Category: EkoBis

MANADO PEDULI, Dinas Sosial Turun Serahkan Bantuan pada Warga Korban Bencana

Kadis Sammy Kaawoan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado selalu bergerak cepat ketika melihat problem yang dihadapi masyarakatnya, terutama disaat bencana alam. Selasa (17/10/2017), melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado turun ke lapangan mendatangi sejumlah titik tempat terjadinya kebakaran dan bencana longsor dengan langsung menyalurkan bantuan, turun ke lapangan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial, Sammy Agust Kaawoan.

Ketika diwawancarai Suluttoday.com, Sammy menyampaikan bahwa tim dari Dinsos Manado mendatangi warga selain memberikan support, ikut prihatin dan membantu warga yang tertimpa musibah kebakaran serta tanah longsor. Dikatakan Sammy bahwa pada beberapa wilayah yang dikunjungi, Dinsos berharap bantuan yang diberikan tersebut bermanfaat bagi para korban yang berduka.

Sumbangan diserahkan kepada keluarga korban tanah longsor (Foto Suluttoday.com)

”Pemkot Manado Peduli, siang tadi kami turun ke beberapa titik, dimana masyarakat kita mengalami bencana tanah longsor dan kebakaran. Dinsos sudah merahkan bantuan tanggap darurat kepada sejumlah Keluarga yang ditimpa musibah Kebakaran dan Longsor. Kebakaran telah terjadi di Wanea lingkungan II dan di jalan Flamboyan Sario, sementara itu untuk bencana tanah Longsor terjadi di Singkil dan Taas. Kira sumbangan ini bermanfaat bagi merea,” ujar Sammy yang menambahkan semoga musibah tersebut tidak terulang lagi.

Penyerahan bantuan oleh Kadis Sosial Manado, Sammy Kaawoan didampingi tim dari TAGANA (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, Sammy juga menghimbau agar warga tetap waspada. Selain itu, bantuan yang disalurkan diantaranya berupa beras, terpal, minyak goreng, kompir gas, ember, dan lain-lain. ”Kami menghimbau dan mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaannya, terutama mereka yang tinggal dilokasi yang rawan bencana,” tutur Sammy menutup. (Amas)

Senator BRANI: Mafia Tanah Itu Musuh Kita, Pemda Harus Hadir

Benny Rhamdani memaparkan tujuan dilaksanakannya Kunker (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dihadapan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) dalam hal ini diwakili Direktur Sengketa dan Konflik Tanah dan Ruang Wilayah 1, Supardi Marbun, dan juga didampingi Kakanwil ATR/BPN Sulut Fredy Kolintama, Benny Rhamdani selaku Wakil Ketua Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) menyampaikan secara tegas dalam kunjungan kerja (Kunker) Komite 1 DPR RI ke Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (17/10/2017), soal pentingnya pemerintah hadir dan berpihak pada rakyat disaat penyelesaian sengketa tanah.

Suasana pembukaan Kunker sedang berlangsung (Foto Ist)

”Begitu kompleksnya persoalan tanah di Indonesia ini, sehingga demikian Presiden Jokowi mencanangkan program reform agraria. Tentunya, kita harapkan program pro rakyat yang revolusioner ini tidak memberi ruang bagi para bandit dan mafia tanah untuk mengeksploitasi lagi rakyat, disinilah peran dan kehadiran pemerintah daerah begitu diperlukan dalam penyelesaian masalah. BPN di daerah harus berperan aktif, jangan cenderung mengabaikan kepentingan rakyat dalam perselisihan sengketa tanah,” kata Brani begitu Rhamdani akrab disapa.

Tim Komite 1 DPD RI saat mendengarkan laporan dan keluhan masyarakat (Foto Ist)

Senatir asal Sulawesi Utara yang juga jebolan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado itu mengajak seluruh komponen rakyat untuk mengurai serta mencarikan solusi secara bersama-sama atas persoalan tanah yang kini disebutnya menjadi semacam penyakit kronis yang menjangkit Republik Indonesia tercinta.

Sambutan dari perwakilan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Foto Ist)

”Indonesia sedang darurat agraria, untuk itu saya mengajak seluruh elemen rakyat untuk bantu menawarkan solusi konkrit. Tentunya, peran pemerintah dan instansi teknis sangatlah diperlukan disini, mari kita tuntaskan polemik tanah secara komprehensif serta melacak persoalan secara jernih, untuk kepentingan rakyat tentunya. Pengusaha bajingan, oknum birokrat korup dan penegak hukum nakal harus kita hentikan konspirasinya, jangan buat rakyat menjadi korban. Nah, melalui Kunker ini juga semua masukan, saran, serta data-data yang dimasukkan akan kami tindaklanjuti dengan Menteri, bahkan kalau belum selesai, ini akan disampaikan ke presiden Jokowi,” tegas Brani yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara beberapa periode itu.

Foto bersama rombongan Komite 1 DPD RI bersama pihak ART BPN dan instansi terkait (Foto Ist)

Selain itu, saat menyampaikan materi dan memberikan gambaran terkait sejumlah capaian kerja yang disampaikan Kepala Kantor Wilahay ATR/BPN Sulawesi Utara memberi apresiasi kepada Komite 1 DPD RI yang berkesempatan hadir dalam Kunjungan tersebut. Fredy pun menjelaskan secara umum tentang kinerja dri 13 kantor pertanahan dan 2 kantor perwakilan ATR/BPN di Sulut yang siap menjalankan program reforma agraria. (Amas)

Rita Maya Dondokambey: Kami Ajak Masyarakat Mengkonsumsi Ikan

Ir Rita Maya Dondokambey (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Rabu (11/10/2017), bertempat di Kawasan Marina Plaza Kota Manado, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan melantik pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) se Sulut.

Ibu Rita saat memberikan sambutan mengatakan kehadiran FORIKAN ini untuk memajukan peningkatan dalam hal konsumsi ikan.

”Kami ajak masyarakat mengkonsumsi ikan, sebab ikan baik bagi kesehatan dan kecerdasan,” ujar Ibu Rita.

Istri tercinta Gubernur Olly Dondokambey ini menerangkan, daerah Sulut tidak sulit mendapatkan ikan. Oleh karenanya, tak ada alasan untuk tidak mengkonsumsi ikan. ”Potensinya cukup besar. Kita memiliki karakter kuliner beragam varian hasil laut. Bahkan kita punya ikon bagi daerah, yaitu ikan tuna, tongkol dan cakalang,” ungkap Ibu Rita.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap penyelenggara, dalam hal ini TP PKK Sulut dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut. ”Atas nama pak gubernur, saya mengapresiasi kepada yang sudah menggagas kegiatan ini. Apresiasi juga bagi kabupaten/kota yang hadir,” kata Wagub Kandouw.

Kandouw mengapresiasi kehadiran FORIKAN karena berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan. ”Paling tidak lewat ini memberikan semangat untuk makin gencar, mewartakan dan mempush masyarakat untuk gemar makan ikan. Ingat, makan ikan ikan itu sehat,” ungkap Wagub.

Kandouw pun optimis usai pelantikan ini, masyarakat akan mengkonsumsi ikan. ”Luar biasa ketua FORIKAN di kabupaten/kota tak lain adalah Ketua TP PKK di masing-masing daerah. Maka, gaungnya sampai ke mana-mana,” tutur Kandouw.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Ronald Sorongan menambahkan adanya FORIKAN mampu meningkatkan konsumsi ikan.

”Saya harapkan lewat ini masyarakat Sulut mulai dari anak-anak sampai orang dewasa mengkonsumsi ikan. Sebab, manfaat ikan adalah menyehatkan dan mencerdaskan,” kata Sorongan.

Untuk diketahui, yang hadir dalam pelantikan tersebut, antara lain Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Wakil TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS serta pengurus TP PKK kabupaten dan kota di Sulut. (*/TimST)

Panen di Tompaso Barat, Gubernur OLLY: Program ODSK Dikerjakan Hingga ke Pedesan

Gubernur Olly Dondokambey saat memanen bawang merah (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE, Sabtu (7/10/2017) kemarin ikut panen bawang merah di kawasan perkebunan Desa Tonsewer Selatan, Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa. Begitu akrab saat turun langsung bersama para petani, Gubernur Olly tak lupa menyampaikan apresiasinya dan menuturkan bahwa program pemerintah pusat saat ini turun sampai ke Pedesaan.

“Program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) dikerjakan hingga ke pedesaan. Mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dalam upaya menunjang program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Olly.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulut, Hiasinta Motulo menjelaskan beberapa keunggulan dari varietas bawang merah Lansuna yang ditanam di Tompaso. Salah satunya bisa ditanam kapan saja tanpa mengenal musim.

”Memang diakui, varietas ini meskipun penanamannya dilakukan di luar musim tanam hasilnya akan memuaskan,” ucap Motulo.

Selain itu, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow juga mengatakan kalau varietas unggulan seperti bawang merah ini akan dikembangkan di sentra-sentra pertanian lainnya.

”Intinya pemerintah akan terus bekerjasama dengan para ahli pertanian untuk menggenjot sektor pertanian di Minahasa. Sebab sektor ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat,” kata JWS begitu Jantje sakrab disapa.

Untuk diketahui, kegiatan ini pun dihadiri Anggota DPRD Rocky Wowor, Kepala Biro Umum yang juga Plt. Kepala Biro PKKP Clay June Dondokambey, SSTP, MAP dan jajaran dinas pertanian. (*/TimST)

Hebat, Dirut Ferry Keintjem Memang SAKTI

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan Ferry Keintjem (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Beredarnya informasi terkait pencopotan Ferry Keintjem, dari jabatan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado dalam waktu dekat ternyata belum terbukti, faktanya Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut masih mempercayai Keintjem mengelola Pasar di Manado. Bahkan, Keintjem makin ‘sakti’ dan ‘perkasa’ dengan posisinya tersebut, hal itu juga disampaikan sejumlah mantan Dirut PD Pasar Manado.

Menurut Drs Jimmy R Kowaas, selaku mantan Dirut PD Pasar Manado, Jumat (6/10/2017) saat ditemui di kawasan Jalan Roda (Jarod) Manado bahwa keberadaan Keintjem sebagai Dirut PD Pasar Manado memang makin kuat. Meski, banyak pedagang yang melayangkan protes melalui demo berangsur-angsur belum lama ini, gaji karyawan yang baru dibayar setengah (kas bon), serta sejumlah kebijakannya yang mendapat penolakan pedagang tidak memberi efek apa-apa terhadap jabatannya dimata owner.

”Hebat, Dirut Ferry Keintjem memang sakti. Lihat saja sampai saat ini suara-suara teriakan protes pedagang atas keluhan naiknya iuran atau sewa ruangan, permasalahan biaya sewa notaris, titipan pajak, begitu pula dengan gaji karyawan yang menurut beberapa laporan kepada saya mereka belum mendapatkan gaji sepenuhnya, sampai dirinya dilaporkan ke Polisi dan Kejaksaan. Itu semua seperti jauh dari perhatian owner, ada apa sebenarnya,” ujar Kowaas yang turut diaminkan mantan Dirut Irwan Olii, SE.

Lanjut mantan birokrat ini mengaku kagum dengan kuatnya pengaruh Dirut Ferry Keintjem yang meski banyak mendapatkan protes tapi tetap saja dipakai owner untuk memimpin PD Pasar Manado. Padahal, kata Kowaas demi memajukan PD Pasar Manado perlu ada restrukturisasi jabatan dan perbaikan, banyak hal yang harus dibenahi di PD Pasar Manado saat ini agar setoran ke Kas Daerah (PAD) bisa berjalan stabil.

”PD Pasar harus diperbaiki kebijakan-kebijakannya, banyak pedagang mengeluh, begitu pun karyawan PD Pasar Manado sendiri, tapi seolah-olah tidak digubris. Untuk karyawan tentu mereka takut menyampaikan aspirasi atau keluhan mereka tersebut, nah memang saya juga kagum atas begitu besarnya pengaruh Ferry Keintjem sehingga owner tidak berani mengganti dirinya dari jabatan Dirut PD Pasar Mando. Karena menurut saya, PD Pasar Manado harus disehatkan, supaya setoran ke Kas Daerah lancar seperti yang dilakukan Dirut-Dirut sebelumnya meski pendapatan perharinya kecil, pada saat itu tapi mampu menyetor ke Kas Daerah,” ujar Kowaas.

Sementara itu ditempat terpisah, anggota DPRD Manado, Sjarifudin Taha angkat bicara. Taha menyarankan agar Wali Kota Manado mengambil sikap tegas untuk membela pedagang yang saat ini merasa kepentingannya didzolimi Dirut PD Pasar Manado.

”Pedagang sudah mengeluh, terutama mereka yang merupakan korban ‘penggusuran’ dimana tempat mereka dibongkar. Kasihan, pedagang juga cari hidup, mereka butuh makan dan minum, mereka punya nurani, jangan kemudian keluhan-keluhan pedagang diabaikan, Pak Wali Kota Manado harus tegas dalam hal ini, karena semua permasalahan yang dialami pedagang muaranya dari pimpinan sebagai pengambil kebijakan di PD Pasar Manado. Itu artinya kalau serius menyelesaikan persoalan PD Pasar Manado, Ferry Keintjem harus diganti sebagai Dirut PD Pasar,” kata Taha yang juga kader PAN Kota Manado ini. (Amas)

iklan1