Category: EkoBis

Solidaritas Mahasiswa Kao Kecam PT NHM yang Tidak Pro Rakyat

Solidaritas mahasiswa Kao di Sulut saat melakukan aksi (Foto Suluttoday.com)

Sejak beroperasinya tambang asal Australia itu di tanah Halmahera (Kao) pada Tahun 1999 sampai hari ini, masyarakat yang berada di lingkaran tambang tersebut tidak perna mendapatkan yang namanya kata sejahtera sedangkan yang kita ketahui bersama adalah dengan hadirnya perusahan tersebut bertujuan untuk meruba nasib orang Kao itu sendiri tetapi itu semua jauh panggang dari api.

Alhasil dengan semua tipu muslihat yang di lontarkan di setiap propagnda adalah soal hajat hidup orang banyak dan soal kesejahteraan masyarakat setempat. Malahan yang terjadi adalah konflik horizontal antar masyarakat, kalau kita melihat sala satu tulisan Bung Karno dibukunya Indonesia Menggugat disitu beliau menyusun ada beberapa poin tentang politik Imperialisme sala satunya adalah Divide Impera atau politik pecah belah dan hari ini di pakai oleh PT. NHM untuk memecah belah persatuan dengan tujuan untuk mengamankan bisnisnya yang sementara berjalan.

Pada tahun 2007 kemarin telah hadir sala satu UU yang sangat kompromis adalah UU NO 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas soal kewajiban CSR dan itu diwajibkan untuk setiap perusahan yang beroperasi di Indonesia tetapi dengan adanya UU yang sangat kompromis tersebut PT. NHM masih saja mengeluarkan kebijakan yang sangat otoriter dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kao. Ironisnya banyak kebijakan-kebijakan yang di buat oleh pihak NHM sangat tidak berpihak pada masyarakat setempat misalnya penerimaan tenaga kerja yang begitu diskriminatif dan PHK terhadap karyawan lokal.

Pada awal bulan Desember kemarin telah keluar sala satu kebijakan dari pihak NHM bahwa angaran yang setiap tahunnya di alokasikan untuk pendidikan dan di terima oleh setiap masyarakat Kao yang punya antusias untuk memajukan SDM mala di pangkas dan di buat seperti kompetisi agar siapa yang layak mendapatkan sedangkan kalau kita kaji secara ekologi dampak yang akan di terima dari hasil produksi perusahan tersebut itu semua masyarakat yang berada di lingkar tambang.[***]

Bukannya pendidikan adalah sala satu jalan bentuk untuk memanusiakan manusia? dan sudah tercantum dalam pembukaan UUD 1945 MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA itu adalah syarat utama yang tidak bisa di tawar-tawar dengan tujuan untuk kedaulatan Bangsa. Dengan adanya tulisan di atas maka kami dari Solidaritas Mahasiswa Kao menuntut:

1. Tolak rencana kebijakan pangkasan bantuan studi bagi semester 1, 2 dan lewat studi dari 4 tahun. Karena ini tidak sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (Tata kelola perusahaan yang baik) yang di dalamnya salah satu aspek keadialan.

2. Stop Penerimaan Tenaga kerja non Lokal dan Stop PHK Tenaga Kerja Lokal.

3. Minta Tranparansi Jumlah Anggaran CSR 1% 4. Minta Departemen CSR Harus Melakukan PertanggungJawaban Realisasi Program dan realisasi anggaran dari Tahun 2015-2017

TETTY PARUNTU Terima Piagam Penghargaan Serta Sertifikat Terbaik III dari BPJS

Bupati CEP saat menerima penghargaan dari BPJS (Foto Suluttoday.com)

MINSEL, Suluttoday.com – Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE (CEP), menghadiri Undangan Resmi, Dalam rangka Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2018 Dan penanda tanganan perjanjian kerja sama integrasi jamkesda pemerintah kabupaten kota dengan BPJS Kesehatan, Selasa (12/12/17).

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut. Pada kegiatan itu Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, memberikan Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kota se-Provinsi Sulut yang telah menyelenggarakan program pemerintahan dengan baik.

Pada kesempatan tersebut Bupati Minahasa Selatan yang akrab disapa Tetty Paruntu ini menerima Piagam Penghargaan yang telah menjamin Rakyat Sehat dan Sejahtera, serta Sertifikat Terbaik III dengan Kriteria jumlah Peserta yang di integrasikan pembayaran iuran tepat waktu dan keakuratan data masterfile. Penghargaan tersebut di tanda tangani langsung Dirut Utama BPJS Prof. DR. Fahmi Idris M.Kes.

Turut hadir dalam kegiatan itu, seluruh pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi, Dirut Utama BPJS prof. DR. Fahmi Idris M.Kes. Para Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Utara. (Friska)

KITA GRAB Manado resmi Terbentuk, Fahmi Kangiden Terpilih Ketua

Kompak pengurus KITA GRAB Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Semakin dinamisnya perkembangan jaman, terlebih telah hadirnya kecanggihan teknologi mengharuskan masyarakat berinovasi dan tidak ketinggalan. Hal inilah, yang menjadi salah satu ide kreatif dengan tercetusnya pengemudi online. Salah satunya, adalah GRAB, usaha yang sudah mewabah di seluruh pelosok negri ini.

Dedemikian pula di Kota Manado. Dimana telah terbentuk sebuah organisasi resmi yang saat ini telah lengkap kepengurusannya, organisasi tersebut diberi nama KITA GRAB Manado. Organisasi ini dideklarasikan Minggu (3/12/2017) bertempat di bilangan Tuminting, telah terbentuk kepengurusan dengan struktur kepemimpinan dengan formasi Ketua terpirih secara aklamasi adalah Fahmi Kangiden.

Sementara itu, Sekretaris S Kiki dan Bendahara Liko Chin, yang dipilih dalam sebuah forum resmi keanggotaan. komunitas ini sendiri dibentuk dengan mandiri dan swadaya sebagai upaya menjalin silahturahmi para pengemudi online agar terjalinnya kebersamaan tanpa bermaksud menjadi pesaing akan organisasi atau perkumpulan dan usaha sejenis lainya.

Dalam sambutanya setelah terpilih, Ketua KITA GRAB Manado, Fahmi yang memiliki anggota ratusan orang ini mengatakan, dibentuknya organisasi ini sebagai salah satu wadah dan nantinya akan melaporkan secara tertulis kepada institusi resmi terlebib terhadap pemerintah daerah ataupun jajaran instansi terkait lainya.

“Tidak menutup kemungkinan semua elemen warga masyarakat yang menjalani profesi sebagai pengemudi online dapat bergabung dalam organisasi ini sebagai bentuk bekerja bersama-sama,maju bersama dalam kebersamaan,” ujar Kangiden yang juga pernah berpengalaman menjadi wartawan ini. (*/Amas)

Cuaca Ekstrem, Nelayan Patut Berhati-Hati

Perahu para nelayan saat stop beroperasi ketika cuaca ekstrem (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Nelayan di area Pantura Jawa Tengah diimbau untuk tidak melaut selama tiga hari ke depan. Sebabnya, Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang menyatakan cuaca ekstrem dan hujan lebat mulai melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

“Kami ingatkan bahwa tiga hari ke depan mayoritas wilayah di Jateng mengalami cuaca ekstrem karena munculnya tekanan udara rendah di bagian selatan Jawa sehingga membuat area belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan,” kata Tuban Wiyono, Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang, Senin (27/11/2017).

Menurutnya, jika tetap melakukan aktivitas di laut potensi kerawanan terjadinya kecelakaan cukup tinggi.

“Nelayan di pesisir Tegal sampai Rembang juga sebaiknya menghentikan aktivitas penangkapan ikan di perairan lepas hingga gelombang tinggi mereda. Sebab, cuaca ekstrem memang menyebabkan munculnya awan cumulonimbus atau awan CB. Ini yang patut diwaspadai,” ungkap Tuban.

Untuk saat ini, ombak tinggi terpantau di sekitar Laut Jawa bagian tengah, perairan selatan Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Selain di laut, Tuban juga mengharapkan kewaspadaan pelaku usaha transportasi di jalan raya, kereta api dan bandar udara.

Dirinya menyatakan kondisi udara saat ini sangat tidak stabil lantaran terjadi aliran masa udara basah dari arah barat. Karenanya ia meminta kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan di daerah potensi genangan, banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor di kawasan yang diperkirakan muncul hujan lebat.

Lanjut Tuban menyebut daerah-daerah yang dilanda cuaca ekstrem meliputi Ambarawa, Majenang, Wonosobo, Ungaran, Temanggung, Sragen, Semarang, Salatiga, Purworejo, Purwokerto, Purwodadi, Purbalingga, Pati. Selanjutnya Mungkid, Magelang, Kendal, Kebumen, Jepara, Demak, Cilacap, Boyolali, Blora, Batang, sampai Banjarnegara. (*/TimST)

Peran Pemuda dalam Mewujudkan Kebijakan yang Pro Kaum Tani

Ilustrasi peran pemuda (Foto Ist)

Oleh : Heru Gunawan, SP, M. Agr
(Dosen Fakultas Pertanian Universitas Asahan)

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah menyampaikan “Berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia” dan Hasan Al Banna seorang tokoh pergerakan di Mesir pernah berkata, “Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya”.

Timbul sebuah pertanyaan mengapa harus ‘pemuda’? karena pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

Hal ini membuktikan bahwa pemuda mempunyai peran yang sangat besar untuk meneruskan kekuasaan yang sudah ada saat ini. Sejarah pun juga membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan. Di mana saja, di negara mana saja, kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda. Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan dalam setiap sektor kehidupan masyarakat termasuk pada sektor pertanian, karena sektor pertanian merupakan sektor yang paling penting disetiap negara kehususnya Indonesia.

Namun fenomena yang terjadi saat ini, kurangnya minat para pemuda untuk terjun dalam bidang pertanian menjadi sesuatu hal yang perlu diperhatikan. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat banyaknya desa yang ditinggalkan oleh para pemudanya. Mereka lebih memilih profesi lain di kota-kota besar yang lebih menjanjikan dari pada menjadi petani.

Para pemuda saat ini umumnya berfikir bahwa pertanian adalah pekerjaan yang menjijikan, melelahkan, membosankan, dan untuk mendapatkan uang/ hasil yang memuaskan mereka perlu bekerja panas-panasan, hujan-hujanan, dan juga harus menunggu lama untuk mendapat hasil panen. Tentu saja hal ini akan berimbas pada sektor pertanian terutama pada sektor ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. Penyebab dari ini semua tidak lain karena membudayanya pandangan bahwa bertani adalah pekerjaan kelas dua, disamping masih sempitnya kesadaran dan pemahaman akan potensi pertanian.

Hal diatas sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 70-an di pedesaan Indonesia oleh Guru besar emeritus dari institutes of Social Studies, Denhaag, Belanda menunjukan masa depan pertanian semakin terancam dengan berkurangnya minat pemuda untuk menjadi petani. Apalagi dalam pendidikan di sekolah para remaja tidak diajarkan untuk jadi petani, (sumber: ugm.ac.id).

Padahal dengan munculnya isu tentang bonus demografi, harapannya para pemuda ikut berperan dalam ekonomi pedesaan. Guna membangun pertanian yang lebih baik dan kuat, demi tercapainya ketahanan pangan di masa depan.

Peran pemuda dalam pertanian diharapkan mampu menciptanya sistem atau konsep-konsep baru dalam dunia pertanian, ataupun teknologi baru sehingga mampu memaksimalkan produktivitas meskipun dengan lahan yang seminimum mungkin dan juga memanfaatkan potensi tanaman pertanian di tiap-tiap wilayah pertanian di Indonesia.

Sehingga ketergantungan pada satu dua jenis tanaman makanan pokok tidak terjadi. Dengan begitu diharapkan bisa memberikan hasil maksimal tergantung wilayah sesuai potensi tanaman di daerah tersebut.

Peran Pemuda

Pemuda juga dapat mengambil beberapa peran yaitu : pertama mengambil peran besar dalam proses pembuatan kebijakan sektor pertanian. Kebijakan-kebijakan pertanian yang dihasilkan oleh Pemerintah ataupun perlu mendapat masukan dan pengawalan yang kritis dan konstrkutif dari para pemuda yang reformis. Pada fase inilah, para pemuda dapat mengeluarkan gagasan-gagasan cemerlangnya guna kemajuan petani dan pertanian Indonesia.

Kedua melakukan pengawasan terhadap program-program pertanian, Peran penting tidak hanya berhenti dalam kontribusi pemikiran kebijakan. Satu hal yang juga mendesak adalah bagaimana agar program yang telah disusun dapat direalisasikan sesuai dengan sasaran dan target yang telah ditetapkan.

Ketiga melakukan pencerdasan, pendampingan, dan upaya pemberdayaan petani, pemuda pada dasarnya adalah bagian dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang sebagian besar hidup dari sektor pertanian. Keberadaan pemuda di tengah masyarakat setidaknya dapat memberi kan peluang pemberdayaan bagi masyarakat yang rata-rata berpendidikan rendah. Keempat memberikan advokasi-advokasi pertanian.

Ketidakberdayaan petani menghadapi sistem yang tidak menguntungkan perlu mendapat pendampingan dari para pemuda. Ketidakberdayaan mereka menghadapi sistem rentenir ataupun ketidakberdayaan menghadapi tengkulak ataupun pedagang dapat dijadikan wahana para pemuda untuk memberikan kontribusinya.

Semoga kita tidak lupa bahwa pertanian juga butuh peran pemuda (para petani-petani muda) yang penuh inovasi di dunia pertanian, oleh karena itu, mari kita dorong anak muda agar tertarik pada pertanian dan menjadi motor penggerak pertanian di Indonesia.

Sehingga diharapkan mampu menciptakan pertanian yang kokoh di masa depan, lalu mampu memenuhi kedaulatan pangan, yang mana merupakan bagian dari nawacita sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sebagai program pembangunan berkelanjutan di Indonesia. [***]

iklan1