Category: Politik

Memaknai Fenomena “Berpakaian” Baju Adat

Taufik Manuel Tumbelaka (Foto Ist)

(Catatan Kecil ke 3 dalam rangka HUT Sulut)

Ada yang menarik ketika pada rangkaian inti Peringatan Hari Proklamasi Republik Indonesia di tahun ini saat Presiden Joko Widodo dan “jajaran-nya” serta para tamu undangan hadir tidak dengan “seragam” ala negeri barat (baca: Jas dan pernak-perniknya), tapi justru dengan Pakaian Adat dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana menjadi berubah, kesan ke-Indonesia-an langsung menyeruak sangat kuat.

Ide brilian Pakaian Adat yang terlihat di 17 Agustus 2017 itupun nampaknya menginspirasi Sulawesi Utara, ini tergambar dalam acara puncak peringatan Hari Jadi ke 53 Sulawesi Utara pada 23 September 2017 kemarin. Suasanapun berbeda karena biasa yang memakai Baju Adat diacara HUT Propinsi dari tahun ke tahun hanya Ibu-Ibu (plus pemenang Nyong Sulut), itupun tidak semua yang memakai Kebaya khas Sulawesi Utara, ada sebagian memakai yang biasa disebut Kebaya Nasional, ini sesuai “dress code” yang terpampang diundangan.

Ada pesan dan kesan sangat kuat dari pemaknaan ide memakai Baju Adat, diharapkan sebagai penyadaran serta penguat rasa cinta Indonesia yang kaya akan ragam budaya, ada harapan mulia agar jati diri atau integritas kita tidak tercabut dari akar ke-Indonesia-an dan semangat ini dimulai dari pihak yang biasa dikategorikan para Elite, hal ini juga diharapkan terjadi di Sulawesi Utara.

Pemakaian Baju Adat adalah penguatan rasa cinta Tanah Air dan juga kearifan daerah, ini jelas bukan “gerakan biasa” karena dari sini juga diharapkan setiap Warga Negara, terlebih khusus para Penyelenggara Negara, untuk bekerja lebih keras dengan ketulusan untuk kemajuan Indonesia. Ini semua bisa terwujud jika ada rasa cinta Negara dimana rasa ini hanya bisa digerakan dan dimunculkan dari hati dan pikiran kita. Maka tidak akan ada artinya sama sekali, jika tubuh kita dengan bangga kita pakai-kan Baju Adat, namun hati kita dan pikiran kita tidak “diselimuti” dengan “Baju Adat”.

Makna mendalamnya memakai Baju Adat pada acara seremoni peristiwa penting Kenegaraan dan Daerah, bukan hanya untuk sekedar gagah-gagahan, “lucu-lucuan” dan keren-kerenan, apalagi hanya sekedar memberi suasana berbeda.

*Selamat Hari Jadi Sulawesi Utara.
Salam Kasih, Taufik Manuel Tumbelaka

HUT Ke -14 Tahun Kecamatan Kumelembuai Minsel Bakal Dirayakan Meriah

Camat Michael Kamang Waworuntu bersama istri tercinta (Foto Ist)

MINSEL, Suluttoday.com – Pemerintah Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan merayakan Hut Kecamatan ke 14 yang jatuh pada tanggal 1 oktober 2017 nanti. Pada hut Kecamatan Kumelembuai ini akan turut dimeriakan oleh, tarian Kabasaran sanggar seni Tou Makalembuang dari Kumelembuai dua.

Disamping itu ada juga berbagai lomba yang akan di pertandingkan pada kegiatan hut kecamatan nanti misal nya, lomba maengket, lomba pidato, lomba bahasa daerah, lomba tarik tambang, lomba fokal grup,lomba bintang fokalia, sepak bola, foli ball, poco – poco,lomba Figura dan lomba menu.

“Pada tahun ini pemerintah kecamatan Kumelembuai bersyukur, karena sejak awal tahun banyak pencapayan – pencapayan yang kami lakukan, sekaligus kami juga berbangga atas respon masyarakat dalam mendukung setiap program pemerintah. Olehkarena itu pada bulan oktober nanti kecamatan Kumelembuai akan merayakan HUT ke – 14 tahun,sehingga atas keinginan masyarakat kita akan merayakan momen ini,” ujar Camat Kumelembuai Michael Kamang Waworuntu saat di temui media ini pada pembukaan kegiatan Hut kecamatan Senin (18/9/2017).

Dijelaskan Camat Kamang, ini pertamakali nya pemerintah Kecamatan Kumelembuai mengadakan agenda perayaan Hut Kecamatan. Kegiatan – kegiatan yang kami laksanakan terbilang murah meriah, ini semua dilakukan dalamrangka untuk menghibur masyarakat, tambaH Camat Waworuntu.

Ditempat terpisa Vicky Winerungan tokoh pemuda Kumelembuai mengungkapkan rasa bangga nya melihat perkembangan serta kemajuan yang ada di kecamatan Kumelembuai.

“Sebagai warga masyarakat Kumelembuai saya merasa sangat bangga atas kemajuan yang ada di Kecamatan ini, kami juga sudah turut merasakan serta menikmati pembangunan yang ada,terimakasih buat pemkab Minsel ibu Bupati CEP serta Wakil Bupati FDW yang sudah banyak berjuang untuk memajukan kabupaten Minsel kusus nya kecamatan Kumelembuai.Selamat menyambut Hut Kecamatan yang ke -14 tahun,” tutur Winerungan. (Friska)

Stadion Pemuda Boalemo Rusak Berat, Sekda Janjikan 2018 Akan Diperbaiki

H. A. Etango (Foto Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Stadion pemuda yang merupakan pusat seluruh rangkaian kegiatan olah raga di Boalemo sudah tak difungsikan karena struktur bangunan rusak berat dan sudah rimbun dengan rumput dan terlihat tak lagi dipelihara, layaknya seperti stadion yang ada didaerah-daerah lain, ketika dikonfirmasi lewat Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo H. A. Etango diruang kerjanya mengatakan, memang benar lapangan stadion pemuda sudah rusak berat namun pada pemerintahan sebelumnya stadion tersebut sudah dilakukan perbaikan.

Namun seiring dengan waktu karena pemerintah Boalemo kekurangan penganggaran sehingga stadion pemuda sudah seperti itu, tetapi pemerintah akan berupaya akan melakukan perbaikan terhadap stadion pemuda dan terus akan melakukan koordinasi dengan instasi lainnya untuk melakukan perhatian atas hal tersebut, pada Rabu (20/09/2017).

Pemerintah daerah sebenarnya bukan membiarkan stadion akan jadi seperti itu karena kekurangan anggaran sehingga belum bisa berbuat banyak terhadap kerusakan stadion, dan mudah-mudahan dipenganggaran tahun 2018 menjadi bahan pertimbangan untuk pengalokasian dana supaya tak terkesan dibiarkan begitu saja.

Dan kedepan stadion pemuda akan menjadi prioritas pemerintah agar dapat melahirkan generasi yang berprestasi, berinovasi dan berkualitas dimasa-masa yang akan datang sehingga dukungan semua pihak sangat dibutuhkan dalam perbaikan stadion pemuda tersebut. (Robby).

Kantongi SK, Ichal Ali Diminta Lakukan Konsolidasi DPC PPP Manado

Depri Pontoh saat menyerahkan SK kepada Ichal Ali cs (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Surat Keputusan (SK) pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Manado sudah diteken Depri Pontoh selaku Ketua DPW PPP Sulut., SK tersebut langsung diserahkan kepada Ketua DPC PPP Manado, Madzhabullah Ali, Jumat (15/9/2017).

Depri mengatakan, DPC PPP Manado untuk segera melakukan konsolidasi dan mempersiapkan kelengkapan administrasi dalam menghadapi Pileg 2119. “Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, saya meminta saudara Madzhabullah untuk segera menggelar Konsolidasi di Kota Manado untuk merumuskan program-program aksi dalam waktu yang singkat,” kata Depri usai menyerahkan SK, kemarin di hotel Aston Manado.

Setelah Konsolidasi pembentukan PAC se-Kota Manado, lanjut Depri, DPC PPP Manado akan melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat ranting. Hal itu kata dia, menjadi salah satu tugas utama Ichal, sapaan Madzhabullah.

“DPC PPP Manado, menjadi contoh pembinaan konsolidasi organisasi di seluruh DPC PPP se-Sulut. Hal ini juga, sebagai upaya dalam menghadapi verifikasi faktual partai politik yang akan digelar Oktober,” ungkapnya.

Serah terima SK dari Ketua DPW PPP Sulut kepada Ketua DPC PPP Manado (Foto Ist)

Sementara itu, Ichal saat ditemui menyatakan kesiapannya untuk menggelar Konsolidasi. Terkait waktu pelaksanaannya, akan dibahas dalam rapat pengurus. Soal target konsolidasi Partai yang harus selesai akhir bulan September. Ichal menyanggupi. Ia mengaku optimis bakal merapikan seluruh tingkatan Parta Manado hingga ke tingkat ranting.

“Jadi konsolidasi ini bukan hal terlalu susah menurut saya. Yang ada bagaimana mengakomodir semua pihak,” ujar Ichal yang di dampingi Fahlil Ismail sebagai Sekretaris DPC PPP Manado. (*/Amas)

3 Nama Mengkristal di Pilkada MINAHASA, YLM Lebih Dinantikan Warga

YLM, IvanSa dan JWS (Foto Ist)

MINAHASA, Suluttoday.com – Tensi politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa mulai terasa. Bahkan, telah mencuat 3 (tiga) nama yang hangat dibicarakan oleh masyarakat dan kalangan akademisi yaitu Jantje Wowiling Sajow (JWS), Ivan Sarundjang (IvanSa) dan Youla Lariwa Mantik (YLM) satu-satunya perempuan dari tiga nama ini.

Dari ketiga nama tersebut, yang santer dan dielu-elukkan warga yaitu YLM yang disebut sebagai sosok wanita berprofesi. YLM sebagaimana diketahui, mempunyai komitmen mulia membangun Minahasa, YLM sempat bernazar waktu susah dulu, ingin merubah Minahasa seperti dirinya sukses di perantauan.

“Bagi saya, mohon maaf kabupaten Minahasa belum terlihat kemajuan pembangunan selama lima belas tahun terakhir ini yang dipimpin laki-laki, kita berikan kesempatan perempuan untuk memimpin,” tutur Jefri Manorek warga Sonder, Senin (18/9/2017).

Jefri juga menjelaskan, kelebihan perempuan adalah konsisten dalam perencanaan program.

“Jangan jau-jau mengambil contoh karakter perempuan pada umumnya, lihat jo pa torang punya istri, kalau dia so susun itu program di dalam rumah tangga, jangan brani torang laki mo rubah, jelas dorang mangamu, lebih baik iko akang jangan dapa sondo hehehehe,” ujar Jefri sambil tertawa.

Tanggapan positif juga disampaikan DR. Maxi Egeten, salah satu akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado. Dikatakan Egetan bahwa untuk Pilkada Minahasa tiga nama bakal calon itu, mempunyai kans menang dalam pertarungan 2018, tinggal melihat siapa yang mempunyai visi misi yang jelas dan mempunyai finansial.

”Saya melihat Youla punya peluang besar untuk memimpin Minahasa apa lagi dia punya visi misi menyentu langsung ke masyarakat dan ditopang juga dengan finansial cukup besar,” ucap Maxi Egetan.

Tidka hanya itu, akademisi yang dikenal murah senyum dan memiliki banyak relasi ini juga membandingnya figur-figur perempuan yang pernah berkompetisi di Mitra, sehingga demikian Egetan menyampaikan pemikirannya bahwa peluang tersebut dapat diraih YLM.

“Kita bisa melihat dulu waktu Kabupaten Mitra T2 seorang perempuan yang tidak diperhitungkan, bisa menjadi bupati. Apalagi Youla sudah dikenal oleh kalangan masyarakat dan matang di organisasi ditambahkan juga dengan finansial yang cukup besar, apa lagi programnya dia nanti menyentu langsung ke masyarakat,” ujar Egetan. (*/Amas)

iklan1