Category: EkoBis

Bagai Magnet, 10 Ribu Rumah dari PAHAM Menjadi Rebutan Warga Mahawu

Kompak mengangkat 4 jari, bertanda mendukung PAHAM (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Rutin melakukan sosialisasi program, terlebih yang berkaitan dengan rumah murah, program 10 ribu rumah yang digagasn calon Wali Kota Manado, Prof. Dr. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan calon Wakil Wali Kota, Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan kencang mendapat dukungan masyarakat. Bagai magnet, Faisal Salim, SE, selaku pelopor didampingi Gilang Ramadan Hiola, Senin (26/10/2020) kembari bombardir Manado Utara.

Bertempat di Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting, Faisal Salim melakukan sosialisasi, tatap muka dengan masyarakat di 7 Lingkungan. Fantastis hasilnya, menurut pria yang akrab disapa Bang Toyib itu antusias masyarakat untuk memiliki rumah begitu besar. Selain itu, politisi muda vokal ini bangga karena cukup banyak masyarakat Kota Manado yang masih rasional melihat program yang diajukan paslon Wali Kota di Pilwako Manado.

Gilang dan Bang Toyib saat sosialisasi program PAHAM (Foto Suluttoday.com)

”Luar biasa semangat dan dukungan masyarakat kepada PAHAM. Melalui program 10 ribu rumah murah, tanpa bank dan seterusnya tidak memberatkan masyarakat, membuat dukungn masyarakat termasuk masyarakat Mahawu kepada PAHAM begitu kuat. Warga yang ikut sosialisasi bersama kami mengaku bangga, dan siap mendukung Bunda Paula dan Bang Harley. Program pasangan calon Wali Kota Manado Nomor Urut 4 ini dinilai sangat pro masyarakat kecil,” ujar Bang Toyib, saat diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (27/10/2020).

Sementara itu saat kesempatan sosialisasi, di Mahawu, Gilang memaparkan keunggulan dari program 10 ribu rumah PAHAM (Paula Harley Manado) untuk masyarakat. Aktivis muda yang juga pegiat seni Sulawesi Utara (Sulut) itu menyebut arus dukungan masyarakat kebanyakan karena mereka mulai paham akan program pemerintah. Masyarakat begitu luar biasa, tidak berorientasi pada politik uang maupun politik beras. Cara pandang jangka panjang, tambah Gilang tergambar dalam sosialisasi yang dilakukan.

Bang Toyib bersama warga siap menangkan Paula Harlay (Foto Suluttoday.com)

”Alhamdulillah masyarakat kita makin memahami politik. Mereka tidak mudah dibujuk dengan politik uang dan politik bagi-bagi beras. Hal ini sudah kami jumpai, termasuk di Mahawu. Mereka memikirkan anak cucu, sanak saudara untuk jangka waktu 5 sampai 10 tahun kedepannya. Kuncinya masyarakat telah berfikir jangka panjang, sehingga mereka lebih melihat program. Seperti program rumah murah, tanpa bank, tanpa uang muka, tanpa bi cheking dan tanpa bunga dari paslon PAHAM. Ini memberi dampak positif dukungan masyarakat. Kita akan terus bergerak, memahamkan masyarakat,” kata Gilang, Senin (26/10/2020).

Salam PAHAM dari Mahawu (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, sosialisasi program yang dilakukan komunitas perumahan murah For Samua (FS) PAHAM itu dipimpin langsung Bang Toyib dan Gilang. Suasana akrab terlihat, setelah sosialisasi dilakukan, Gilang juga memimpin yel-yel ‘PAHAM ITU JO’, sebagai bentuk keseriusan masyarakat mendukung calon Wali Kota Manado, Prof. Dr. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, sabagi calon Wakil Wali Kota Manado yang.

(*/Amas)

Berjuang Menang, Ketua BM PAN Manado Sosialisasikan Program Paula Harley

Faisal Salim bersama Gilang Ramadan Hiola, salam PAHAM (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Makin menguat posisi calon Wali Kota Manado, Prof. Dr. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan calon Wakil Wali Kota Manado, Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan dalam suksesi Pilwako Manado kali ini. Pasalnya, sejumlah elemen dukungan mulai mengalir untuk memenangkan PAHAM (Paula Harley Manado).

Diantaranya, sebagaimana yang dilakukan Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Kota Manado, Faisal Salim secara terang-terangan mendukung paslon nomor urut 4 Paula Runtuwene-Harley Mangindaan (Paham). Bahkan diketahui, Faisal Salim telah membentuk sebuah tim relawan Paham For Samua, untuk menyosialisasikan visi dan misi serta program pembangunan pasangan calon ini.

”Seperti ini bahwa relawan ini memang sengaja kami bentuk untuk melakukan sosialisasi program paslon Paham, hususnya program 10 ribu rumah paham,” kata Bang Toyib, sapaan akrab Faisal saat diwawancarai Suluttoday.com, Minggu (25/10/2020).

Lanjut politisi muda energik dan vokal yang sempat menjadi salah satu kandidat bakal calon wakil wali kota Manado pada Partai Amanat Nasional ini mengatakan, Tim Paham For Samua sudah turun ke sejumlah kelurahan, seperti Kelurahan Mahawu, Maasing, Sindulang I, dan Kampung Islam.

Penuh semangat Faisal rangkul warga menangkan PAHAM (Foto Suluttoday.com)

”Program 10 ribu rumah paham ini menjadi salah satu daya tarik yang sangat kuat bagi masyarakat untuk memilih paslon nomor urut 4, paham,” ujar Bang Toyib.

Tak hanya itu, Bang Toyib berkomitmen akan total berjuang dan bersama timnya ia konsisten berkeliling seluruh Kelurahan di Manado untuk menyampaikan program PAHAM, terlebih program 10 ribu rumah bagi masyarakat Manado.

”Termasuk program Paham lainnya, mari kita satu barisan menagkan PAHAM for Manado rukun dan damai,” ujar Bang Toyib..

Untuk diketahui, Ketua BM PAN Kota Manado Faisal Salim sempat menjadi kandidat bakal calon Wakil Wali Kota Manado. Dia sempat terdaftar sebagai kandidat pada sejumlah partai, seperti PAN, PKS, dan Gerindra. Dalam upayanya tersebut, Bang Toyib meluncrukan program pembangunan seribu rumah tanpa uang muka bagi masyarakat yang membutuhkan.

(*/Mas)

Gelar Sidak, Kepala BP2MI Intai Joki Saat Seleksi Calon PMI

Kepala BP2MI memberikan arahan (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Gebrakan yang dilakukan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) konsisten dilakukan. Kamis (22/10/2020), kembali BP2MI melaksanakan Ujian Employment Permit System – Test of Proficientcy in Korean Computer Based Test (EPS-TOPIK CBT) Umum Sektor Manufaktur Tahun 2020.

Menurut Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, Kamis (22/10/2020), niat dan kepedulian pemerintahan Jokowi-Ma’ruf untuk memenuhi kebutuhan rakyat melalui dibukanya lapangan pekerjaan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi kerja. Itu sebabnya, para pekerja atau calon pekerja harus disiplin, bekerja secara profesional.

“Sudah seharusnya pemerintah terus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya tidak ada negara yang ingin menyusahkan rakyatnya, justru negara ingin mensejahterakan rakyatnya,” ujar Benny saat meninjau langsung ujian CBT dan skill tes Korea yang dilaksanakan di UPT BP2MI Jakarta.

Pejabat publik yang dikenal dekat dengan bawahannya itu menyebutkan bahwa saat ini ujian CBT Korea gelombang I diikuti 8.640 peserta ujian yang dilaksanakan di dua tempat yaitu Semarang sebanyak 5.760 peserta dan di Jakarta sebanyak 2.880 orang. Ia menambahkan, bekerja di luar negeri adalah hak warga negara Indonesia. Kewajiban Pemerintah adalah memfasilitasinya, idealnya adalah jika di dalam negeri tersedia lapangan pekerjaan cukup mungkin bisa bekerja di negeri sendiri.

“Mudahkan dengan adanya Omnibus law yaitu sebuah Undang-undang yang menjamin adanya ketersediaan lapangan kerja yang cukup. Percayalah Omnibus law adalah upaya Pemerintah untuk menyederhanakan jam kerja dan investasi, yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” ujar Benny.

Benny Rhamdani saat Sidak (Foto Istimewa)

Benny juga memberikan semangat kepada peserta Ujian CBT Korea dengan yel-yel Siapa Kita, Kita Indonesia, Siapa Kita, Kita Pancasila, mudah-mudahan calon pekerja migran mendapatkan hasil yang terbaik.

“Dulu Saya mendapatkan informasi ada joki yang mengikuti tes ini. Tapi di kepemimpinan saya sekarang ini tidak akan ada lagi, Negara memberikan perlindungan untuk PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki,” tegas Benny.

Saat melakukan peninjauan ujian CBT Korea, Benny juga melakukan peninjauan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja ke Taiwan dan Hongkong. Lanjut Benny, sekarang BP2MI telah menerbitkan Peraturan Badan terkait Pembebasan Biaya Penempatan untuk 10 sektor pekerjaan, itu sebagai bukti negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran.

“Menurut Saya, Negara zolim jika membiarkan anak-anak bangsa bekerja tapi gajinya dipotong selama 6 sampai 10 bulan, itu zolim. Kita harus punya empati kepada anak-anak bangsa yang berjuang di luar negeri. Nanti Peraturan Badan tentang Pembebasan Biaya Penempatan akan berlaku Januari 2021, dan itu biayanya ditanggung Pemerintah dan sebagian lagi ditanggung yang mempekerjakan,” ucap Benny.

Selain itu, saat memberikan arahan kepada calon Pekerja Migran, Benny menemukan masih ada P3MI yang melakukan overcharging kepada PMI senilai 50 juta.

“Ini pemerasan kepada PMI, ini sudah lewat dari ketentuan saya akan periksa P3MInya, kalian jangan takut, ini tidak akan membatalkan keberangkatan, kalian punya hak untuk berangkat. Perusahaan akan saya tegur karena menindas PMI,” ujarnya.

Lanjut Benny menuturkan, negara harus memberikan perlakuan hormat kepada Pekerja Migran Indonesia, Presiden Jokowi perintahnya, tegas bahwa lindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki, jangan sampai PMI diberangkatkan secara ilegal.

Selanjutnya, Benny berpesan agar para PMI selama bekerja disana harus menjaga nama baik Indonesia, bekerja yang baik. Para Pekerja Migran harus ada kesadaran atas kontrak kerja, kerjaan harus sesuai dengan kontraknya.

“Mudah-mudahan adik-adik dapat bekerja dengan baik sesuai dengan kontrak kerja jaga nama baik keluarga dan negara Indonesia dan patuhi peraturan hukum di negara penempatan,” tukas Benny.

(*/Mas)

Pacu Kinerja Meski Pandemi, Suami JPAR Terus Berbagi Bansos

Pemimpin yang tulus, GSVL menyerahkan Bansos (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak menyurutkan semangat Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut untuk berbagi pada masyarakatnya tercinta. Wali Kota Manado 2 periode ini didampingi Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Sammy Kaawoan, turun melakukan pembagian bantuan sosial (Bansos) secara langsung, Rabu (14/10/2020).

Bertempat di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, GSVL begitu sapaan akrab Vicky Lumentut menyasar para pekerja Harian yang berada di Bandar Samrat. Wali Kota yang murah senyum ini saat diwawancarai Suluttoday.com, menyampaikan kegembiraannya saat berbagi bersama masyarakat. Menurut GSVL waktu dan kerja yang diberikan tersebut merupakan komitmennya mencintai warga Manado, tanpa membeda-bedakan.

”Tentu ini adalah kebahagiaan tersendiri saat kita berbagi bersama masyarakat. Pemerintah Kota Manado selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Di musim pandemi Covid-19, malah kita hadir memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepedulian yang dilakukan ini semata-mata untuk kesejahteraan serta pelayanan terbaik bagi semua masyarakat Kota Manado, tanpa diskriminasi,” ujar GSVL yang juga mantan Ketua APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) ini, Rabu (14/10/2020).

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat menyerahkan Bansos (Foto Istimewa)

Suami tercinta dari JPAR (Julyeta Paulina Amelia Runtuwene), yang juga calon Wali Kota Manado itu berharap agar masyarakat terbantu dalam mencukupi hidupnya di tengah bencana non-alam, dengan bantuan sosial yang disalurkan. Lanjut GSVL tak lupa mengajak masyarakat Kota Manado agar tetap mematuhi protokol kesehatan, agar peran aktif memutus mata rantai penularan Covid-19 berjalan secara efektif.

”Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Bansos ini untuk wargaku yang terdampak Covid-19. Terlebih para pekerja atau karyawan tenaga harian yang bekerja di Bandara Sam Ratulangi Manado, untuk dapat memanfaatkan bantuan yang disalurkan. Selain itu, saya juga mengajak kita semua untuk jangan bosan-bosannya hidup dengan situasi kenormalan baru (new normal). Ayo gunakan masker, menjaga jarak, pakai hand sanitizer, ikuti protokol kesehatan. Agar kita terhindar dari bayaha Covid-19,” kata GSVL menutup.

Penerima Bansos begitu bergembira (Foto Istimewa)

Untuk diketahui, penyaluran Bansos pemerintah Kota Manado ini dipimpin langsung Wali Kota Manado GSVL dan ratusan tenaga harian lepas di Bandara Samrat menerima Bansos tersebut. Kegiatan bagi-bagi Bansos ini disaksikan General Manajer P T Angkasa Pura I dan Branch Manajer Angkasa Pura Suport bersama Camat Mapanget, Robert Dauhan.

(*/Amas)

Menanam Kedelai, GS VICKY LUMENTUT: Perkuat Kolaborasi Majukan Sektor Pertanian

Proses penanaman bibit Kedelai dimulai Wali Kota GSVL (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak hanya menyampaikan himbauan dan mengajak komponen masyarakat untuk berkebung dengan program ‘Mrijo Ba Kobong’. Lebih dari itu, Selasa (13/10/2020), pemerintah Kota Manado terus tancam gas menggarap lahan untuk mendorong program disektor pertanian. Meski pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), semangat Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut tidak pernah berhenti, Vicky Lumentut malah turun langsung dalam penanaman bibit kedelai.

“Selamat atas penanaman ini, dan mari kita mulaikan dalam nama Tuhan, dalam keyakinan kita lakukan penanaman. Terimakasih, ” ujar Wali Kota Manado 2 periode ini, sambil mendorong alat tanam kedelai diatas lahan perkebunan.

Sekedar diketahui, pemerintah Kota Manado juga telah melaunching program Marijo Ba Kobong pada perayaan Hari Tani Nasional pada 24 September 2020 lalu. Program ini menurut Vicky Lumentut menjadi titik star menuju Manado sebagai salahsatu daerah penghasil kedelai di Sulawesi Utara dengan menargetkan 100 hektar lahan untuk bibit kedelai yang tersedia oleh Pemerintah Kota Manado melalui perangkat daerah Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan.

Kali ini Wali Kota melakukan kegiatan Ba Kobong bersama kelompok tani (Poktan) Cempaka Meras, di Kelurahan Meras Kecamatan Bunaken yang diketuai Sutrisno Mataser diatas lahan 10 hektar. Sambil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam memajukan sektor pertanian ke depan di Kota Manado

”Program Ba Kobong, yang sudah kita canangkan pada bulan Februari lalu sebelum covid-19 ada di Kota Manado, melalui Ba Kobong kita perkuat ketahanan pangan keluarga dan perkuat ketahanan pangan di kota kita ini Manado. Juga membantu kebutuhan ekonomi keluarga dimasa sulit pandemi sekarang,” kata GSVL sapaan akrab Lumentut.

Wali Kota Manado saat menyerahkan bantuan (Foto Istimewa)

Target 100 hektar lahan untuk bibit kedelai dalam kurung waktu hampir dua mingguan hingga saat sudah sudah ada 65 hektar lahan yang ditanami bibit kedelai yang tersebar di Kelurahan Meras 20 Hektar, Kecamatan Bunaken, Kelurahan Bengkol 25 Hektar, Kelurahan Kima Atas 10 Hektar, dan Kelurahan Lapangan 10 Hektar Kecamatan Mapanget.

Wali Kota GSVL juga memberikan bantuan hand sprayer atau alat semprot portabel kepada poktan dalam membantu kebutuhan pertanian mereka.

Turut mendampingi Wali Kota GSVL diantaranya, Kadis Pertanian Kelautan dan Perikanan, M Sofyan, Ketua FKUB Kota Manado, Pdt Renata Ticonuwu, STh, Kabag Pem-Humas Kota Manado, Sonny M.Takumansang, Camat Bunaken Boyke Pandean, Ketua KTNA Kota Manado, George Keintjem.

(*/Amas)

iklan1