

Pada kesempatan tersebut, kegiatan pelatihan Bahasa Inggris ini diberikan oleh Lettu (K) dr Fransiscus Seta dan Kapten Laut (P) Arif Setyawan, dengan materi yang diberikan meliputi percakapan dasar, kosakata umum, dan struktur bahasa.

Kegiatan ini diikuti oleh banyak peserta, tidak hanya kalangan siswa Santo Yosep tetapi juga diikuti oleh beberapa warga masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah. Mereka cukup antusias atas setiap penjelasan yang diberikan tim pengajar.

Dansatgas Konga XXXII-B/MINUSTAH Letkol Czi Arief Novianto mengungkapkan, untuk rencana kegiatan ke depan nanti, Satgas Kizi TNI akan memberikan pelatihan Bahasa Indonesia kepada siswa Sekolah Santo Yosep.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Haiti,” ujar Arief.

 

 

(les/cj/bb)

Editor : Randy Rorimpandey

Poluakan Wakili 200 Ribu Pelajar Se-Sulut ke Istana Negara

Manado – Seleksi Calon Paskibraka yang akan mewakili Kota Manado dan Sulawesi Utara pada HUT Proklamasi 17 Agustus 2013 nanti di Istana Negara akhirnya menghasikan nama Deanas F Poluakan.

Dea panggilan akrab remaja umur 16 tahun kelahiran 5 Desember 1996 ini, yang juga tercatat sebagai Siswa SMA Negeri 1 Kota Manado kepada SulutToday.com tidak bisa menyembunyikankegirangannya dan kemudian mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kepada seluruh komponen yang telah mendoakan, memberi latihan serta memberi semangat moral sehingga Dea bisa terpilih mewakili Paskibraka Sulut,” ujar Dea yang menyisihkan perwakilanpaskibraka wanita dari 14 Kabupaten Kota di Sulut pada seleksi Tingkat Provinsi Sulut beberapa waktu lalu.

Pencapaian yang didapatkan ini tidak lepas dari doa dan motivasi dari orang tua yang juga Mantan Purna Paskibraka Tahun 1993 Donny Poluakan dan Istri Hetty K Sumenar.

“Kepada orang tua, Senior Pelatih Purna Paskibraka, pihak Diknas, Panitia, teman-teman Se-Angkatan 2013, Guru dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Jecky Kojo kiranya dangan mewakili200.000 ribu pelajar SMA/SMK di Sulut, Dea dapat mengukir prestasi di Istana Negara,” tambah siswi kelas XI IPS I yang mempunyai cita-cita menjadi Taruni Akpol.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut, Drs Star Wowor menambahkan, nantinya Dea akan bertemu langsung dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono,

“Yang pasti Dea akan bertemu dengan Pak SBY, hal ini kiranya bisa dijadikan motivasi bagi siswa-siswi yang lain. Dan ini menjadi tugas pokok bagi senior-senior Purna Paskibraka Sulut untukmemotivasi para calon-calon Paskibraka yang akan datang,” pungkasnya.

 

Reporter : Teno Elemende
Editor : Janni Kasenda

iklan1