Category: Politik

Peserta Konvensi Demokrat Dinilai Belum Layak Nyapres

JAKARTA – Masih rendahnya popularitas dan elektabilitas, seluruh peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat dinilai belum layak untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2014. Hal itu dikatakan pendiri lembaga survei Pusat Data Bersatu (PDB) Didik J Rachbini, didampingi pendiri PDB lainnya, Agus Herta, saat jumpa pers di Hotel Atlet Century di Jakarta, Kamis (10/9/2013).

Didik berpendapat demikian setelah melihat hasil survei yang dilakukan PDB. Popularitas 11 peserta konvensi, kata dia, masih di bawah 80 persen. Dahlan Iskan berada di urutan teratas di angka 71,2 persen, di susul Marzuki Alie 61,8 persen, Pramono Edhie Wibowo 39,4 persen.

Peserta lainnya, Anies Baswedan sebesar 39,2 persen, Gita Wirjawan 35,8 persen, Hayono Isman 32,2 persen, Dino Patti Jalal 32,2 persen, Ali Maskur Musa 21,8 persen, Endriarto Sutarto 20,2 persen, Irman Gusman 19,8 persen, dan Sinyo Harry Sarundajang 17,6 persen.

“Untuk menjadi capres, popularitas paling tidak harus di atas 80 persen. Yang 90 persen pun belum tentu dipilih orang. Kalau di bawah 50 persen, yah masih jauh. Bahkan, untuk jadi gubernur pun masih belum layak,” kata Didik.

Dilihat dari elektabilitas, tambah Didik, angkanya juga masih sangat rendah. Tingkat keterpilihan yang paling tinggi, yakni Dahlan di angka 5 persen. Disusul Anies Baswedan di angka 1,2 persen, Gita Wirjawan (0,4 persen), Pramono Edhie Wibowo (0,2 persen), Ali Maskur Musa (0,2 persen). Peserta lain di angka nol persen.

Menurut PDB, wawancara dilakukan pada 21-24 September per telepon terhadap 500 responden. Pemilihan responden dilakukan secara acak sistematik berdasarkan buku telepon residensial yang diterbitkan PT Telkom. Responden berada di 10 kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura.
Didik menambahkan, dari hasil survei PDB terlihat bahwa tidak ada pengaruh dari gembar-gembornya konvensi selama ini.

“Kalau pola konvensi atau kampanye capres Demokrat seperti itu akan sulit tandingi capres lain (di luar konvensi),” katanya. (kompas)

 
Editor: Randy

 

Hasil Survey, Jokowi Capres Nomor Satu Kalahkan Prabowo

Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Joko Widodo dan Prabowo Subianto

JAKARTA – Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan sapaan Jokowi terus meroket. Gubernur Jakarta ini kembali juara dalam survei elektabilitas capres yang digelar Cyrus Network.

Hasil survey tersebut elektabilitas Jokowi adalah yang tertinggi. Baik dalam sesi pertanyaan terbuka maupun pada simulasi 19 nama capres potensial 2014.

“Pada pertengahan September, Jokowi merajai elektabilitas simulasi kertas suara calon presiden dengan pencapaian yang fantastik,” kata Direktur Riset Cyrus Network, Eko Dafid Afianto, dalam pernyataan
tertulisnya di Jakarta, Senin (7/10/2013).

Dalam perhitungan secara keseluruhan, posisi Jokowi dibuntuti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Wiranto, Megawati, kemudian terkahir ada Jusuf Kalla.

Survei ini dilakukan 2 kali dengan melibatkan 1.020 responden, margin error sekitar 3,1%, dan metode Multistage Random Sampling. Survei pertama dilakukan pada 23-28 Agustus 2013 dan kedua pada
12-14 September 2013.

Berikut hasil survei lengkap Cyrus Network:

Kategori: Pertanyaan Terbuka
Periode 23 28 Agustus 2013
1. Joko Widodo: 27,1%
2. Prabowo Subianto: 14,4%
3. Aburizal Bakrie: 12%
4. Wiranto: 7,5%
5. Megawati Soekarnoputri: 4,9%
6. Jusuf Kalla: 3,2%

Kategori: Pertanyaan Terbuka
Periode 12 14 September 2013
1. Joko Widodo: 43,7%
2. Prabowo Subianto: 14%
3. Aburizal Bakrie: 12,5%
4. Wiranto: 7,3%
5. Megawati Soekarnoputri: 4,9%
6. Jusuf Kalla: 4,6%

Kategori: Simulasi 19 nama capres
Periode 23 28 Agustus 2013
1. Joko Widodo: 36,5%
2. Prabowo Subianto: 15%
3. Aburizal Bakrie: 11,9%
4. Wiranto: 8%
5. Megawati Soekarnoputri: 6,7%
6. Jusuf Kalla: 4,9%

Kategori: Simulasi 19 nama capres
Periode 12 14 September 2013.
1. Joko Widodo: 45,6%
2. Prabowo Subianto: 13,8%
3. Aburizal Bakrie: 12,5%
4. Wiranto: 7%
5. Megawati Soekarnoputri: 5,3%
6. Jusuf Kalla: 6,1%

(les)

Mahfud MD: Tak Ada Capres Istimewa

Mahfud MD

Mahfud MD

JAKARTA— Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai salah satu latar belakangnya maju sebagai kandidat calon presiden karena tidak adanya kandidat yang istimewa. Kandidat-kandidat capres yang saat ini ada dinilai hanya mengandalkan elektabilitas, tanpa memedulikan integritas dan moralitas.

“Selama ini kan saya melihat capres yang ada tidak ada istimewanya. Andalannya hanya popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Tidak ada integritas dan moralitas,” ujar Mahfud saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Kamis (19/9/2013).

Dengan situasi seperti itu, dan didorong dukungan sejumlah kiai, Mahfud pun memutuskan Baca Selengkapnya

Sebelum Ikut Konvensi PD, Dino Ingin Tuntaskan Utang Datangkan Obama

Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal

Denpasar – Dino Patti Djalal rupanya serius mengikuti konvensi capres Partai Demokrat. Dino sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Dubes AS dan sebagai PNS Kemlu.

“Sudah sudah izin ke atasan saya (menlu). Saya juga sudah menulis surat ke BKN,” ujar Dino di sela-sela rapat kordinasi persiapan KTT APEC di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Minggu (15/9/2013).

Apakah akan cuti atau langsung pensiun dini?

“Dua-duanya tidak masalah bagi saya. Saya masih menunggu respons dari BKN dulu mengenai peraturan dan prosedur yang harus ditempuh,” jawabnya.

Dino mengaku sebenarnya jabatan dubes akan berakhir tahun ini. Dino juga merasa masih punya utang Baca Selengkapnya

Jelaskan Soal Ormas Pergerakan Indonesia, Anas Urbaningrum Berpidato Ala Vicky ‘Labil Ekonomi’

anas urbaningrum pergerakan indonesia

anas urbaningrum pergerakan indonesia

Jakarta – Anas Urbaningrum membentuk organisasi masyarakat bernama Pergerakan Indonesia (PI). Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini menjelaskan organisasi barunya itu dengan sesekali bergaya bahasa ala Vicky Prasetyo.

“Bahasa muda anak sekarang lahirnya PI tidak perlu menyebabkan kontroversi hati, karena ini konspirasi kemakmuran. Jadi tidak perlu ada labil ekonomi dan labil psikologi,” kata Anas Urbaningrum sedikit berkelakar dalam sambutannya di kediaman Anas di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013).

Pernyataan itu mengundang tawa tamu yang hadir. Di antaranya adalah Anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok, Ketua DPD PD Kaltim Isran Noor, anggota FPD Gede Pasek Suardika. Hadir juga mantan komisioner KPU Nazaruddin Sjamsuddin dan Mulyana W Kusumah.

Anas kemudian menjelaskan, organisasi barunya adalah wadah bagi siapa saja untuk berdiskusi memecahkan beragam permasalahan bangsa, meski harus melalui perdebatan panjang namun tujuannya harus positif.

Rumah pergerakan menurut Anas, adalah markas bagi warga perhimpunan pergerakan Indonesia, secara ideologi adalah terbuka bagi siapa saja yang bergerak, berjuang agar putaran roda sejarah makin baik,” tutur Anas.

“Apa ini gerakan perlawanan, bukan. Ini bukan gerakan perlawanan, ini gerakan memajukan dan memuliakan kebudayaan kita. Ini gerakan ikhtiar usaha untuk memajukan harmonis sosial di dalam kemajukan kita,” paparnya.

“Ada yang bertanya juga apakah gerakan politik, bukan. Ini gerakan Indonesia yang tidak sekadar berpikir politik. Justru pergerakan Indonesia ini fokus sekali lagi memajukan dan memuliakan kebudayaan nasional kita,” lanjut mantan ketua umum PB HMI itu.

Anas juga sempat menyinggung struktur Pergerakan Indonesia yang disebutnya tak menggunakan metode serupa konvensi seperti konvensi capres Partai Demokrat. “Di tempat ini sebagai rumah bersama, pemilihannya tidak Baca Selengkapnya

iklan1