Category: Politik

Profesional, Mapan dan Hebat, HAG Digadang Maju di Pilwako Manado

Hangky Arther Gerungan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sosok Hangky Arther Gerungan, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai dijagokan sejumlah warga Manado untuk bertarung dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota Manado (Pilwako). Nama HAG sapaan akrab Gerungan mulai muncul dalam bursa bakal Calon Wali Kota Manado lantaran dinilai punya segudang pengalaman kepemimpinan.

Menurut Arnold Dimpudus, Sekretaris MPI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulut, Kota Manado membutuhkan pemimpin yang berwawasan luas. Punya kekayaan pengalaman, peduli dan berpikir pluralis. Standart tersebut kata Dimpudus, dimiliki HAG yang dikenal sebagai Ketua Tim Pemenang paslon Bupati Minahasa ROR dan RD tersebut.

”Pak Hangky Gerungan sangat pantas dan layak memimpin Kota Manado. Hal itulah yang membuat warga masyarakat Kota Manado, aktivis pemuda, pengusaha dan masyarakat dari lintas profesi menghendaki beliau maju bertarung dalam Pilwako Manado mendatang. Dukungan tersebut memang bukan tanpa alasan, dari aspek pengalaman beliau sudah teruji, wawasan tentang keberagaman dan adaptasi beliau terhadap kehidupan masyarakat yang heterogen tak perlu diragukan lagi,” ujar Dimpudus, saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (20/6/2019).

Tidak hanya itu, Ketua Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi Provinsi Sulut ini mempunyai kepedulian terhadap masyarakat. Tambah Dimpudus, figur yang satu ini diduetkan dengan siapapun dalam konteks sinergitas kerja pengabdian pada masyarakat lebih terterima semua kalangan. Dimpudus menyebutkan bahwa mantan Ketua KOSGORO Sulut tersebut memiliki kans besar untuk memenangkan konpetisi di Pilawako Manado.

”Jika kita membaca kultur, kecenderungan pemilih, situasi sosiologis masyarakat Kota Manado maka sangat sejalan dengan pikiran dan perbuatan Pak Hangky Gerungan. Itu artinya, kedepan Kota Manado ditangan beliau sebagai Wali Kota Manado sangatlah maju. Cara kerja beliau untuk urusan sinergitas diatas rata-rata, tidak sekedar itu, kepekaan beliau terhadap ekonomi masyarakat begitu tinggi. HAG merupakan figur profesional, mapan dan hebat,” tutur Penasehat GAMKI Manado ini tegas. (*/Redaksi)

Aktivis Pemuda dan Sehan Kompak Mendukung Bang Toyib

Bersama generasi muda, Faisal Salim alias Bang Toyib bersilaturahmi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bursa bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado mulai didengungkan masyarakat. Dimana Pilkada Manado tak lama lagi akan dihelat, yakni di tahun 2020. Sejumlah nama mulai mencuat, diantaranya Faisal Salim alias Bang Toyib, Ketua BM PAN Kota Manado ini dinilai layak menjadi calon Wakil Wali Kota Manado.

”Sosok Bang Toyib memang punya kans besar untuk maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado. Punya jejak pengalaman berorganisasi, figur yang punya kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Manado. Saya melihat, beliau juga punya basis massa serta pendukung militan tersendiri. Tak hanya itu, kehadiran beliau ini sebagai keterwakilan kaum muda Kota Manado, ini sangat potensial untuk meraup dukungan pemilih,” ujar Rahmat Surat, pengurus DPD KNPI Manado, Rabu (19/6/2019).

Sementara itu, sebelumnya dalam sejumlah kesempatan Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sehan Landjar memberikan dukungan terhadap Bang Toyib. Menurut Eyang, sapaan akrab Landjar bahwa seluruh kader PAN di Kota Manado akan mendapat dukungan dari dirinya, dan mereka yang serius dan sungguh-sungguhlah yang akan berhak mendapatkan rekomendasi partai yang dipimpinnya itu.

Faisal Salim saat memberikan ceramah (FOTO Suluttoday.com)

”Iya prinsip dasarnya adalah PAN akan mengutamakan kader untuk bertarung dalam kontestasi Pilwako Manado. Selaku Ketua DPW PAN Sulut saya akan akomodatif menerima usulan dari DPD PAN Manado, intinya bagi kader yang serius mencalonkan diri melalui PAN akan kita support. Ajakan saya dan dukungan yaitu kita harus bisa memaksimalkan kekuatan agar PAN Manado bisa terus berjaya, termasuk salah satu figur yang disebut-sebut yaitu Saudaraku Faisal Salim atau Bang Toyib akan kita support,” ucap Eyang. (*/Redaksi)

Tragedi Demokrasi dan Insiden Kemanusiaan

Amas Mahmud (FOTO Suluttoday.com)

Baca Selengkapnya

Ketua DPW PAN Sulut Beri Sinyal Dukung Bang Toyib untuk Pilwako Manado

Eyang dan Bang Toyib (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak untuk 2020 mulai dekat. Hal tersebut membuat sejumlah politisi mulai masuk radar, terjaring dan digadang-gadang untuk maju dalam kontestasi Pilkada. Salah satunya, Faisal Salim Ketua BM PAN Kota Manado ini mulai terdengar namanya diorbitkan para generasi muda di Manado.

Faisal yang akrab disapa Bang Toyib ini juga mendapat restu dari Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) H. Sehan Landjar. Saat ditemui di Jalan Roda (Jarod) belum lama ini, Eyang sapaan akrab Landjar bersama Bang Toyib menyampaikan dukungannya pada kader PAN yang mendapatkan dukungan masyarakat untuk maju dalam hajatan Pilkada Kota Manado.

”Alhamdulillah saya mendukung penuh kader-kader PAN untuk maju bertarung di Pilkada Manado 2020. Salah satunya Faisal Salim yang saya dengar dielukkan warga untuk maju, ini menandakan bahwa kaderisasi di PAN berjalan dengan baik. Kita telah mampu mencetak kader-kader yang layak ditampilkan, bahkan masyarakat yang mengharapkan mereka ini maju dalam laga Pilwako Manado,” ujar Eyang tegas yang juga Bupati Boltim dua periode ini.

Bang Toyib usai mengisi ceramah bersama Bikers Subuhan (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketui posisi Partai, Partai Amanat Nasional Kota Manado memperoleh 4 Kursi di Legislatif di DPRD Manado. Berarti punya kekuatan politik yang kuat untuk diperhitungkan, hal itulah yang menurut Eyang patut mendorong kader PAN untuk berkompetisi secara sportif agar mendapat simpati masyarakat.

Ditempat terpisah, Bang Toyib ketika diwawancarai menyampaikan niatnya untuk maju bila dipercaya masyarakat. Pria yang dikenal sukses sebagai pengusaha properti itu mengaku akan terus memberikan solusi bagi warga Kota Manado dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta usaha keras mewujudkan keadilan.

”Cita-cita besar saya adalah bagaimana masyarakat Manado disejahteraan, diberikan keadilan, mereka hidup aman dan nyaman. Soal dukungan masyarakat ya?, bagi saya bila kehadiran saya untuk bertarung di Pilwako Manado sebagai Calon Wakil Wali Kota Manado diminta masyarakat, maka saya tidak akan menolaknya. Tentu tujuan mulianya ialah mengabdi kepada masyarakat. Itu akan saya emban, dan laksanakan secara tulus,” tutur Bang Toyib pada Suluttoday.com, Sabtu (15/6/201). (*/Redaksi)

Konsekuensi Demokrasi dan Kehendak untuk Berkuasa

Amas Mahmud (FOTO Suluttoday.com)

DEMOKRASI mengedepankan yang namanya musyawarah mufakat. Apa maksudnya?, tentu melahirkan keputusan kolektif. Mengabaikan yang namanya praktek diskriminasi atas hak-hak rakyat. Lingkup ajaran demokrasi begitu mengagumkan nilai-nilai kemanusiaan, lain kendalanya dengan praktek dilapangan. Itu sebabnya, realitas dalam penerapan demokrasi memang tidak selalu berjalan paralel, antara konsep dan aktualisasi, manakala disandingkan.

Nafas dari demokrasi itu secara formal berupa peraturan, norma dan mekanisme-mekanisme hukum yang diproduk pemerintah. Sedangkan dalam realisasinya, dikonkritkan dalam wujud praktek seperti menghargai konsensus, musyawarah mufakat, lalu toleran terhadap perbedaan pandangan. Bukan menjadikan suara masyarakat sebagai dagangan politik. Namun begitu, kenyataannya penerapan demokrasi kita ramai disibukkan dengan urusan elektoral semata.

Konsekuensinya yang sering ditemui ialah keadilan, marwah hukum, kejujuran dan transparansi menjadi terabaikan. Berada dalam urutan kesekian disaat proses berdemokrasi dijalankan. Disitulah kemudaharatan demokrasi tercipta, pemicu atau embrio terjadinya ketimpangan demokrasi tumbuh subur. Bila kita urutkan, mengurai secara rinci benang kusut demokrasi, maka kejujuran, ketaatan terhadap aturan, keterbukaan dan penghargaan atas kedaulatan masyarakat harus diamalkan secara terus-menerus.

Tak boleh sekali saja kita mengingkari adanya benturan kepentingan. Dengan desakan argumen dan sentimen apapun, kepentingan kolektif tak boleh didikte oleh kepentingan personal. Jika kita disiplin atas itu, yakinlah transformasi Indonesia dari kurang maksimalnya memajukan Negara, menjadi lebih profesional lagi, trampil, progresif dan menjadi bermartabat masyarakatnya.

Kelihatannya, bulir-bulir kecil dalam kejanggalan demokrasi seperti ketidakadilan, kecurangan, dan inkonsistensi terhadap aturan, masih dilihat sebagai angin lalu yang diabaikan. Ternyata, dari hal-hal kecil itu berefek besar, sistematis dan signifikan, menjamur, merambah, sehingga membunuh mobilitas pemerintah dalam memajukan Negara. Praktek buruk itu menjadi penyakit kambuh dan akut yang merusak tatanan demokrasi.

Peristiwa politik kita di Indonesia tidak saja dalam pentas dan panggung politik, lebih dari itu sering kali berjalan berkepanjangan. Seolah ada warisan rivalitas abadi dalam politik, padahal dalam paradigma politik modern tidak mengenal permusuhan, lawan, atau perseteruan politik abadi. Yang abadi dalam politik hanya kepentingan, perbedaan pendapat dan adu argumentasi di ruang politik hanyalah asesoris demokrasi. Hanya saja, kadang tradisi itu menjadi bergeser.

Sehingga kelompok politik tertentu yang menjadi oposisi (blok politik) atau koalisi politik, saling memandang sinis destruktif. Cara pandang kurang elok itulah yang menjadi ancaman baru bagi dunia demokrasi Indonesia, maka dari itu kita memerlukan perbaikan berkelanjutan dan serius. Dari hal-hal kecil tersebut seluruh elemen anak bangsa harus berani melakukan hijrah, mari berkolaborasi. Atau bahkan, bila kita berlawanan secara politik, jadilah lawan yang disegani karena kita elegan, sportif dan dewasa dalam meletakkan kompetisi.

Konstruksi demokrasi kita begitu inklusif dan paripurna karena berdiri kokoh diatas kepentingan semua golongan. Atas adanya gesekan kepentingan, akhirnya sedikit tercederai dengan saling menginterupsi, menghujat dan menganulir hasil capain konstitusional. Sebetulnya, kita membuang-buang waktu, keadilan sering kali menjadi kurang bernilai sebab dianggap telah tergadaikan atas kuasa, intervensi serta tekanan.

Parahnya lagi hasil Pemilu yang didasarkan pada asas Pemilu langsung, umum bebas rahasia dan jujur adil. Kita tidak bisa tertinggal dan bernostalgia pada semangat penyatuan persepsi saja, atau tidak harus terlena pada perdebatan-perdebatan retorika saja, melainkan bersepakat untuk action bersama. Kita optimis, Presiden kedepan akan lebih efektif dan mahfum mengelola Negara Indonesia tercinta menuju pada cita-citanya.

Demokrasi punya dua wajah, ia bisa bermanfaat dan bisa berubah menjadi petaka. Diksi itu dapat dilihat dari bagaimana upaya seseorang atau sekelompok orang dalam merebut kekuasaan, menghalalkan berbagai cara?. Banyak intrik yang dilakukan, guna mendapatkan kekuasaan yang hendak dituju. Harapan kita, setidaknya diatas intensitas birahi berkuasa yang tidak tidak juga membuat seseorang tersebut kebelet, lalu memprovokasi publik untuk menjadi bar-bar.

Jangan pula kita mengabaikan aturan dalam menyelesaikan problem dan dinamika Negara, lalu menghakimi dengan cara sendiri-sendiri. Alhamdulillah, sampai saat ini kekhawatiran itu belum terwujud. Memang tensi politik kita di tanah air saat Pemilu Serentak tahun 2019 ini begitu tinggi, itu tergambarkan dari apresiasi masyarakat dan antusiasnya mereka dalam menunjukkan partisipasi politik. Sampai pada unjuk rasa protes atas adanya dugaan kecurangan, tujuannya secara umum adalah menuntut keadilan, dan mau merasakan adanya perbaikan di Negara Indonesia tercinta.

Silahkan saja, pada prinsipnya semua warga Negara mempunya kesamaan kedudukan didepan hukum. Dalam konteks demokrasi pun begitu, warga mempunyai hak memilih dan dipilih sebagai mana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang dispesifikkan dalam aturan-aturan lebih teknis lainnya. Target kita semua yaitu, demokrasi dapat berjalan dengan keramahtamahan, kekeluargaan, dan sikap rekonsiliatif, bukan dengan marah-marah dan dendam.

 

____________________

Penulis : Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado
iklan1