Category: EkoBis

Sekjen Gapensi Bertemu Wali Kota Kendari, Ini yang Dibahas

Suasana akrab dalam foto bersama usai pertemuan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com РMenyempatkan waktu ketika berada di Kota Kendari, Sekretaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Andi Rukman Nurdin, SE, Sabtu (15/2/2020) kemarin bertemu Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, SE.,ME. Sekjen Andi Rukman mengharapkan ada sinergitas pemerintah daerah Kendari dengan Gapensi Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, agar terlahirnya pembangunan yang harmoni.

”Kita membicarakan beberapa hal penting. Utamanya dari Gapensi, saya mengajak dan mengharapkan agar pemerintah Kota Kendari menciptakan sinergitas dengan Gapensi. Mari kita sama-sama majukan daerah dangan mengedepankan pola kolaborasi,” ujar Andi Rukman menambahkan soal sinergitas menjadi poin pembahasan.

Selanjutnya, Sekjen Gapensi pun mengatakan bahwa pihaknya menyentil soal tantangan jasa dan konstruksi akan semakin kompetitif dalam pembicaraan bersama Wali Kota Kendari. Atas tuntutan lajunya perubahan zaman, maka para pengurus Gapensi Kota Kendari juga kami ajak sama-sama meningkatkan resource, agar bareng-barung bersama pemerintah daerah melakukan pembangunan.

”Tentu saya juga berharap anggota Gapensi bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, terus mengembangkan SDM serta mengedepankan profesionalisme dalam pelaksanaan proyek,” kata Andi Rukman menutup.

Gapensi meminta kepada Wali Kota Kendari, untuk mendorong aspek pemberdayaan dan melibatkan para anggota Gapensi dalam pembangunan di Kota Kendari. Sekedar diketahui, kunjungan Sekjen di Kendari guna menghadiri undangan sebagai narasumber pada acara Silatda dan Muswil IV HIKMA di Kendari, Sabtu 15 Februari 2020. Kemudian berkesempatan silaturahmi dengan Wali Kota Kendari yang didampingi pengurus Gapensi Sulawesi Tenggara. (*/Am)

Aliansi Masyarakat Ratatotok Sambangi Kantor Kemenko PMK

Logo organisasi Aliansi Masyarakat Ratatotok (Foto Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Menindaklanjuti aspirasi warga lingkar tambang PT Newmont Minahasa Raya, Rabu (5/2/2020) Aliansi Masyarakat Ratatotok menyambangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia (RI) di Jakarta. Melalui Ketua Umum Aliansi Masyarakat Ratatotok, Donal Pakuku, S.IP menyampaikan aspirasi masyarakat yang dituangkan melalui Surat Aspirasi.

Donal saat diwawancarai Suluttoday.com menuturkan bahwa pihaknya tengah menyerahkan aspirasi masyarakat Ratatotok kepada Menko PMK. Beberapa aspirasi yang disampaikan juga diutarakan Donal yang menurutnya mendesak agar problem yang dikeluhkan masyarakat dapat segera dicarikan solusinya. Apa yang disampaikan juga, kata Donal sebagai wujud dari apa yang diputuskan dalam rapat masyarakat Lingkar Tambang, pemerintah Kecamatan dan DPRD Minahasa Tenggara (Mitra).

”Kita harus menindaklanjuti ini. Alhamdulillah mendapat sambutan luar biasa. Oh iya, soal apa saja yang disampaikan lisan dan juga tertulis melalui Surat Aspirasi adalah bagian dari kita menindaklanjuti aspirasi masyarakat Lingkar Tambang Kecamatan Ratatotok PT. Newmont Minahasa Raya. Isi dari goodwil (perjanjian niat baik) antara PT. Newmont Minahasa Raya dengan pemerintah RI dalam menyelesaikan kasus minamata pencemaran lingkungan Teluk Buyat,” ujar Donal yang juga alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado ini.

Beberapa hal yang disampaikan, tambah Donal yaitu berupa sikap menolak untuk dilakukannya pengalihan sisa aset dari dana CSR dari Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara. Mantan pengurus KNPI Sulut itu menyebutkan pihak Menko PMK akan menseriusi apa yang disampaikan tersebut.

”Sejumlah tuntutan yang kami sampaikan, diantaranya menolak dengan keras pengalihan (likuidasi) sisa aset Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) kepada Yayasan Sulut Hebat senilai Rp. 68.700.000. Kami dari Aliansi Masyarakat Ratatotok meminta kepada Bapak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (dulu Menko Kesra) sebagai Ketua Dewan Pembina YPBSU agar membatalkan keputusan pengalihan aset YPBSU kepada Yayasan Sulut Hebat senilai Rp. 68.700.000,” kata Donal tegas.

Selanjutnya Aliansi Ratatotok meminta kepada pihak PT Newmont Minahasa Raya sebagai salah satu Dewan Pembina dan sumber anggaran hibah YPBSU agar membatalkan keputusan pengalihan kepada Yayasan Sulut Hebat. Kemudian beberapa aspirasi lainnya juga tak lupa disampaikan dalam surat yang ditandatangani resmi pimpinan Aliansi Masyarakat Ratatotok. (*/Am)

PERDUWISINDO: Terima Kasih Pemerintah Daerah Sulawesi Utara

Refindo dalam giat Sertifikasi (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Apresiasi kepada pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) khususnya Dinas Perhubungan Daerah Sulawesi Utara disampaikan oleh Refindo Tawaris, S.IP yang akrab disapa Indo Nyoa selaku Pendiri / Founder dari Asosiasi Pariwisata Nasional PERDUWISINDO (Perkumpulan Pemandu Wisata Indonesia), Sabtu (1/2/2020). Menurut pimpinan PERDUWISINDO yang bernomor SK Menkumham RI No. AHU-0007608.AH.01.07.2018 yang berkantor pusat di Jakarta itu pihaknya berterima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw.

Melalui surat permohonan kerjasama PERDUWISINDO ke Dinas Perhubungan Sulut dalam rangka sertifikasi (lisensi) Nahkoda Kapal lebih khususnya Nahkoda Kapal Wisata pada tahun 2018 telah direalisasikan oleh Pemerintah Daerah Sulut melalui dinas terkait sepanjang tahun 2019 sebanyak -/+ 300 orang (crew) juga ada bantuan alat penyelamat (life jacket & bouy tires).

“Ini tentunya kerja nyata dari Dinas Perhubungan Sulut yang dimotori oleh Kepala Dinas DR. Lynda D. Watania, MM.,M.Si dan Kepala Bidang Kelautan Stenly Patimbano, SH dan tentunya dibawah kepemimpinan Gubernur¬†Sulut dan Wakil Gubernur Sulut (OD-SK) yang sudah terbukti. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur Olly dan Wakil Gubernur Steven,” kata Indo.

Penyerahan alat perlengkapan (Foto Ist)

Lanjutnya lagi, dengan adanya kegiatan sertifikasi profesi ini, sangat membantu masyarakat dalam peningkatan pendapatan ekonomi. Oleh karena itu, PERDUWISINDO yang menjadi fasilitator antara masyarakat dan pemerintah terkait, memberi garansi bahwa setiap crew yang sudah disertifikasi akan memberikan pelayanan yang maksimal.

“Apalagi kegiatan ini sangat langkah, sama sekali tidak dipungut biaya (gratis) serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya. Semoga kita selalu konsisten melakukan sinergitas program,” ujar Indo pada Suluttoday.com. (*/Redaksi)

Gelar Dialog Awal Tahun, Ini Hasil Rekomendasi Aliansi Masyarakat Ratatotok

Foto bersama usai dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Selasa (14/1/2020), Aliansi masyarakat Ratatotok sukses melaksanakan Dialog Refleksi awal tahun. Kegiatan yang dilaksanakan di D’Loronk kafe Ratatotok ini mengusung Tema: Hibah PT. Newmont Minahasa Raya Kemanakah?. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan dari para tokoh masyarakat yang hadir, bersama juga kalangan pers.

Menurut Ketua Umum Aliansi masyarakat Ratatotok Donal Pakuku, agenda utamanya adalah masyarakat meminta untuk mengusut dugaan penggelapan hibah PT Newmont Minahasa Raya. Ditambahkannya lagi, demi terwujudnya keterbukaan dan pertanggung jawaban publik tentang anggaran, maka pihaknya merumuskan beberapa langkah strategis. Bagaimana pun akibat dari indikasi penyimpangan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian, juga termasuk berdampak kepada warga lingkar tambang.

“Kami warga Ratatotok dan masyarakat lingkar tambang umumnya mendorong proses hukum ke pihak berwajib. Jangan main-main dengan penggelapan dana hibah PT Newmont. Kami meminta transparansi dan akuntabilitas publik ditegakkan pihak pengurus ketiga Yayasan yaitu Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU), Yayasan Minahasa Raya, dan Yayasan Ratatotok Buyat serta pihak PT Newmont selaku sumber anggaran Yayasan,” ujar Donal yang juga jebolan aktivis HMI ini tegas.

Penyampaian Donal juga diaminkan beberapa tokoh yang hadir seperti wakil Ketua DPRD Mitra Tonny Lasut dan Camat Ratatotok Nortje Wullur bersama dengan para Hukumtua Dan Badan perwakilan desa yang Ada di Kecamatan Ratatotok seperti Hukumtua Ratatotok Dua, Marnex Kamudi, Hukumtua Ratatotok Utara Frangky Mandang, wakil Ketua BPD Desa Ratatotok Dua, Helena Nayoan. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Imanudin Kadi, Drs. Haji Kasim Mololonto dan yang lainnya.

Dialog ini menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya:
1. Menolak pelaksanaan Likuidasi aset dan dana sisa Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara YPBSU, senilai 68 milyar tujuh ratus juta ke Yayasan Sulut Hebat karena harga mati aset dan dana sisa Yayasan YPBSU yang notabene adalah dana Good Will Agreement Dari PT. Newmont Minahasa Raya tersebut harus dikembalikan penggunaannya untuk pemberdayaan ekonomi. Sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang Ratatotok dan Buyat. Seperti yang diamanatkan dalam Good Will agreement atau perjanjian niat baik antara pihak PT. Newmont Minahasa Raya dan pemerintah Republik indonesia.

2. Meminta kejelasan penggunaan anggaran dari Yayasan Minahasa Raya dan Yayasan Ratatotok Buyat, serta meminta kejelasan status ex lahan kompensasi dari PT. Newmont Minahasa Raya. (*/Am)

BPD HIPMI Sulut dan PT Pegadaian (Persero) Tandatangan MoU

Ketua HIPMI Sulut saat penandatanganan MoU (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mewujudkan sinergi untuk harmoni pembangunan daerah Sulawesi Utara (Sulut) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulut melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Pegadaian (Persero) Indonesi Timur, Jumat (10/1/2020). Ketua Umum HIPMI Sulut, Elia Nelson Kumaat saat diwawancarai Suluttoday.com, menyebutkan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah Sulut mempercepat pembangunan.

”Kita baru saja melakukan penandatanganan MoU dengan PT Pegadaian. HIPMI Sulut merasa sangat beruntung diajak menjadi Mitra PT. Pegadaian (Persero) secara khusus untuk menjalankan program CSR Pegadaian. Pertama, Pegadaian adalah salah satu BUMN terbesar di Indonesia dengan prestasi yang sudah terbukti jelas. Kedua, program CSR Pegadaian sejalan dengan program yang sedang dijalankan HIPMI Sulut yaitu untuk mencetak pengusaha pemula melalui langkah pembinaan UMKM,” ujar Kumaat saat ditemui di Swissbel-Hotel Manado.

Suasana kebersamaan pengurus HIPMI Sulut dan pihak PT Pegadaian (Foto Suluttoday.com)

Lanjut disampaikan Elia, HIPMI Sulut berharap melalui MoU tersebut menjadi sarana bagi HIPMI dan Pegadaian untuk lebih agresif dalam menggarap sektor UMKM. Yang bukan hanya memberikan dampak ekonomi di Sulut, tapi adanya dampak sosial (social impact). Sektor UMKM sedang berevolusi, ini yang dirasakan sekali oleh HIPMI.

”Sektor UMKM bukan hanya melulu di sektor komoditas barang olahan sandang dan pangan, atau jasa secara fisik, namun saat ini berevolusi bersama trend dunia menjadi sektor digital. Dan sektor digital ini bertumbuh pesat sejalan dengan akses informasi. Evolusi ini membuat kami HIPMI dalam melakukan pembinaan pengusaha pemula tidak mungkin sendirian, kolaborasi bersama Pegadaian yang sudah memiliki jaringan serta brand image yang kuat di kalangan masyarakat, akan menjadi mitra strategis kami dalam pembinaan pengusaha pemula,” tutur Kumaat menutup. (*/Redaksi)

iklan1