Category: Politik

PAHAM Resmikan Media Center Garuda One, Yel-Yel Kemenangan Menggema

Peresmian Sekretarian Garuda One (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Sulutoday.com – Diawali dengan Ibadah yang dipimpin Pdt Melky Tanaka, MTh, Calon Wali Kota Julyeta Paula Amelia Runtuwene (JPAR) dan Harley AB Mangindaan, calon Wakil Wali Kota Manado meresmikan media center Garuda One GSVL voor Paham, di kawasan Mega smart, Sabtu (19/9/20) kemarin.

JPAR-Ai kompak menyatakan apresiasi atas komitmen keras keras serta dukungan yang terus dilakukan tim Garuda One yang diketuai Roger Mamesah.

“Apa yang kita kerjakan jika diawali dengan doa akan menjadi berkat. Mari bersinergi bersama memenangkan pilwakot manado,” ujar JPAR mengajak.

Ketua PMI Manado ini menambahkan, menyebut ada 3 pilar yang menjadi keunggulan PAHAM (Paula-Harley Mangindaan) dibanding Paslon lain.

“Yang pertama kuatnya sekretariat, kuatnya tim media center dan kuatnya tim media center/tim pemenangan,” ujar JPAR.

Di tempat yang sama Ketua Dewan Pembina Garuda One, Dr. GS Vicky Lumentut, mengatakan bahwa genderang perang telah ditabu, bertanda alarm kompetisi Pilkada Serentak 2020 dimulai. GSVL sapaan akrab Lumentut mengajak semua tim dan simpatisan JPAR-Ai bekerjasama memenangkan PAHAM.

“Kontestasi telah dimulai, mari bersama kita menangkan hati rakyat, menangkan PAHAM pada pilwakot Manado 9 Desember nanti,” kata GSVL, Ketua Partai NasDem Kota Manado yang juga Wali Kota Manado 2 periode ini.

Bendera Garuda One dikibarkan, bertanda perang politik dimulai (Foto Suluttoday.com)

Suami tercinta dari calon Wali Kota Manado JPAR itu tak lupa mendoakan pasangan PAHAM agar tetap sehat, jika Tuhan berkenan sampai tanggal 9 Desember nanti. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Garuda One, Roger Mamesa, Ketua Dewan Penasehat Stenly Suwuh ikut mendampingi GSVL selaku Ketua Dewan Penasehat Garuda One.

Selain itu, yel-yel kemenangan PAHAM for Manado menggema. Teriakan kompak dan penuh semangat disampaikan tim relawan Garuda One. Bertanda PAHAM makin perkasa, membumi dan dicintai warga Kota Manado.

(*/Am)

Rusli Umar: Pergantian Ketua Hanura Sulut, Kader Bergembira

Rusli Umar (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Posisi Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang berganti dari Jackson Kumaat kepada Benny Rhamdani sebagai Plt Ketua mendapat respon positif sejumlah kader Partai Hanura Sulut. Sabtu (19/9/2020) seperti disampaikan Rusli Umar, DPC Partai Hanura Manado mengatakan gembira mendengar Benny Ramdhani menjabat Plt Ketua Hanura Sulut.

”DPC dan Kader Partai Hanura se-Sulut menyambut dengan gembira dan Sukacita pergantian Jackson Kumaat dari jabatan Ketua DPD Partai Hanura Sulut. Kami meyakini, dengan ditunjuknya Benny Rhamdani sebagai PLT.Ketua DPD Partai Hanura Sulut, dipastikan akan membawa perubahan besar bagi Partai Hanura baik secara Organisasi maupun kerja kerja ideologis Partai untuk menjadikan Partai Hanura sebagai Partai yang diperhitungkan di panggung politik Sulawesi Utara,” kata Rusli, kader muda NU Sulut yang dikenal vokal ini.

Ditambahkannya lagi bahwa sosok Benny diyakininya akan membawa Hanura Sulut meraih kejayaan. Selain memiliki pengalaman yang luas, Benny menjadi magnet bagi masyarakat dan para tokoh politik di Sulut, lanjut Rusli. Partai Hanura Sulut makin mendapatkan cahaya terang jika kepemimpinannya dipegang Benny, sehingga demikian Rusli mengaku Benny menjadi sumber optimisme dan inspirasi bagi kader-kader Hanura di Bumi Nyiur Melambai.

”Ketokohan sosok Benny Rhamdani yang sangat tidak asing lagi bagi masyarakat Sulut membuat Hanura makin solid dan kokoh. Beliau juga selama ini dikenal sangat Nasionalis dan pejuang bagi rakyat kecil, hal ini akan menjadi magnet politik tersendiri bagi masuknya tokoh-tokoh penting di Sulut untuk bergabung dgn Partai Hanura. Kami yakin, Hanura kedepan akan semakin besar karena akan dikelola secara profesional sebagai partai modern. Bukan Hanura yang dikelola atas dasar suka tidak suka dan hanya diisi oleh kelompok yang hanya loyal kepada ketua partai terlebih hanya mereka yang hanya mencari keuntungan pribadi dari Partai. Yang selama ini membuat Partai Hanura di Sulut kacau, carut marut dan berantakan,”¬†ujar Rusli.

Tidak hanya itu, Rusli menyambut baik kehadiran Benny sebagai Ketua Partai Hanura Sulut. Turunnya Benny sebagai Plt Partai Hanura Sulut juga menurut Abeng, begitu Rusli akrab disapa akan menyemalatkan Hanura Sulut dari kehancuran.

”Selamat Datang Bung Brani, kami akan berada dibarisan terdepan untuk menyelamatkan sekaligus membesarkan Partai Hanura di Sulawesi Utara,” tutur Rusli tegas.

(*/Am)

AARS Pilihan Hebat Majukan Manado

ODSK dan AARS (Foto Istmewa)

MANADO, Suluttoday.com – Lonceng Pilkada Serentak 2020 mulai dibunyikan, hal ini ditandai dengan agenda pendaftaran para kandidat Kepala Daerah telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Hal itu terjadi dinamis di Kota Manado.

Sejumlah paslon Kepala Daerah mengajukan gagasan dan visi besarnya membangun Manado. Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) tampil dengan konsep Manado Hebat. Mereka menawarkan optimisme dan pembaharuan untuk masyarakat Manado.

“Kami hadir untuk sejahterakan masyarakat Manado. AARS menawarkan perubahan, Manado harus lebih baik. Tak ada negosiasi dan alasan lain, selain Manado harus hebat, maju berkembang. Tak boleh tertinggal dalam gerbong pembangunan. Ada energi perubahan dan perjuangan yang kami persembahkan untuk masyarakat Manado,” ujar Ricahrd Sualang, calon Wakil Wali Kota Manado yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini, Jumat (18/9/2020).

Sekedar diketahui, massa pendukung AARS yang meluas di berbagai wilayah se-Kota Manado begitu mewarnai konstalasi politik di lingkungan yang dibanjiri dengan atribur merah bertanda warna bendera PDI Perjuangan makin membumi di Manado. Figur AARS dinilai sebagai sosok yang unggul dan mampu memajukan Kota Manado.

Paslon Wali Kota Manado yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra itu seperti diketahui memiliki pengalaman kepemimpinan dalam politik yang mumpuni. Dimana AA yang juga politisi, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut selama beberapa periode. Begitu pula RS yang pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Manado dan saat ini adalah anggota DPRD Provinsi Sulut. Relasi sosial sekaligus modal sosial yang luas membuat AARS dicintai masyarakat Kota Manado.

(*/Am)

Akrab, PAHAM Dapat Hadiah dari Senator Djafar Alkatiri

JPAR-Ai bersama Senator Djafar (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Komunikasi dan merawat kebersamaan terus ditunjukkan pasangan calon (Paslon) Wali Kota Manado, Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) dan Dr. Harley A.B. Mangindaan (HABM). Kamis (17/8/2020), PAHAM begitu Paula-Harley Mangindaan akrab disapa pendukung mengunjungi kediaman pribadi Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M.,M.PdI.

Calon Wali Kota Manado, JPAR yang diusung Partai NasDem, PSI dan Partai Perindo itu selain didampingi calon Wakil Wali Kota Manado, Bang Ai Mangindaan begitu HABM selalu disapa juga dikawal sejumlah pendukungnya. JPAR saat diwawancarai menyampaikan niatnya untuk mendatangi Senator Djafar. JPAR menyebut sosok Djafar sebagai potret politisi yang berpengalaman perlu diminta arahan untuk membangun Kota Manado.

”Tentu niat dan maksud kami hadir mengunjungi Pak Haji Djafar Alkatiri adalah sebagai wujud penghargaan bahwa beliau senior di bidang politik. Kita warga Manado patut berbangga punya politisi yang mumpuni, berpengalaman dan itu sebabnya kami hadir meminta arahan, masukan dan dengan rendah hati mendengar saran, masukan dari beliau. Semoga Pak Haji Djafar sehat, bersama keluarga, kemudian selalu memberi kontribusi untuk Kota Manado. Beliau ini termasuk Senator kebanggaan kita semua warga Manado,” ujar Prof. JPAR.

PAHAM saat berada di rumah Senator Djafar Alkatiri (Foto Istimewa)

Di tempat terpisah, Senator Asal Sulawesi Utara (Sulut) saat ditanya Suluttoday.com, Kamis (17/9/2020) mengatakan bahwa PAHAM bersilaturahmi dan yang dilakukan merupakan bagian dari interaksi sosial yang menguatkan relasi persaudaraan antara sesama anak bangsa. Senator Djafar memberi ”hadiah” berupa menitipkan sejumlah program penting untuk masyarakat Kota Manado, termasuk di dalamnya menjaga kerukunan dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat Manado.

”Silaturahmi yang dilakukan Ibu JPAR dan Bung Harley Mangindaan, siang tadi. Biasa dan sebagai tuan rumah yang dikunjungi kami menerima dengan baik. Kami juga bicara tentang pembangunan Kota Manado. Disampaikan juga untuk memelihara harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dan memperkuat kepentingan masyarakat ditengah akses pembangunan. Hal-hal strategis saya titipkan kepada mereka untuk diperjuangkan tentunya,” kata Senator vokal ini.

(*/Am)

Festivalisasi dan Politisasi Doa di Masa Pilkada

Abid Takalamingan, S.Sos.,MH (Foto Istimewa)

Catatan : Abid Takalamingan, Ketua BAZNAS Sulawesi Utara

Doa adalah permintaan hamba (yang di ciptakan) kepada Allah/Tuhan (yang menciptakan). Doa adalah sesuatu yang sakral pada semua agama. Dengan berdoa menunjukkan bahwa kita mahluk yang lemah dan percaya bahwa dialah Allah yang maha perkasa yang bisa mewujudkan setiap pinta dan harapan kita mahlukNya.

Tentu saja doa harus di barengi dengan usaha atau ikhtiar, bahkan sebagian ulama (dalam Islam) menganggap bahwa ikhtiar/usaha adalah spiritnya doa.

Disisi lain bahwa doa yang paling mustajab adalah doa yang dilakukan secara sendiri ataupun berjamaah dalam keadaan ikhlas dan jauh dari sekedar untuk ditunjukkan kepada selainNya.

Beberapa hari terakhir ini ada pemandangan menarik di media sosial dalam hubungan doa dan para calon kandidat yang akan berkontestasi pada 9 Desember 2020. Saya tak perlu menyebutkan detail tentang nomena ini karena bagi pegiat medsos bisa mengikuti secara jelas dan terang.

Tulisan ini tdk bermaksud mengusik kegiatan berdoa yang dilakukan oleh para kandidat atau meminta orang-orang yang ditokohkan karena pengetahuan agamanya (tokoh agama) tapi menurut saya apa yang tampak telah keluar dari esensi doa terutama dari aspek tujuan dari pada dipanjatkannya doa, dimana Allah sebagai satu-satunya tujuan bukan lainnya.

Menurut saya tidak pantaslah kita berdoa atau meminta di doakan terselip maksud agar publik memahami bahwa kita sedang meminta kepada Allah atau si Fulan telah mendoakan tentang apa yang saya ikhtiarkan tapi terselip maksud terselubung agar khalayak tau bahwa yang berdoa mendukung saya secara politis dalam hajat yang saya minta.

Persoalan ini kelihatan sederhana memang tapi sekali lagi itu telah menghilangkan esensi berdoa dan maksud serta tujuannya doa. Selebihnya doa seperti ini telah kehilangan kesakralannya karena dimaksudkan untuk tujuan-tujuan yang selainnya.

Mudah-mudahan bagi yang meminta di doakan niatnya tulus begitu juga yang mendoakan akan tetapi ketika kegiatan ini di sampaikan ke ruang publik untuk menunjukkan bahwa yang di doakan didukung secara politis oleh yang mendoakan maka disitulah masalahnya muncul. Apalagi jika benar bahwa yang berdoa memang memiliki dukungan politik bagi yang lain bukan kepada yang didoakan.

Untuk hal itu saya sudah coba bertanya kepada salah seorang yang berdoa kepada yang meminta di doakan bahwa betulkah anda mendukung secara politis pada yang di doakan seperti yang diberitakan, dia mengatakan secara tegas ; “tidak”. Alasannya kemudian ; mereka yang datang silaturahim saya TDK meminta dan juga tdk bisa menolak dan mereka meminta saya doakan saya doakan karena saya tidak boleh menolak orang yang meminta di doakan.

Jadi bagi awak media atau tim sukses, memang hak anda mau menulis dan memberitakan apa saja tapi menurut hemat saya beritakanlah substansi yang lain agar lebih mendidik dan mencerahkan masyarakat dan tidak memposisikan yang mendoakan dalam posisi dilematis karena pemberitaan.

Biarlah doa berada pada ruang yang lain agar doa ini semata-mata menjadi hak Allah dan kesakralanNya menjadi terjaga. Masalahnya sekarang ini suasananya jadi sangat politis jadi doapun bisa dipolitisasi dan diruang publik menjadi seperti festivalisasi doa antara kandidat.

Dengan begitu maka kegiatan berdoa dan meminta di doakan berjalan sesuai substansi dan tujuannya sambil tetap terjaga pilihan politik masing-masing agar setiap orang termasuk yang mendoakan tetap bebas menentukan pilihan karena ternyata yang berdoa belum tentu mendukung secara politis bagi yang di doakan.

Bukankah kita ingin ikhlas dalam berdoa dan didoakan. Karena kalau ingin dipilih maka anda perlu menyampaikan program anda dan kalau harapan anda ingin dikabulkan maka berdoa dan mintalah doa dengan tulus kepada Allah tanpa perlu festival. (**)

iklan1