Category: EkoBis

Peduli Kepentingan Pedagang, Bung HILMAN Temui Penjual di Pasar Bersehati

Pedagang kompak siap menangkan Hilman (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Merespon keluhan sejumlah pedagang, Hilman Firmansyah Idrus, Calon Anggota Legislatif (Caleg) Nomor Urut 5 untuk Dapil Kota Manado mendatangi pasar Tradisional Bersehati Manado. Bung Hilman menemui pedagang untuk berdiskusi, guna mencari tahu apa yang menjadi keluhan sekaligus masukan untuk kemudian diperjuangkan Hilman.

”Saya bersyukur karena bisa diterima pedagang untuk bersilaturahmi. Sebagai politisi yang pro dan peduli pada kepentingan masyarakat kecil wajib mengamankan kepentingan masyarakat. Saya akan ambil bagian mengadvokasi masyarakat pedagang, melalui kesempatan ini saya juga mengajak masyarakat meningkatkan partisipasinya dalam Pemilu Rabu, 17 April 2019,” kata Bung Hilman sambil menyampaikan akan memperjuangkan kepentingan pedagang.

Hilman menyampaikan bahwa dirinya merasa nyaman dan bahagia karena mendapat sambutan baik dari pedagang. Ia berharap pedagang Bersehati bisa punya satu sikap guna menyatukan visi bersama dirinya dalam menentukan pilihan di Pemilu mendatang.

“Mari kita satunkan sikap, memilih Caleg yang punya komitmen membantu pedagang. Saya sejujurnya bangga karena dianggap sebagai bagian dari keluarga dari pedagang, berarti mereka pedagang masih ingat keluarga saya yang awalnya dari pedagang. Kiranya, melalui silaturahmi ini kita membulatkan tekad untuk bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat, dengan meminta masyarakat memilih saya di Pemilu 2019 ini,” tutur Hilman.

Hilman Idrus saat menyapa pedagang (FOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, beberapa pedagang menyambut baik kedatangan Hilman dan menyampaikan akan mendukung dirinya sebagai Caleg dari PDIP Kota Manado untuk dimajukan menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

”Pedagang tentu akan memilih Caleg yang peduli pada kepentingan mereka. Kami kenal siapa Pak Hilman, tentunya kehadiran beliau menemui kami sebagai bagian dari perhatian beliau. Kami bertekad mendujung beliau agar menjadi anggota DPRD Sulut,” kata Haris Poiyo saat ditemui Suluttoday.com. (*/Redaksi)

Bidik Pasar Internasional, Disnakertrans Pacu Peningkatan Produktifitas

Kegiatan peningkatan produtifitas (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Peluang besar telah terbuka luas di Pasar Internasional, untuk itu agar dapat bersaing Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) memacu produktifitas dengan sejumlah pelatihan. Salah satunya adalah Pelatihan Peningkatan Produktifitas yang digelar di aula instansi pemerintah tersebut Selasa (05/03/2019).

Kepala Disnakertrans Sulut, Ir Erny B Tumundo MSi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa produktifitas harus menjadi budaya bagi masyarakat Sulawesi Utara untuk bisa bersaing dan tetap eksis di pasar internasional.

Lebih lanjut Tumundo menegaskan bahwa pihaknya menggandeng badan usaha swasta untuk memberikan pemahaman akan pentingnya produktifitas, sehingga hasil akhirnya dapat membentuk pekerja yang berkualitas serta mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan maupun usahanya sendiri.

Tumundo menambahkan hasil yang pasti bisa dirasakan adalah peningkatan pendapatan serta kesejahteraan sesuai dengan tujuan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan yang digegas oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.(cat)

Tragedi Longsor di Bakan Bolmong Makan Korban, Pemprov Sulut Didesak Tindaki PETI

Evakuasi korban di Bakan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com Ironis, insiden yang tidak diharapkan kini terjadi di Kabupaten Bolaang Mangondouw (Bolmong), Selasa (26/2/2019). Dimana Bencana tanah longsor terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), tepatnya di Desa Bakan Kecamatan Lolayan, Bolmong memakan korban yakni tertimbunnya para penambang. Akibatnya, terajdi korban jiwa yang melibatkan 8 penambang.

Sebagai perusahaan tambang ilegal di Bolmong, PT JRBM terlibat mempertanggung jawab hal ini. Lahan yang ditambang secara ilegal adalah areal penggunaan lahan (APL). Menurut Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk,  PSAB Edi Permadi, area longsor tidak masuk site operasi JRBM.

”Iya, wilayah yang dijadikan sebagai lokasi penambangan tanpa izin berada di wilayah konsesi PT JRBM. Namun lokasi longsor di luar di site operasi JRBM dan tanahnya masih milik perorangan,” tegas Edi, Kamis (28/2/2019).

Dirinya mengaku terpukul dengan korban longsor di lokasi PETI yang jauh dari area operasi. Bencana yang menimpa delapan warga sangat menyentuh mereka.

”Kami manajemen dan segenap PSAB menyampaikan turut berduka cita atas korban longsor di lokasi penambangan tanpa izin di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow,” ucap Edi yang juga menambahkan bahwa proses evakuasi ikut melibatkan tim Rescue dari PT JRBM anak usaha dari PSAB.

Dengan sepak terjang oknum pengusaha tambang. Diduga para oknum pengusaha PETI yang menjadi pemicu warga datang menambang area yang masuk di wilayah konsesi perusahaan. Sejak tahun 2016-2018, JRBM melaporkan aktivitas tambang ilegal kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Malah awal awal tahun 2019 sudah dilaporkan.

”Sudah beberapa kali penertiban penambangan tanpa izin, namun penambang tanpa izin kembali melakukan aktivitas penambangan pasca operasi penertiban tersebut,” tuturnya.

Tambah Edi, para penambang PETI menggunakan bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri. Limbah hasil penggunaan bahan kimia berbahaya tidak dikelola secara baik, sehingga mencemari lingkungan. Selain bahaya limbah, ancaman longsor setiap saat bisa terjadi.

”Kronologisnya, insiden terjadi pada hari Selasa malam bukan yang pertama, pada tanggal 4 Juni 2018 juga terjadi longsor dan 5 orang penambang tanpa izin meninggal dunia,” kata Edi.

Agar tidak terjadi dampak negatif, Edi meminta pemerintah supaya mengambil sikap tegas untuk menertibkan penambang tanpa izin tersebut. Pada Agustus 2018 silam, Polisi resmi menyatakan bahwa kawasan penambangan tanpa izin di Bakan  telah ditutup, tetapi ternyata masih ada aktivitas penambangan bahkan dalam jumlah besar.

”Pemerintah harus tegas untuk menertiban penambangan tanpa izin karena dampak terhadap keselamatan dan lingkungan sangat besar,” ujar Edi.

Situasi setelah insiden di Bakan (FOTO Ist)

Seperti diketahui, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw telah memutuskan untuk menindaki secara tegas operasi PETI Bakan. Sumber malapetaka situ akan ditertibkan. Karena menyangkut juga hajat hidup orang. Saat ini juga, Pemprov telah melakukan evaluasi untuk tindakan tegas yang bakal diambil dalam waktu dekat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kini sedang menyiapkan solusi untuk itu. Iya, terhadap penertiban PETI Bakan tentunya. Hal ini harus dilakukan sesuai regulasi dan menjamin kesehatan dan keselamatan kerja. Yang pasti ada tindakan tegas untuk PETI Bakan. Bukan hanya PETI Bakan, tapi bagi PETI yang lain,” tutur Wagub Steven saat dihubungi wartawan via WhatsApp, Kamis (28/2/2019).

Ditempat terpisah, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Pemprov Sulut Franky Manumpil mengatakan, PETI Bakan bakal ditutup. Menurutnya, sesuai regulasi tambang yang tidak memiliki izin harus ditutup. Selain itu, upaya yang akan dilakukan Pemprov Sulut untuk PETI Bakan dan PETI yang lain diwilayah Nyiur Melambai akan dilakukan.

“Memang kalau kita menyesuaikan pada aturan, tambang ilegal harus ditutup. Ini yang akan kita lakukan untuk PETI Bakan. Sekarang ini kita sudah siapkan Satuan tugas (Satgas) untuk menindaki PETI Bakan. Dalam waktu dekat, inspektur tambang sudah akan lebih dulu turun untuk melakukan investigasi,” ucap Manumpil tegas.

Ia juga menegaskan, bila telah didapati hasil, maka Satgas akan ke lokasi untuk melakukan tindak lanjut. Dikatakannya lagi, pihaknya telah menyiapkan sanksi tegas untuk aktivitas PETI tersebut. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan polisi sudah berulang kali merazia dan menutup. (*/Redaksi)

BERTEMAN, Dirut Stenly: Kita Benahi dan Optimalkan Kerja PD Pasar Manado

Dirut Stenly Suwuh bersama Sekretaris DPD KNPI Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Semenjak dilantik Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh, SE telah melakukan bebeberapa terobosan. Diantaranya, membayar gaji karyawan sesuai UMK (Upah Minimun Kota), mengoptimalkan kerja karyawan dan menggenjot pendapatan pasar.

Jumat (22/2/2019), saat ditemui di ruang keryanya Stenly menyampaikan bahwa konsep yang ia telorkan adalah melakukan pembenahan, optimalisasi dan mengaktifkan seluruh karyawan agar makin disiplin.

‘’Saya sedang melakukan pembenahan, mengoptimalkan apa yang belum berjalan dengan baik. Manajemennya kita perkuat, dan karyawan kita dorong untuk bekerja dengan penuh kesadaran disiplin. Etos kerja yang memang menjadi pokok, kita menjalankan hak dan mengetahui kewajiban yang perlu ditunaikan ini juga konsen saya,’’ kata Stenly mantan anggota DPRD Kota Manado ini.

Dirut Stenly juga menuturkan beberapa program penting yang akan menjadi prioritas, kedepan PD Pasar Manado harus lebih berkembang maju. Komitmennya memajukan PD Pasar Manado terpotret dalam kekompakan Direksi yang ditunjukkannya, Stenly memahmi sinergi dalam kerja sangat dibutuhkan.

‘’Apapun itu sukses dan macetnya visi yang kita gagas, itu sangat bergantung pada soliditas. Artinya, kita harus kompak dijajaran Direksi, dan sudah kita lakukan itu. PD Pasar Manado harus berbenah terus, kita sekarang memilki jargon BERTEMAN (Bersih Tenteram dan Aman). Mari kita wujudkan itu,’’ ucap Stenly didampingi Direktur Umum Oke Sumual, SE dan Direktur Operasional PD Pasar Manado, Juniffer Kaparang, S.IP. (*/Redaksi)

Atteng Cari Pundi-pundi PAD di Boltim

Bapenda Sulut di lokasi pertambangan Boltim (FOTO Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Utara, Olvie Atteng tak pernah berhenti mencari pundi-pundi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terpantau media ini Kamis (21/02/2019), Atteng bersama tim krasak-krusuk di area pertambangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

“Kami terus berupaya mencari potensi bagi PAD termasuk di sektor pertambangan dan ini tentunya dilakukan berdasarkan ketentuan serta aturan yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut Atteng menegaskan bahwa hasil monitoring di lapangan pasti akan ditindak lanjut demi peningkatan PAD. “Hasilnya jika sangat berpotensi pasti akan kami optimalkan, walaupun tidak terlalu besar, tapi mampu mendukung pendapatan asli daerah kita,”pungkas Atteng.(Cat)

iklan1