Category: Berita Utama

Maju di Pilwako, MDT Sodorkan Konsep Manado Daerah Terdepan

Marten Daniel Tumbelaka (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sosok pemimpin muda yang dikenal energik, tapi santun yang satu ini punya ragam gagasan konstruktif tentang Manado. Dialah Marten Daniel Tumbelaka (MDT), dalam satu kesempatan belum lama ini, Tumbelaka menyampaikan soal konsepnya membangun Kota Manado.

“Niat saya maju menjadi calon Wali Kota Manado bukan tanpa konsep. Melainkan, saya sudah siapkan master plan membangun Manado menjadi daerah Terdepan. Jadi gagasan pembangunan berkelanjutan kita siapkan, seluruhnya,” ujar MDT kepada wartawan belum lama ini.

Promotor Tinju yang dikenal gemar diskusi dan murah senyum itu menyenbutkan pembangunan sebuah daerah butuh kehadiran figur pemimpin yang punya narasi. Selain itu, pembangunan Kota Manado bersifat terintegrasi. Baginya mengelola Kota Manado yang majemuk harus dengan konsep yang holistik.

“Kita bersyukur Manado ini dianugerahi kekayaan alam dan warga yang rukun-rukun. Ini kemewahan sekaligus menjadi andalan kita untuk mengeskplorasi sumber daya alam menjadi destinasi wisata yang betul-betul bertaraf Internasional. Saya mengakui pluralitas warga Manado harus disatukan, dan dimajukan dengan tanpa adanya saling mendiskriminasi. Manado jadi rumah besar kita semua,” kata MDT, Kamis (16/1/2020).

MDT ketika mendaftar di DPC Hanura Manado (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, tokoh muda yang mempunyai pendukung luas di seluruh Kelurahan se-Kota Manado itu menganjurkan agar sektor keamanan menjadi perhatian prioritas pemerintah Kota Manado kelak. Baginya, membuat pariwisata Manado makin mendunia, langkah mendasarnya yaitu menjamin keamanan, membenahi infrastruktur.

“Menurut saya keamanan itu menjadi hal fundamental, penyanggah sekaligus penggerak pembangunan Kota. Dan di Manado sangat tepat kita satukan semua konsep tersebut, karena kultur kita adalah torang samua basudara, dan torang samua ciptaan Tuhan. Dari semangat persaudaraan itu, maka masyarakat akan mudah menyatukan persepsinya dalam mendorong partisipasi pembangunan. Asalkan, pemimpinnya kuat dan konsisten membela hak-hak masyarakat. Saya melihat keadilan bagi masyarakat ekonomi lemah di Manado belum benar-benar berjalan. Dengan kondisi tersebut saya tergerak dan terpanggil, hadir memberi solusi tentang keadilan. Mewujudkan distribusi kesejahteraan, keamanan, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan pelayanan publik yang prima akan saya berikan,” tutur MDT, sambil menambahkan siap menjadi garda depan pembangunan di Kota Manado. (*/Am)

HMI di Tengah Konflik dan Kemunduran Budaya Intelektual

Rusmin Hasan (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Rusmin Hasan, Aktivis HmI Cabang Tondano

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) disebut sebagai anak kandung Negara Republik Indonesia, pasalnya HMI lahir tepat dua tahun menyelang kemerdekaan indonesia. Tentu HMI banyak mewarisi persoalan berkaitan dengan kondisi objektif umat dan bangsa. HMI diusia 72 tahun sudah melewati berbagai macam hal dan kondisi, sehingga tidak sedikit HMI turut mewarnai sejarah pembangunan ini. Dinamika kebangsaan serta keumatan menjadi komitmen ideologis kader Himpunan Mahasiswa Islam dalam perpektif ideologi HMI pada fase awal dirikan sampai menyelma dalam geneologi intelektual serta komitmennya.

Sehingga HMI sebagai organisasi yang demokratis telah tuntas dalam diskursus kebangsaan dalam episode dinamika kebangsaan serta keumatan. Fase usai perpolitikan internal HMI pada momentum demokrasi kongres ambon pekan kemarin,menuai suhu konstalasi yang memanas dalam dinamika politik kala itu untuk perebuatan kursi kepemimpinan PB HMI.

Hal ini, menarik dalam proses kepengurusan kita dapatkan secara realitas terdapat peta konflik sehingga berplikasi dua ketua dalam proses berjalan waktu, potret dinamika tersebut ironisnya kedua kubu antara Kakanda Respiratori Saddam Al-Jihad dan Kakanda Arya Kharisma selaku PJ.Ketua Umum PB HMI Saling mengklaim kelempoknya yang paling benar, paling konstitusional sehingga berujung pada adu kekuatan antara gerbonya masing-masing.

Menurut hemat saya, sala satu indikator kemunduran budaya intelektual HMI terdapat pada konflik internal hal ini, disebabkan semua cabang seindonesia merasakan implikasi negatifnya, sampai ditubuh internal cabang seindonesia mengalami kubu serta gerbong kelompoknya masing-masing. Dari konflik tersebut, menjadi problem besar ditengah-tengah kemajemukaan narasi intelektual HMI yang konon katanya kritis, matang diskursus NDP, ideologi serta gerakan.

Melainkan menurut hemat saya dari hasil kontemplasi atau perenungan yang panjang bahwa dalil-dalil tersebut hanya sebagai apologi dan klaim watak politikus amatiran serta pembenaran yang absurditas semata. Seola organisasi Besar Islam hanyalah menjadi arena pertarungan kelompok yang tidak lagi mementing esensi dan subtansi organisasi himpunan.

Seolah-olah kita dijauhhkan dari aktivitas sosial bermasyarakat serta kita dihantarkan pada aktivitas yang kontra produktif, tak rasional dan kecenderungan doktriner semata sebagaimana telah disampaikan oleh Kakanda Agussalim sitompul dalam bukunya; (44 indikator kemunduran HMI) serta Tesis Julian benda ditahun 1960-an yang masih relevan diera digitaisasi dekade ini, ia katakan bahwa penghiatan kaum intelektual serta kemunduran identitas intelektual.

Melihat secara objek kondisi kader HMI dekakade ini, meengalami kemunduran internalisasi nilai cultural himpunan dalam optimalisasi pengembangan budaya intelektual HMI. Kurang lebih ada tiga nilai yang melatarbelakangi diantaranya; menurunya reproduksi intelektual kader secara intensif, menipisnya budaya kritis serta munculnya krisis kader dalam nilai (Islam) dinamika empirio spirit berorganisasi.

Meminjan perkataan Kakanda Anas Urbaningrum (Ketum PB HMI Periode 1997-1999) maka seyogyanya kader HMI harus kembali menginternalisasi nilai ke-HMIan dalam praha tantangan Revolusi indutri 4.0 digitalisasi dekade ini, sehingga menuurut hemat saya kembali merekonstruksi paradigma kader dalam menyembut peluang bonus demografi indonesia emas tahun 2030-2045 kedepan.

Dalam narasi sederhana ini, saya ingin katakan dan berpesan keseluruh kader HMI se-nusantara bahwa apabila HMI terkoptasi dalam arus politik internal terus menerus seperti ini, maka saya takutkan HMI akan mati ditelan waktu serta tak lagi dibutuhkan oleh khayalak masyarakat indonesia, bahkan kalau saja, Kakanda Lafran Pane masih hidup beliau akan menangis melihat kondisi objektif HMI sekarang ini, karena kita kehilangan subtansi serta orientasi khittah Perjuanganya dalam mendirikan Organisasi ini.

Narasi ini, saya persembahkan sebagai bentuk kritis otokritik kontruktif potret HMI untuk kembali berbenah dan intropeksi diri untuk merekonstruksi sera reskonsuliasi gagasan untuk pembaharuan pola politik yang demokratis sera menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme serta ideologi himpunan menyelang kongres HmI Dijakarta pekan depan nanti. Sehingga kader-kader Himpunan kembali kehitah perjuangan umat dan bangsa serta kembali kecultur intelektual HMI untuk meneropong misi HMI. Dikarenakan tantangan kita kedepan sangat besar.

Olehnya itu, kita tak harus selalu berpacu dalam skenario konflik internal serta saling mengklaim kelompoknya masing-masing. Harapan saya juga dalam narasi ini, sebagai koreksi, evaluasi PB HMI untuk kembali kekhittah perjuangan HMI untuk menciptakan Masyarakat Adil dan Makmur yang diridhoi Allah SWT. Amin…

Koalisi Keumatan Makin Kokoh, 2020 Harus Menang

Konsolidasi koalisi keumatan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah menggelar deklarasi, Koalisi Keumatan yang terdiri dari PAN, PKS dan PPP, kini ketambahan personil. PBB secara resmi bergabung dengan Koalisi Keumatan untuk Pilwako Manado 2020. Hal tersebut disampaikan Ketua poros Koalisi Keumatan, Boby Daud.

“Alhamdulillah, kita konsen melakukan konsolidasi keumatan. Dan PBB juga telah resmi bergabung dengan kami. Ada beberapa proyeksi dan target komunikasi politik yang sedang kita bangun. Dalam konsolidasi, ada progres atau kemajuan yang dicapai. Targetnya Pilwako 2020 ini kita harus menang,” kata Boby, Kamis (16/1/2020) yang juga Ketua DPD PAN Manado dan anggota DPRD Manado 2 periode ini.

Legislator yang dikenal vokal dan merakyat itu menyebutkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan beberapa partai politik untuk hajatan Pilwako Manado. Sementara itu, Sekretaris Koalisi Keumatan, Abu Hasan Sjafi’i menyampaikan selain capaian, Koalisi Keumatan juga mulai mengatur jadwal untuk melakukan pertemuan dengan bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado.

“Tentu kita berusaha agar calon Wali Kota atau calon Wakil Wali Kota Manado yang diusung koalisi ini adalah dari muslim. Kita juga mengatur skedul untuk pertemuan dengan bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado, untuk kita konkritkan gerakan politik keumatan,” kata Syafi’i tegas.

Poros Koalisi Keumatan siap berjuang bersama (FOTO Suluttoday.com)

Di tempat terpisah Ketua DPC PPP Manado, Madzhabullah Ali menilai format yang sedang dijalankan Koalisi Keumatan sudah tepat. Lanjut Ichal sapaan akrab Ali, ikhtiar politik yang dilakukan Koalisi Keumatan mengalami progres yang baik.

“Apa yang menjadi planning Koalisi Keumatan sedang kami jalankan. Ikhtiar politik tersebut mengalami progres. Semua simpul-simpul dan potensi politik kami lakukan pendekatan, mari kita sama-sama saling menguatkan. Kita optimis empat partai politik ini akan mendapat duet koalisi yang kuat. Kita tidak memandang siapa kandidatnya dari parpol mana pun, asalkan figur muslim,” tutur Ical yang diaminkan Ketua PBB Manado, Rahmad. (*/Am)

LEGASI, IKON & PERSONALITAS

Reiner Ointoe bersama mantan Gubernur Sulut dan mantan Rektor Unsrat (Foto Ist)

Oleh : Reiner Ointoe, Fiksiwan

Tak banyak orang di uzur usia dikaruniai begitu banyak anugrah yang penuh makna. Seperti yang dialami oleh Profesor Morrie Schwarz ketika di ujung umurnya mencapai lebih dari 70 tahun divonis akan mati dengan penyakit ALS (amyotrophic lateral sclerosis) atau Lou Gehrig yang ganas dan menyerang sistem saraf hingga surut tubuhnya tak berdaya.

Morrie profesor sosiologi kondang dari universitas Brandeis kota Waltham Massachusetts pada tiap selasa di akhir tahun 90-an didatangi mantan mahasiswanya, Mitch Albom, untuk meminta menguliahinya ilmu kehidupan yang paling aktual dan fundamental soal makna hidup. Mengingat di usia uzur dan penyakit yg akan segera membuat ia wafat. Tapi, soal penuaan dan kematian, Morrie punya pesan:

“Mitch, kita tahu penuaan itu tidak hanya berarti pelapukan, tetapi juga pertumbuhan. Penuaan tidak hanya bermakna negatif, bahwa kita akan mati, tetapi juga makna positif, bahwa kita mengerti kenyataan bahwa kita akan mati, dan karena itu kita berusaha untuk hidup dengan cara lebih baik.”

Begitu pesannya, yabg dituliskan Mitch dalam bukunya yang menjadi sangat populer: Tuesdays With Morrie (1997). Demikian pula makna hidup yang bisa saya petik dari seorang cukup lanjut usia, tapi masih menorehkan prestasi-prestasi kehidupan dengan catatan yang tiada habisnya untuk dikeruk. Dalam satu hal, personalitas orang ini yang sangat dikenal dengan sapaan SHS nama lengkapnya Sinyo Harry Sarundajang, memiliki legasi (warisan) yang masih terus ia oretkan pada lintas generasi yang hingga kini terus dirawatnya dengqn penuh kesahajaan dan sangat berkesan.

MacNelly & Wolverton menyebutnya sebagai judul bukunya: Reinventing of Knowledge (Merawat Ilmu Kehidupan) sepanjang masa. Sebagai apresiasi saya, sudah lebih dari 25 tahun atau sepertiga kehidupan SHS (kini Duta Besar Filipina) yang baru saja membebaskan sandera dari cengkraman gerakan banditisme internasional Abu Sayab, perkenalan saya diawali dengan menukiskan biografi hidup yang hampir tiga periode menjadi Walikota Bitung pertama secara definitif.

Buku karya Sarundajang (Foto Ist)

Pun di kampung halamannya, Kawangkoan, daerah yang pernah dikunjungi Gubernur Batavia, Christian Pahud pada abad ke-18, dan dipuji sebagai negeri yang “indah dan ramah” seperti dicatat oleh Graafland dalam bukunya: Minahasa (1869). Legasi itu, tidak sekedar artefak sebagai ikon spiritual seperti patung Jesus Kristus setinggi 30 meter — menurut beliau “diinspirasi lewat mimpinya bertemu Jesus” — dan berada di puncak gunung Emung. Dari atasnya, kita bisa memandang seantero kota Kawangkoan yang dikenal dengan kacang dan biapongnya.

Selain itu, di Kinali, di keluasan halaman rumahnya yang asri, tegak sebuah gedung yang menampung kurang 41.000 judul buku dalam pelbagai disiplin ilmu pengetahuan denga jumlah eksemplar kurang lebih 100.000. Sembari merenungkan usia dan undangannya, saya pun terus diingatkan oleh impresi dan empati kehidupannya yang sarat dengan makna hidup sebagai sebuah diktat kuliah tak pernah bosan membacanya. Happy Birthday Mr. Ambassador. You are the real our Professor. You are also the living gift thats the special one we own all the lifetime.

Gelar Dialog Awal Tahun, Ini Hasil Rekomendasi Aliansi Masyarakat Ratatotok

Foto bersama usai dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Selasa (14/1/2020), Aliansi masyarakat Ratatotok sukses melaksanakan Dialog Refleksi awal tahun. Kegiatan yang dilaksanakan di D’Loronk kafe Ratatotok ini mengusung Tema: Hibah PT. Newmont Minahasa Raya Kemanakah?. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan dari para tokoh masyarakat yang hadir, bersama juga kalangan pers.

Menurut Ketua Umum Aliansi masyarakat Ratatotok Donal Pakuku, agenda utamanya adalah masyarakat meminta untuk mengusut dugaan penggelapan hibah PT Newmont Minahasa Raya. Ditambahkannya lagi, demi terwujudnya keterbukaan dan pertanggung jawaban publik tentang anggaran, maka pihaknya merumuskan beberapa langkah strategis. Bagaimana pun akibat dari indikasi penyimpangan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian, juga termasuk berdampak kepada warga lingkar tambang.

“Kami warga Ratatotok dan masyarakat lingkar tambang umumnya mendorong proses hukum ke pihak berwajib. Jangan main-main dengan penggelapan dana hibah PT Newmont. Kami meminta transparansi dan akuntabilitas publik ditegakkan pihak pengurus ketiga Yayasan yaitu Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU), Yayasan Minahasa Raya, dan Yayasan Ratatotok Buyat serta pihak PT Newmont selaku sumber anggaran Yayasan,” ujar Donal yang juga jebolan aktivis HMI ini tegas.

Penyampaian Donal juga diaminkan beberapa tokoh yang hadir seperti wakil Ketua DPRD Mitra Tonny Lasut dan Camat Ratatotok Nortje Wullur bersama dengan para Hukumtua Dan Badan perwakilan desa yang Ada di Kecamatan Ratatotok seperti Hukumtua Ratatotok Dua, Marnex Kamudi, Hukumtua Ratatotok Utara Frangky Mandang, wakil Ketua BPD Desa Ratatotok Dua, Helena Nayoan. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Imanudin Kadi, Drs. Haji Kasim Mololonto dan yang lainnya.

Dialog ini menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya:
1. Menolak pelaksanaan Likuidasi aset dan dana sisa Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara YPBSU, senilai 68 milyar tujuh ratus juta ke Yayasan Sulut Hebat karena harga mati aset dan dana sisa Yayasan YPBSU yang notabene adalah dana Good Will Agreement Dari PT. Newmont Minahasa Raya tersebut harus dikembalikan penggunaannya untuk pemberdayaan ekonomi. Sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang Ratatotok dan Buyat. Seperti yang diamanatkan dalam Good Will agreement atau perjanjian niat baik antara pihak PT. Newmont Minahasa Raya dan pemerintah Republik indonesia.

2. Meminta kejelasan penggunaan anggaran dari Yayasan Minahasa Raya dan Yayasan Ratatotok Buyat, serta meminta kejelasan status ex lahan kompensasi dari PT. Newmont Minahasa Raya. (*/Am)

iklan1