Category: EkoBis

Gelar Dialog Awal Tahun, Ini Hasil Rekomendasi Aliansi Masyarakat Ratatotok

Foto bersama usai dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Selasa (14/1/2020), Aliansi masyarakat Ratatotok sukses melaksanakan Dialog Refleksi awal tahun. Kegiatan yang dilaksanakan di D’Loronk kafe Ratatotok ini mengusung Tema: Hibah PT. Newmont Minahasa Raya Kemanakah?. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan dari para tokoh masyarakat yang hadir, bersama juga kalangan pers.

Menurut Ketua Umum Aliansi masyarakat Ratatotok Donal Pakuku, agenda utamanya adalah masyarakat meminta untuk mengusut dugaan penggelapan hibah PT Newmont Minahasa Raya. Ditambahkannya lagi, demi terwujudnya keterbukaan dan pertanggung jawaban publik tentang anggaran, maka pihaknya merumuskan beberapa langkah strategis. Bagaimana pun akibat dari indikasi penyimpangan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian, juga termasuk berdampak kepada warga lingkar tambang.

“Kami warga Ratatotok dan masyarakat lingkar tambang umumnya mendorong proses hukum ke pihak berwajib. Jangan main-main dengan penggelapan dana hibah PT Newmont. Kami meminta transparansi dan akuntabilitas publik ditegakkan pihak pengurus ketiga Yayasan yaitu Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU), Yayasan Minahasa Raya, dan Yayasan Ratatotok Buyat serta pihak PT Newmont selaku sumber anggaran Yayasan,” ujar Donal yang juga jebolan aktivis HMI ini tegas.

Penyampaian Donal juga diaminkan beberapa tokoh yang hadir seperti wakil Ketua DPRD Mitra Tonny Lasut dan Camat Ratatotok Nortje Wullur bersama dengan para Hukumtua Dan Badan perwakilan desa yang Ada di Kecamatan Ratatotok seperti Hukumtua Ratatotok Dua, Marnex Kamudi, Hukumtua Ratatotok Utara Frangky Mandang, wakil Ketua BPD Desa Ratatotok Dua, Helena Nayoan. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Imanudin Kadi, Drs. Haji Kasim Mololonto dan yang lainnya.

Dialog ini menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya:
1. Menolak pelaksanaan Likuidasi aset dan dana sisa Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara YPBSU, senilai 68 milyar tujuh ratus juta ke Yayasan Sulut Hebat karena harga mati aset dan dana sisa Yayasan YPBSU yang notabene adalah dana Good Will Agreement Dari PT. Newmont Minahasa Raya tersebut harus dikembalikan penggunaannya untuk pemberdayaan ekonomi. Sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang Ratatotok dan Buyat. Seperti yang diamanatkan dalam Good Will agreement atau perjanjian niat baik antara pihak PT. Newmont Minahasa Raya dan pemerintah Republik indonesia.

2. Meminta kejelasan penggunaan anggaran dari Yayasan Minahasa Raya dan Yayasan Ratatotok Buyat, serta meminta kejelasan status ex lahan kompensasi dari PT. Newmont Minahasa Raya. (*/Am)

BPD HIPMI Sulut dan PT Pegadaian (Persero) Tandatangan MoU

Ketua HIPMI Sulut saat penandatanganan MoU (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mewujudkan sinergi untuk harmoni pembangunan daerah Sulawesi Utara (Sulut) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulut melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Pegadaian (Persero) Indonesi Timur, Jumat (10/1/2020). Ketua Umum HIPMI Sulut, Elia Nelson Kumaat saat diwawancarai Suluttoday.com, menyebutkan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah Sulut mempercepat pembangunan.

”Kita baru saja melakukan penandatanganan MoU dengan PT Pegadaian. HIPMI Sulut merasa sangat beruntung diajak menjadi Mitra PT. Pegadaian (Persero) secara khusus untuk menjalankan program CSR Pegadaian. Pertama, Pegadaian adalah salah satu BUMN terbesar di Indonesia dengan prestasi yang sudah terbukti jelas. Kedua, program CSR Pegadaian sejalan dengan program yang sedang dijalankan HIPMI Sulut yaitu untuk mencetak pengusaha pemula melalui langkah pembinaan UMKM,” ujar Kumaat saat ditemui di Swissbel-Hotel Manado.

Suasana kebersamaan pengurus HIPMI Sulut dan pihak PT Pegadaian (Foto Suluttoday.com)

Lanjut disampaikan Elia, HIPMI Sulut berharap melalui MoU tersebut menjadi sarana bagi HIPMI dan Pegadaian untuk lebih agresif dalam menggarap sektor UMKM. Yang bukan hanya memberikan dampak ekonomi di Sulut, tapi adanya dampak sosial (social impact). Sektor UMKM sedang berevolusi, ini yang dirasakan sekali oleh HIPMI.

”Sektor UMKM bukan hanya melulu di sektor komoditas barang olahan sandang dan pangan, atau jasa secara fisik, namun saat ini berevolusi bersama trend dunia menjadi sektor digital. Dan sektor digital ini bertumbuh pesat sejalan dengan akses informasi. Evolusi ini membuat kami HIPMI dalam melakukan pembinaan pengusaha pemula tidak mungkin sendirian, kolaborasi bersama Pegadaian yang sudah memiliki jaringan serta brand image yang kuat di kalangan masyarakat, akan menjadi mitra strategis kami dalam pembinaan pengusaha pemula,” tutur Kumaat menutup. (*/Redaksi)

Penambang Liar Beraksi Lagi di Bakan Bolmong, Warga Sekitar Terkejut

Tenda yang diamankan pihak keamanan (Foto Ist)

BOLMONG, Suluttoday.com – Telah nyata perbuatan melawan hukum alias ilegal Penambang Tanpa Izin (PETI) di kawasan Desa Bakan, Kabupaten Bolmong induk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilakukan penambang, rupanya tidak berhenti. Seakan tidak ada kesadaran bahwa perbuatan tersebut adalah melanggar ketentuan perundang-undangan.

Pasalnya, atas perbuatan penambangan liar itu kawasan sekitar mulai kambuh lagi beberapa hari terakhir ini. Para oknum penambang ilegal datang lagi mengeruk kandungan emas di lahan yang sudah dilarang untuk dieksploitasi. Para oknum tersebut seperti tidak menghiraukan larangan pemerintah serta bahaya longsor yang akan terjadi lagi.

”Masih saja para oknum PETI ini beraksi menggali emas secara liar. Kami tidak tahu dari mana mereka masuk. Tiba-tiba saja kelihatan ada lampu dari camp di lereng bukit Busa yang pernah menimbun puluhan pekerja tambang,” ujar Khairudin warga kampung mengaku kaget.

Lanjut Khairudin mengaku menegur jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Aktivitas oknum-oknum itu dipantau dari kejauhan di seberang bukit Busa kelihatan kerlap kerlip lampu dan suara bunyi disel.

”Iya betul, kalau siang bisa kelihatan dari sini tenda warna hijau dan biru yang didirikan para penambang,” ucap Khairudin yang dibenarkan warga lainnya, Senin (30/12/2019).

Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari Dinas ESDM Pemkab Bolmong terkait aktivitas PETI di Bakan. Informasi dari PT JRBM, pemilik konsensi di Bakan, mereka baru mengetahui ada aktivitas PETI di area camp side. Malah PETI seperti kompak masuk di Busa, Bukit Berkat dan Gunung Botak.

”Sempat, kami dua hari lalu telah mengajak dengan cara persuasif kepada warga PETI. Tapi tidak diimbau,” tutur Gito Manager Security PT JRBM. (*/Redaksi)

Bersama Sesmenko Perekonomian, Wali Kota Manado Rakor Terkait Omnibus Law

Wali Kota Manado saat hadir dalam pembahasan RUU Omnibus Law (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado dibawah kepemimpinan DR GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dan Mor Dominus Bastiaan, SE, selaku Wakil Wali Kota terus proaktif menggenjot pembangunan. Tidak hanya itu, pada level memberi support terhadap implementasi regulasi yang tepat juga dilakukan pemerintah Kota Manado. Jumat (6/12/2019), Wali Kota Manado, Vicky Lumentut menghadiri rapat koordinasi (Rakor).

Rakor terkait pembahasan dan sosialisasi Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, dihadiri sejumlah stakeholder. Diantara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Kementerian Lembaga, Asosiasi Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Wali Kota Manado berharap diskusi tersebut menjadi suplemen yang dapat memacu kinerja pemerintah Kota Manado.

”Saya barusan mengikuti diskusi bersama Sesmenko Perekonomian guna membahas terkait Omnibus Law. Tentu kita berharap materi ini menambah pengetahuan bagi kami para Kepala Daerah untuk bagaimana mewujudkan efektifitas pelayanan publik,” ujar Vicky Lumentut.

Untuk diketahui, rapat ini dipimpin Sekretaris Kemenko (Sesmenko) Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, S.E, M.E di Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Jakarta dalam rangka memdiskusikan awal materi tentang Omnibus Law tentang perizinan atau Rancangan UU Cipta Lapangan Kerja. Kata Wali Kota Manado dua periode ini, kepada Suluttoday.com, Jumat (6/12/2019) bahwa pembahasan akan dilanjutkan Minggu depan dengan membahas hal-hal substansial lainnya.

Berlangsungnya pembahasan RUU Omnibus Law (FOTO Ist)

”Tentu juannya kita memberikan kontribusi pembangunan untuk yang lebih maju dan bermartabat. Omnibus Law ini termasuk bagian penting dari penyampaian Pak Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bersama seluruh Kepala-Kepala daerah se-Indonesia belum lama ini,” ucap Vicky Lumentut menutup.

Selain itu, secara umum pakar Hukum Tata Negara Bivitri Savitri menjelaskan, Omnibus Law merupakan sebuah UU yang dibuat untuk menyasar isu besar yang ada di suatu negara. Undang-undang ini dimaksudkan untuk merampingkan regulasi dari segi jumlah. Selain itu, menyederhanakan peraturan agar lebih tepat sasaran. Selanjutnya, dalam rapat tersebut, pemerintah akan menyerahkan draf Omnibus Law perpajakan dan lapangan kerja ke DPR sebelum 12 Desember 2019.(*/Redaksi)

Ketua Asosiasi PWR Ucapkan Selamat untuk Fransiskus Maindoka

Solidaritas PWR (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dikenal sebagi birokrat yang disiplin, ulet, loyal dan berintegritas, Fransiskus Maindoka akhirnya diberikan kepercayaan oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw selaku Plt Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara.

Fransiskus mendapat beragam apresiasi. Bahkan dukungan juga disampaikan sejumlah aktivis pemuda Sulut terkait dilantiknya ASN murah senyum dan berwawasan luas ini. Hal itu seperti disampaikan Donal Pakuku, yang menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulut atas amanat yang diberikan tersebut.

Tak hanya itu, Pakuku yang juga Ketua Asosiasi Penambang Wilayah Ratatotok (PWR) mengucapkan selamat kepada Fransiskus Maindoka yang telah dilantik sebagai Plt Kepala Dinas Esdm Pertambangan provinsi Sulawesi Utara yang Baru.

”Kami menyampaikan banyak selamat kepada Bapak Fransiskus Maindoka yang baru saja dilantik sebagai Plt Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Sulawesi Utara. Beliau memang layak diberikan amanah oleh Pak Gubernur Sulut dan Pak Wakil Gubernur karena kinerja yang baik,” ujar Pakuku, Selasa (3/12/2019), yang juga diaminkan Sekretaris Asosiasi Jefri Pangerapan dan anggota Asosiasi Berry Betrandus bersama Boy Taroreh.

Menurut Pakuku pengabdian Fransiskus Maindoka dalam kerja pelayanan memang telah teruji. Pihaknya juga bersedia dengan senang hati melakukan sinergi dalam kerja-kerja. Masyarakat, tambahnya, akan mendukung apa yang menjadi program Dinas ESDM Sulawesi Utara. (*/Redaksi)

iklan1