Category: Pendidikan

Menakar Rencana Penundaan Pilkada, Ini Pandangan Dosen Ilmu Politik Unsrat

Burhanudin Niode (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Ekspektasi para praktisi politik, pemerhati demokrasi dan juga para ahli ilmuan politik terus disampaikan. Ragam pandangan yang multi perspektif soal rencana penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Diantaranya disampaikan, DR. Burhanudin Niode, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini menyarankan agar penundaan Pilkada dilakukan, dengan mengusulkan argumentasi dan pertimbangan.

“Sebaiknya pelaksanaan pilkada ditunda tetapi penundaannya tidak terlalu lama, antara Mater atau April 2021. Terlalu lama akan memberikan konsekuensi pendanaan baik bagi penyelenggara maupun para calon. Dari sisi pemilih juga akan bertambah sebagai konsekuensi dari mereka berumur 17 tahun,” kata Niode yang juga menilai gelombang penyebaran Virus Corona (Covid-19) mengharuskan publik mengutamakan keselamatan manusia.

Akademisi yang dikenal murah senyum itu menambahkan bahwa kalkulasi lintas dimensional amat diperlukan dalam kondisi saat ini. Termasuk rentang waktu dimana akan terjadi transisi kepemimpinan di daerah yang akan melakukan agenda Pilkada Serentak 2020.

“Konsekuensi lainnya, aspek pemerintahan. Akan adanya Pelaksana Tugas Kepala Daerah di beberapa daerah, karena masa jabatan Kepala Daerah yang akan berakhir sebelum Pilkada. Tentang calon, akan memberikan peluang untuk lebih mensosialisasikan sekaligus mengimplementasi program sosial-kemasyarakatan, khususnya bidang kesehatan,” tutur Niode, pengajar di Program Studi Ilmu Politik FISPOL Unsrat ini, Selasa (14/4/2020).

Melalui pertimbangan yang matang dari semua pihak yang berkepentingan untuk pelaksanaan Pilkada akan melahirkan garansi adanya kualitas Pilkada mendatang. Bagi para bakal Calon Kepala Daerah pun akan memiliki cukup waktu dalam berkampanye memperkenalkan narasi-narasi politiknya kepada masyarakat luas dengan memanfaatkan waktu yang dinilainya representatif dan mendadak.

“Sehinngga keberhasilan program dari para calon juga akan menjadi salah satu referensi dari pemilih. Disamping itu, memberikan kesempatan kepada memperkuat jaringan politik calon. Intinya bahwa, penundaan dapat mempengaruhi konstalasi politik lokal,” tukas Niode saat diwawancara di Manado.

(*/Bung Amas)

Bacarita Imajiner dengan Mantan Wali Kota Manado, Ir NH Eman

Tauhid (Foto Istimewa)

Sembako Saatnya Dibagikan.

Bagaimana sebuah kota cerdas, memanajemi dampak Covid-19 juga secara smart? Blum dapa rasa kan? Masih ada stel stel stow… Saya pun mencoba menemui Bapak Ir NH Eman, Mantan Walikota Manado untuk babatanya secara imajiner seputar langkah-langkah penanganan dampak Covid-19. Berikut nukilan imajinernya.

PERTANYAAN: Pak Eman kan pernah memimpin Manado. Seandainya bapak masih memimpin di tengah musibah dan bencana Covid-19, apa yang akan dilakukan.

PAK EMAN: Saya kira generasi2 sekarang ini sudah pintar pintar dibanding generasi kita lebih dahulu. Kelebihan kita di masa lalu, sinergitas dan kolaborasi. Yang saya lihat sekarang ini kepintaran yang dominan. Sinergitas dan kolaborasi itu kurang dimanfaatkan.

PERTANYAAN: Bisa dijelaskan lebih konkrit Pak?

PAK EMAN: covid 19 ini kan persoalan global. Persoalan dunia. Ini bisa diselesaikan, kalau negara negara bisa menyatukan sikap bersama. Namun meski negara-negara satu sikap, kalau cuma sampai di wacana sama saja. Negara negara miliki satu sikap, perlu sokongan sikap juga dari bangsanya itu sendiri. Bangsa itu, ya…rakyat dengam berbagai latar kelebihan dan kekurangannya. Negara melalui, perangkat perangkatnya, orang orang yang memiliki kekuasaan dan mereka yang ditunjuk dan diberi peran, harus sinkron dan bekerja sesuai kapasitas dan keefektifannya.

PERTANYAAN: Kalau di daerah kita, khususnya Manado, bagaimana membijakinya, Pak?

PAK EMAN: seperti yang saya bilang tadi. Persoalan ini, adalah masalah global. Kita harus bersinergi dengan pemerintah pusat. Kita harus komunikasi dengan pemerintah provinsi, khususnya Gubernur. Ini untuk mengatur langkah yang sama. Manado dan daerah kota/ kabupaten di Sulut harus dengan derap langkah yang satu padan.

PERTANYAAN: Pak Eman melihat sudah atau belum ada derap satu padan?

PAK EMAN: Saya tidak mengatakan belum atau sudah. Tapi kan kita bisa lihat, sikap pemerintah BMR yang sudah sepakat mengawasi arus keluar masuk orang di wilayahnya. Pendekatan di wilayah wilayah BMR mungkin tidak sama dengan Manado sebagai epicentrum roda ekonomi dan pemerintahan.

PERTANYAAN: Kalau Pak Eman sendiri masih memimpin Kota, apa yang bapak akan lakukan.

PAK EMAN: Saya kira sama seperti yang sudah dilakukan saat ini. Berusaha memberi pemahaman yang benar seputar masalah Covid-19 kepada masyarakat. Informasi ini perlu benar benar dikelola secara apik. Mungkin saja, kita membentuk tim di kampung kampung dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kalau perlu tim ini dibentuk secara sukarela di tiap lingkungan untuk mem-back up pemerintah kelurahan. Begitu jenjangnya sampai ke Pemkot dan Pemprov.

PERTANYAAN: Apakah ini bukan sesuatu pekerjaan yang Sulit? Mengingat di satu sisi, masyarakat kita terbebani dengan kondisi ekonomi yang sulit.

PAK EMAN: Itulah yang perlu dikomunikasikan dengan baik. Bagaimana mengatasinya. Bagaimana solusi solusinya. Inilah tugas tim tim kecil di kampung, yang secara psikologis, sosial dan poltik memahami persoalan itu di kampungnya. Pemerintah Kota membantu sesuai kapasitas dan kemampuannya.

PERTANYAAN: Apakah bantuan dimaksud, bantuan sembako langsung kepada warga masyarakat?

PAK EMAN: Ya… salah satunya. Kita harus memikirkan secara cepat dan efektif. Kita Hitung brapa keluarga yang benar benar butuh bantuan sembako. Kita harus lakukan. Disamping itu, bagaimana pemerintah melakukan pendekatan pendekatan kepada perusahaan dan pribadi untuk merangsang jiwa sosialnya. Tidak bisa jalan sendiri sendiri.

PERTANYAAN: Apakah Pak Eman melihat ada kesan seperti itu saat ini?

PAK EMAN: Anda lihat dan rasakan. Kalau Anda bagimana? Kan bisa dilihat, amati dan rasakan. Manado ini memang harus berpikir beberapa langkah ke depan dibanding daerah kabupaten lain. Itu karena Manado adalah sentralnya Sulut.

PERTANYAAN: Lantas konkritnya bagiaimana, Pak?

PAK EMAN: Kita harus membangun komunikasi yang baik. Kita harus membetdayakan perangkat perangkat kita dengan baik. Kita harus meminggirkan ego kita. Perbedaan perbedaan pandangan dan politik kita perlu disingkirkan. Menjunjung persoalan kemanusiaan adalah hal yang hakiki. Persoalan hakiki harus menyampingkan persoalan dan perbedaan itu.

PERTANYAAN: Komunkasi seperti apa yang paling mendesak dilakukan?

PAK EMAN; Komunikasi dengan semua stake holder. Komunikasi dengan gubernur juga sangat perlu. Kita harus banyak memberi masukan sekaligus meminta arahan dari gubernur. Karena beliau bisa memoderatori sikap sikap apa, dan pendekatan bagaimana yang harus dijalankan. Yang punya teritori dan rakyat kan pemerintah kota dan kabupaten. Tapi gubernur punya otoritas khusus dalam hal hal strategis. Baik masalah anggaran maupun kebijakan kebijakan lain. Tanpa membangun sinergitas dan komunikasi yang baik, apa yang kita usahakan tidak akan maksimal.

PERTANYAAN: Kalau komunikasi sudah baik, apalagi yang harus dilakukan, Pak.

PAK EMAN: Ya… kita berdayakan perangkat yang ada. Apalagi saat ini sistem informasi yang sudah sedemikian maju. Informasi mudah didapat, gampang dibsalurkan. Murah lagi.. Mungkin perlu dibuat sistemnya, sehingga informasi tidak liar. Bisa dipercaya dan efektif. Sebenarnya pemkot sudah memilikinya Tinggal pengelolaannya saja. Misalnya, ada ruang khusus yang menampung informasi, aspirasi dan solusi dari warga. Bisa segera ditindaklanjuti. Ada petugas yang menfilter dan mengelompokkan informasi dimaksud. Sekali kali, pemerintah meminta masukan soal kebijakannya. Ini harus dipelototi 1×24 jam.

PERTANYAAN; Maksudnya mengelola informasi dari bawah? dari masyarakat?

PAK EMAN: Iya dong. Kita dapat masukan dari masyarakat. Kita salurkan informasi yang perlu. Semua ini dibutuhkan untuk efektivitas dan efisiensi dengan pergerakan cepat. Ini situasi yang tidak normal. Saat ini dibutuhkan pergerakan dan kebijakan yang cepat dan efektif dengan program yang sesuai kebutuhan rakyat. Nda bisa disesuaikan dengan keinginan kita. Ini justru bisa bumerang jadi trouble. Maksud saya, informasi informasi yang tidak penting di delete saja. Informasi yang penting, diidentivikasi kemudian dikelompokkan dan langsung di telaah oleh tim. Apakah tim itu gabungan eksekutif dan legislatif. Yang urgen langsung dieksekusi. Yang penting kecepatan berpirkir dan bertindak secara benar dan efektif. Berpikir out of the box dibutuhkan dalam situasi seperti ini.

PERTANYAAN: yang terakhir Pak Eman..yang paling mendesak apa saat ini.

PAK EMAN: Bantuan sembako kepada warga yang kurang mampu. Jangan tunggu mereka berteriak. Bantuan sudah harus direalisasikan. Biar mereka tenang, tidak panik dan penuh kekuatiran. Kalau mereka tenang, informasi atau himbauan yang akan disampaikan akan diterima dengan baik. Himbauan untuk memutus mata rantai dengan diam di rumah akan efektif. Menurut saya, baiknya berupa bahan natura. Misalnya beras, minya goreng, ikan kaleng, telur. Ya… yang seperti itu. Baru disusupi himbauam kesadaran untuk bersikap dalam situasi sulit sepert ini.

 

Tauhid, 
Kampung Islam, 13 April 2020

Ketegangan Masyarakat Indonesia Ditengah Mewabahnya Covid-19

Rustam Hasan (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Rusmin Hasan
Aktivis HmI Cabang Tondano

Masyarakat internasional dekade ini, dikagetkan dengan wacana Virus Corona secara tren topik publik global. Berbagai diskursus ilmiah semua elemen dan kebijakan negara untuk melawan penyebaran Covid-19. Dari farian-farian langkka dilakukkan akan tetapi belum mampu menjawab tantangan psikologi masyarakat pada umunya. Akan tetapi perluh dibaca lebih mendalam bahwa ada tantangan serta skenario dibalik peristiwa tersebut yakni; perang dagang dan militer secara perpektif Geo-Ekonomi Global serta Geostrategi yang mengungat dikanca global (Edward Luttward).

Kalau kita kembali membaca peta global ada perang biologis (Biological Warfare). Dan perang dagang 10 yang diluncurkan Amerika Seringkat tahun terakhir ini, antara China dan Amerika dikarenakan amerika melemahnya nilai Donar di Zaman Donald Trum sehingga ia ingin membalas dendam terhadap china sekaligus dilanjudkan terhadap huawei yang mau menguasai jaringan 5 G. Saat ini, China secara kekuatan politik telah mengusainya.

Donald Trun ingin 2 kali menjadi Commander In Cheif Amerikad, amerika menjadikan Covid-19 ini adalah “War Tool” (Alat Perang) selanjudnya untuk melindungi tumpah darah Indonesia.

Posisi Indonesia sebagai kawasan Srategis letak Asia Tenggara secara letak Geografis diantara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia antara kawasan Asia Timur (Terutama China dan Jepang) dan kawasan Asia selatan (terutama india) serta terletak diantara dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik sehingga menjadi keunikan bagi negara-negara maju untuk melakukan ekpansi dan dominasi politik,ekonomi serta perang dagang terhadap potensi Sumber Daya Alam Indonesia. Terbukti dengan hadirkan ketegangan publik terhadap Covid- 19 adalah skenario perang besar yang dimainkan oleh Amerika dan China terhadap Perang Geo-Ekonomi Global.

Sehingga berplikasi terhadap potret Ekonomi nasional berpacuh terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN 2020-2024), bahwa indonesia menghadapi ketidak pastian perkembangan perekonomian Dunia. Diperkirahkan Ekonomi Nasional akan cenderung menurun diantaranya; batu bara, minyak kelapa, sawit seiring dengan beralihnya permintaan dunia keproduksi yang lain. Adapun resiko ketidak pastian lainnya, yang perlu diantisipasi antara lain adalah perang secara Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika dan kawasan eropa selepas krisis Ekonomi 1998.

Dari pertarung Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika secara Biologis dan Militer diatas berplikasi terhadap ketidak pastian ekonomi Nasional, Rata-rata pertumbuhan Ekonomi Indonesia, hanya kisaran 5,3% Pertahun. Bahkan dalam empat Tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi indonesia sulit bagi bangsa kita untuk dapat naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi atau mengejar ketertinggalan pendapatan perkapita negara.

Maka melihat kondisi potret ekonomi nasional kita saat ini, penulis diakhir narasi ini, mengajak kepada semua elemen, untuk jangan pesimis dengan kondisi Indonesia saat ini. Pemimpin indonesia harus menjadi garda terdepan yakni mentri kesehatan dan mentri sosial dan presiden Indonesia untuk membangkit kembali ekonomi nasional kita dari keterpurukan serta ketimpangan sosial lain dengan menangkan konsepsi Bung Karno dalam bukunya : (Dibawa Bendera Revolusi) yakni konsepsi Trisakti sebagai wahana untuk membangun kekuatan ekonomi, politik serta sosial budaya sebagai negara yang besar.

Serta semua lemen bagi itu generasi Muda untuk ikut andil dalam memikirkan serta memberikan solusi kontruktif atau pembangun sebagai ihtiar untuk membangun Indonesia baru dengan kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia serta menyongsong Peluangan Indonesia Emas ditahun-tahun kedepan berkisaran Tahun 2030-2045 sebagai langka maju membangun peradaban Indonesia baru dengan kekuatan Kemandirian Pendidikan, Politik, Kemandirian Ekonomi serta sosial Budaya untuk mengembali Indentitas Bangsa yang Besar.

Maklumat Kapolri Vs Larangan Shalat di Masjid

Moh. Naufal Dunggio (Foto Istimewa)

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

Ada yang rasa ganjil dan mengganjal di dada ini dalam menyikapi cobaan Allah berupa virus Cina Corona. Terutama yang terjadi pada umat Islam. Koq umat Islam jadi paranoid dengan ujian dan cobaan dari Allah ini. Seolah-olah gak pernah mendapat cobaan yang akan berakhir dengan kematian. Bukankah cobaan Allah yang kita alami di luar rumah setiap detik mengancam jiwa kita?. Tapi kenapa dengan virus cina ini koq tiba-tiba jadi paranoid akut?

Sampai-sampai dalam menyikapinya harus menjauhi rumah Allah dan bikin syari’at baru?. Bukankah cobaan semacam ini bukan hal yang baru dalam Islam …? Di zaman Nabi SAW dan para SAHABAT pernah terjadi wabah lebih dahsyat dari virus cina ini?. Tapi zaman Nabi dan Sahabat tak pernah Melarang Orang Shalat di Maajid dan Shalat Jama’ah model Tentara dan Polisi berbaris pada acara 17 Agustus.

Tolong kalau ada dalil disaat wabah semacam ini kemudian Nabi dan para sahabat melarang shalat berjama’ah di masjid?. Di kitab mana itu. Yang ada, bila ada orang sakit dilarang baginya shalat di masjid agar penyakitnya gak menular ke orang lain. Bukan menutup masjid dan orang dilarang shalat?.

Kalau mau masuk ke Mall-Mall ada petugas dengan memakai sarung tangan dan memegang kayak pistol air dalam mengecek suhu yang mau masuk Mall plus ada Hadsanitizer. Bila suhunya diatas 38 derajat maka dia tdk diijinkan masuk. Nah, kenapa di masjid tidak dilakukan seperti itu? Ngapain uang kas masjid hanya disimpan di bank berbunga riba tidak mau membeli alat seperti itu?. Bukan harus melarang orang shalat dan menutup masjid?.

Sayyidina Umar bin Khattab kembali ke Madinah gak jadi masuk Syam atau Syiria karena ada wabah Thaun menyerang Syam. Tapi adakah larangan Umar untuk masuk masjid pada Ubaidillah yang bertahan mau masuk Syam?. Jangan bikin hukum baru doonk dengan kasus corona ini?.

Ada yang beranalogi, kalau masjid ada Harimau, maka dilarang kita masuk ke dalamnya karena sama aja bunuh diri. Pertanyaannya, sudah tahu ada harimau, ngapain dimasuki? hanya Orang Bego, Dungu bin Tolol aja yang mau masuk ke masjid yang ada Harimaunya.

Bunuh dulu tu harimau baru masuk. Tapi keberadaan ada binatang buas di dalam masjid seperti itu bukan berati harus meliburkan orang shalat tanpa batas durasinya?. Boleh jadi masjid di tutup satu dua hari dalam proses membunuh binatang itu tapi kalau virus cina ini sampai kapan durasi waktunya bisa teratasi. Dan sampai kapan masjid diliburkan dari shalat 5 waktu dan Jumat?.

Kenapa hanya masjid dilarang-larang tapi Mall-Mall dan Pasar-Pasar tidak?. Kan sama-sama mengumpulkan orang banyak?. Apakah MALL dan Pasar lebih Sakti dari masjiiiid sehingga virus Cina ini lebih senang masuk rumah Allah dari pada masuk MALL dan PASAR …? Kalau niatnya mau mencegah virus Cina maka lebih tepat apa yang dilakukan Pak Kapolri dengan Maklumatnya.

Kapolri mengeluarkan Maklumatnya dalam memutus mata rantai virus Cina Corona sesuai Tupoksinya, tanpa mau masuk pada wilayah Sensitif yang berkaitan dengan Aqidah Umat dengan Melarang Shalat di Masjid. Ini baru mantuuul. Boleh Pak Kapolri masuk dalam wilayah ini asal beliau posisinya seperti Sayyidina Umar bin Kattab seorang Jenderal dan juga sebagai seorang Ulama.

Apakah dengan Maklumat lantas Pak Kapolri masuk menjadi penganut Jabbariyah yakni orang-orang yang Pasrah Totalitas, tanpa reserve kepada Allah. Atau menjadi kaum Qodariyyah yang lebih banyak mengandalkan akal menyampingkan agama?. Tentu tidak.

Beliau adalah Ahlishnnah Wal Jama’ah, yang menempatkan suatu persoalan pada tempatnya. Dan itu memang kerjaan polisi. Maklumat Pak Kapolri itu mantuuuulnya diikuti dengan sangsi hukum bila tidak mentaatinya. Ini sama dengan Malaysia menghukum warganya bila tidak taat dengan maklumatnya soal pencegahan Corona ini dengan denda 1000 ringgit atau 6 bulan kurungan.

Pemimpin itu memang harus seperti ini mengeluarkan perintah pakai ilmu yang dimiliki sesuai dengan kapasitasnya. Bukan asal bunyi (ASBUN) seperti pejabat yang lain. Bilang gak ada virus ternyata ada. Bilang virus cina bisa sembuh sendiri tapi ternyata dokter yang menangani ini udah 3 yang mati.

Bilang udah ada obat yang dibeli tapi ternyata obat keras malaria yang bisa keracunan kalau meminumnya. Jadi cobaan dan ujian virus Cina ini statusnya bukan lagi cobaan dan ujian tapi udah berganti menjadi Adzab dari Allah.

Semoga virus Cina ini cepat berlalu dari negeri ini. Dan mereka yang sudah terkena semoga cepat sembuh. Dan yang telah meninggal dunia semoga Husnul Khatimah. Dan yang belum maka jaga kebersihan, makan makanan yang bergizi lagi halal, istirahat yang cukup dan yang lebih utama jangan jauh² dari Allah SWT. Hanya kepada Allah SWT jualah kita berserah diri.

Wallahu A’lam ……

__________________

Penulis adalah Aktivis dan ustadz Kampung

Sikapi Pandemi Covid-19, Rektor Unsrat Keluarkan Surat Edaran

Prof Ellen Kumaat dan Surat Edaran (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Para pimpinan institusi pemerintahan di derah dan instansi pendidikan tinggi mulai mengeluarkan Surat Edaran terkait mengatasi bahaya virus Corona (covid-19). Minggu (15/3/2020), Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc.,DEA, bergerak melakukan antisipasi dini terhadap penyebaran Corona dengan mengeluarkan Surat Edaran.

Terdapat 11 (sebelas) poin penegasan dalam Surat Edaran bernomor 2337/UN12/LL/2020) diterbitkan di Manado, 15 Maret 2020 dan ditandatangani resmi Rektor Unsrat disertai cap basah. Surat tersebut telah disebarkan secara resmi ke para Dekan Fakultas di wilayah Unsrat Manado.

Dalam menyikapi pandemi Covid-19, dengan ini disampaikan :

1. Untuk mahasiswa D3, S1, S2, S3, Profesi Insinyur, Akuntansi, kegiatan akademik tatap muka akan diganti dengan pembelajaran jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat, media sosial lainnya, seperti WhatsApp/Youtube/Facebook/Skype/Line/Telegram/Googlemeet/Google Classroom) mulai Senin 16 Maret sampai dengan Jumat 27 Maret 2020 dan dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

2. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, tetapi melakukan kegiatan akademik dalam bentuk pembelajaran jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya di tempat masing-masing.

3. Masing-masing program studi akan mengkoordinasikan dengan dosen koordinator mata kuliah, bentuk pembelajaran yang dapat berupa penugasan mandiri, tugas kepustakaan online atau bentuk lainnya, sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku.

4. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, program studi akan melakukan koordinasi dengan seluruh mahasiswa dengan memanfaatkan media sosial yang tersedia untuk teknis pelaksanaan perkuliahan.

5. Perkuliahan tatap muka akan dimulai lagi Senin 30 Maret 2020, setelah mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

6. Kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) sesuai dengan Kalender Akademik, dilaksanakan tanggal 23 – 27 Maret 2020 dalam bentuk ujian jarak jauh. Dengan memanfaatkan fasilitas portal Unsrat dan media sosial lainnya.

7. Pembimbingan mahasiswa tugas akhir dapat dilakukan secara jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya.

8. Kegiatan seminar, ujian PKL/magang, ujian skripsi, thesis, dan disertasi ditunda dan dapat dilakukan mulai tanggal 30 Maret 2020 setelah mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

9. Program studi agar mempertimbangkan presensi kehadiran mahasiswa yang melakukan kegiatan pembelajaran dalam bentuk perkuliahan jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya.

10. Untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter spesialis 1 (Sp-1) profesi dokter umum, dokter gigi, ners, akan dikoordinasikan oleh Fakultas Kedokteran dengan rumah sakit jaringan.

11. Seluruh tanaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas layanan kegiatan akademik dan non-akademik seperti biasanya dengan memanfaatkan fasilitas online atau jika perlu dapat melakukannya secara langsung di kampus dengan memperhatikan protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

(Bung Amas)

iklan1