Category: Berita Utama

5 Kepala Daerah di Sulut Resmi Dilantik GUBERNUR OLLY

GUBERNUR OLLY saat melantik para kepala daerah (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE melantik lima kepala daerah hasil Pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu. Pelantikan digelar di Kantor DPRD Sulut, Selasa (25/09/2018) pagi. Lima pasang bupati dan wakil bupati serta Wali Kota dan wakil Wali Kota terpilih periode 2018-2023 yang dilantik, yaitu Royke Oktavianus Roring dan Robby Dondokambey di Kabupaten Minahasa, James Sumendap dan Jesaja Jocke Legi di Kabupaten Minahasa Tenggara, Evangelian Sasingen dan Jhon Heit Palandung di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan di Kota Kotamobagu serta Depri Pontoh dan Amin Lasena di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Usai prosesi pengambilan sumpah jabatan kelima kepala daerah tersebut, Gubernur Olly memotivasi seluruh kepala daerah yang baru dilantik agar dapat bekerja optimal dalam melaksanakan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

“Selamat berjuang! Kalau kita bersatu dalam bekerja bagi kepentingan masyarakat pasti kita menang. Satu untuk semua. Semua untuk satu,” kata Olly.

Olly menuturkan, seluruh kepala daerah harus mampu melakukan konsolidasi, baik dalam tubuh jajaran pemerintahan, guna menggalang sinergitas kerja dengan segenap stakeholders pembangunan, maupun dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, DPRD, Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan kalangan lainnya.

“Kerjasama sangat penting. Kalau kita mau sukses mari kita bekerja bersama-sama,” ungkap Olly.

Untuk diketahui, pelantikan kepala daerah juga dirangkaikan dengan pelantikan lima Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten dan kota untuk periode tahun 2018 hingga tahun 2023 yang dilantik langsung oleh Ketua TP PKK dan Dekranasda Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan.

Kelimanya yang turut dilantik, yaitu Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa Fenny Ch M Lumanauw, Ketua TP PKK Minahasa Tenggara Djein Leonora Rende, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sitaro Diane Palandung-Kamu, Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Anki Taurina Mokoginta serta Ketua TP PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Ainun Pontoh-Talibo. Terkait pelantikan Ketua TP PKK itu, Gubernur Olly sangat mengapresiasinya.

“Selamat dan sukses, juga saya sampaikan kepada Ibu-Ibu yang hari ini dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten dan kota masa bakti 2018-2023. Kiranya amanah dan tanggungjawab yang diembankan dapat ditunaikan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Olly.

Adapun rangkaian pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE MS, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong dan Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS serta perwakilan dari kabupaten dan kota di Sulut. (Cat)

Dondokambey Buka GMIM Expo

Gubernur Sulut saat membuka GMIM Expo (FOTO Suluttoday.com)

KOLONGAN, Suluttoday.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi Wakil Ketua TP PKK Ir Rita Maya Dondokambey -Tamuntuan membuka Pameran GMIM Expo dalam rangka HUT Ke-84 GMIM Bersinode di Kolongan senin ( 24/09/2018 ) kemarin Ibadah pembukaan dipimpin Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.

Wali Kota Bitung, Max Lomban bersama Istri, Wakil Bupati Minahasa Utara, Joppy Lengkong, dan Anggota DPRD Sulut Adriana Dondokambey Menurut Gubernur Olly menemukan suatu keindahan , saat melihat kebersamaan membangun tenda-tenda yang dinampakkan di tempat pelaksanaan GMIM Expo.

“Di sini seluruh warga GMIM dengan suka cita datang ke lokasi untuk mengikuti pameran,” ujarnya.

Melihat kebersamaan seluruh jemaat di GMIM di tengah masyarakat kiranya menjadi contoh bagi masyarakat Sulut bukan hanya GMIM. “Kalau kita bersatu dan selalu mengandalkan Tuhan tidakl ada hal yang tidak mungkin kita lakukan,” tegasnya.

Ia mengajak semua mensyukuri ada di negara Pancasila. Semua dalam satu bingkai walau berbeda. “Banyak hal kita bisa buat agar makmur dan lebih sejahtera. Masyarakat sejahtera berarti pundi-pundi persembahan bertambah dan berkat akan mengalir,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam laporan Berty Kapoyos sebagai ketua panitia HUT ke-84 GMIM Bersinode mengatakan GMIM masih ada karena berkat Tuhan. “Semua terkumpul dalam iven besar. Di tanah milik Gubernur Sulut Olly Dondokambey,” katanya.

Ia mengatakan temanya “Berjalan Bersama Yesus, GMIM Memberitakan Injil”. Itu berdasarkan Lukas 8:1. “Kami berharap kegiatan yang dirancang untuk membuat kita berjalan bersama. Ini membuat kita bisa bersaksi, bersekutu, melayani” katanya.

Ia mengatakan lomba stand diikuti 123 wilayah serta ada lomba Big choir dan small choir yang diikuti 120 wilayah serta lomba kreativitas pemuda remaja juga dari Bipra.(Cat)

Dondokambey Irup HUT ke-54 Sulawesi Utara

Olly Dondokambey SE (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 54 yang dilaksanakan di Lapangan Wolter Monginsidi Sario Manado, Senin (24/9/18) pagi.

Sedangkan bertindak selaku komandan upacara adalah Kepala Biro Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr Jemmy S Kumendong, MSi. Dalam sambutannya, Gubernur Olly menyampaikan ucapan selamat dan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara, atas sinergitas, totalitas kerja dan pengabdian dalam mendukung pembangunan daerah dan bangsa.

“Selamat memperingati dan merayakan Hari Ulang Tahun ke-54, kepada segenap komponen masyarakat Sulawesi Utara dari Miangas sampai Tontulow-Pinogaluman. Semoga, seiring dengan pertambahan usia ini, kebersamaan kita dalam membangun daerah tetap terjaga, dan progres pembangunan di Sulawesi Utara kedepan juga akan semakin baik, yang pada muaranya dapat menorehkan prestasi-prestasi hebat,” kata Gubernur.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur Olly menyerahkan SK Kenaikan Pangkat, Penghargaan Satya Lencana Karya, dan SK Pensiun kepada para Aparatur Sipil Negara di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulut. (Cat)

TERTIB POLITIK, Pentingnya Menjadi Penyejuk Di Tahun Politik

Amas Mahmud dan pengurus KNPI Manado (FOTO Suluttoday.com)

PERPINDAHAN dinamika politik dari satu era pemerintahan ke era pemerintahan berikutnya melahirkan nuansa berbeda. Kebanyakan kita berharap ada progress, dari yang biasanya rakyat memilih pemimpinnya karena pendekatan dan bujukan uang (politik transaksional) bisa bermutasi menjadi memilih karena visi, konsep serta rekam jejak pemimpin. Begitu pula pada posisi partisipasi politik rakyat, dari pemilih yang kurang antusias dalam tiap momentum politik menjadi antusias saat hajatan politik tiba.

Menata demokrasi memang tidak semudah menata dekorasi atau aksesoris, artinya esensial demokrasi yang seyogyanya dari oleh dan untuk rakyat harus betul-betul berjalan tanpa sabotase dan rekayasa. Biarkan perjalanan demokrasi bergerak normal, jangan membuat kanal sendiri untuk menjebak demokrasi pada ruang oligarki kepentingan. Dimana Indonesia mengenal system pemerintahan demokrasi Pancasila yang mengedepankan konstitusi berada dibawah skema Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan.

Kalau tatanan politik kita sudah tertib, aktor politik mengetahui perannya sebagai penyejuk demokrasi. Politisi hadir ditengah hiruk-pikuk politik untuk menambah bobot nilai dan kewibawaan politik sehingga praktek politik betul-betul berkualitas. Bila politisi telah menjadi penyejuk, maka rakyat akan menjadikannya panutan, ia menjadi role model, tanpa bersusah payah membangun citra, rakyat secara otomatis mendengarkan dan mengikuti apa yang dilakukannya. Tidak dengan cara memunculkan ‘pengkultusan’ ketokohan dengan penuh kepalsuan dan manipulasi melalui branding media massa.

Bukan politisi menjadi ‘tukang akrobat’ yang memberi pertunjukkan saat diminta dan hanya memberi tampilan panggung saja. Selepas dari panggung malah berbeda pertunjukkannya. Kita di Indonesia memang sedang akut menderita ‘politik mereka’, rakyat seperti ‘diracuni’ dengan pertunjukan dan berita-berita yang sebagiannya hasil rekayasa atau ‘pemaksaan’ agar rakyat percaya serta yakin bahwa figure yang ditampilkan di media massa adalah benar adanya kepribadiannya, padahal syarat dengan kepentingan licik. Bahkan sebagian faktanya tidaklah demikian. Beda penampilan didepan layar TV dan ulasan pemberitaan media massa dengan kenyataan di lapangan, disinlah ambigunya ruang politik kita yang kental pencitraan.

Kemudian dari praktek politik yang luas itu, secara internal peran partai politik sangatlah signifikan dalam membentuk karakter para politisi. Karena kenapa?, karena parpol adalah pedati yang secara formal diberi legitimasi, kesempatan dan tanggung jawab mengkader politisi, parpol merupakan ‘sekolah politik’. Dengan begitu manakala ada politisi koruptor, lemah sahwat, berperadaban rendah, malas berfikir, tak tau etika, tak loyal pada rakyat, berarti parpol belum menjalankan fungsinya dengan maksimal.

Sementara itu, rakyat jangan dijadikan bahan komoditi politik, seperti itupun porpol harus selektif dalam merekrut kader sebagai politisi. Jangan asal caplok sehingga mereka yang tidak berkarakter politisi ‘dimanfaatkan’ demi kepentingan tertentu hanya untuk sekedar menjadi mesin elektoral. Jika masih ditemukan politisi bermental bisnisman, berfikir ekonomis, tidak adem dalam mengeluarkan pendapat di depan publik, berarti perlu lagi dilakukan revitalisasi pada sisi pendidikan politik.

Memang tak dapat dipungkiri, politisi mengejar yang namanya legasi atau politik kedaulata. Mereka harus mendapatkan restu dari rakyat, dan itulah yang membuat segelintir politisi kehilangan akal sehat, dan menghalalkan segala cara untuk menang. Politisi terlegitimasi menjadi wakil rakyat mesti melewati jalan itu, dimana kontestasi politik, rivalitas dan pertunjukan kualitas diri menjadi suatu jaminan yang disodorkan kepada pemilih. Tapi tetap dengan kesejukan, tidak menebar benci dan dendam.

Politik Sejuk Perspektif Anak Muda

Tak lain adalah anak muda perlu membiasakan diri dengan gagasan membangun, ikut ambil andil dan tidak diam dalam menyaksikan praktek politik atau kampanye politik yang saling menjatuhkan dan fitnah. Memunculkan pemahaman segar dan original tentang penting rakyat menunjukkan politik berkeadaban. Saling menghargai, serta toleran terhadap perbedaan pilihan politik, tapi tidak kompromi pada politik provokatif dan berita-berita hoax.

Anak muda dalam pusaran politik jelang Pemilu 2019 harus tegak lurus duta menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Menghargai kearifan lokal, pemuda menjadi duta-duta demokrasi yang mampu memberi contoh perbuatan-perbuatan baik dalam praktek politik, menahan diri untuk memproduksi politik yang penuh dengan hasut-menghasut. Potret politik yang menjadi sumbangsih anak muda bisa berupa mendorong kampanye anti politik uang, anti politik provokatif dan stop sebar ide politik destruktif.

Kaum muda menjadi penyejuk dan perekat dalam politik, boleh berperan sebagai jembatan yang menyambungkan aspirasi publik ke pemerintah atau elit politik. Anak muda dalam politik tak perlulah menciptakan ‘kerjaan’ sendiri, membuat faksi baru, menimal masuk menyatu dengan masyarakat untuk meredam berita yang memecah-belah rakyat. Idealnya juga anak muda dalam politik harus menjadi ‘mesin pencerah’, ada semacam ‘poros tengah’ untuk wadah pendidikan politik yang nanti dilahirkan dari diskusi, tulisan dan sosialisasi yang ilmiah dilakukan anak muda. Bukan anak muda aktif ‘ikut-ikutan’ menjadi  kambing congek, yang kadang disituasi tertentu menjadi ‘kambing hitam’ dalam perdebatan.

Jangan sampai anak muda diasosiasikan sebagai kelompok ‘penurut’ pemerintah tanpa protes dan interpsi apa-apa, tidak kritis terhadap persoalan sosial, ‘mandul’ dan pasrah terhadap keadaan politik di Indonesia yang mulai melenceng. Kalau mau merubah iklim politik Indonesia yang cukup panas dan penuh panggung sandiwara ini, maka anak muda harus ambil bagian dalam politik. Dimana identitas anak muda dikenal dengan entitas masyarakat yang dipundaknya dititipkan harapan bangsa, agen transformasi dan bagian dari ‘lari sambung’ mewujudkan pembangunan dimasa yang akan datang. [***]

 

 

_____________________________

Peulis Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado

GAMKI Diminta Junjung Sikap Pluralisme

Berlangsungnya pelantikan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulawesi Utara (Sulut), periode 2018-2021, resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI, Minggu (23/9/2018) di GMIM Sion Ranomuut.

Bendahara umum (Bendum) DPP GAMKI, Willem Wandik secara sah melantik, Ketua GAMKI Sulut, Debby Suma berserta Sekretaris Beidy Dokal dan jajaran pengurus DPD lainnya. Dalam pelantikan diawali dengan ibadah yang dipimpin Pendeta, Melky Tamaka M.Th,  serta turut dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang diwakili Biro Hukum Pemprov, Grubert Ughude.
Wali Kota Manado, Vicky Lumentut diwakili Sekretaris Kota Manado, Bart Assa, Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda yang juga sebagai penasehat GAMKI Sulut. Dalam sambutan Ketua Umum (Ketum) GAMKI, Michael Wattimena yang diwakili Bendum, Willem Badik mengatakan GAMKI merupakan organisasi pemuda Kristen yang selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dalam menjalankan Injil dan terang Kristus.
“Sampai saat ini GAMKI terus menjunjung tinggi sikap pluralisme.  Karena itu, diharapkan pengurus yang baru bisa terus mempertahankan hal itu. Termasuk mendukung bagi yang lemah maupun menopang bagi mereka yang kurang mampu dan siap menyuarakan hal-hal benar untuk NKRI. Kiranya Kepala gerakan menuntun pelayanan saudara-saudara,” kata Willem Badik. Sementara itu, Bart Assa dalam sambutan Wali Kota mengatakan, mengucapkan selamat kepada pengurus DPD GAMKI Sulut yang baru saja dilantik. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa menjaga dan memelihara.
Dibawah kepegurusan yang baru, Vicky Lumentut melalui Bart Assa percaya GAMKI Sulut akan menjadi ornisasi yang maju dan dinamis, dalam menggalang setiap potensi generasi muda. Sekaligus mampu mendorong partisipasi segenap anggotanya untuk semakin produktif, kontributif maupun konstruktif positif bagi pergumulan Gereja, daerah dan Bangsa.
“Kita semua berharap pengurus DPD GAMKI Sulut dapat berbakti dengan tulus. Termasuk sesama pengurus saling menjaga keharmonisan dengan kasih Kristus agar dapat mewujudkan masyarakat adil rukun dan damai,” ujar Bart Assa.(Cat)

 

iklan1