Category: Berita Utama

Serikat Pekerja Desak OD Tentukan Pilihan untuk Manado

Pertemuan Serikat Pekerja dengan Gubernur Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Konfederasi Serikat Pekerja dan Buruh memanfaatkan momen jelang pelaksanaan May Day bertemu dengan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey (OD) untuk menyuarakan dukungan pada calon pemimpin Kota Manado.

Menurut Tommy Sampelan dari Serikat Pekerja menyatakan bahwa ibukota Sulawesi Utara butuh pemimpin perempuan.

Hal ini sama diutarakan Lucky Sanger dari Serikat Buruh yang mengusulkan Dondokambey menetapkan Ir Erny Bhayangkarita Tumundo MSi sebagai keterwakilan perempuan yang layak sebagai calon Walikota Manado pada pemilihan Walikota tahun 2020.

Dondokambey sendiri selaku pimpinan partai pemenang pemilu belum menentukan siapa yang siap diajukan sebagai calon dan hanya tersenyum. Seperti diketahui dukungan buat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut ini semakin banyak selain dari Serikat Pekerja dan Buruh, ada juga tokoh-tokoh masyarakat Minahasa Selatan pun telah menyetujui dan menyatakan dukungannya.

Tumundo sendiri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa belum ada pemikiran untuk maju pada percaturan pemimpin Kota Manado dan masih fokus pada kerja yang dibebankan oleh pimpinan untuk mensejahterakan pekerja dan buruh.(cat)

Sah, Pengurus HPMS Sulut Dilantik

Pengurus saat dilantik (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jajaran pengurus Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (27/4/2019) malam resmi dilantik. Pelantikan pengurus Cabang periode 2019 – 2020, dilaksanakan di Aula Mapalus kantor Gubernur Sulut.

Pelantikan ini adalah merupakan salah satu keabsahan struktural kepengurusan yang akan menjalankan amanah terkait agenda – agenda penting yang di putuskan lewat Konferensi Cabang HPMS Sulut yang ke – V pada satu bulan yang lalu.

Intan Sucianti Sangadji selaku Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini dapat berjalan karena hasil kerja keras dari seluruh teman-teman panitia dan para senior yang selalu mengawal serta para alumni dan sesepuh yang juga memberikan dorongan motifasi dan nasehat kepada para pengurus.

”Apabilah setelah teman-teman pengurus sekalian setelah dilantik bekerjalah bersungguh-sungguh dalam mengemban amanah yang telah diberikan kepada teman-teman pengurus sekalian,” kata¬†Sangadj.

Ia menyentil hal tersebut selaras dengan teman yang diusung pengurus yaitu “HPMS Integritas”. Sementara itu, Ketua Umum HPMSA Cabang Sulawesi Utara Nizar A. Rachman, berarti tema yang diangkat harus bisa dimaknai sebagai patokan sesuai realitas kondisi pada hari ini, kalau kita berbicara terkait integritas berarti kita bicara terkait komitmen dan kerja keras.

Mahasiswa adalah agen perubahan yang dimana dapat menghadapi revolusi 4.0 (revolusi Industri). Tambah Nijar, bahwa seluruh anggo HPMS Cabang Sulawesi Utara bahwa setiap konsep dan rencana harus direalisasikan dalam internal HPMS yang mampu bersaing secara luas di daerah sendiri maupun secara nasional. Harapannya kader HPMS harus bisa dan mampu dalam mengawal dan meyikapi setiap problem yang ada.

Tan Nizar, mahasiswa FISIP UNSRAT Manado bahwa kegiatan yang juga dihadiri langsung oleh pemerintah daerah kabupaten kepulauan Sula oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Zulfahri Abdullah Duwila, S.IK yang juga melantika langsung pengurus HPMS Cabang Sulawesi Utara Periode 2019 – 2020.

Dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pengurus kedepannya agar dapat merealisasikan sistem penggodokan pada diri masing pengurus serta kepada seluruh anggota HPMS agar kedepannya seluruh kader HPMS bisa menjadi kader yang berintegritas. Tugas kita bersama, baik pemerintah daerah maupun adik-adik sekalian adalah untuk bisa melihat realitas pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula yang saat ini tetap berusaha keras untuk pembangun yang ada di daerah kita sendiri.

Foto bersama pengurus HPMS Sulut (FOTO Suluttoday.com)

”Semoga target pemerintah Sula dalam sisa waktu periode kami kurang lebi 2 tahun ke depan ini kami mampu untuk merealisasikan setiap program pemerintah yang telah dicanangkan, itu juga tidak terlepas dari support dan dukungan dari ade-ade sekalian baik yang ada di Manado maupun yang ada di daerah lain, karena Sula bukan hanya milik pemerintah Sula saja tapi Sula adalah milik kita semu,” ucap Wakil Bupati tegas.

Alumnus Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan Universitas Samratulangi Manado itu juga mengajak kader-kader HPMS agar giat belajar. Kegiatan ini juga di isi dengan tarian-tarian kebudayaan daerah kepulauan Sula, ada Tarian Potong Sagu dan Tarian Kreasi yang merupakan tarian yang di kreasikan langsung oleh anggota HPMS Cabang SULUT lewat sanggar seni GAMA SUA.

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 150 Orang langsung dari paguyuban Semaluku Utara dan beberapa paguyuban yang ada di Sulawesi Uatar serta organisasi Cipayung Plus. (*/Fan)

Politisi Bangun Sentimen, Masyarakat Jadi Sektarian

Renaldo Garedja (FOTO Ist)

Renaldo Garedja, pegiat Klinik Demokrasi

(Studi kasus PEMILU 2019 di kabupaten Halmahera utara, Tobelo)

Setelah pemangamatan beberapa hari pasca pemilu diselenggarakan, rupanya wajah-wajah para politisi lokal kian memburuk. Hal tersebut dapat dilihat dari pembawaan narasi-narasi politik di ruang publik yang kontenya kurang mengenakan. Seharusnya wakil-wakil rakyat yang mengikuti pagelaran politik serentak ini harus siap kalah dan menang pun sudah memprediksi hasil akhir dari proses yang begitu melelahkan bahkan berujung banyak jiwa yang melayang (petugas yang meninggal).

Adapun politisi yang selalu membangun opini publik bahwa penyelenggara pemilu tidak netral atau ASN yang menyimpang dan banyak isu lainya. Akibatnya masyarakat menjadi ambigu ketika hasil pemilu dimumkan (degelegitimasi penyelenggara). Pada kasus lain pula, politisi lokal (daerah) melalui narasi-narasi politik yang dipaparkan di media sosial (Fb, Twitter, dan lain-lain) telah mempolarisasi masyarakat menjadi sektarianisme.

Dari peristiwa ini asumsi saya bahwa masih banyak politisi-politisi lokal yang mengandalkan strategi politik primodial untuk meraut suara rakyat. Dan dari hal ini pula secara subjektif saya melihat tak satu pun politisi lokal yang bertarung di pemilu 2019 ini yang menawarkan gagasan membangun daerah (politik gagasan) semuanya hanya berfokus pada pencapaian kekuasaan.

Kecederungan menggunakan politik primodial Strategi politik ini akan mengakibatkan melemahnya sistem demokrasi saat ini. Seperti yang dikatakan Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris, kompetisi pemilu yang berbasis sentimen bersifat primordial justru menurunkan kualitas proses demokrasi.

Pada posisi ini, masyarakat yang sudah telanjur terpolarisasi dengan politik aliran (sektarian) atas dampak dari ulah politisi lokal, akan tidak objektif lagi menilai figur-figur yang menjadi kontestan di pemilu 2019. Selain itu, politisi akan melancarkan politik transaksional (money politik) karena pemilih tidak rasional lagi. Keadaan ini telah menjadi kultur pada masyarakat (budaya politik). Kemudian jika pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang bebas nilai ini, sifat kepemimpinannya akan otoritarian.

Mengapa seperti itu, karena figur yang terpilih nanti adalah bentuk legitimasi kekuasaan rakyat yang dilimpahkan kepada subjek tersebut melalui proses patologi demokrasi. Sentimen berujung konflik Setelah masyarakat sudah menjadi terkotak-kotak, tingkat konflik menjadi naik. Karena dampak dari politik primodial. Struktur sosial rusak karenanya, seharusnya pada posisi pencegahan konflik partai politik (parpol) yang menjadi patron untuk menghadirkan konsesus ditengah-tengah masyarakat (rekonsiliasi), bukan hal sebaliknya.

Perebutan suara dan faktor politis lainya telah merubah citra parpol yang fungsinya sebagai wadah pendidikan politik, sosialisasi politik dan sebagai kontrol konflik menjadi hilang. Perlu ada gerakan reformasi politik oleh partai guna menjadi parpol yang ideal. Sistem rekrutmen politik di setiap internal parpol pun harus diperbaharui kembali. Seperti contoh, setiap parpol yang akan merekrut orang yang mau bergabung dalam suatu parpol harus lulus uji kompetensi dasar.

Penyeleksian berbentuk akademik ini akan menunjang kinerja parpol kedepan, dan orang-orang yang diseleksi nanti kiranya minimal standar pendidikannya adalah sarjana strata satu (1). Kemudian para kader parpol ini harus diberi materi pendidikan politik yang sebagaimana mestinya. Misalnya memberikan pemahaman terhadap dampak negatif dari politik transaksional (politik uang) pada proses demokrasi indonesia sekarang ini.

Tentunya dalam tahap ini bukan hal yang mudah untuk kita laksanakan, perlunya komitmen yang kuat untuk mengembalikan citra parpol yang terlanjur melenceng dari fungsinya. [***]

10 PSK Terima Santunan Duka Puluhan Juta Rupiah

Penyerahan bantuan sosial (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Keseriusan negara untuk hadir ditengah masyarakat yang membutuhkan dibuktikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan menyerahkan bantuan kepada ahli waris Pekerja Sosial Keagamaan (PSK).

Penyerahan santunan duka bagi ahli waris PSK sebesar Rp 24 juta tersebut dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulawesi Utara, Edisson Humiang Kamis (11/04/2019). Didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Erny Tumundo, Humiang menegaskan program sosial ini merupakan terobosan hebat Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Terobosan besar tersebut dituangkan dalam program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan yang tahun 2018 menyerap dana dari APBD sebesar Rp 2 M untuk 35.000 PSK. Dan di tahun ini bertambah sekitar Rp 5 M untuk 76.000 PSK.(cat)

Kampanye Terbuka PAN Manado, Ini Orasi Politik Bang Toyib

Bang Toyib saat berorasi diatas panggung (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado, Kamis (11/4/2019), menggelar Kampanye terbuka yang bertempat di Lapangan Ketang Baru. Acara berlangsung dari pukul 11.00 wita ini di hadiri para Calon Anggota Legislatif (Caleg) PAN baik tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi Dapil Kota Manado dan dan juga Caleg DPR RI dari dapil Sulawesi Utara (Sulut).

Selain di hadiri oleh Caleg-Caleg, acara kampanye terbuka yang di koordinir oleh Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Manado ini di hadiri langsung oleh Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar yang juga Sebagai Bupati Boltim serta Ketua DPD BM PAN Kota Manado.

Faisal Salim selaku Ketua DPD BM PAN Manado dalam orasi politik mengajak kepada pemuda dan pemuda Kota Manado yg mau memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini utk bergabung dg BM PAN. Saatnya pemuda pemudi berpolitik, politik yang santun, politik yang bersih dan politik yang bermartabat.

“Saya Mengajak pemuda dan pemudi Kota Manado yang mau memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini utk bergabung dg BM PAN. Saatnya pemuda/i berpolitik, politik yang santun, politik yang bersih dan politik yang bermartabat, Mengajak masyarakat untuk Memilih kader kader PAN, sekaligus mengawasi apabila mereka terpilih, jika baik maka dukung lah mereka, jika salah mari kita nasehati bersama2, maka BM PAN berada paling depan untuk meluruskan mereka para wakil rakyat yang salah jalan,” kata Bang Toyib sapaan akrab Faisal.

BM PAN akan mengawal amanah suara rakyat yang memilih para kader2 PAN dan tidak 1 suara pun yang akan diselewengkan kepada yang tidak berhak. Kata Faisal Lebih lanjut, Tokoh pemuda yang akrab di sapa dengan sebutan Bang Toyib dalam orasinya mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk para pencuri suara di PAN.

Ribuan massa yang mengikuti kampanye (FOTO Suluttoday.com)

“Sebagai ‘anak kandung’ dari Reformasi, tidak ada tempat bagi para pencuri suara di PAN,” ujar Bang Toyib tegas.

Diakhir orasinya bang toyib mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mensukseskan pemilu 17 april nanti. “Pemilu 17 April sudah tidak lama, jadi marilah kita gunakan hak suara kita untuk memilih wakil rakyat yang amanah,” teriak Bang Toyib diatas panggung. (*/Redaksi)

iklan1