Category: Politik

Kunjungan Kerja DPRD Manado, Ini Harapan Masyarakat

Kantor DPRD Manado (Foto Ist)

Kantor DPRD Manado (Foto Ist)

MANADO – Kembali para wakil rakyat Kota Manado menggelar kunjungan kerja dan satudi banding ke luar daerah, Selasa (25/11/2014) berdasarkan informasi yang dirangkum Suluttoday.Com dari bagian Sekretariat Dewan Kota Manado, agenda kunjungan daerah DPRD Manado, dimulai Senin (24/11/2014) hingga Rabu (26/11/2014).

”Dalam rangka penguatan anggota DPRD Manado melakukan studi banding, sesuai agenda resmi Sekwan tercantum tiga hari pelaksanaan kunjungan ke luar daerah tersebut,” ujar salah satu staf Sekwan Manado saat ditemui.

Ditempat terpisah, Roy Takumansang warga Kota Manado mengharapkan agar apa yang dilakukan para anggota DPRD selama dalam kunjungan kerja atau studi banding bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dirinya mendukung bila penguatan kapasitas dewan terus dilakukan.

”Bimtek, studi banding luar daerah maupun kunjungan karja bagi anggota DPRD ini sangat penting karena disitulah mereka akan menambah pengalaman serta ilmu pengetahuan untuk kemudian diterapkan pada masyarakat. Selaku warga Kota Manado saya berharap benar-benar kegiatan semacam ini dimanfaatkan sebagai wahana menimbah ilmu sertapengalaman untuk kemudian diwujudkan di Kota Manado,” ujar Roy menutup. (Amas Mahmud)

Walikota GSVL: Pemuda Manado Jangan Jadi Penonton

Dr. GS Vicky Lumentut, Walikota Manado

Dr. GS Vicky Lumentut, Walikota Manado

MANADO – Pemerintah Kota Manado, Senin (24/11/2014) langsung dari Walikota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut membuka acara di atrium Mega Trade Centre (MTC) kawasan Mega Mas membuka secara langsung Lomba Kreasi Pemuda se Kota Manado guna menggali bakat serta mencari ketrampilan dan keahlian dari para generasi muda di Kota Manado khususnya para anak sekolah di tingkat SMA/SMK dan SMP.

Hajatan yang digelar oleh pihak Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan Kota Manado ini, mengambil tema dengan semangat Sumpah Pemuda kita tingkatkan kreatifitas Pemuda. Dengan mempertandingkan lomba karya tulis ilmiah, lomba pidato Bahasa Inggris, lomba Band Pemuda, lomba Poco-Poco, lomba Dance, lomba Selfie Kontes, dan lomba Bintang Vokalia.

Dalam arahannya kepada ribuan pelajar se Kota Manado ini, Walikota Lumentut menyatakan bahwa, saat ini Pemkot Manado sedang mengadakan kerja-sama dengan pihak luar negeri seperti program Sister City di Liverpol Inggris, Jepang, dan sejumlah negara lainnya. Dan kalau ada anak-anak sekolah SMA dan SMP yang berminat, maka itu akan kita kirim. Dan semoga dari kegiatan Lomba Kreasi Pemuda ini, itu bisa menghasilkan yang terbaik dan bisa diutus ke negara yang dimaksud.

“Mari adik-adik pelajar, lebih giat lagi belajar dan memupuk bakat dan ketrampilan masing-masing. Semoga pemuda Manado tidak tertinggal dengan daerah lain, dan tidak jadi penonton di rumahnya sendiri,” jelas GSVL memberi semangat.

Ditambahkannya, waktu Hari Sumpah Pemuda lalu. Saya tantang dua Kadis yakni Diknas dan Dispora Manado untuk membuat kontes atau lomba kepemudaan, dan itu ternyata di tindak-lanjuti hingga terselenggarahlah acara ini. Untuk itu, saya memberi apresiasi hajatan ini karena sangat positif demi kelangsungan generasi muda itu sendiri.

Usai membuka Lomba Kreasi Pemuda tersebut, Walikota GSVL diajak untuk melakukan Foto Selfie bersama pelajar dan diikuti oleh seluruh peserta Lomba Kreasi lainnya. Turut hadir dalam acara ini, Kadis Dispora Dra Lenda Pelealu, Kadis Diknas Dra Corry Tendean dan tim juri Mner Branders Coke. (Amas Mahmud)

Lomba Busana Muslim Warnai Festival Seni dan Budaya Islam YGU

Baru dimulainya Lomba Busana Muslim di MTC Manado

Baru dimulainya Lomba Busana Muslim di MTC Manado

MANADO – Kepedulian Yayasan Graha Ummah (YGU) Sulawesi Utara (Sulut) terhadap aktivitas interaksi keagamaan di daerah ini mulai ditunjukkan, Yayasan yang dipimpin Sukriadi Darma selaku Ketua Umum dan Baso Affandi sebagai Sekretaris Umum pertama kali berkesampatan menggelar even Festival Seni dan Budaya Islam. Pada Baso saat diwawancarai Suluttoday.Com menyampaikan beberapa hal penting mengenai kegiatan tersebut.

”Lomba Busana Muslim adalah satu dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Graha Ummah, diantaranya lomba Accuistic Religi, lomba Adzan, lomba Sholat Berjamaah, lomba Mewarnai Kaligrafi, lomba Qasidah, lomba Hadra dan ditutup dengan Silat Exebition pada 7 Desember 2014 mendatang,” kata Baso, Minggu (23/11/2014).

Tak hanya itu, Baso juga mengatakan paling penting dari Festival yang dilaksanakan yaitu bagaimana YGU memunculkan citra kerukunan interaksi antar ummat beragama di daerah Nyiur Melambai ini. Lanjut Baso yang dikenal sebagai mantan Sekretaris Umum HMI Cabang Manado itu mengharapkan agar antusiasme masyarakat, khususnya ummat Muslim di Sulut terus terjaga dengan semangat menjaga dan memelihara kebersamaan.

Para peserta saat menunjukkan kebolehan

Para peserta saat menunjukkan kebolehan

”Tujuannya yakni mempererat tali silaturahmi sesama ummat muslim di Sulawesi Utara dan hubungan bermasyarakat dengan warga di Sulawesi Utara lainnya. Kita menunjukkan pada dunia luar bagaimana menjaga kerukunan ummat beragama di Provinsi ini, kami tidak semata-mata mencari siapa juara, siapa berbakat jadi apa. Namun penekanannya bagaimana kita bisa hidup rukun berdampingan dengan damai, syukur sambutan yang luar biasa datang dari halayak disaat Festival ini digelar. Semoga YGU dengan evennya membawa nilai positif untuk kita, daerah dan bangsa,” papar Affandi menutup. (Amas Mahmud)

Warga Pulau Bangka, Ammalta, ICW dan YSNM Desak PT MMP Segera Ditutup

Pertemuan antara warga Pulau Bangka, Ammalta, ICW, YSNM bersama wartawan

Pertemuan antara warga Pulau Bangka, Ammalta, ICW, YSNM bersama wartawan

MANADO – Menegaskan sikap terus mengawal kasus lahan warga Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terus ditunjukkan Ammalta danYayasan Suara Nurani Minaesa (YSNM), hal itu seperti disampaikan Revaldy Koleangan Ketua Ammalta Sulut dalam Konfrensi Pers, Minggu (23/11/2014) siang tadi.

Dalam ulasan rilis yang mengusung tema besar Stop Pelanggaran Hukum di Pulau Bangka, Operasi MMP Harus Ditutup dijelaskan bahwa sebagaimana diketahui, Mahkama Agung (MA) tekah menjatuhkan putusan Nomor: 291 K/TUN/2013 tanggal 24 september 2013 yang menyatakan batal atau tidak sah Izin Usaha Pembangunan (IUP) Eksplorasi PT Mikgro Metal Perdana (MMP) yang diterbitkan Bupati Minahasa Utara (Minut) Sompie Singal.

Persoalnya, Bupati Minut tidak mengubris putusan Mahkama Agung (MA) tersebut, dan perusahaan pemegang IUP eksplorasi biji besi malah meningkatkan intensitas penambangan di Pulau Bangka, justru setelah terunnya putusan Mahkama Agung tersebut, lebih aneh lagi, pada tanggal 15 Juli 2014, Mentri ESDM (Jero Wacik) meningkatkan IUP Eksplorasi yang sudah di nyatakan batal atau tidak sah, menjadi IUP Operasi Produksi (OP). Kareana itu, warga Pulau Bangka telah menggugat Mentri ESDM di Jakarta terkait IUP OP PT MMP yaitu perkara Nomor: 211/G/2014/PTUN.Jkt, dan saat ini disidangkan di PTUN Jakarta.

Peta wilayah Ijin Usaha Pertambangan di Pulau Bangka

Peta wilayah Izin Usaha Pertambangan di Pulau Bangka

Negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum, maka dari itu kami menuntut:

  1. PT Mikgro Metal Perdana (MMP) segera tutup dan segerah menghentikan aktivitas pertambangan di Pulau Bangka.
  2. Mentri ESDM segera mencut Keputusan Mentri ESDM Nomor: 3109/K/MEM/2014tentang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) PT Mikgro Metal Perdana (MMP).
  3. Kepolisian Daerah Sulawesi Utara harus membela dan memproteksi hak Rakyat, jangan menjadi centeng yang membela kepentingan Pengusaha (MMP) yang sudah jelas-jelas melanggar hukum.
  4. Pemerintah Daerah yang dalam hal ini Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dan Bupati Minahasa Utara (Minut) berhenti mendukung dan membela kepentingan pengusaha (MMP), jika di teruskan segala bentuk dugaan perbuatan melawan hukum yang berpotensi kerugian Negara dalam bentuk sumber daya alam akan segera kita laporkan ke Kabareskrim Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penggas atas nama Warga Pulau Bangka, Yayasan Suara Nurani Minaesa (YSNM), Ammalta, dan Indonesia Corrption Watch (ICW). (M. Isnain Umasangaji/Am)

Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Merosot

jokowi-jk-Presiden

JAKARTA – Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo merosot pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi. Ada empat alasan yang menyebabkan terjadinya kemerosotan itu.

Alasan pertama adalah, kurangnya komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat sebelum kenaikan diberlakukan. Berdasarkan survei, 54,45 persen responden menyatakan tidak menerima alasan pemerintah. Sedangkan yang bisa menerima hanya 34,10 persen.

Rasionalitas pemerintah mengenai kondisi mendesak menaikan harga BBM belum selaras dengan rasionalitas publik pada umumnya, kata peneliti LSI Ade Mulyana dalam peluncuran survei bertajuk Jokowi Pasca Naiknya BBM di Jakarta, Jumat (21/11).

Alasan kedua, publik merasa hidupnya semakin sulit karena kenaikan harga BBM yang berpengaruh terhadap tingkat inflasi. Sebesar 74,38 persen responden menyatakan bahwa kehidupan sehari-hari mereka makin sulit pascakenaikan BBM.

Keraguan mengenai efektifitas pengalihan subsidi BBM menjadi alasan selanjutnya. Sebanyak 51,63 persen responden tak yakin program pengalihan subsidi bisa tepat sasaran.

Tingginya korupsi dan birokrasi yang buruk, membuat masyarakat tidak yakin manfaat pengalihan subsidi ke sektor infrastruktur atau pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan bisa mereka rasakan, papar Ade.Alasan terakhir adalah minimnya program Jokowi yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebesar 62,41 persen publik menyatakan bahwa sejak Jokowi dilantik 20 Oktober silam, belum ada program yang manfaatnya mereka rasakan.Hal ini, lanjut Ade, sebenarnya wajar. Pasalnya, setelah dilantik Jokowi langsung disibukan dengan kegiatan menyusun kabinet.

Setelah kabinet rampung, mantan gubernur DKI Jakarta itu memilih untuk melakukan kunjungan kerja ke luar negeri selama delapan hari.

Memang Jokowi sempat meluncurkan tiga kartu sakti sebelum menaikan harga BBM. Tapi manfaatnya belum terasa, cara penggunaan kartu-kartu itu pun belum tersosialiasi dengan baik ke masyarakat luas, paparnya.Survei LSI Denny JA ini dilakukan tanggal 18-19 November terhadap 1200 responden dari 33 provinsi. Pengambilan data dilakukan melalui quick poll dengan metode multistage random sampling. Untuk margin of error diklaim berada di angka +/- 2,9 persen. (jpnn/msn/Rn)

iklan1