Category: Berita Utama

Resmi Dilantik, DPRD Kota Manado Belum Miliki Ketua Definitif

Cicilia Longdong. (ar)

Cicilia Longdong. (ar)

MANADO – Pelantikan dan pengambilan Sumpah Jabatan dari ke 40 anggota DPRD Kota Manado terpilih hasil pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu di selenggarakan di Gedung Serba Guna Pemkot Manado, Senin (11/08/14). Pada Rapat Paripurna Istimewa ini ke 40 Anggota DPRD Kota Manado terpilih dilantik dan di ambil sumpah dan janji oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado, Barita Sibarani, SH. Sedangkan Pimpinan dewan sementara Cicilia Londong dan Wakil Pimpinan Sementara DPRD Kota Manado Richard Sualang belum menetapkan tiga pimpinan devinitif.

Richard Sualang kepada wartawan mengatakan, “Pada pelantikan ini kami belum menjdwalkan karena itu harus ada SK penetapan dari tiga parta pemenang pemilu Demokrat, PDIP dan Golkar. Kami masih menunggu itu,’ jelasnya.

Disinggung siapa yang terwakili dari PDIP, menurut Icad sapaan akrabnya masih akan berkonsultasi lagi dengan DPP. “Untuk PDIP dalam satu minggu ini belum mengajukan SK untuk pimpinan devinitif. Kita lihat saja nanti,” ucapnya.

Sementara menurut Cisilia Longdong, menegaskan, dirinya dan Ichad telah mendeadline 30 hari untuk menyelesaikan alat kelengkapan dewan untuk periode 2014-2019, termasuk menetapkan pimpinan dewan devinitif. “Agenda kami akan menyelesaikan alat kelengkapan dewan selama 30 hari. Mulai dari fraksi, komisi, Badan Kehormatan (BK) hingga pimpinan devinitif,” ujar srikandi Partai Demokrat ini.

 

(jk)

40 Anggota DPRD Kota Manado Resmi Dilantik

pelantikan_sumpah_janji_dprd_kota_manado

Pelantikan 40 anggota DPRD Kota Manado masa bakti 2014 sampai 2019

MANADO – Setelah melalui proses pemilihan Legislatif pada 9 April 2014 lalu, akhirnya terpilih 40 anggota DPRD Kota Manado pilihan masyarakat. Ke 40 Anggota DPRD ini resmi dilantik dan di ambil sumpah dan janji oleh Wakil Pengadilan Negeri (PN) Manado, Barita Sibarani, SH di Aula Serbaguna Pemerintah Kota Manado, Senin (11/08/14) pagi.

Pelantikan tersebut turut di hadiri oleh Walikota Manado Dr. GS Vicky Lumentut serta unsur Forkopimda kota Manado.

Ke 40 anggota DPRD baru ini akan bertugas untuk masa bakti 2014 sampai dengan 2019.

 

Berikut nama 40 legislator:

Partai Demokrat

1. Cicilia Londong
2. Nortje Henny Van Bone
3. Micjael Fernando Kolonio
4. Vanda Ariantje Pinontoaan
5. Jimmy Sangkay
6. Royke Anter
7. Anita De Blouwe
8. Lili Walanda
9. Deasy Yolanda Roring

PDI Perjuangan

1. Richard Sualang
2. Markho Tampi
3. Gregorius Tonny Rawung
4. Victor Polii
5. Hengky Kawalo
6. Theresia Pinkan Nuah

Partai Golkar

1. Danny Sondakh
2. Raynaldo Phirsen Heydemans
3. Sonny Lela
4. Chiristiana Lina Pusung
5. Lily Binti

Partai Gerindra

1. Apriano Ade Saerang
2. Mona Claudya Kloer
3. Fany Mantali
4. Lineke Kotambunan
5. Benny Parasan

PAN

1. Mohammad Wongso
2. Abdul Wahid Ibrahim
3. Boby Daud
4. Bambang Hermawan

Hanura

1. Robert Ronald Laoh Tambuwun
2. Stenly Tamo
3. Arthur Adolf Paat
4. Revani Parasan

Nasdem

1. Winston Monangin
2. Arthur Rahasia
3. Dijana Silfana Pakasi

PKS

1. Nur Rasyid ABD Rahman
2. Syarifudin Saafa

PPP

1. Fatma Bin Syech Abubakar

PKPI

1. Roy Maramis

Sumber: Sekretariat DPRD Kota Manado

(jk)

GSVL-Ai Hadiri Rakor Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Daerah

Wawali Dr. Harley Mangindaan saat mengikuti Rakor Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Daerah. (ist)

Wawali Dr. Harley Mangindaan saat mengikuti Rakor Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Daerah. (ist)

MANADO – Walikota Manado, Dr. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M,Si, DEA yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) didampingi Wakil Walikota, Dr. Harley AB Mangindaan, SE, MSM menghadiri Rapat Koordinasi Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang mengambil tema Percepatan Pembangunan Ekonomi Regional Melalui Penciptaan Iklim Investasi dan Daya Saing Daerah bertempat di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara di bilangan 17 Agustus, Senin (11/08/14).

Wawali Manado, Dr. Harley Mangindaan yang mewakili APEKSI atas petunjuk Ketua APEKSI yang juga merupakan Walikota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut dalam pemaparannya di depan Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, SE, MA. Wakil Menteri Keuangan II, Bambang P.S Brodjonegoro, Kepala BKPM Mahendra Siregar serta Gubernur Sulut, DR. SH Sarundajang menyampaikan isu strategis dan tantangan pelaksanaan otonomi daerah.

“Ada tujuh isu strategi diantaranya masih terjadinya tumpang tindih pembagian kewenangan pemerintah pusat dan daerah, terbatasnya keuangan daerah serta belum optimalnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. Ini yang menjadi tantangan kita bersama,” ujar Wawali.

Disamping itu, Ai sapaan akrab Wawali menambahkan, “Oleh karena itu kami mengusulkan untuk melakukan Revisi UU No. 33 Tahun 2004 dengan perubahan antara lain yaitu diadakan pemisahan biaya gaji pegawai dari DAU, Pengaturan Pokok-pokok kebijakan untuk pemberdayaan BUMD, Melakukan reformulasi DAK. Yang difokuskan pada pencapaian SPM disektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur dasar serta Prinsip Money follows function dimana keuangan Pemda harus dikaitkan dengan pembiayaan pelayanan yang dilakukan,” tutup Wawali.

Dalam rakor tersebut dihasilkan sejumlah komitmen kebijakan dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi. Komitmen tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah Pusat dan Bank Indonesia tetpai juga Pemerintah Daerah. Implementasi dari komitmen tersebut akan menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi regional ke depan.

Pemerintah Pusat dan Daerah bersama Bank Indonesia menyepakati sejumlah langkah startegis dalam upaya meningkatkan daya saing ekspor manufaktur. Pemerintah Pusat berkomitmen untuk menyediakan dukungan kebijakan dan regulasi untuk meningkatkan iklim investasi, khususnya untuk barang ekspor.Selain itu ,Pemerintah Pusat akan mengembangkan strategi investasi nasional-daerah yang terintegrasi, disisi lain Pemerintah Daerah akan mendukung dengan perbaikan birokrasi dan perijinan sedangan Bank Indonesia akan terus berupaya mencipatakan lingkungan makro yang stabil serta mendukung berjalannya fungsi koordinasi pusat dan daerah.

 

(hpm/jk)

TP PKK Kota Manado Sosialisasi Bahaya Narkoba dan AIDS

Wakil Ketua TP PKK Kota Manado Seyla Mangindaan Kudati foto bersama para peserta

Wakil Ketua TP PKK Kota Manado Seyla Mangindaan Kudati foto bersama para peserta

MANADO – Untuk meminimalisir melebarluas dan berkembangnya bahaya Narkoba dan AIDS di Kota Manado yang membuat kuatir para orang tua, bertempat di Hotel Sahid Kawanua Manado, Sabtu (09/08/14) TP PKK Kota Manado menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Hari Anti Narkoba dan Pencegahan HIV/AIDS.

Dalam kegiatan ini, hadir Wakil Ketua TP PKK Kota Manado Seyla Mangindaan Kudati yang mewakili Ketua TP PKK Kota Manado Paula Lumentut Runtuwene, yang membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutannya dengan terlebih dahulu mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan ini karena tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah bagaimana memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi dalam hal ini remaja-remaja tentang bahaya narkoba dan juga penyakit HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ada obatnya.

“Ini untuk lebih mengerti tentang bahaya yang akan ditimbulkan dari HIV-AIDS dan narkoba guna menyelamatkan generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar ibu dari Ruvel, Robben dan Rea ini.

Lanjut Seyla mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan sebagai sarana untuk mencegah para remaja yang salah dalam pergaulan dan dapat membentengi diri dengan pikiran-pikiran yang positif, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Pada kesempatan ini pula, disamping sosialisasi tentang narkoba dan HIV/AIDS dalam kegiatan ini juga dibahas mengenai proses-proses hukum yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba yang dipaparkan oleh pemateri dari ibu-ibu TP PKK Kota Manado.
Kegiatan ini juga semakin menarik karena siswa tidak hanya mengikuti sosialisasi tapi juga TP PKK Kota Manado mengadakan games yang isinya tentang materi sosialisasi. Ibu Seyla menilai sosialisasi melalui lomba ini berhasil. Itu bisa dilihat dari lomba yel-yel, misalnya, peserta bisa menjelaskan secara detil soal narkoba. Itu pasti didapatkan karena mereka sering mencari pengetahuan itu.

“Dengan mengikuti kegiatan ini para peserta bisa menyampaikannya ke teman-temannya di sekolah dan mudah untuk mereka cerna, karena dengan bahasa mereka, satu bahasa dengan berteman, bisa lebih mudah cepat sampai ke teman-temannya, dan mudah-mudahan apa yang diharapkan kita tentang Narkoba, HIV/AIDS, bisa tersosialisasi dengan baik, khususnya di kalangan anak-anak remaja,” kata Ibu Seyla.

Adapun pemenang lomba yel-yel Juara 1 dimenangkan oleh SMP Negeri 1 Kota Manado, juara 2 SMA Negeri 7 Kota Manado dan Juara 3 SMA Negeri 1 Kota Manado. Selain TP PKK Kota Manado Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Wenang Donald Sambuaga, Ketua TP PKK Kecamatan Wenang dan juga TP PKK Kecamatan Bunaken kepulauan.

 

(jk)

Kansil Ancam Pelaku Tawuran Harus Tembak di Tempat

panah-wayer

MANADO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mengancam para pelaku tawuran antarkampung yang menggunakan panah wayer di Kota Manado.

Jika kedapatan melakukan aksi kriminalitasnya kembali, maka aparat keamanan tak akan segan melakukan tindakan tegas berupa tembak di tempat.

Wakil Gubernur Djouhari Kansil mengatakan aksi panah wayer ini sudah banyak memakan korban luka, bahkan sudah ada yang meninggal dunia.

Menurut Kansil, Kota Manado yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sulut perlu mendapat perhatian serius, baik oleh masyarakat maupun para penyelenggara negara di daerah ini.

“Tak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya tawuran antarkampung yang disertai panah wayer ini telah menciptakan stabilitas daerah kurang nyaman,” ujarnya, Minggu (10/8/2014).

Selain itu, tindak kejahatan lainnya seperti pencurian dengan kekerasan, trafficking, serta geng motor yang menjurus ke arah brutalisme telah menjadi fakta yang harus diperangi secara bersama-sama.

Oleh karena itu, Pemprov Sulut menyelenggarakan rapat koordinasi dan evaluasi penanganan gangguan keamanan dengan Pemkot Manado dan sejumlah pihak terkait pada pekan lalu.

Kansil berharap melalui pertemuan itu, semua pihak bisa membangun kerja sama untuk mencari solusi berbagai masalah kamtibmas yang terjadi di Kota Manado.

Tujuan dari kerja sama itu adalah agar bisa tercapai stabilitas daerah yang utuh dengan berkolaborasi secara sinergis, terarah, dan berkelanjutan dengan segenap pemangku kepentingan dan segenap komponen masyarakat Sulut.

“Ini sebagai wujud tanggung jawab peran kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tegasnya.
(bs/rr)

iklan1