Category: EkoBis

Jadikan PMI Warga Negara VVIP, Kepala BP2MI Terus Perang Melawan Sindikat

Ketua BP2MI bersama Presiden Joko Widodo (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menegaskan sikapnya untuk perang total melawan sindikat pengiriman ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perang total tersebut akan konsisten dilakukan sampai para sindikat bertobat dan kembali kepada jalan yang benar.

“Saya tidak akan berhenti dan terus memimpin peperangan melawan sindikat pengiriman ilegal PMI ini. Sampai sindikat berhenti, tobat dan kembali ke jalan yang benar,” kata Benny saat membuka kegiatan Rakornis Penguatan Tata Kelola Penempatan dan Pelindungan PMI di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (21/11/2020).

Benny menjelaskan, perubahan Undang-undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mengandung konsekuensi. Ada kewenangan dan mandat baru secara kolabaratif dan paradigma untuk para pemangku kepentingan. Menurut Benny, pelindungan kepada PMI kini mencakup pada aspek sosial, ekonomi dan hukum. Karena Itu, PMI layak dijadikan warga negara VVIP. Selama ini seolah PMI terlihat dalam banyak kasus dan terabaikan. Bahkan persepsi publik seolah menilai PMI rentan dengan masalah dan identik dengan pekerja rendahan.

Benny Rhamdani, ketika sambutan dalam Rakornis (Foto Suluttoday.com)

“Di era saya semua itu tidak boleh terjadi lagi. PMI adalah adalah pahlawan, pejuang devisa dan pahlawan bagi keluarganya. Mereka telah memberikan kontribusi besar kepada negara dengan menghasilkan remitansi Rp 159,6 Trilyun yang hampir setara dengan sektor migas,” ujar Benny yang juga politisi Partai Hanura ini.

Benny menambahkan, sudah tentu saat ini PMI dijadikan sebagai subyek dan bukan obyek untuk PMI. Untuk mencapai semua itu, BP2MI akan terus memperkuat sinergitas dengan berbagai stake holder dan berbagai para pemangku kepentingan dalam tata kelola penempatan dan pelindungan Pekerja Migran.

(*/Amas)

559 Kepala Keluarga di Kelurahan Islam Terima Bansos Tahap III

Staf pegawai Kelurahan Islam dan Dinsos Manado saat mengamankan Bansos (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tahapan penyaluran Bantuan sosial (Bansos) bagi warga Manado terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tahap III di Kelurahan Islam, Kecamatan Tuminting Kota Manado berjalan lancar. Proses penyaluran Bansos dilaksanakan, Kamis (19/11/2020). Menurut Lurah Kelurahan Islam, Hery Anwar, S.IP, para penerima kurang lebih 500-an, mereka yang benar-benar layak menerima bantuan tersebut.

”Alhamdulillah untuk penyaluran Bansos tahap III di Kelurahan Islam berjalan lancar. Penerima terdiri atas 559 Kepala Keluarga (KK), mereka tentu bergembira dan juga bersyukur atas kepedulian Wali Kota Manado, Pak Dr. GS Vicky Lumentut. Di tengah pandemi bencana non-alam pemerintah Kota Manado masih memperhatikan, mengutamakan warganya,” ujar Hery, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini tegas.

Sementara itu, di tempat terpisah, Sabtu (21/11/2020), Camat Tuminting Bonix Yusak Saweho ketika diwawancarai Suluttoday.com menyampaikan bahwa seluruh proses penyaluran Bansos tahap III di Kecamatan yang dipimpinnya itu sedang berjalan. Warga Kecamatan Tuminting sedang menerima bantuan, kemudian bantuan disalurkan secara baik dan benar.

”Di Kecamatan yang terdiri dari 10 Kelurahan semua distribusi bantuan sosialnya berjalan lancar. Bansos tahap III yang diberikan pemerintah Kota Manado atas komando Pak Wali Kota Dr. GS Vicky Lumentut tengah dibagikan Lurah dan Kepala-Kepala Lingkungan. Kami pastikan semua berjalan sesuai daftar yang dimasukkan ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado. Masyarakat penerima tentu senang, mereka turut mendoakan Wali Kota Manado atas kepedulian tersebut. Disaat pandemi seperti saat ini, paket Bansos yang diberikan sangatlah membantu masyarakat,” kata Bonix.

Bansos saat tiba di Kantor Lurah Islam (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, seperti itu pula penyaluran Bansos di Kelurahan Sumompo, semua berjalan dengan baik. Lurah Sumompo, Hence Edwin Patimbano, SH saat ditemui Suluttoday.com, menyampaikan dirinya memimpin langsung proses pembagian paket Bansos. Sehingga ia memastikan tidak ada kecurangan atau praktek yang dilakukan tidak sesuai daftar penerima.

”Puji Tuhan semua pembagian Bansos terhadap masyarakat terdampak Covid-19 berjalan lancar. Kami di Kelurahan Sumompo membagikan secara bertahap, door to door kepada masyarakat dengan memperhatikan protokol Covid-19. Sesuai data penerima, semua masyarakat memperoleh Bansos tahap III ini,” ucap Hence.

(*/Redaksi)

Punya Program Unggulan Promosikan Indonesia, PMI Tampilkan Inovasi

Benny Rhamdani dalam giat Migrant Day (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Dalam kegiatan ini, Kepala BP2MI juga berkesempatan untuk berdialog dengan KDEI Taiwan yang memaparkan terkait program unggulan penempatan PMI ke luar negeri, yaitu SP2T (Special Placement Program to Taiwan), dan perwakilan perusahaan berserta PMI yang ditempatkan melalui skema SP2T.

Sesuai data KDEI Taiwan, jumlah PMI yang telah ditempatkan melalui skema SP2T hingga Oktober 2020 sebanyak 38 orang, untuk 2 (dua) perusahaan yaitu Shing Kong Textile dan Ho Yu Textile. PMI SP2T atas nama Nita Mutmainah saat menyampaikan testimoninya mengatakan, rasa terimakasihnya karena diberikan kesempatan bekerja dengan skema zero cost melalui SP2T.

“Seluruh proses SP2T ini sangat mudah dan cepat, bahkan saat saya berada di Taiwan, perusahaan memberikan fasilitas yang memadai dan saya merasa dihargai,” kata Nita secara virtual.

BP2MI dalam meriahnya kegiatan Migrant Day (Foto Istimewa)

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani berpesan kepada para PMI yang berada di negara penempatan, untuk tetap menjaga nama baik Indonesia.

“Dignity Indonesia diwakili oleh PMI. Baik buruknya Indonesia dinilai melalui PMI. Untuk itu terus bicarakan semua hal yang baik mengenai Indonesia. Kalian lah Duta Wisata Indonesia,” ujar Benny.

(*/Redaksi)

Calon Nomor Urut 4 Garansikan Warga Manado Akan Terima Program Rumah Murah

Prof. Julyeta Runtuwene ketika tampil dalam debat (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Selasa (17/11/2020), calon Wali Kota Manado Prof Julyeta Paula Amelia Runtuwene menjawab lunas pertanyaan dari Mor Bastian terkait program rumah murah Paula-Harley Menang (PAHAM) yang memang tengah menjadi topik pembicaraan masyarakat dan viral di media sosial.

Dalam debat kandidat sesi kedua yang digelar KPU Manado pada sesi tanya jawab , Selasa (17/11/2020), Prof Paula menerangkan 10 ribu rumah layak huni tersebut diberikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah tanpa cicil dan bunga tanpa bank.

“Program 10 ribu rumah akan terealisasi dengan baik, karena telah melalui kajian baik luas lahan rumah dan struktur bangunan agar memang betul betul layak bagi masyarakat,” ujar Prof Paula tegas.

Selain itu, Prof Paula, ada 55,1 persen angka kemiskinan meski paling rendah dengan tipe rumah 27 dan dibangun secara bertahap.

Paula Harley Mangindaan saat hadir dalam segmen debat (Foto Istimewa)

“Soal lahan 100 hektar disediakan pemkot dari dana apbd karena program pemerintah nantinya. Disiapkan 3750 hektar yang belum, sementara terbesar lahan ada di mapangat dan bunaken sekitar 32 ribu hektar. Artinya mapanget bisa jadi pilihan sebagaimana memang wilayah tersebut adalah lokasi Kota baru,” kata Prof. Paula.

Nantinya dimasukan tata ruang wilayah dan ada regulasi untuk memenuhi ketentuan, biaya pembangunan juga bersumber dari apbd di dinas teknis yang anntinya akan juga dibentuk BUMD sebagai pengelolah rumah tersebut. Kemudian pembangunan yang dilakukan bertahap akan dilakukan dan bisa tersebar dibeberapa kecamatan. Ini adalah abgian dari program PAHAM menjawab kebutuhan masyarakat dan rumah tersebut bisa menjadi hak milik sendiri,” kata Prof Paula mantan Rektor UNIMA ini.

(*/Redaksi)

Kepala BP2MI Siap Tindak Tegas Pegawai yang Tidak Pancasilais

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.c0m – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Jumat (13/11/2020) menegaskan bahwa pentingnya ideologi Pancasila Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Pentingnya ideologi Pancasila harus dipahami seluruh pegawai dan jajaran BP2MI. Kita telah menandatangani Pakta Integritas kesetiaan tersebut pada tanggal 13 Agustus 2020,” ujar Benny dalam rangkaian Migrant Day saat di UPT BP2MI Semarang, Jumat (13/11/2020).

Selanjutnya, Benny menuturkan, kesetiaan tersebut tertuang dalam deklarasi Pernyataan Kesetiaan terhadap ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, yang telah ditandatangani oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) BP2MI dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPN) pada 13 Agustus lalu.

“Ideologi Pancasila hasil pergumulan tokoh-tokoh besar seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya. Jika ada pegawai memiliki paham selain Pancasila segera laporkan saya. Bisa saya paksa untuk berhenti dari pegawai,” ujar Brani sapaan akrab Benny tegas.

Kepala BP2MI dalam rangkaian acara Migrant Day (Foto Istimewa)

Benny menegaskan, tidak ingin memberikan ruangan kepada siapapun, untuk menggantikan ideologi Pancasila. Jangan hati ini ada gerakan yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan jalan politik, agama yang dijadikan topeng dan jubah.

“Kebijakan yang memiliki keberpihakan harus hadir di tengah kita. Karena itu berikan pelayanan yang murni dan lahir dari hati nurani kita. Jika siap mari kita bekerja berlari, jika tidak siap silahkan menyatakan pengunduran diri. Jangan sia-siakan rakyat karena semua Itu bersumber dari Rakyat.” kata Brani menutup.

(*/Amas)

iklan1