Category: Berita Utama

AARS Pilihan Hebat Majukan Manado

ODSK dan AARS (Foto Istmewa)

MANADO, Suluttoday.com – Lonceng Pilkada Serentak 2020 mulai dibunyikan, hal ini ditandai dengan agenda pendaftaran para kandidat Kepala Daerah telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Hal itu terjadi dinamis di Kota Manado.

Sejumlah paslon Kepala Daerah mengajukan gagasan dan visi besarnya membangun Manado. Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) tampil dengan konsep Manado Hebat. Mereka menawarkan optimisme dan pembaharuan untuk masyarakat Manado.

“Kami hadir untuk sejahterakan masyarakat Manado. AARS menawarkan perubahan, Manado harus lebih baik. Tak ada negosiasi dan alasan lain, selain Manado harus hebat, maju berkembang. Tak boleh tertinggal dalam gerbong pembangunan. Ada energi perubahan dan perjuangan yang kami persembahkan untuk masyarakat Manado,” ujar Ricahrd Sualang, calon Wakil Wali Kota Manado yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini, Jumat (18/9/2020).

Sekedar diketahui, massa pendukung AARS yang meluas di berbagai wilayah se-Kota Manado begitu mewarnai suasana lingkungan yang banjir dengan atribur merah bertanda warna bendera PDI Perjuangan makin membumi. Figur AARS dinilai sebagai sosok yang unggul dan mampu memajukan Kota Manado.

Paslon Wali Kota Manado yang diusung PDI Perjuangan ini seperti diketahui memiliki pengalaman kepemimpinan yang mumpuni. Dimana AA yang juga politisi, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut selama beberapa periode. Begitu pula RS yang pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Manado dan saat ini adalah anggota DPRD Provinsi Sulut. Relasi sosial sekaligus modal sosial yang luas membuat AARS dicintai masyarakat Kota Manado.

(*/Am)

Timsel KPID Sulut Maksimalkan Sosialisasi Pendaftaran

Jumpa pers yang dilakukan Timsel KPID Sulut belum lama ini (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Rekrutmen anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode 2021-2024 yang dilaksanakan Tim Seleksi (Timsel) begitu intens. Terpantau sosialisasi dilakukan, baik melalui media massa, media sosial sampai billboard, spanduk, standing banner, semua pendekatan ditempuh. Menurut Ketua Timsel, Drs. Stefanus Vreeke Runtu pihaknya terus melakukan pertemuan, koordinasi demi suksesnya pelaksanaan seleksi calon KPID Sulut.

”Hari ini kita melakukan rapat untuk meneliti apa yang menjadi tugas Timsel, dalam menyambut persiapan pembukaan kegiatan dan pengumuman hasil seleksi administrasi calon anggota baru, pada tanggal 21 September 2020,” ujar SVR begitu Vreeke akrab disapa, Senin (14/9/2020) belum lama ini.

Selanjutnya, untuk diketahui tahapan launching kegiatan dan pengumuman hasil seleksi administrasi seluruh pendaftar, di Atrium Manado Town Square 3, Senin (21/9/2020). SVR menyebutkan bahwa Timsel sudah siap melaksanakan berbagai rangkaian acara hingga proses seleksi Anggota KPID. Soal pembiayaan, semua yang timbul dari kegiatan pekerjaan menseleksi anggota, dibiayai Pemerintah Provinsi Sulut.

Timsel tak lupa menyampaikan perkembangan tahapan rekrutmen. Sepertiupdate jumlah pendaftar, usul pengadaan kotak aduan, dan rapid test Covid-19 yang tidak disyaratkan.

”Tanggal 19 September 2020 adalah batas pendaftaran. Sampai hari ini baru 48 orang yang mendaftar. Memang masih ada lain yang sudah sampaikan akan ikut, tapi biasanya kan di saat mau tutup baru banyak yang masuk,” tutur SVR.

Tak hanya itu, SVR juga menjelaskan alasan utama rapid test tidak jadi syarat mutlak pendaftar. Meskipun standar protokol kesehatan sudah pasti diberlakukan.

”Soal rapid test, jadi yang dimaksud dengan tidak dipersyaratkan bukan berarti dihilangkan. Jika ada peserta yang kebetulan sudah rapid test dan dikenakan biaya, itu jadi tanggungan pemerintah bukan Timsel. Jadi semua pembiayaan Timsel ditanggung pemerintah,” kata SVR.

Ditambahkannya lagi, protokol kesehatan bukan persyaratan Timsel, tapi memang dari pemerintah. Semua kegiatan apapun tetap digunakan protokol kesehatan. Jadi itu syarat jaga jarak, pakai masker, cuci tangan atau hand sanitizer, mutlak dilakukan, tambah SVR.

(*/Am)

Lockdown di Ratatotok, Bupati James Dapat Dukungan Pengurus Koperasi Tambang Emas

James Sumendap dan Donal Pakuku (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kebijakan dan langkah berani yang diambil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), James Sumendap, SH turut menyedot perhatian publik. Seperti yang dilakukan Bupati yang akrab disapa Bung JS belum lama ini di Ratatotok. Dimana Bupati yang juga Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Mitra itu menutup aktivitas pertambangan emas di Mitra Ratatotok.

Manurut Ketua Koperasi Tambang Emas Ratatotok, Donal Pakuku, S.IP, Kamis (17/9/2020) apa yang dilakukan Bupati JS merupakan langkah yang tepat. Terutama dalam menunjang komitmen dan menjalankan apa yang digalakkan pemerintah daerah Minahasa Tenggara selama ini untuk memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

”Koperasi Tambang Emas Ratatotok mendukung penuh langkah tegas Bupati Mitra melakukan lockdown di lokasi tambang Ratatotok guna untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di areal tambang Ratatoto. Karena sebelumnya telah didapatkan 8 orang positif COVID-19 di daerah tambang Ratatotok. Bahwa langkah tegas Bupati JS sudah sangat tepat karena jangan sampai nanti virus ini sudah menyebar ke perkampungan penduduk Ratatotok baru ada tindakan,” kata Donal tegas.

Lanjut disampaikan jebolan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado itu menyebut di tengah pandemi COVID-19, Bupati JS telah memberikan terobosan yang tepat. Namun tetap memperhatikan aspek ekonomi masyarakat. Selain itu, Donal menuturkan ketegasan Bupati JS mencerminkan kemauan dan niat baiknya untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyebaran Virus Corona.

”Dan kami selalu siap mendukung serta langkah tegas Bupati Mitra James Sumendap ini sembari berharap juga agar kiranya ada solusi lain untuk para teman-teman penambang yang bekerja di areal tambang,” ujar Donal yang memimpin satu-satunya Koperasi di Ratatotok yang bergerak di bidang Tambangan dan telah mengantongi izin rekomendasi tata ruang tersebut. Hal senada juga diaminkan oleh Revol Tambuwun SH. Imanudin Kadi SH, selaku pengurus koperasi dan asosiasi.

(*/Am)

Akrab, PAHAM Dapat Hadiah dari Senator Djafar Alkatiri

JPAR-Ai bersama Senator Djafar (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Komunikasi dan merawat kebersamaan terus ditunjukkan pasangan calon (Paslon) Wali Kota Manado, Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) dan Dr. Harley A.B. Mangindaan (HABM). Kamis (17/8/2020), PAHAM begitu Paula-Harley Mangindaan akrab disapa pendukung mengunjungi kediaman pribadi Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M.,M.PdI.

Calon Wali Kota Manado, JPAR yang diusung Partai NasDem, PSI dan Partai Perindo itu selain didampingi calon Wakil Wali Kota Manado, Bang Ai Mangindaan begitu HABM selalu disapa juga dikawal sejumlah pendukungnya. JPAR saat diwawancarai menyampaikan niatnya untuk mendatangi Senator Djafar. JPAR menyebut sosok Djafar sebagai potret politisi yang berpengalaman perlu diminta arahan untuk membangun Kota Manado.

”Tentu niat dan maksud kami hadir mengunjungi Pak Haji Djafar Alkatiri adalah sebagai wujud penghargaan bahwa beliau senior di bidang politik. Kita warga Manado patut berbangga punya politisi yang mumpuni, berpengalaman dan itu sebabnya kami hadir meminta arahan, masukan dan dengan rendah hati mendengar saran, masukan dari beliau. Semoga Pak Haji Djafar sehat, bersama keluarga, kemudian selalu memberi kontribusi untuk Kota Manado. Beliau ini termasuk Senator kebanggaan kita semua warga Manado,” ujar Prof. JPAR.

PAHAM saat berada di rumah Senator Djafar Alkatiri (Foto Istimewa)

Di tempat terpisah, Senator Asal Sulawesi Utara (Sulut) saat ditanya Suluttoday.com, Kamis (17/9/2020) mengatakan bahwa PAHAM bersilaturahmi dan yang dilakukan merupakan bagian dari interaksi sosial yang menguatkan relasi persaudaraan antara sesama anak bangsa. Senator Djafar memberi ”hadiah” berupa menitipkan sejumlah program penting untuk masyarakat Kota Manado, termasuk di dalamnya menjaga kerukunan dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat Manado.

”Silaturahmi yang dilakukan Ibu JPAR dan Bung Harley Mangindaan, siang tadi. Biasa dan sebagai tuan rumah yang dikunjungi kami menerima dengan baik. Kami juga bicara tentang pembangunan Kota Manado. Disampaikan juga untuk memelihara harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dan memperkuat kepentingan masyarakat ditengah akses pembangunan. Hal-hal strategis saya titipkan kepada mereka untuk diperjuangkan tentunya,” kata Senator vokal ini.

(*/Am)

Festivalisasi dan Politisasi Doa di Masa Pilkada

Abid Takalamingan, S.Sos.,MH (Foto Istimewa)

Catatan : Abid Takalamingan, Ketua BAZNAS Sulawesi Utara

Doa adalah permintaan hamba (yang di ciptakan) kepada Allah/Tuhan (yang menciptakan). Doa adalah sesuatu yang sakral pada semua agama. Dengan berdoa menunjukkan bahwa kita mahluk yang lemah dan percaya bahwa dialah Allah yang maha perkasa yang bisa mewujudkan setiap pinta dan harapan kita mahlukNya.

Tentu saja doa harus di barengi dengan usaha atau ikhtiar, bahkan sebagian ulama (dalam Islam) menganggap bahwa ikhtiar/usaha adalah spiritnya doa.

Disisi lain bahwa doa yang paling mustajab adalah doa yang dilakukan secara sendiri ataupun berjamaah dalam keadaan ikhlas dan jauh dari sekedar untuk ditunjukkan kepada selainNya.

Beberapa hari terakhir ini ada pemandangan menarik di media sosial dalam hubungan doa dan para calon kandidat yang akan berkontestasi pada 9 Desember 2020. Saya tak perlu menyebutkan detail tentang nomena ini karena bagi pegiat medsos bisa mengikuti secara jelas dan terang.

Tulisan ini tdk bermaksud mengusik kegiatan berdoa yang dilakukan oleh para kandidat atau meminta orang-orang yang ditokohkan karena pengetahuan agamanya (tokoh agama) tapi menurut saya apa yang tampak telah keluar dari esensi doa terutama dari aspek tujuan dari pada dipanjatkannya doa, dimana Allah sebagai satu-satunya tujuan bukan lainnya.

Menurut saya tidak pantaslah kita berdoa atau meminta di doakan terselip maksud agar publik memahami bahwa kita sedang meminta kepada Allah atau si Fulan telah mendoakan tentang apa yang saya ikhtiarkan tapi terselip maksud terselubung agar khalayak tau bahwa yang berdoa mendukung saya secara politis dalam hajat yang saya minta.

Persoalan ini kelihatan sederhana memang tapi sekali lagi itu telah menghilangkan esensi berdoa dan maksud serta tujuannya doa. Selebihnya doa seperti ini telah kehilangan kesakralannya karena dimaksudkan untuk tujuan-tujuan yang selainnya.

Mudah-mudahan bagi yang meminta di doakan niatnya tulus begitu juga yang mendoakan akan tetapi ketika kegiatan ini di sampaikan ke ruang publik untuk menunjukkan bahwa yang di doakan didukung secara politis oleh yang mendoakan maka disitulah masalahnya muncul. Apalagi jika benar bahwa yang berdoa memang memiliki dukungan politik bagi yang lain bukan kepada yang didoakan.

Untuk hal itu saya sudah coba bertanya kepada salah seorang yang berdoa kepada yang meminta di doakan bahwa betulkah anda mendukung secara politis pada yang di doakan seperti yang diberitakan, dia mengatakan secara tegas ; “tidak”. Alasannya kemudian ; mereka yang datang silaturahim saya TDK meminta dan juga tdk bisa menolak dan mereka meminta saya doakan saya doakan karena saya tidak boleh menolak orang yang meminta di doakan.

Jadi bagi awak media atau tim sukses, memang hak anda mau menulis dan memberitakan apa saja tapi menurut hemat saya beritakanlah substansi yang lain agar lebih mendidik dan mencerahkan masyarakat dan tidak memposisikan yang mendoakan dalam posisi dilematis karena pemberitaan.

Biarlah doa berada pada ruang yang lain agar doa ini semata-mata menjadi hak Allah dan kesakralanNya menjadi terjaga. Masalahnya sekarang ini suasananya jadi sangat politis jadi doapun bisa dipolitisasi dan diruang publik menjadi seperti festivalisasi doa antara kandidat.

Dengan begitu maka kegiatan berdoa dan meminta di doakan berjalan sesuai substansi dan tujuannya sambil tetap terjaga pilihan politik masing-masing agar setiap orang termasuk yang mendoakan tetap bebas menentukan pilihan karena ternyata yang berdoa belum tentu mendukung secara politis bagi yang di doakan.

Bukankah kita ingin ikhlas dalam berdoa dan didoakan. Karena kalau ingin dipilih maka anda perlu menyampaikan program anda dan kalau harapan anda ingin dikabulkan maka berdoa dan mintalah doa dengan tulus kepada Allah tanpa perlu festival. (**)

iklan1