Category: EkoBis

PT Equityworld Futures Manado, Alternatif Bisnis Kini Fokus Kejar Target

Kacab Joko bersama Wakil Pialang Berjangka, Nurlailah (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tumbuh pesat sejak 2005, PT Equityworld Futures (EWF) yang merupakan anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) ini telah memiliki aset besar. Tentu juga memberi kontribusi kepada masyarakat Indonesia. Perusahaan yang diketahui menjadi patner ivestasi terbaik di bidang perdagangan berjangka ini di Kota Manado hadir mewarnai, membantu perkembangan ekonomi masyarakat.

Menurut Kepala Cabang (Kacab) PT Equityworld Futures, Joko Santoso, ST, Jumat (15/1/2021) saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan fluktuasi Perusahaan tak luput dari dinamika yang dilewatinya. Ketika ditanya soal kiat-kiatnya dalam memajukan Perusahaan, pengusaha muda vokal itu mengaku mengedepankan pendekatan profesionalisme. Disiplin, kerja cerdas dan kerja bersama menjadi kuncinya.

”Itu lumrah terjadi naik turun pertumbungan bisnis. Tentu semua pemimpin Perusahaan punya kiat memajukan Perusahaannya. Kami punya strategi itu. Melewati dinamika dengan penuh perjuangan keras. Bagi saya prinsipnya perusahaan harus disiplin, profesional dan juga giat, sungguh-sungguh melahirkan karyawan yang inovatif. Kemudian, pengelolaan kerja berjejaring kita utamakan. Dimana-mana yang namanya Perusahaan itu ada dinamikanya, kami bersyukur mampu melewati gelombang bahkan badai tantangan, hingga saat ini masih eksis, dipercaya masyarakat,” ujar Joko.

Tambahnya lagi, Perusahaan yang bergerak sebagai jasa layanan bisnins alternatif ini telah lama memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi sebagai basis memajukan bisnis. Joko yang didampingi Wakil Pialang Berjangka, Nurlailah Dachlan, ST dan juga Petugas Kepatuhan, Novianes Sohilait, SH menyebut komitmennya mencapai target di tahun 2021 terus dipacunya.

”Di tahun 2021 ini kita akan memacu kerja dari semua karyawan. Nasabah harus nyaman dan bergembira. Ini bisnis bersama, Perusahaan ini bukan milik saya sendiri atau satu dua orang saja. Melainkan milik semua. Kita berbenah, 2021 kita targetkan nasabah makin meningkat. Memang era pandemi bagi kami tidak signifikan mempengaruhi omset Perusahaan. Karena karyawan-karyawan kita adalah pekerja lapangan (mobile worke), mereka terbiasa pula bekerja dari rumah,” tutur Joko.

Selanjutnya, meski di era pandemi Covid-19, Joko menyebut Perusahaan yang dipimpinnya di Manado itu tidak kesulitan, karena telah terbiasa dengan sistem digital. Jauh sebelum mewabahnya Covid-19, PT Equityworld Future Manado telah terbiasa dengan sistem work from home. Segala inovasi terus dikembangkan, tanpa lagi bergantung pada pertemuan-pertuman konvensional tatap muka. Karyawannya beradaptasi dengan kerja-kerja mandiri.

Perusahaan yang telah lulus dan mendapat lisensi atau sertifikat dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) itu maju pesat dan tumbuh di Sulawesi Utara sejak puluhan tahun. Joko menambahkan pihaknya mengakui dalam pengelolaan Perusahaan, bisnis tak lepas dari untung dan rugi. Menurutnya rumus umum dari bisnis sudah seperti itu, sehingga komplain menindaklanjuti laporan dari nasabah bukan merupakan hal baru.

Pimpinan PT Equityworld Futures Manado saat sesi foto bersama wartawan (Foto Suluttoday.com)

”Semua aduan keberatan prinsipnya kita fasilitasi. Kita mediasi dan carikan solusinya. Umumnya bisnis tak ada yang sepu dari komplain, terlebih dari nasabah. Itu sebabnya, semua orang yang berbisnis atau berinvestasi berfikirnya adalah keuntungan. Tapi, mereka juga tentu tau resiko-resko berbisnis. PT Equityworld Future Manado punya trainer, para Pialang profesional yang tugasnya mengedukasi calon nasabah. Sampai mendampingi mereka, soal andil besar nasabah meraih keuntungan yang besar, bergantung nasabah itu sendiri. Jadi sangat aman bergabung bersama kami. Bagi masyarakat yang mau berinvestasi, silahkan ke kantor kami yang beralamat di Kawasan Megamas Manado Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Joko tegas.

Di tempat terpisah, Dedy salah satu nasabah yang berdomisili di Kota Bitung memberi testimoni. Menurutnya perusahaan PT Equityworld Futures tampil profesional. Menyediakan jasa layanan bisnis investasi yang memanjakan nasabah. Pasang surut kehidupan bisnis nasabah, disampaikannya bukan bergantung pada Perusahaan melainkan pengelolaan, kerja dan disiplin dari nasabah itu sendiri.

(*/Amas)

Wali Kota Manado Panen Rica, Tomat di Kebun PKB GMIM

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat panen rica (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah ikut menyukseskan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado, Rabu 9 Desember 2020, Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut melanjutkan segala tugas mulianya melayani masyarakat. Selasa (15/12/2020), tak hanya mengabdi pada warga Manado, GSVL begitu Vicky Lumentut akrab disapa juga loyal menunjukkan pengabdiannya untuk warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Lebih khusus pemimpin visioner itu melakukan panen rica, tomat, ubi ‘bete’, dan sejumlah taman lainnya yang ditaman di Kebun Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Manado 2 periode itu mengajak masyarakatnya untuk hidup berdampingan dan memacu semangat untuk memanfaatkan pekarangan serta kebun untuk menanam tamanan yang bermanfaat.

”Puji Tuhan yang ditanam lalu sudah dapat dipanen. Di Kebun PKB GMIM Tompaso kami memanen rica, tomat, ubi bete, kacang Esau dari Israel. Semua boleh kita panen hari ini. Ayo tetap semangat berkebun untuk ketahanan pangan keluarga. Salam sehat, ayo bakobong,” kata GSVL.

GSVL panen tomat (Foto Istimewa)

Wali Kota yang juga Ketua PKB GMIM itu memberikan isyarakat bahwa praktek demokrasi yang tengah dilewati melalui pencoblosan di Pilkada Serentak 2020 jangan membuat masyarakat kehilangan orientasinya untuk melakukan hal-hal baik. Menurut GSVL kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat harus terus dipupuk, ditumbuh kembangkan.

(*/Amas)

LESTARI Siap Bersinergi Bangkitkan Destinasi Pariwisata Indonesia

Suasana kebersamaan usai Bimtek (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Target untu mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia terus ditunjukkan Lembaga Strategis Pariwisata Republik Indonesia (LESTARI). Seperti terobosan yang dilakukan LESTARI, Senin (7/12/2020), melalui gerakan berkolaborasi dari semua lini di Manado.

Setelah dihantam penurunan pendapatan luar biasa yang disebabkan penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sejak awal tahun 2020, industri pariwisata mulai menggeliat naik di penghujung tahun. Hal itu tidak membuat LESTARI berdiam diri.

Untuk jumlah wisatawan dari luar Indonesia secara angka memang masih tidak ada peningkatan sama sekali. Namun, untuk wisatawan domestik mulai mengalami peningkatan sejak Agustus 2020. Angka ini berdasarkan dengan paparan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada kegiatan Sosialisasi Teknis Sertifikasi program Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) yang diadakan di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Senin (7/12/2020).

Dalam kegiatan ini para pelaku industri pariwisata di Manado berkesempatan untuk bertatap muka langsung dan menyampaikan aspirasi kepada Lenda Pelealu, S.Sos, selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, dan perwakilan dari Kemenparekraf.

Kegiatan juga diisi LESTARI yang menghadirkan narasumber dari beberapa lini penting di pariwisata. Harry Tjahaja Purnama yang juga adik dari Basuki Tjahaya Purnama, menjadi narasumber dari LESTARI untuk sektor pariwisata Indonesia dengan pandangan global.

“Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah perlu disinergikan dengan para pelaku industri pariwisata dan tentunya SDM perlu lebih ditingkatkan lagi dengan program-program yang diimplementasi dengan baik agar wisatawan asing ini mau datang lagi ke Indonesia,” kata Harry.

Dialog virtual terkait pariwisata (Foto Istimewa)

Selain Harry, Niluh Djelantik pemilik merek sepatu yang sudah dikenal oleh pasar internasional juga menjadi narasumber dari LESTARI untuk sektor UMKM. Niluh bercerita tentang penurunan omzet yang sangat menurun saat wabah COVID-19 dan mengharuskan 3 gerainya harus ditutup.

Niluh juga menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dari pemerintah, swasta dan pelaku UMKM pariwisata agar tercipta keharmonisan untuk peningkatan ekonomi kreatif tiap-tiap daerah. Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Wayne Ramschie selaku Ketua Utama dari LESTARI, yang menekankan persiapan para pelaku industri untuk 2021 menggunakan program CHSE dari pemerintah.

Meskipun dalam waktu diskusi yang singkat, LESTARI yang sudah meninjau beberapa pelaku usaha pariwisata di Bali sebelumnya, mencoba untuk menampung aspirasi dari audiens acara yang hadir. Wayne mengungkapkan perlu adanya implementasi yang terstruktur dan berkelanjutan sehingga program terlaksana untuk kesejahteraan para pelaku pariwisata baik dari elemen masyarakat, elemen swasta, dan elemen pemerintahan.

Dalam sesi tanya jawab, Refindo Tawaris dari LESTARI juga menanyakan tentang dana hibah untuk pelaku industri pariwisata yang dicanangkan pemerintah tidak turun secara merata kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini ternyata disebabkan oleh belum lengkapnya legalitas dari UKM bidang pariwisata sehingga pengajuan ditolak Dinas Pariwisata Manado.

Jawaban dari perwakilan Kemenparekraf tersebut kemudian dikritisi Friant Haekal, Kepala Divisi Kreatif LESTARI. Menurutnya aspek sosialisasi pariwisata rupanya kurang merata dan tidak fokus dilakukan pemerintah.

Potret berlangsungnya dialog virtual (Foto Istimewa)

Selain itu, Friant mengkritisi sosialisasi yang tidak tepat sasaran dan kurang menggunakan media terkini yang bisa diukur secara kuantitatif sehingga tidak lengkapnya informasi yang diterima oleh target pasar dari kebijakan.

Selanjutnya, Jodi Cross Ante, Ketua Bidang Kemitraan LESTARI secara eksplisit mengungkapkan komitmen LESTARI untuk bersinergi disemua lini. Demi mensukseskan kebangkitan pariwisata Indonesia lebih cepat. LESTARI melanjutkan perbincangan dan diskusi dengan audiens seusai acara di tempat yang berbeda.

Hal ini karena implementasi yang perlu disegerakan untuk keberlangsungan pelaku industri pariwisata Indonesia, khususnya dimulai dari Sulawesi Utara. LESTARI mengajak para pelaku industri pariwisata untuk bahu-membahu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan potensi UMKM dari objek wisata yang ada di wilayah Nusantara.

(*/Bung Amas)

KBRI Cairo Fasilitasi KADIN Sulut Ekspor Biji Pala 15 Ton

Suasana persiapan eksport KADIN Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam suasana pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), ternyata bencana non-alam tidak menurunkan geliat ekspor pertanian di daerah ini. Termasuk ekspor komoditas unggulan asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana daerah ini merupakan salah satu sentra penghasil rempah-rempah terbesar di kawasan timur Indonesia, khususnya biji pala.

Irman Adi Purwanto Moefthi, Atase Perdagangan KBRI Cairo dalam sambutannya pada Penandatanganan Kerjasama Ekspor Produk Pala antara KADIN Sulawesi Utara dengan PT Al Tawfik dan Al Karam Import dan Export secara virtual pada Rabu (25/11/2020), menyatakan kesepakatan ekspor komoditas pala ini menjadi inisiasi awal bagi masuknya produk-produk unggulan Sulawesi Utara yang perlu terus digali, dijaga dan ditingkatkan serta berkelanjutan meskipun tengah menghadapi pandemi, karena biji pala di Mesir menjadi kebutuhan primer.

“KBRI Cairo mengharapkan Sulawesi Utara dapat lebih banyak lagi mengekspor produk komoditas pertanian tidak hanya biji pala, peluang produk lainnya masih terbuka untuk pasar Mesir,” tutur Atdag Irman.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Tunimomor, mewakili pihak eksportir, Mr Amir Karam El Sabour, CEO Al Tawfik & Al Karam for Import & Export Mesir selaku importir Mesir, Chairil Burhan, Kepala FTA Center Makassar serta disaksikan oleh Gideon Lengkutoy, Ketua Petani Biji Pala Pulau Talaud dan sekitarnya, dan Slamet Arifin, KADIN Pusat Divisi Timur Tengah dan Syamsu Alam dan R. Amir Syarifuddin dari unsur KBRI Cairo.

Dalam sambutannya Jemmy Tunimomor, Ketua KADIN Sulawesi Utara menyampaikan terima kasih atas fasilitasi ekspor yang diupayakan oleh KBRI Cairo dan berharap peluang ekspor komoditas lainnya dapat diperluas.

“Kami bersyukur dengan bantuan dan pendampingan KBRI Cairo akhirnya terjalin kerjasama ekspor antara KADIN SULUT dengan Al Tawfik wa Al Karam selaku importir, trial order 1 (satu) kontainer biji pala 15 ton senilai USD 112,500,” ujar Jemmy.

Chairil Burhan, Kepala FTA Centre Makassar menerangkan agar kerjasama dapat berulang, dan produk Sulawesi Utara meningkat ekspornya ke Mesir, apa yang dikerjakan saat ini dapat bernilai ibadah bila dikerjakan secara amanah.

Mr. Amir Karam dalam penyampaiannya, menyambut baik kerjasama ini, kiranya kerja sama ini dapat berlanjut secara terus menerus agar Al Tawfik dan Al Karam dapat memenuhi permintaan pasar Mesir dan negara sekitarnya.

Berdasarkan data statistik BPS, kinerja ekspor komoditas rempah-rempah ke Mesir pada periode Januari-Agustus mencapai USD 2,9 juta atau senilai Rp. 41 miliar dengan volume 730 ton dengan kenaikan 58,28% dibanding dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar USD 1,83 juta dengan volume 703 ton.

Sebagaimana diketahui, Indonesia meraih peringkat kesepuluh sebagai negara eksportir rempah-rempah ke Mesir dari Dunia, dengan menguasai pangsa pasar 3,94%, sedangkan peringkat pertama diduduki oleh Aljazair dan Maroko pada posisi urutan kedua.

(*/Redaksi)

Kembangkan Sektor Pariwisata, Presiden Jokowi Apresiasi Wali Kota Manado

Dialog Wali Kota GSVL bersama StafSus Presiden Joko Widodo (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam rangka memajukan geliat sektor pariwisata di Kota Manado, pemerintah Kota Manado yang diprakarsai Dinas Pariwisata Kota Manado melaksanakan sosialisasi Cleanliness, Healthy, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE). Sebelum-sebelumnya, Manado yang berposisi menjadi destinasi wisata Internasional telah benyak melakukan promosi dari melalui berbagai iven, diantaranya Manado Fiesta

Pada sosialisasi, Jumat (20/11/2020) turut dihadiri Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut, SH.,M.Si.,DEA, dan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia (RI), Billy Mambrasar. Bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Kota Manado, Kawasan Megamas Manado, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Bung Billy Mambrasar selaku Staf Khusus Presiden RI yang boleh hadir bersama pemerintah Kota Manado dalam acara sosialisasi CHSE bagi sektor pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Manado.

“Saya titipkan atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Manado kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo, atas perhatian untuk kota Manado, dimana permintaan kami selaku Walikota dalam pembangunan usaha wisata di ibukota provinsi Sulawesi Utara ini, mulai dikerjakan. Ditandai dengan down breaking pembangunan infrastruktur di pulau Bunaken dan Malalayang, ” ucap Wali Kota kepada Bung Billy.

Wali Manado ketika memberikan cinderamata (Foto Istimewa)

Sementara itu, melalui Billy Mambrasar yang juga Duta SDGs Bappenas, Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo menyampaikan bahwa Presiden Ir. Joko Widodo memberikan apresiasi kepada Wali Kota Manado karena hampir sepuluh tahun memimpin Kota Manado dinilai banyak membawah perubahan dan meninggalkan legacy yang baik kedepan bagi pembangunan lebih khusus dalam bidang pariwisata.

“Saya pribadi sangat mengenal Kota Manado. Saya yakin Manado kedepan bukan hanya terkenal di Indonesia tapi juga dunia internasional dalam sektor pariwisata. Kami sangat mengapresiasi pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Pak Dr. GS Vicky Lumentut atas kerja yang konsisten membangun Manado ” tutur Billy.

Foto bersama Wali Kota, Bung Billy dan Kadis Periwisata Kota Manado, Lenda Pelealu (Foto Istimewa)

Tak hanya itu, Staf Khusus Presiden RI juga mengajak pemuda di Manado mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM dan mengambil bagian dalam program – program pemerintah kedepannya.

Sekedar diketahui, yang hadir dalam kesempatan itu, Kadis Pariwisata Kota Manado, Lensa Pelealu, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Manado, Innov Walelang, Kabag Pem-Humas Kota Manado, Sonny M. Takumansang.

(*/Redaksi)

iklan1