Category: Berita Utama

Noortje Van Bone Diundang AHY, Kuatkan Komitmen Demi Partai Demokrat

NVB dan AHY (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Sosok Noortje Van Bone atau yang akrab disapa NVB memang dikenal sebagai politisi perempuan yang mumpuni. Selain Ketua DPRD Kota Manado, Van Bone juga memegang tanggung jawab sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Manado.

Kali ini, NVB diundang berbuka puasa bersama AHY dan berdiskusi hasil pilcaleg 2019 Selesainya rekapitulasi hasil pilcaleg 2019 menjadi suatu momentum yang baik bagi partai Demokrat untuk tetap menjaga silahturahmi antar pengurus partai hal ini disampaikan langsung oleh ketua KOGASMA partai Demokrat Ayus Harimurti Yudhoyono (AHY).

”Pertemuan saya dengan Pak AHY membicarakan banyak hal soal kemajuan Partai Demokrat di Mando. Saya menyampaikan hasil dan strategi politik kedepan. Banyak hal yg didiskusikan berkaitan strategi partai dan rekonsiliasi partai yang dikemas secara kekeluargaan dikediaman AHY,” ucap Noortje.

AHY sangat antusias dengan kota Manado sehingga beliau berharap suatu hari nanti bisa hadir dimanado untuk berjumpa dengan kader-kader militan partai demokrat. Selain itu, AHY sendiri menerima kehadiran NVB di rumah pribadinya dan berbicara empat mata mengenai arah partai demokrat kedepan.

AHY menyampaikan agar jika ada kecurangan mari disampaikan sesuai dengan konstitusi yaitu lewat mahkamah konstitusi,sebagai seorang demokrat sejati kita harus menjaga alam demokrasi bangsa ini jadi jangan disalurkan dengan gerakan apapun yang diluar aturan ataupun konstitusi.

Menurut AHY, Partai Demokrat itu memiliki DNA sebagai partai yang mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi maupun golongan dan Tidak pernah mau bermain dalam isu SARA karena akan menimbulkan pembelahan dan gesekan diantara rakyat indonesia.

”Terkadang kita harus siap berkorban demi bangsa ini sama seperti saya yang rela kalah di pilkada DKI daripada menggunakan isu Agama demi kemenangan krn nantinya akan justru menimbulkan keretakan dalam kehidupan bangsa ini,” kata politisi muda yang pernah menjadi calon Gubernur DKI Jakarta ini.

Selanjutnya, putra SBY ini menegaskan bahwa ditengah cobaan yang melanda ibundanya tercinta tak membuat dirinya gentar untuk mengurusi persoalan-persoalan dan agenda kebangsaan. Demokrat dikatakannya harus menjadi partai Nasionalis-Religius yang menjadi wadah berkumpulnya manusia-manusia Indonesia yang toleran dan humanis.

”Jadi sampai hari ini saya dan keluarga walaupun ditengah sakitnya ibu ani masih tetap memikirkan nasib rakyat kita makanya saya harap hasil pemilu ini dapat diterima semua pihak termasuk kader2 demokrat dan jika ada ketidakpuasan salurkan melalui mekanisme aturan yang ada,cintailah bangsa ini dan berdirilah diatas semua golongan,” ujar Calon pemimpin masa depan Indonesia tersebut.

Pertemuan selama hampir dua jam yang ditemani kue khas manado panada ini dirumah Ahy benar benar penuh keakraban dan di akhir pertemuaan Ketua kogasma ini berjanji akan berkunjung ke kota manado dan menyampaikan salam ke semua kader demokrat di Sulawesi Utara. (*/Redaksi)

Bersatu Tangkal Hoax, Ini yang Dilakukan Kaum Milenial di Sulut

Risat Sanger saat memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian yang tinggi dari kaum milenial di Sulawesi Utara (Sulut) untuk tujuan pembangunan patut diapresiasi. Kali ini bertempat di Hotel Ibis Manado City Center Boulevard, Kamis (9/5/2019) kaum milenial ini berdiskusi mengenai cara memberantas hoax, mereka sepakat hoax harus ditangkal dan diberantas.

Melaluikegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa tersebut menghadirkan dua narasumber berkompeten yaitu Stenly Karouw, Dosen Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulut. Stenly Karouw mengatakan cara yang paling ampuh melawan hoax adalah perbanyak konten kebaikan.

”Harus diperbanyak konten kebaikannya, tapi bukan konten pencitraan ya,” ujar Stenly.

Stenly memuji keaktifan sosial media dari Humas Polri yang memberikan konten kebaikan dengan cepat. Salah satu sosial media yang sering digunakan oleh Humas Polri yakni twitter. “Twitter itu bagusnya tidak ada sistem terkunci sehingga lebih cepat menginformasikan sesuatu hal yang baik,” ujarnya. 

Kaum milenian Sulut ketika mengikuti materi (FOTO Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, Stenly menyarankan agar institusi-institusi jangan hanya memberi informasi sebatas pencitraan saja. Narasumber kedua dalam kesempatan itu, Risat Sanger juga mengimbau agar kaum milenial cermat dalam menerima informasi dan menyampaikan informasi.

”Kami menghimbau agar generasi muda Sulut tidak gegabah saat dapat informasi ini dan itu. Cari kebenaran informasinya dahulu supaya diri sendiri tidak jadi pembuat masalah, karena telah menyebar sesuatu yang salah,” kata Risat jebolan FISPOL Unsrat Manado ini.

Stenly Karouw memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

Lanjut Bung Icad sapaan akrab Sanger, bahwa kaum milenial harus jadi motor perubahan, salah satunya adalah memberantas hoax. Di akhir acara, semua yang hadir mendeklarasikan tiga poin penting. Tiga poin itu ialah pertama mendukung sikap profesional KPU dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019. Poin kedua sepakat menjaga bangsa Indonesia dari bahaya hoax. Dan yang terakhir yakni meminta TNI dan Polri menindak tegas sesuai aturan hukum kepada semua orang yang menyebar hoax.

Untuk diketahui, kegiatan ini digagas berkat kerja sama Komunitas kaum milenial yang berkumpul yakni Djakarta Community Generation, Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan, Komunitas Cyber Manado, Garda Tipikor Indonesia, dan Gerakan Anti Korupsi Perguruan Tinggi Sulawesi Utara. (*/Redaksi)

SANG RATU TURUN TAHTA

DR Ferry Daud Liando (FOTO Ist)

Ferry Daud Liando, Ilmuan Politik Unsrat

Pekan lalu publik disajikan berita turunnya seorang kaisar dan ratu dari tahta kekuasaannya. Pertama, Kaisar Jepang Akihito hari Selasa (30/4/2019) pekan lalu mengumumkan pengunduran dirinya dalam sebuah upacara di Istana setelah bertahta selama 30 tahun. Dengan demikian Pemerintahan Akihito telah berakhir dan era kekaisaran baru dipimpin putranya Naruhito. Dalam konstitusi Jepang kaisar sesungguhnya hanya sebagai simbol negara dan persatuan rakyat.

Kaisar tidak memiliki kekuatan politik, namun orang-orang Jepang termasuk para politisi selalu tunduk dan menghormatinya. Selama bertahta, kaisar memenafaakan kedudukannya itu untuk kemanusiaan. Sehingga ketika proses turun tahta berlangsung, ribuan rekyat Jepang datang menyaksikan langsung dan tidak sedikit yang terharu dengan meneteskan air mata. Intinya masyarakat Jepang sangat mencintai Kaisar yang naik takhta pada tahun 1989 itu.

Kedua, Pada waktu yang bersamaan terjadi pula di Kabupaten Talaud. Sri Wahyuni Maria Manalip sang bupati setempat juga mengalami hal yang sama. Bupati yang mendapat gelar “Marambe Asili Rantun Porodisa” atau “Ratu Negeri Talaud” itu terpaksa harus turun tahta secara tragis karena harus berurusan dengan KPK terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukannya.

Kasus Bupati Manalip ini makin memperpanjang deretan daftar kepala daerah yang harus berurusan dengan KPK karena masalah dugaan korupsi. Bukan cuma kepala daerah, deretan para politisi di legislatifpun makin memanjang. Naas memang, sebab jabatan politik yang harusnya sebagai arena memperjuangkan kepentingan banyak orang, namun hanya dimanfaatkan untuk kemegahan diri sendiri. Kitapun harus kembali mengoreksi kerja-kerja partai politik (parpol) selama ini.

Sebab kebanyakan para politisi yang memegang kendali, merupakan produk parpol. Apakah parpol betul-betul menjalankan fungsinya sebagaimana ketentuan UU nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik. UU ini begitu jelas mengamanatkan parpol untuk menjalankan fungsi Rekrutemen dan kaderisasi serta seleksi untuk mengutus kader-kadernya pada jabatan publik.

Artinya parpol tidak boleh mengusung calon tanpa melewati mekanisme itu secara sistimatis dan ketat. Intinya tugas parpol adalah mempersiapkan calon pemimpin, bukan mencalonkan mereka yang kebetulan hanya siap dari sisi finansial. Parpol tidak boleh mengusung calon hanya karena kepemilikan harta yang melimpah. Parpol harusnya tidak boleh lagi mewajibkan calon memberikan mahar sebagai syarat pencalonan.

Akibatnya uang mahar yang disetorkan itu menjadi salah satu motivasi calon terpilih untuk mengeruk uang publik ketika hendak menjabat. Potongan anggaran dalam setiap proyek-proyek fisik, bukan hanya berbahaya bagi penggunanya dalam hal ini publik karena kualitas yang buruk, tetapi juga menjadi sebuah ketidakpastian terhadap pengelolaan anggaran publik secara transparan.

Selama ini belum ada sanksi bagi setiap parpol jika calon yang diusungnya terlibat korupsi ketika menjabat dikemudian hari. Sehingga parpol lebih leluasa memperjualbelikan kursi atau suaranya sebagai syarat pencalonan kepala daerah. Sebab bukan tidak mungkin syarat mahar yang diserahkan kepada parpol pengusung itu menjadi cikal bakal sang calon tepilih itu melakukan tindakan korupsi. [***]

PERMISI Gelar Deklarasi Tolak Tindakan yang Berpotensi Mengancam NKRI

Berlangsungnya deklarasi jaga NKRI (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dilaksanakannya deklarasi yang dilakukan Perempuan Milenial Indonesia (Permisi) peduli dengan kondisi bangsa Indonesia pasca Pemilihan Umum (Pemilu), di Hotel Ibis Manado City Center Boulevard (MCCB) berjalan lancar.

Permisi mendeklarasikan kepedulian mereka dengan lima poin penting di dalamnya dengan tema Millenial Love Indonesia Declaration. Ananda Lamandau, Koordinator Nasional Permisi mengatakan generasi milenial Sulawesi Utara harus berkomitmen menjaga kesatuan dan persatuan serta keutuhan NKRI, dan tidak akan terprovokasi oleh isu apa pun yang ingin memecah belah NKRI.

”Kami mau mengatakan dan mempromosikan bahwa generasi Milenial Sulut juga berkomitmen tolak segala bentuk tindakan inkonstitusional dan intervensi terhadap penyelenggara Pemilu,” kata Ananda tegas.

Selain itu, Ananda, generasi Milenial Sulut memberi kepercayaan penuh kepada penyelenggara Pemilu.

”Terima kasih juga atas kinerja TNI-Polri yang sukses mengamankan Pemilu serentak,” tutur Ananda.

Ananda juga meminta agar masyarakat sabar dan tahan diri menunggu hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU serta menerima hasil keputusan KPU yang disahkan oleh konstitusi.

”Melaluideklarasi ini saya yakin generasi milenial di Sulut tidak mudah terprovokasi dan mampu menyaring informasi dengan benar,” ucap Ananda.

Sementara itu menurut Medi Wowiling, Kasubdit 3 Intelpolda Sulut, negara kita masih aman terkendali walau ada riak-riak.

”Jangan ragukan keamanan negara. Kepolisian dan TNI tetap bahu membahu menjaga keamanan negara,” ujar Medi yang juga mengapresiasi perhatian generasi milenial di Sulut. (*/Redaksi)

Mendagri Berhentikan SWM, Tuange Bupati Talaud

DR Jemmy Kumendong (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri langsung menindaklanjuti masalah penahanan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) oleh KPK belum lama ini. Menurut Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sulawesi Utara, DR Jemmy Kumendong kepada media ini Kamis (02/05/2019) usai Peringatan Hari Pendidikan Nasional di kantor gubernur.

“Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian sementara SMW, mengingat status beliau sudah menjadi tersangka,” ujarnya.

Lebih lanjut Kumendong menyatakan bahwa sebagai pengganti Kamis (02/09/2019) siang akan diserahkan surat keputusan Mendagri kepada Wakil Bupati. “Siang ini akan diserahkan surat keputusan pelaksana tugas bupati yang akan diberikan kepada Petru Simon Tuange,” pungkasnya.(cat)

iklan1