Category: Politik

Di Kelurahan Istiqlal, Garuda One GSVL Lantik Pengurus dan Lakukan Pendidikan Politik

Prosesi dimulainya pelantikan pengurus Garuda One GSVL (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pergerakan yang terus konsisten dilakukan relawan Garuda One GSVL for PAHAM, hal itu terbaca dari berbagai pertemuan dilakukan di tingkat Kelurahan. Organisasi relawan yang dikenal sebagai simpatisan, dan garda depan dalam pemenangan PAHAM (Paula Harley Manado) itu kembali menuju Kecamatan Wenang. Jumat (23/10/2020) malam, Garuda One Manado melantik jajaran pengurus Kelurahan Istiqlal Wenang.

Dalam pelantikan yang dirangkaikan dengan sosialisasi dan pendidikan politik, Garuda One yang dipimpin Roger Mamesah, selaku Ketua Umum itu mengingatkan masyarakat agar menyukseskan Pilwako Manado, 9 Desember 2020. Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Garuda One Manado, Romel Najoan. Menurutnya, politik santun dan menyampaikan program menjadi andalan model kampanye Garuda One. Sebab, masyarakat menurutnya perlu dibekali memahaman politik yang benar.

”Selamat bagi kawan-kawan pengurus Garuda One GSVL for PAHAM di tingkat Kelurahan Istiqlal yang baru saja dilantik. Semoga amanah, berkomitmen berjuang bersama-sama kami. Ingat pesan pembina, Dr. GS Vicky Lumentut bahwa berpolitiklah secara santun. Jangan saling menjelekkan paslon lainnya. Sampaikan program agar masyarakat PAHAM,” kata Romel, Jumat (23/10/2020) yang didampingi Kefas Sanger, Sekretaris Umum Garuda One GSVL Manado.

Sementara itu, dalam sesi sosialisasi dan pendidikan politik, Rusli Umar menyentil terkait pentingnya nilai-nilai politik kebersamaan dan menjunjung tinggi keberagaman. Kota Manado, tambah Rusli membutuhkan sosok pemimpin yang berdiri di atas kepentingan semua golongan, punya pengalaman yang mumpuni. Tak hanya itu, potret pemimpin yang melakukan pencerahan politik perlu mendapat perhatian masyarakat.

Berlangsungnya pendidikan politik dari Rusli Umar (Foto Suluttoday.com)

”Ini politik, momentum Pilwako Manado jangan kita nodai dengan politik bagi-bagi uang. Bagi-bagi beras atau politik SARA (Suku Agama Ras dan Antara golongan), berpolitiklah dengan jualan program kerakyatan. Mari kita berfikir maju untuk kepentingan bersama 5 tahun kedepan. Jangan masyarakat dibodohi dengan iming-iming memberi uang, lalu memilih kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota tertentu. Sebab, itu sama saja kita membuhun masa depan kita, karena berpotensi salah pilih pemimpin,” ujar Abeng, sapaan akrab Rusli yang juga politisi muda vokal ini.

Untuk diketahui, PAHAM merupakan kependekatan dari nama Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan yang adalah calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado Nomor Urut 4. PAHAM diusung partai NasDem, Perindo dan juga PSI. Elektabilitas PAHAM sendiri sedang melejit, dimana programnnya dinilai sangat tepat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Manado.

(*/Amas)

“Aupele dan Etika Komunikasi”

Syaiful Bahri Ruray (Foto Istimewa)

Oleh : Syaiful Bahri Ruray

If we are not ashamed to think it,
we should not be ashamed to say it
(Cicero)

Begitu melihat apa yang terjadi di ruang sidang DPRD Morotai, membuat saya tiba-tiba saja mengingat Prof. Bachtiar Aly.MA, guru komunikasi publik saya ketika mulai aktif berpolitik. Saya sempat mengikuti pelatihan di Suli, Ambon, tentang komunikasi politik, dan salah satu pengajarnya adalah Prof. Bachtiar Aly yang lulusan S2 Belanda dan S3 Jerman. Beliau mengawali ceramahnya dengan mengutip kalimat filsuf Cicero: *que ascendit sine labore, descendit sine honore* – barang siapa tak menyiapkan diri sebelum naik podium, maka ia akan turun panggung tanpa kehormatan.

Marcus Tulius Cicero adalah seorang filsuf Romawi kuno yang terkenal karena ajarannya tentang orator dan retorika pertama kali. Marcus Tullius Cicero sendiri hidup pada tahun 106-43 sebelum Kristus ini, adalah peletak dasar ilmu retorika yang kita kenal sekarang ini.

Makna kalimat Cicero yang terpenting adalah menyiapkan diri dalam berkomunikasi dengan baik, akan melahirkan pengertian dan kita terhindar dari konflik karena kesalahpahaman. Sebaliknya, jika kita tak menyiapkan diri, maka kita akan jatuh dengan tidak terhormat. Cicero menekankan kehormatan atau etika sebagai hal yang demikian penting dalam berkomunikasi. Jika pikiran tidak malu untuk menyampaikan sesuatu, maka kita akan mengutarakan sesuatu tersebut tanpa rasa malu – *If we are not ashamed to think it, we should not be ashamed to say it,* ungkap Cicero.

Kehidupan manusia, peradabannya bertumpu pada instrumen utama yakni komunikasi. Relief dan bukti arekologis peradaban manusia dari abad keabad, menunjukkan akan maksud untuk berkomunikasi tersebut. Peradaban menjadi gagal, ketika komunikasi sebagai instrumen peradaban tersebut menjadi buruk, bahkan gagal. Dari relief kapal Halmahera bercadik ganda (Halmahera Double Outriggers) pada relief Candi Borobudur misalnya, kita pun mengetahui bahwa sejak abad ke 9 Masehi, dimana Borobudur dibangun oleh Wangsa Syailendra tersebut, telah ada alat transportasi utama antara Halmahera dan Jawa, bahkan hingga Madagaskar, karena adanya peradaban perdagangan diantara manusia. Dalam riset Peter Bellwood (2019) tentang bukti-bukti arkeologis Maluku Utara, kita dapat mengetahui adanya peradaban setua 40,000 tahun di Maluku Utara, terbentang dari Morotai, Gebe hingga Uattamdi.

Tentu saja, untuk peradaban setua ini, memiliki pola komunikasi antar manusia dalam masyarakat tradisional, baik era pra-sejarah, hingga masa modern, dimana revolusi komunikasi melalui teknologi informasi, telah mendekatkan jarak, waktu dan tempat dalam sekejap.

Dalam sekejap pula, kejadian di Morotai, sebuah beranda Indonesia menuju Pasifik, menjadi viral. Karena komunikasi antara pejabat daerah setempat yang tidak nyambung dengan elite politik parlemen lokal Morotai. Baik rekaman percakapan secara tekstual maupun live-video, demikian cepat menyebar kesegenap penjuru jagad maya. Apa yang terjadi di Morotai, terlepas dari pro-kontra, adalah soal etika komunikasi. Kesalahan memanfaatkan komunikasi sebagai instrumen untuk memperoleh konsensus sebuah kebijakan, menjadi terabaikan dari sisi etika retorika, sebagaimana makna kalimat filsuf Cicero yang di kutip diatas.

Selayaknya percakapan pada tingkat parlemen, haruslah memiliki standarisasi etika yang sepantasnya dipahami oleh setiap pejabat daerah yang memasuki ruangan terhormat tersebut. Karena pejabat publik, baik parlemen maupun aparat teras pemerintahan, dalam 22 tahun reformasi Indonesia, bukanlah lagi sebuah *untouchable institutions*, sebagaimana era sebelumnya yang kita anggap otoritarian. Lembaga supra struktur, bukanlah lagi menara gading yang memonopoli kebenaran tunggal. Sebagaimana Cicero, sang filsuf selama karirnya sebagai pemikir dan negarawan, yang senantiasa melawan tirani hingga akhir hayatnya. Ia juga disebut tewas dengan heroik demi perjuangannya.

Adapun sikap tidak etis dalam berkomunikasi, akan melahirkan tindakan aupele sebagai responnya. Stephen King, penulis Amerika mengatakan: *“if you don’t temper yourself, your temper will control yourself.”*

Dimensi keadaban, adalah kata kunci dalam berkomunikasi. Kemampuan memanfaatkan komunikasi, dalam pandangan Cicero hingga Stephen King tersebut, bukan terletak pada kerasnya suara, namun seberapa besar mengedepankan etika tatkala berkomunikasi. Soal etika memang bukan persoalan sepele. Banyak bangsa menjadi miskin dan hancur justeru karena miskin etika. Gunnar Myrdal, pemenang hadiah nobel ekonomi, sejak 1968, dalam *Asian Drama, An Inqury Into the Poverty of Nations*, membagi negara-negara dunia atas dua bagian.

Negara kuat (tough state) dan negara lemah (soft state). Negara kaya, adalah negara dimana etikanya kuat, sedangkan negara soft state adalah negara miskin, karena lemahnya etika sosial. Etika menjadi kata kunci kemajuan sebuah bangsa. Tidak berlebihan jika etika sosial tersebut diawali dari etika kita dalam berkomunikasi antara sesama.

Dua ilmuan Harvard University, Steven Levitsky dan Daniel Ziblat yang menulis *How Democracies Dies* (2018), mengungkapkan bagaimana demokrasi bisa mati, walau demokrasi telah menjadi pilihan negara-negara bangsa dewasa ini. Disebut contohnya seperti Venezuela, Georgia, Hungaria, Nicaragua, Peru, Filipina, Polandia, Russia, Sri Lanka, Turki dan Ukraina bahkan Amerika, komunikasi pemimpin negara-negara ini dicontohkan akan membunuh demokrasi secara perlahan.

*Toleration or encouragement of violence*- toleransi dalam membiarkan atau mendorong adanya aksi kekerasan, adalah salah satu parameter terbunuhnya demokrasi. Lalu, saya juga melihat live-video, tentang robohnya pagar besi depan kantor Walikota Ternate. Mungkin kini saatnya, kita mengkaji lagi pikiran-pikiran lama filsuf Cicero.

*O Tempora, O Mores*- kalimat kecewa Cicero.

(22 Oktober 2020)

Gerakan PAHAM Menggema di Pusat Kota Manado, Pandi Fors Bergerak

Pandi Fors dan Ekky kompak bergerak (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pergerakan politik memang begitu dinamis. Hal itu terlihat di Kota Manado dalam hajatan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) di Tahun 2020 ini. Dukung mendukung mulai ditunjukkan masyarakat terhadap kandidat pasangan Wali Kota yang mereka nilai layak, punya kemampuan memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Pasangan calon Wali Kota Manado Nomor Urut 4 yakni Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan rutin mendapatkan dukungan dari arus bawah. Kamis (22/10/2020), siang tadi sejumlah pedagang dan aktivis penggerak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pusat Kota Manado (45) mulai menyampaikan sikapnya secara terang-terangan. Menurut Pandi Fors dan Ekky, PAHAM (Paula Harley Manado) layak mendapat dukungan luas dari masyarakat.

 ‘’Menurut kami, PAHAM atau Bunda Paula dan Bang Harley layak mendapat dukungan luas dari masyarakat. Termasuk PKL di 45 Kota Manado. Kami dari Pasar 45 (Pusat Kota Manado) mendukung terus PAHAM. Optimis akan menang dan terus menang,’’ kata Pandi Fors dan Ekky, Kamis (22/10/2020).

Selanjutnya, Ekky mengatakan program dan ide yang ditawarkan PAHAM kepada masyarakat sangat menjanjikan. Pada konteks keberpihakan terhadap pedagang atau masyarakat berpendapatan ekonomi menengah kebawah sangat sesuai. Sehingga demikian, dirinya bersama para PKL di Kota Manado akan mendukung penuh Paslon PAHAM. Perjuangan akan ditunjukkan sampai memenangkan Paula Harley.

‘’Kami dari anak-anak 45 yang kesehariannya berdagang memaknai PAHAM sebagai kepanjangan dari Peduli Hak Asasi Manusia. Bagi kami kalau PAHAM menang, Kota Manado akan mengalami pembangunan yang pesat. Sejauh ini kami yang berjualan di pusat Kota Manado, 45 merasa nyaman,’’ ujar Ekky.

(*/Amas)

Fantastik, Kolintang Kreatif Luncurkan Lagu ”Torang P4H4M”

Gilang dan Taufik (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tim kreatif di Kota Manado yang sudah lama tumbuh menjaga eksistensinya, mengambil bagian untuk melakukan pendidikan politik. Diantaranya seperti yang dilakukan Kolintang Kreatif, Gilang Ramadan Hiola, Taufik Nento bersama tim. Mereka meluncurkan karya seni inovatif, lagu dengan judul ‘’Torang P4h4m’’. Jangan lupa ujung kanan Nomor Urut 4.

Sejumlah narasi edukatif terselip disana. Menurut Gilang saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (22/10/2020), eksisnya kreatif anak muda di Sulawesi Utara, khususnya di Manado perlu diapresiasi. Dalam momentum Pilkada Serentak 2020, seperti di Kota Manado ada hajatan Pilwako lahirnya karya kreatif harus mendukung proses pendidikan politik.

‘’Alhamdulillah lagu yang diluncurkan Tim Kolintang Kreatif ini menitipkan sejumlah pesan penting. Terlebih tentang kampanye politik yang edukatif. Bahwa Pilwako Manado bukan soal bagi-bagi sembako, berupa beras, atau bagi-bagi uang. Menghentikan propaganda isu SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan). Melainkan, masyarakat diberitahukan untuk memilih pasangan calon Wali Kota Manado yang mejual visi misi membangun Kota Manado,’’ ujar Gilang.

Karya-karya terbaik sebelumnya telah diluncurkan Gilang bersama rekan-rekannya. Mereka kebanyakan adalah anak-anak muda kreatif yang dimiliki warga Kota Manado. Dalam sejumlah lirik, lagi yang dinyanyikan Gilang dan Taufik menyampaikan pentingnya masyarakat dilindungi dari isu-isu yang memecah-belah persatuan masyarakat Kota Manado.

Jauhkan isu yang bersifat dengki dan saling iri. Disampaikan pula pilihan terhadap PAHAM (Paula Harley Manado) yang merupakan Paslon Wali Kota Manado Nomor Urut 4, diusung Partai NasDem, Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Lanjut Gilang, kenapa Paula Harley ditonjolkan karena dinilai sebagai figur yang dari visi misinya mencerminkan perubahan untuk Manado.

‘’Ayo cari pemimpin yang cerdas. Bukan yang berbagi beras. Kenapa Ibu Paula dan Bang Ai Mangindaan ditonjolkan dalam lagu, karena mereka tokoh kunci yang kami nilai mampu membawa perubahan untuk Kota Manado. Mereka yang punya kemampuan memimpin. Selain itu, pesan dari lagu ini ialah politik jangan membawa isu agama yang berpotensi merusak kerukunan di Kota Manado. Para elit politik, tokoh masyarakat, semua kalangan, termasuk aktivis pemuda diminta berpartisipasi mencegah isu-isu politik yang merusak persatuan masyarakat. Pilwako Manado mesti menjadi ajak konsolidasi demokrasi. Jangan tumbuh kembangkan isu-isu yang tidak produktif untuk membangun demokrasi,’’ kata Gilang menutup.

Sekedar diketahui, lagu tersebut menggambarkan secara esensial siapa sosok Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene – Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, yang merupkan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado. Kedua pasangan calon Wali Kota Manado ini digambarkan menjadi pemimpin ideal. Yang memiliki gagasan perubahan, pembaharuan, santun, mempunyai pengalaman kepemimpinan. Rekam jejak Paula Harley, begitu Julyeta Runtuwene serta Harley Mangindaan akrab disapa dalam kontribusi pembangunan di Manado tak perlu diragukan lagi. Mereka telah memberi bukti, bukan sekedar janji.

Bagi peminat seni dan masyarakat yang mau mengakses lagi tersebut, silahkan dapatkan disini YouTobe Torang P4H4M.

(*/Amas)

Lantik Pengurus Garuda One Bunaken, PAHAM Menggema di Utara Manado

Romel Najoan saat sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Konsolidasi rutin dilakukan relawan Garuda One GSVL yang merupakan organisasi pendukung calon Wali Kota Manado, Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, dengan mewujudkan sasaran yang jelas. Garuda One juga terarah dalam membangun isu mencerahkan pemilih, kemudian mematangkan program PAHAM (Paula Harley Manado) kepada masyarakat.

Hal itu seperti disampaikan Romel Najoan, Wakil Ketua Garuda One saat sambutan dalam pelantikan pengurus Garuda One Kelurahan dan Kecamatan Bunaken Kota Manado, Selasa (20/10/2020). Romel yang juga pengurus KNPI Kota Manado itu menyampaikan pentingnya pengurus Garuda One yang berada di Kecamatan, Kelurahan, dan Lingkungan agar menyampaikan program strategis yang menjadi perjuangan politik Paula Harley sebagai Paslon Wali Kota Manado Nomor Urut 4.

Kefas Sanger saat menyerahkan pataka (Foto Suluttoday.com)

”Setelah teman-teman dilantik, tentu pekerjaan bersama kita yang harus kita kerjakan ialah memenangkan PAHAM. Bagaimana sosialisasi visi Manado Rukun Cerdas Indah 2024 dilakukan secara santun oleh pengurus Garuda One tingkat Kecamatan Bunaken sampai Kelurahan, dan juga Lingkungan. Jadilah contoh teladan yang baik dalam kampanye-kampanye santun. Ingat bahwa program unggulan Pula Harley adalah untuk kesejahteraan masyarakat Manado. Ayo, bersatu kompak kita rebut kemenangan 9 Desember 2020,” ujar Romel melalui sambutannya.

Rusli Umar ketika melakukan pendidikan politik (Foto Suluttoday.com)

Tak hanya itu, pada kesempatan pelantikan ini, Rusli Umar politisi muda Kota Manado menyampaikan pendidikan politik. Pria vokal yang akrab disapa Sahabat Abeng itu menyentil tentang pentingnya masyarakat pemilih dibebaskan dari ranjau-ranjau demokrasi yang merusak kemajuan peradaban demokrasi di Kota Manado. Abeng mengajak masyarakat solid melawan arus kampanye yang tidak mendidik yang dilakukan oknum politisi busuk.

”Pilkada Serentak 2020 harus menjadi pintu gerbang dalam pencerdasan politik. Termasuk di Pilwako Manado, silahkan ajak masyarakat memilih calon Wali Kota Manado yang paham akan kemauan dan kepentingan umum masyarakat. Jangan terjebak lalu memilih kandidat pasangan Wali Kota Manado yang melakukan politik uang dan menjual-jual ayat suci Agama untuk kepentingan politiknya sendiri. Masyarakat terlebih Garuda One di Kelurahan harus melawan praktek politik uang. Melawan kampanye SARA atau Suku Agama Ras dan Antar golongan, yang berpotensi membuat perpecahan di tengah masyarakat. Kita harus tegakkan demokrasi pada porsinya, silahkan pilih pemimpin Paham, Nomor Urut 4 Paula Harley,” kata Rusli yang juga kader muda NU ini tegas.

Proses berlangsungnya pelantikan Garuda One Kecamatan Bunaken (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, Garuda One Kota Manado yang dipimpin Roger Mamesah selaku Ketua Umum dan Sekretaris Umum Kefas Sanger selalu fokus turun lapangan menguatkan barisan untuk pemenangan PAHAM. Pada kesempatan kali ini, nama PAHAM makin menggema di Manado Utara. Para warga Bunaken yang hadir juga sangat penuh semangat, memberikan dukungannya untuk JPAR-Ai Mangindaan begitu sapaan Bunda Paula dan Bang Harley. Kekuatan PAHAM makin kokoh di Manado bagian Utara, para pengurus Garuda One yang baru dilantik juga berikrar akan berjuang membumikan panji-panji Garuda One di Bunaken.

(*/Amas)

iklan1