Category: EkoBis

Polemik BSG Kian Meluas, Gubernur Sulut Ketar-Ketir?

Mochamad Firasat Mokodompit (FOTO Ist)

Yasty Pindah RKUD, Mendagri Warning Gubernur; RUPS Luar Biasa, Penyelesaian BSG agar Tidak Ditinggal Pemegang Saham

Oleh : Mochamad Firasat Mokodompit (Ekonom/Pegiat Sosial ekonomi) 

Torang pe Bank Sulut Gorontalo BSG sedang menghadapi problem Internal dimana Para pemegang saham menarik dana dan memindahkan RKUD dari BSG ke bank BNI, Bolmong Mengawali pemindahan itu yang kemudian akan diikuti oleh kabupaten kota lainnya, hingga Gubernur sebagai Pengendali saham terbesar harus bicara keras yang menurut berbagai kalangan justru tidak selesaikan akar masalahmya.

Saya tidak akan masuk diwilayah Pengelolaan Perbankan, karna tentu Komisaris dan Direksi BSG punya kewenangan untuk majukan bank ini dengan berbagai terobosan,dimana secara Profesional merekalah menjadi harapan Publik, karna BSG sudah menjadi milik publik dimana Sahamnya sebagian Dimiliki Coorperasi dan Perorangan.

Ada apa dengan BSG !! pertanyaan ini tentu harus dijawab Direksi, bukan Gubernur, karna sumber dan akar masalahlah kami amati justru dari Direksi Itu sendiri, berbagai Kebijakan nya tidak berpihak pada suara/ masukan pemegang saham, demikian juga dalam Rekrutmen pegawai, terkesan daerah yang miliki cabang dan pengisian kebutuhan Sumber Daya di cabang justru selalu terjadi pengabaian positioning rekrutmen Putra-Putri di daerah dimana daerah tersebut miliki potensi >>>lha mbok di akomodir kata orang tua di Mopuya yg berkeinginan anaknya bisa bekerja dan mengabdi di BSG.

Lebih konyol lagi torang di mongondow ini, berbagai sumber dapat dipercaya bahwa posisi torang mongondow kalau bukan jadi SATPAM/ SECURITY no jadi CLINNING SERVICE, apa Gubernur tau keadaan dilapangan ini. Emangnya dari Bolaang Mongondow Bersatu BMR ndak miliki SDM mumpuni, emangnya orang mongondow tidak ada yang berdidikasi di BSG hingga puluhan tahun?.

Seharusnya Management BSG peka itu, janganlah tunjukkan gaya KEKUASAAN, banyaklah SDM yang jago-jago di Internal BSG dimana mereka semua Mendedikasikan Tenaga Pikiran Pengabdian untuk Membesarkan BSG, begitu so besar boro-boro kata orang jakarta Gubernur Rekrut orang yang so pensiun di bank lain >>> Bijaksanakah itu ? Dan sangat menyakitkan Bupati kami YSM hanya untuk memperjuangkan KESETARAAN dijawab dengan Retorika.

Aah Pemegang Saham Kacili kwa !! Ngak Ngaruh suaranya !!tapi begitu memindahkan RKUD bukan nya Direksi yang Klarifikasi atau jelaskan kepublik justru Gubernur menyuarakan Kekesalan Berlebihan hingga ungkapkan Bank BNI KAPITALIS, publikpun beragam memberi komentar yang seharusnya tidak boleh seperti itu, apa salahnya Bank BNI.

seharusnya ditanyakan Ibu Yasty kiapa kong kase pindah itu RKUD di BNI, dan cari akar masalah dan beri solusi kongkrit terhadap pemegang saham walau pemegang saham kecil. Seharusnya Direksi Proaktif begitu ada aspirasi pemegang saham seharusnya langsung disikapi, apalagi terjadi pertemuan berulang saat RUPS Terbatas namun Direksi/Komisaris BSG tetap KEH dengan Pendirian nya. Dan justru lapor Gubernur.

KETIDAKMAMPUAN DIREKSI PERALAT GUBERNUR. RUPS BSG SOLUSI KONGKRIT SELESAIKAN MASALAH. Tidak dalam kapasitas membela Bupati saya YSM, namun sebagai bagian Stickholders Mongondow patut memberi appresiasi langkah berani YSM menembus tembok KEBEKUAN PENDIRIAN DIREKSI, yang terkesan pandang enteng dan cuek bebek, kami Bolaang Mongondow Bersatu ini bagian Integral RAKYAT SULUT, OD Gubernur kebanggaan kami.

Kami tidak mau beliau terjebak RENGEKAN DIREKSI, yang nampak tak miliki empati apalagi Hati? Saya hanya bisa menyuarakan keprihatinan, Tokoh Nasional Sosok Kebanggaan justru digiring untuk bersikap yang akhirnya Mendagripun harus turun tangan tuk mengingatkan beliau. Jika kemudian BSG mau Besar dan berkembang maka Akomodatiflah masukan pemegang saham, Implikasi dari pemindahan RKUD ini sangatlah besar dan bisa berdampak terjadinya “Domino Theory ” yang rugikan BSG sendiri, suara suara sumbang Pemegang Saham mulai mencuat, dan keinginan Pemkot kotamobagu dan pemkot kota manado yang merencanakan pindahkan RKUD itu bukan GERTAK SAMBAL, itu semua adanya akumulasi Kekecewaan yang seharusnya Gubernur tau.

Surat Mendagri Nomor 539/ 1012/SJ. Tertanggal 06 pebruari 2019 perihal pemindahan RKUD Bolmong ke Bank BNI adalah WARNING !! dan bisa dikatakan tamparan keras pada Gubernur dan Jajaran Komisaris/ Direksi BSG, Dua point @laksanakan RUPS dan @ Memperbaiki Kinerja menunjukkan bahwa ada masalah Jajaran Direksi dan Komisaris BSG dalam Pengelolaan Usaha Perbankan BSG.

Jika kemudian ada suara Publik Ganti Komisaris, Ganti Direksi, Gubernur harus arif menyikapi itu karna BSG milik publik, dan mungkin itu salah satu SOLUSI yang diminta publik karna adanya desas desus masalah internal pembagian Deviden/Insentif atau apalah yang begitu besar pada Direksi dan Komisaris yang baru kerja, padahal itu hasil dari Keuntungan atau Kerja Keras Direksi/Komisaris sebelumnya, dan ini mengusik rasa keadilan para mantan dan tentunya seluruh jajaran BSG. Dan masalah ini masuk hingga kerana hukum. (***)

Pembangunan Perbatasan Diharapkan Berjalan Demi Kesejahteraan Rakyat

Sekprov Sulut saat memberikan sambutan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen SE MS menekankan bahwa kegiatan pembangunab di daerah perbatasan, senantiasa meningkatkan kesejahteraan di daerah masyarakat tersebut. Hal tersebut disampaikan Silangen saat mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE membuka Rakor Konsultasi Pelaksanaan Program Dan Kegiatan Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Rabu (06/02/2019) di Hotel Gran Puri Manado.

“Kegiatan ini sangat penting dan strategis dalam memformulasikan kegiatan-kegiatan yang telah lewat di tahun 2018,” terang Sekprov saat memberi sambutan.

Sejalan dengan itu Sekprov memaparkan tiga hal yang baik untuk dirembuk bersama pada rakor perbatasan kali ini, yaitu bagimana memperbaiki kualitas infrastruktur dasar di kawasan perbatasan, dan bagimana ketersediaan barang dan jasa di daerah perbatasan, serta bagimana meningkatkan produksi barang komuditi.

Lebih lanjut Silangen yang didampingi Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Sulut, Ir Jemmy Gagola, meminta semua program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah dapat disinergikan kegiatan pusat dan daerah, Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang pasific dapat terlaksana.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa dan Camat yang ada di daerah perbatasan se Sulut juga turut menghadirkan Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Ir H Boytenjuri CES, dan, unsur Forkopimda Sulut.(Cat)

Toemanduk: Pemberdayaan Kaki Lima, Kemiskinan Turun

Kepala Bappeda Sulut menikmati hidangan kaki lima (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, DR Ricky Toemanduk mengatakan bahwa usaha mikro seperti pedagang kaki lima harus dioptimalkan perannya guna menurunkan angka kemiskinan.

“Pemberdayaan kaki lima, turunkan kemiskinan,” ujarnya kepada media ini Selasa (05/02/2019).

Hal ini menurut Toemanduk harus digenjot oleh instansi pemerintah terkait untuk peningkatan kualitas dari pedagang kaki lima. “Peran dari sejumlah perangkat daerah yang menangani usaha mikro, kecil dan menengah sehingga kualitas pedagang kaki lima bisa standar hotel bintang lima namun harga tetap kaki lima,” jelas sosok yang semakin hangat dibicarakan di wilayah Minahasa Selatan ini.

Toemanduk menegaskan bahwa pemberdayaan pedagang kaki lima bisa mendukung program ODSK yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Patut diketahui bahwa di akhir bulan lalu, Pemerintah Republik Indonesia menyatakan bahwa di bidang Pengentasan Kemiskinan Provinsi.

Sulawesi Utara dengan ikon Terus Melejit di Level Satu Digit berhak mendapatkan penghargaan (award). Dan Toemanduk sendiri yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menerima award di kategori Adhi Purna Prima atas keberhasilan dalam program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).(Cat)

Pasca Bencana, Samsat Manado Dibanjiri Wajib Pajak

Pelayanan di Samsat Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Walaupun sempat terguncang dengan bencana alam di awal bulan Februari, namun tak menyurutkan semangat warga Manado untuk menyelesaikan administrasi kendaraan bermotor miliknya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya wajib pajak yang mendatangi UPT/Samsat Manado Senin (04/02/2019).

Sementara itu, Kepala UPT Manado Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Utara, Junita Laloan kepada media ini mengatakan selama dua hari di awal tahun pihaknya telah merealisasikan Rp 416.640.000 bagi kas daerah. Diakui Laloan saat hujan sepanjang hari di awal bulan sehingga menyebabkan banjir dan longsor jumlah Wajib Pajak yang menyelesaikan administrasi kendaraan bermotor jauh lebih sedikit dari hari biasa.

Bahkan salah satu unit bantu di wilayah Manado Utara hany berfungsi setengah hari dan unit bantu di area pusat perbelanjaan terpaksa tidak difungsikan karena akses ke lokasi terendam air. Namun, Laloan menegaskan target yang ditetapkan per hari di bulan Februari sebesar Rp 1.315.730 bisa dicapai.(Cat)

Insya Allah Gubernur dan Wakil Gubernur Hadiri Upacara TULUDE

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan dan perayaan adat Tulude di Sulawesi Utara (Sulut) bakal ramai penyelenggaraannya. Hal itu karena dipelopori juga pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang rencananya melaksanakan kegiatan ini di lapangan Kantor Gubernur pada, Jumat (1/2/2019) sore.

Seperti skedul yang diatur kegiatan yang diagendakan mulai  siang hari tersebut, dan mengikutsertakan seluruh masyarakat  Nusa Utara (Sangihe, Talaud, Sitaro). Kemudian masyarakat lainya diundang untuk ikut terlibat dalam acara ini

Bahkan panitia dan penyelenggara dipastikan akan Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw. Disamping itu juga, Pemerintah mengundang kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada di lingkup Pemprov Sulut agar bersama-sama hadir dan mensukseskan kegiatan yang telah masuk dalam rangkaian promosi pariwisata Sulawesi Utara.

Untuk diketahui, maksud diselenggarahkanya kegiatan tersebut sebagai sarana untuk melestarikan budaya masyarakat Nusa Utara yang selama ini telah menjadi salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia. Selain itu, upacara Tulude merupakan kegaiatan adat masyatakat Nusa Utara sebagai “hari kunci taon”. Kegiatan adat ini kemudian dikemas oleh Pemprov Sulut sebagai ajang untuk mempromosikan potensi budaya Sulut. (*/Redaksi)

iklan1