Category: Politik

Sosialisasi Empat Pilar, VALINA SINGKA Ajak WSI Sulut Implementasikan Pancasila

Dr Valina Singka Subekti, M.Si saat memaparkan materi sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sulawesi Utara, di Manado Bersehati Hotel (MBH), Jumat (24/11/2017). Dr Valina Singka Subekti, M.Si anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang juga Ketua Umum Wanita Syarikat Islam (WSI) mengatakan bahwa empat pilar kebangsaan harus diinternalisasikan dalam aktivitas seluruh keluarga Syarikat Islam.

“Kita perlu meningkatkan rasa cinta pada tanah air dan cinta terhadap nasionalisme. Mari, saya mengajak kita mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Kalau kita bicara lebih jauh lagi, memang Negara berkewajiban menjaga keyakinan agama rakyatnya, itu menandakan bahwa umat beragama di NKRI bila menjalankan agamanya dengan benar, maka sudah pasti dia menjadi Pancasilais. Silahkan jalankan syariat agama masing-masing,” kata Valina.

Selain itu, mantan anggota MPR RI periode 1999-2004 ini mengingatkan terkait konsen dan perjuangan WSI yang harus bergerak memperhatikan serta mengawal kepentingan kaum perempuan. Karena menurutnya di era modern saat ini, begitu banyak kaum perempuan menjadi budak eksploitasi, perlakuan yang tidak adil terhadap perempuan masih saja terjadi di Negara Indonesia.

“WSI bertugas menjaga hak-hak kaum perempuan, sehingga kita mengutuk dan melawan yang namanya tidak diskriminatif maupun tindakan penindasan terhadap kaum perempuan. Dengan begitu, kita layak berfikir negarawan dan menjaga Pancasila, kita pun bertugas menjaga keutuhan bangsa, karena kita bukan budak,” tutur Valina yang juga mantan Komisioner KPU RI periode 2004-2007 itu.

Tidak hanya itu, kata Valina perempuan harus menjadi cerminan dan teladan bagi keluarga yang baik. Terutama diwilayah publik, kaum perempuan harus ikut terlibat aktif menjaga rasa toleransi, kerukunan, keaman dan stabilitas sosial, tidak ikut-ikut menjadi penyebar kebencian atau menjadi pemicu konflik ditengah masyarakat.

Peserta serius mengikuti sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

“Kita kaum perempuan juga jangan mengeluarkan perkataan-perkataan yang menyakitkan orang lain, karena kita beragam kita perlu saling menjaga perasaan dan kebersamaan antar sesama. Saling menghargai dan hormat menghormati, bukan saling menyakitkan antara sesama,” papar Valina melalui sosialisasi yang dihadiri ratusan perempuan tersebut.

Sementara itu, Plt Ketua Wilayah WSI Sulawesi Utara (Sulut) Hj. Hindun Alhasni saat diwawancarai wartawan, selaku panitia penyelenggara kegiatan menyampaikan terima kasih atas sosialisasi empat pilar MPR RI yang dilaksanakan Ketua Umum WSI tersebut. Menurut Hindun, kegiatan ini berdampak positif terhadap pemahaman, menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran para perempuan terutama WSI Sulut agar tau pentingnya nasionalisme.

Hj Hindun Alhasni (Foto Suluttoday.com)

”Sadar ataupun tidak, pemahaman masyarakat terhadap nasionalisme, pancasila dan materi-materi yang disampaikan dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan ini mulai tidak dilirik masyarakat kebanyakan. Artinya, pengetahuan masyarakat mulai tergerus sehingga kecintaan terhadap NKRI mulai mengalami penurunan, akhirnya kegiatan sosialisasi semacam ini menjadi sangatlah penting. Kami berharap diberikan terus sosialisasi seperti ini, saya berterima kasih kepada Ibu Ketum WSI yang mempercayakan kami untuk terlibat pada kegiatan ini,” ucap Hindun. (Amas)

Senator BENNY RHAMDANI Dikunjungi Konstituen Hingga Tertidur di Ruang Kerjanya

Benny Rhamdani tertidur di ruang kerjanya, bukan baru kali pertama dilakukan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Setiap pilihan adalah pemberian diri, pengabdian dan pelayanan baginya, itulah kira-kira secara umum yang dikenal publik dari sosok Senator Benny Rhamdani. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut) semenjak dilantik menjadi DPD RI itu, mengusung tema perjuangan ”Timur Indonesia Menggugat”, menjadi jargon yang menyemangati para Senator dari Kawan Indonesia Timur lainnya.

Dengan semangat berpolitik berdiri diatas kepentingan semua golongan, menjunjung tinggi keberagaman, Brani begitu sapaan akrab Rhamdani mantan anggota DPRD Provinsi Sulut beberapa periode ini juga dikenal begitu anti terhadap money politic, janji-janji manis para politisi tanpa pembuktian, dan melawan yang namanya politik diskriminasi. Brani dikenal begitu konsisten serta intens mengkampanyekan gagasan-gagasan nasionalisme, perdaiaman, integrasi, kebangsaan, menyadari bahawa pentingnya keadilan dan pemerataan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diwujudkan.

Senator yang begitu dicintai banyak kalangan, terutama warga Sulawesi Utara ini, memiliki sikap dermawan dan punya gaya hidup tersendiri, bahkan cukup unik dan layak untuk disimak. Kali ini, redaksi Suluttoday.com menelusuri, dimana sosok Brani membagikan ceritanya melalui akun Facebook atas nama Benny Rhamdani. Inilah sekelumit aktivitas yang dilakukannya.

”Kemarin, seharian dengan tugas kenegaraan yang sangat padat. Sorenya mendadak mendapat tugas baru yang harus diselesaikan. Pekerjaanpun diselesaikan sambil begadang semalaman di kantor. Sekitar Jam 22.15 Wib, Hp saya berbunyi. Diujung telpon suara Sang Ibu yqng saya kenal baik menanyakan saya dimana dan menyampaikan maksudnya untuk ketemu. Sayapun menjawab dengan menjelaskan posisi saya dan mempersilahkannya untuk datang,” kata Senator Brani.

Lanjut disampaikannya bahwa ditengah ditengah dirinya sedang sibuk mengerjakan tugas ditemani beberapa teman, sekitar jam 23.45 Wib, Sang Ibu yang menelpon dirinya dan menyagakan akan datang, tiba dengan rombongannya di ruangan saya. Jumlahnya sebanyak 16 orang.

Mereka dari Sekolah MAN Model Kota Kotamobagu, kata Senator yang merakyat ini. Datang ke Jakarta, untuk sebuah acara Pementasan Teater yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI. Mereka adalah juara Lomba Teater di Provinsinya. Dan datang ke Jakarta mewakili Sulawesi Utara.

”Ruang kerjapun seketika penuh dan nampak ramai. Kamipun saling bersalaman dan saling menyapa satu sama lain. Obrolan diantara kami mengalir dengan sendirinya. Diselingi canda tawa lepas yang tak terbendung.
Suasana pun berubah menjadi hangat, penuh keceriaan seperti layaknya keluarga besar. Sambil tak lupa sambil menyantap Nasi Bungkus padang yang mendadak kami beli mendadak di tengah malam buta,” ujar Brani.

Para siswa dan guru MAN Model Kotamubagu saat berada di ruang kerja Senator Brani (Foto Ist)

Kemudian, sekitar jam 01.50 Wib, rombongan berpamitan untum melanjutkan perjalanan, kembali ke penginapan didaerah Tanggerang. ”Lalu kamipun mentempatkan untuk berfoto bersama. Dan sayapun dengan ditemani Sahabat Denny Mokodompit(Om Demo) serta Staf, mengantarkan rombongan ke lantai l dan selanjutnya menuju Lobby kantor DPD RI,” tutur Senator yang dikenal begitu aktif membela kepentingan masyarakat kecil tersebut, terutama yang berkaitan dengan sengketa tanah di Sulawesi Utara.

Setelah saling berjabat tangan, kata Brani, para rombonganpun naik bus. Dirinya bersama warga saling melambaikan tangan, bus pun berjalan meninghalkan kantor lalu menghilang ditelan gelap pekatya subuh dinihari. Brani mengungkapkan perasaannya kepeduliannya terhadap warga yang baru saja ditemui dan berdiskusi penuh keakraban dengan dirinya tersebut.

”Ada rasa haru sekaligus bangga yang tiada terkira bertemu dengan para guru dan Siswa Man Model yang penuh Bakat dan Talenta dari Kampung sendiri, yang datang ke Jakarta. Bertarung menjemput mimpi dan melawan angkuhnya Ibukota. Tapi juga rasa sedih muncul, setelah berpisah dengan mereka. Serta rasa berdosa karena tak bisa memberi pelayanan lebih, kecuali hanya apa adanya. Jujur, Maafkan Saya wahai para Guru dan juga Adik-adik Siswa,” ungkap Sentor Brani, di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Akhirnya, Senator yang dikenal saat menjadi mahasiswa aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado ini melanjutkan tugasnya, seolah mengejar waktu yang tanpa mempedulikan waktu istirahat yang cukup. Sampai, tak menyempatkan pulang ke rumah dan tidurlah Senator Brani di ruang kerjanya.

”Saya kembali keruangan, melanjutkan tugas yang belum selesai. Ditengah pekerjaan yang masih harus diselesaikan, waktu sudah menunjukan jam 02.15 Wib. Dan setelah itu, saya tak lagi sadar apa yang terjadi di sekitar. Dan kamipun terkapar,” papar Brani menutup. (*/Amas)

FERRY LIANDO: Pasca Penerapan PP 18/2017, DPRD Diminta Perkuat Kinerjanya

Dr Ferry Liando (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sebagaimana diketahui resmi diundang-undangkan pada 2 Juni 2017. Hal tersebut, juga menuntuk para wakil rakyat di daerah meningkatkan kinerjanya dan menambah kualitas dirinya agar dapat memberi kontribusi positif terhadap masyarakat.

Menurut pengamat politik dan pemerintahan Sulawesi Utara (Sulut), Dr Ferry Daud Liando, S.IP.,M.Si, Rabu (22/11/2017), bahwa pentingnya anggota DPRD memaksimalkan kerjanya karena hal itu bila disesuaikan dengan kenaikan pendapatan mereka yang cukup fantastik tersebut. Belum lagi, kata Liando perlu diperhatikan sanksi bila anggota DPRD masih saja mengabaikan kerja yang progresif dan bersikap populis terhadap kepentingan masyarakat.

”Kenaikan itu sebagai perangsang kinerja anggota DPRD. Selama ini, belum ada sanksi yang diberikan kepada anggota DPRD yang memiliki kinerja buruk baik oleh parpol ataupun Undang-Undang (UU). Anggota dewan bisa berbuat apa saja apa yang ia mau. Rajin dan malas tidak ada kompensasi apa-apa, itu yang terjadi. Rajin dan malas mendapat tunjangan yang setara,” ujar Liando yang juga Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Bahkan, disatu sisi, tambah Liando masih lemahnya semacam pemberian penghargaan bagi anggota DPRD yang memiliki prestasi dalam hal kehadiran dan disiplin yang baik. Padahl, hal-hal yang seperti itu penting menjadi pemanting saat para wakil rakyat meningkatkan kualitas kerjanya. Liando juga mengingatkan, ‘kelemahan’ tersebut jangan dieksploitasi untuk kepentingan segelintor kelompok tertentu.

”Malahan ada anggota DPRD yang rajin tapi tidak diberikan kompensasi apa-apa seperti dalam promosi jabatan dalam pimpinan fraksi atau pimpinan komisi. Karena itu, dengan adanya kenaikan tunjangan ini menjadi sebuah kesadaran bagi setiap anggota DPRD untuk bekerja lebih baik lagi. Jangan memanfaatkan dengan beluk adanya kelemahan sistem. Memang diakui, saat ini belum tersedianya perangkat atau instrumen untuk mengawasi kinerja DPRD. Inilah yang menyebabkan kerja-kerja DPRD tanpa kontrol ataupun evaluasi. Harusnya, parpol berkewajiban mengintrol anak buahnya agar berkinerja lebih baik, namun peran ini belum maksimal,” tutur Liando.

Selain itu, Liando juga menyentil soal pengadilan politik masyarakat atas kinerja DPRD sebetulnya tersedia instrumennya yaitu dalam pemilu. Namun sebagian besar pemilih di Indonesia saat ini cenderung pragmatis. Dosa-dosa politik para politisi dengan secepatnya ”diputihkan” sesaat hanya dengan uang sogokan dari sebagian caleg. (*/Amas)

Sah, Putra Sulsel Jadi Plt Ketum Golkar Atas Usulan Setnov

Idrus Marham dan Setnov saat mengibarkan bendera Golkar (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Dewan Pakar Partai Golkar sepakat, nama Dr. Drs. M. Idrus Marham, MSc direkomendasikan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar. Putra asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, menurut Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono dipilih berdasarkan usulan langsung dari Ketua Umum Setya Novanto atau Setnov, yang saat ini ditahan KPK.

“Kami mendukung usulan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang telah menunjuk Saudara Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum,” kata Agung saat jumpa pers di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin, 20 November 2017.

Agung menceritakan, Idrus mendatangi rumahnya pagi hari guna menyampaikan rekomendasi tersebut.

Kendati tanpa surat keputusan partai, Agung percaya apa yang dituturkan Sekjen Golkar tersebut.

“Surat resmi (SK) tidak ada, tapi saya percaya. Saudara Idrus sudah bertemu langsung dengan Pak Novanto. Dia bilang Novanto mengusulkan Idrus sebagai Plt Ketum Golkar,” terang dia.

Agung menambahkan, pertemuan Idrus dan Novanto diduga dilakukan di detik-detik sebelum insiden nahas menimpa sang Ketua DPR. Meski demikian, Idrus tidak menerangkan hal tersebut.

“Ya mungkin bisa saja pada saat itu. Menurut saya itu cara elegan sebagai ketua untuk mempersiapkan segala sesuatu kemungkinan ke depan yang akan terjadi,” kata Agung.

Kendati Dewan Pakar hanya bersifat rekomendasi, Agung menyerahkan keputusan sepenuhnya ke Rapat Pleno Partai yang akan berlangsung hari ini, Selasa, 21 November 2017, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

“Ya (rekomendasi) bisa diterima seluruhnya,  bisa sebagian, atau bisa juga ditolak seluruhnya,” kata Agung. (*/TimST)

Wajah Baru Warnai Struktur DPD Golkar Sulut, CEP Siapkan Strategi Khusus Menangkan Pemilu

Christiany Eugenia ‘Tetty’ Paruntu

MANADO, Suluttoday.com – Pengisian komposisi struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (PG) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kini punya struktur baru. Kepengurusan baru itu disahkan melalui Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Ketua Umum (Ketum) Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PG Pusat, Idrus Marham.

Wajah baru nampak dalam DPD I PG Sulut, besutan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) tersebut. Sejumlah tokoh politik kelas kakap, muncul. Sebut saja Aryanti Baramuli dan Marhany Pua, serta Bupati Sangihe Jabes Gaghana. Ada juga mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado, Dolfie Angkouw. Figur-figur populis ini duduk sebagai Wakil Ketua di struktur DPD I PG Sulut.

Sementara, 2 tokoh politik PG yang sebelumnya hanya berkiprah di DPD II, kini naik level jadi pengurus inti di PG Sulut. Mereka adalah, Tony Lasut yang kini diangkat menjadi Sekretaris dan James Arthur Kojongian (JAK) sebagai Bendahara DPD I PG Sulut.

Ketua DPD I PG Sulut, Christiany Paruntu, mengatakan, masuknya sejumlah nama baru dalam struktur Golkar Sulut, adalah bagian strategi membesarkan partai.

”Partai Golkar Sulut harus bangkit dan menjadi lebih besar lagi. Oleh sebab itu, saya pilih nama-nama baru ini untuk menambah kekuatan baru di dalam tubuh Partai Golkar Sulut,” terang CEP.

Soal target kata dia, sudah dibicarakan. Salah satunya memenangkan calon yang diusung Partai Golkar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di sejumlah kabupaten/ kota. Selain itu, meraup suara terbanyak pada pemilihan calon legislatif di 2019 nanti.

”Calon yang diusung Partai Golkar di Pilkada di beberapa daerah, harus menang. Itu target kami,” ujar Tetty tegas.

Soal rumor yang beredar, yakni SK penetapan calon yang telah dikeluarkan DPP PG beberapa waktu lalu bakal berubah, Tetty masih enggan untuk membicarakannya. Menurut Tetty masih ada hal penting yang harus diselesaikan. “Kita lihat saja perkembangannya nanti. Kan masih banyak yang harus diselesaikan,” ujar Tetty sambil tersenyum. (*/TimST)

iklan1