Category: EkoBis

Donald Supit Sambut Kunjungan Kadisnaker Surabaya dan Tripartit

Saling tukar cindera mata antara sesama Kadis (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah daerah Kota Manado memang intens berbenah. Sembari mengoptimalkan pelayanan, Kota Manado juga seperti menjadi magnet tersendiri bagi Kota-Kota lainnya di Indonesia. Lihat saja, Selasa (10/3/2020), Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur mendatangi Kota Manado untuk agenda kunjungan kerja.

Rombongan pengunjung dipimpin langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Surabaya, Dwi Purnomo dan pengueus Lembaga Kerja Sama (LKS) Triparterit Surabaya. Kedatangan rombongan diterima langsung Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja Kota Manado, Donald Franky Supit, SH.,MH di ruang kerja. Saat diwawancarai usai pertemuan, Supit menyampaikan agenda utama kunjungan tersebut.

”Tujuan dari kunjungan kerja mereka adalah untuk menggali informasi dan pengalaman kami terkait peran dan fungsi Tripartit Kota Manado. Berhubung sinergitas dari Tripartit Manado sedang kita perkuat dan mantapkan. Kemudian diskusi kita berjalan lancar, mengalir penuh keakraban. Ada sejumlah problem yang kita turut pecahkan bersama, mencari solusinya. Ya, masalah seputar ketenaga kerjaan tentunya yang kita bahas,” ujar Supit.

Kadisnaker Manado dan Kadisnaker Surabaya saat memimpin pertemuan (Foto Suluttoday.com)

Supit menyebut bahwa Tripartit terdiri dari unsur pemerintah, organisasi pengusaha dan serikat pekerja atau serikat buruh. Pemerintah Kota Manado, tambah Supit, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Pihaknya mengaku mengambil beberapa hal bermanfaat dari yang disampaikan dan telah dilakukan di Kota Surabaya.

”Tentunya saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya buat kawan Kadis Tenaga Kerja Kota Surabaya yang berkunjung di Manado. Kita juga tidak sekedar memberikan apa yang mereka tanyakan, melainkan juga mengambil pengetahuan dari apa yang telah dikerjakan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya,” tutur Supit pada Suluttoday.com, Rabu (11/3/2020). (*/Amas)

Lahirkan Prahara, RUNTUWENE: Incinerator Bukanlah Ide Cerdas

Theo Runtuwene (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – LSM yang dikenal konsen terhadap kajian lingkungan dan advokasi kini mulai angkat bicara soal pengadaan Incinerator di Kota Manado. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah Kota Manado membeli mesin Incinerator, namun sayangnya masih penuh prahara. Pasalnya, bukan hanya proses lelangnya dipertanyakan sejumlah anggota DPRD Manado, pembayaran yang bermasalah ke pihak sub-kontraktor, dan bermunculan polemik lainnya. Kini timbul lagi protes dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

WALHI Sulawesi Utara (Sulut), melalui Direktur Eksekutif, Theo Runtuwene menyebutkan bahwa pengusulan sampai perealisasian alat Incinerator adalah menandakan bukan sebagai ide yang cerdas. Menurutnya, harusnya ada pertimbangan dan kajian yang holistik sebelum proyek tersebut dijalankan. Untuk konteks Kota Manado saat ini, Incinerator bukan menjadi skala prioritas, apalagi disebut emergency.

”Ingat Incinerator bukanlah ide cerdas. Kami WALHI Sulut sudah berkali-kali menawarkan usulan bahwa selesaikan problem sampah di Kota Manado ini dengan konsepsi yang terintegrasi dan utuh, mulai dari hulu sampai hilir. Bukan dengan pengadaan Incinerator yang lebih bersifat proyek tersebut,” ujar Runtuwene, Senin (2/3/2020).

Selain itu, Runtuwene menyebut Incinerator sangat membahayakan masyarakat disekitar alat tersebut beroperasi. Harusnya ada sistem berpola yang diterapkan pemerintah Kota Manado dalam memerami beban sampah. Pemerintah Kota Manado juga diminta Runtuwene untuk kembali membaca Undang-Undang soal Lingkungan Hidup agar tidak salah kapra dalam realisasi program.

”Sistem mengatasi sampah harus berpola. Jangan asal-asalan, seperti tiba saat tiba akal. Pemerintah Kota Manado juga kami harapkan dapat membaca kembali Undang-Undang Lingkungan Hidup, sehingga tidak kontradiktif antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat dalam soal mengatasi sampah ini. Sekarang kami bertanya, Incinerator yang dipakai sekarang suhunya berapa?. Bahayanya ada dioksi yang berada disisa-sisa sampah. Belum lagi harus dilakukan proses pemiliharaan, yang sangat rumit dan biayaannya cukup mahal, dan bahan bakar juga perlu dipikirkan. Bukan menambah beban,” tutur Runtuwene kepada Suluttoday.com.

Runtuwene meningatkan agar pemerintah konsen mengajak masyarakat memilah sampah dari keluarga, mana sampah basah dan mana sampah kering. Cara mengatasi sampah haruslah mencerminkan sebagai masyarakat sadar lingkungan. WALHI Sulut menduga pencemaran tanah, karena ada merkurinya juga bisa mengancam masyarakat. Belum lagi, tambah Runtuwene, Incinerator tidak menyelesaikan problem sampah. (*/Amas)

Freeport Boyong Suporter Dukung Persipura di Klabat

Pengurus The Karaka’s pose bersama usai diwawancarai (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – PT Freeport selaku sponsorship klub Persipura Jayapura memboyong sebanyak 116 orang dalam memberikan dukungan terhadap tim kesayangan Mutiara Hitam.

Perusahan yang bergerak di bidang pertambangan emas itu menerbangkan langsung suporter The Karaka’s dengan pesawat milik perusahan ke Manado, pada Sabtu (30/2/2020) akhir pekan.

Laga perdana Persipura Jayapura versus PSIS Semarang di pentas Shopee Liga 1 2020 digelar, Minggu (01/03/2020) di Stadion Klabat Manado.

Ketua The Karaka’s, Robertus Dumatubun didampingi Sekjen Yuda Noya mengaku siap tampil atraktif dalam memberikan dukungan dari tribun penonton.

“Kami siap tampil dengan memberikan yel yel, berkaos yang sama dalam memberikan dukungan,” kata Robertus.

Robertus menyebutkan bentuk dukungan lain yaitu memasang baliho.

“Artinya ada dukungan spesial demi Persipura tercinta,” ujarnya.

Sekjen The Karaka’s Yuda Noya berharap adanya dukungan dari masyarakat Sulut untuk Mutiara Hitam.

“Sejak tiba di Manado kami disambut dan dilayani dengan baik oleh warga Manado. Kami berharap baik warga Papua yang ada di Manado maupun warga Sulut untuk datang ke stadion mendukung Persipura karena torang samua basudara,” ajaknya. (*/Don)

Tingkatkan Sinergitas, WAWALI MOR: Sukseskan Gerakan Manado Bakobong

Wali Kota dan Wawali Manado saat acara launching (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (28/2/2020), dilangsungkannya launching program Gerakan Marijo Bakobong yang digagas pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pertanian Kota Manado berjalan lancar. Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Buha Kecamatan Mapanget Kota Manado itu dihadiri Wali Kota, Dr. GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE.

Mor Bastiaan saat diwawancarai media ini menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan sinergitas antar lembaga di daerah untuk bersama-sama memajukan pertanian, dengan mengambil peran sebagai Pimpinan Daerah untuk menggerakkan penyuluh pertanian, petugas lapangan lainnya, petani dan pelaku usaha dalam pembangunan pertanian.

”Gerakan Manado Bakobong perlu disukseskan. Tentunya ini bagian dari program sinergitas dari pemerintah Kota Manado dengan pemerintah pusat. Termasuk, meningkatkan peran pemimpin non formal kemasyarakatan seperti KTNA, Kelembagaan Petani, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Asosiasi, Organisasi Profesi, dan lain-lain dalam pembangunan pertanian,” kata Mor yang juga kader Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Wawali Mor Bastiaan saat mengendarai alat berat (Foto Istimewa)

Wawali yang dikenal murah senyum itu mengatakan soal pentingnya program ini dilauching agar memacu dan meningkatkan kesadaran warga Manado untuk menanam. Selain itu, tambah Mor menyebut kesinambungan program sangat diperlukan dalam skala pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

”Bawasannya kita sedang swasembada dibidang pertanian dan ada beberapa Hasil Pertanian yang sedang dikejar, melalui Gerakan yang nanti kita ikuti bersama yang disebut dengan “Kostra Tani” Komando Strategi Tani. Meskipun Manado bukan daerah pertanian, tapi kita harus mendukung Gerakan Ini dengan pemanfaatan lahan-lahan kosong untuk menghasilkan bermacam-macam tanaman pertanian sehingga bisa menopang perekonomian kerakyatan nantinya,” ujar Mor sambil mengajak warga Manado ”marijo bakobong” atau mari berkebun. (*/Amas)

Legislator Sebut 10 Tahun Pasar Tidak Berkembang, Begini Jawaban Dirut Stenly

Syarifudin Saafa dan Stenly Suwuh (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Terungkap dalam proses Focus Group Discussion (FGD) usai dilangsungkannya pelantikan pengurus Forum Pedagang Bersatu Kota Manado, Rabu (26/2/2020) bahwa pasar tradisional di Manado tidak mengalami kemajuan. Pernyataan itu tegas disampaikan legislator Manado, Syarifudin Saafa, ST. Menurut Saafa selang waktu 10 tahun ini pengelolaan pasar tidak mengalami kemajuan.

”Banyak hal yang harus dibenahi di pasar tradisional ini. Manajemen PD Pasar Manado perlu dioptimalkan, dan kalau mau jujur sudah 10 tahun ini pasar tidak mengalami kemajuan. Padahal harapan para pedagang terhadap kemajuan perbaikan pelayanan sarana prasarana sangat dibutuhkan, namun yang terjadi tidak seperti ekspektasi pedagang,” kata Saafa, anggota DPRD Kota Manado tiga periode itu.

Menanggapi hal itu, saat dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh menanggapi santai. Menurutnya Saafa adalah sahabat baiknya, ia mengaku apa yang disampaikan Saafa itu bentuk aspirasi. Namun begitu, Suwuh menanyakan ada apa dengan Saafa?. Bahwa pedagang keluhan terkait Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memang saat ini sudah tidak berfungsi lagi, sehingga apa yang dilakukan PD Pasar Manado sudah tepat.

”Oh begitu ya, ada apa dengan Syarifudin Saafa?. Beliau sudah memahami situasi sebetulnya, saya hanya bertanya itu saja. Soal aspirasi untuk perbaikan tentu kami akan terima sebagai masukan. Nah, itu TPI kan jujur saja sekarang sudah tidak berfungsi semestinya. Akhirnya, apa yang kami lakukan juga saya kira tepat,” kata Stenly. (*/Amas)

iklan1