Category: Hukum Kriminal

Selasa Besok, GTI Sulut Bahas RUU Omnibus Law

Plus minus UU Omnibus Law (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Keberagaman pendapat dan bahkan aksi nyata penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law terus mengalir. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Garda Tindak Pidana Korupsi Indonesia (GTI) Sulut, Selasa (10/3/2020) berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di Kota Manado. Hal tersebut seperti disampaikan Risat Sanger, S.IP.

”Mencermati pembahasan RUU Omnibus Law, maka kami mengundang segenap aktivis pemuda dan mahasiswa agar menghadiri kegiatan FGD. Guna memperkaya pengetahuan dan mempertajam masukan ke pemerintah terkait pembahasaan tersebut. Selasa 10 Maret 2020 (besok hari). Pukul 13.00 – 16.00 Wita. Ruang Rapat Sarang Inovasi (Hotel Grandpuri lt. 3) Demikian undangan ini disampaikan, atas atensinya diucapkan terima kasih,” kata Risat, Ketua GTI Sulut, Senin (9/3/2020) kepada Suluttoday.com.

Menurut jebolan FISPOL Unsrat Manado itu, melalui FGD plus minus RUU Omnibus Law akan dapat ditelusuri. Proses identifikasi melalui dialog lebih efektif dalam melakukan tambal sulam gagasan, menyatukan usul dan saran untuk perbaikan RUU tersebut menjadi langkah yang sangat penting. (*/Adm)

Kepala Rutan Turun Langsung, Sidak Rutan Sita 9 HP

Berlangsungnya Sidak (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Rumah Tahanan Klas IIA Manado, Yusep Antonius, Amd.IP, SPd, MSi turun langsung dalam pelaksanaan Sidak di sejumlah kamar hunian Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Rutan Manado, Rabu malam.

Melibatkan Tim Satgas Kamtib yakni staf KPR dan Regu Jaga Malam, berhasil menyita 9 handphone (HP) dari berbagai jenis dan sejumlah barang terlarang lainnya yang jelas-jelas dilarang berada di dalam blok. Dua kamar di Blok Melati dan Kamboja menjadi target kali ini, dimana selain HP, juga disita, kabel cards, sendok alpaka, kartu, gunting, paku dalam terlarang lainnya.

Ka Rutan Yusep Antonius bukan hanya memantau, tapi terlihat terlibat lansung bersama tim di dalam kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan yang digeledah. Turut memeriksa barang-barang di dalam kamar bersama tim Rutan. Setelah disita, HP langsung dihancurkan oleh petugas dan langsung dibuatkan laporan.

‘’Sidak rutin dilaksanakan,’’ ujar pria asal Yogyakarta itu. (*/Adm)

Berantas Pungli dan Praktek Korupsi, Wawali Manado Hadiri Pencanangan Zona Integritas

Sesi foto bersama (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Memantapkan pelayanan publik bersama Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut. Kamis (5/3/2020), Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE, berkesempatan menghadiri undangan dalam Pencanangan Zona Integritas (ZI) yang di lakukan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewujudkan WBK/WBBM. Dalam hal pencegahan Korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan yang bertempat di Aula Dit Lantas Polda Sulut, menurut Mor pemerintah Kota Manado berkewajiban mewujudkan praktek anti korupsi. Transparansi dan praktek pelayanan profesional perlu menjadi prioritas dalam pelayanan. Mor juga memberikan dukunga positif terhadap pencanangan zona integritas tersebut.

“Tentunya kewajiban kami sebagai pemimpin adalah untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi pemerintahan yang profesional dan berintegritas tinggi. Dan upaya pencegahan korupsi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, maka pencanangan Zona Integritas ditiap Instansi Pemerintahan ini merupakan komitmen yang luar biasa dari pimpinan-pimpinan dan jajarannya, sehingga bisa tercipta Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM),” ujar Wawali Manado yang murah senyum ini.

Wawali Mor Bastiaan menandatangani berita acara dukungan (Foto Istimewa)

Sementara itu, Dirlantas Polda Sulut Kombespol Iwan Sonjaya, S.I.K., dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya akan konsisten memaksimalkan pelayanan dengan konsep bersih tanpa adanya pungitan liar.

“Kami direktorat lalu lintas Polda Sulawesi Utara berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersifat kongkrit yakni suatu upaya untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan keamanan masyarakat untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang di berikan,” kata Kombespol Iwan.

Untik diketahui, agenda ini di hadiri oleh Perwakilan dishub sulut, kepala Bapenda Sulut, kepala Jasa Raharja Sulut, kadis hub kota manado, perwakilan Organda Sulut, perwakilan wartawan Polda Sulut. (*/Amas)

TOAR PALILINGAN: Mantan Terpidana Silahkan Mendaftar

Dr Toar Palilingan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah keluarnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2020 rupanya membawa angin segar bagi demokrasi kita. Disisi lain, menuai perbedaan interpretasi yang kian meramaikan diskusi-diskusi politik di Kota Manado. Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Sulawesi Utara (Sulut) DR Toar Palilingan saat diminta tanggapannya memberikan komentar.

Rabu (4/3/2020), manurut Toar secara umum penjelasan dalam PKPU tentang terpidana begitu sederhana. Poin penting terkait Mantan Terpidana apakah mendapatkan kesempatan untuk maju dalam Pilkada 2020 juga dijelaskannya agar tidak menjadi benang kusut dalam debat politik.

”Jadi bagi mantan terpidana yang akan mencalonkan diri pada pilkada 2020 ini PKPU nomor 1 tahun 2020 telah mengatur secara jelas dan tegas baik perubahan pada pasal satu yakni poin 21 yakni yang dimaksud Mantan Terpidana adalah orang yang sudah selesai menjalani pidana, dan tidak ada hubungan secara teknis (pidana) dan administratif dengan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang hukum dan HAM,” kata Toar yang juga Dosen di Fakultas Hukum Unsrat Manado itu.

Akademisi yang selalu dimintai tanggapan soal analisis hukum dan pendapatnya selalu menghiasi media massa di Sulut itu menilai pada pasal 4 f dikatakan tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang ancaman hukumannya 5 tahun atau lebih. Namun pada ayat-ayat selanjutnya mengecualikan bagi Mantan Terpidana sebagaimana pada pasal 4 poin f tersebut sepanjang telah melewati jangka waktu 5 (lima) tahun.

”Setelah selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, bisa mengikuti pencalonan dalam pilkada serentak 2020. Adapun persyaratan bagi mantan terpidana tersebut harus mengumumkan dalam bentuk iklan ke publik yang isinya antara lain mencantumkan Nomor dan Tanggal Surat Keterangan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan yang isinya menerangkan bahwa yang bersangkutan telah selesai menjalani pidana penjara, pembebasan bersyarat kalau yang bersangkutan melewati proses itu juga cuti bersyarat jelang bebas menjalani hukuman penjara,” kata Toar.

Ketika ditanya berkaitan dengan peluang Jimmy Rimba Rogi alias Imba untuk masuk dalam bursa Calon Wali Kota Manado juga dijawab Toar. Pria yang dikenal vokal itu mengingatkan bahwa selanjutnya menjadi wewenang KPU untuk memverifikasi dokumen dimaksud kepada instansi terkait apakah calon-calon tersebut memenuhi syarat administrasi atau tidak, masyarakat ngak usah berandai- andai atau berspekulasi tapi percayakan saja pada penyelenggara pilkada untuk melaksanakan PKPU pencalonan tersebut.

”Untuk Imba dan yang lainnya, mantan terpidana silahkan mendaftar nanti KPU yang akan memverifikasi dokumen Kepala Lembaga Pemasyarakatan yang terkait dengan 5 tahun telah selesainya menjalanipidana penjara yang bersangkutan/calon,” ucap Toar. (*/Amas)

Milenial Lovers ODSK Resmi Polisikan Abraham

Ferdinand Paparang (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Diduga melakukan perbuatan yang merugikan pihak lain, oknum Abraham Ishak Israel akhirnya resmi dilaporkan ke Tim Cyber Polda Sulawesi Utara (Sulut). Laporan disampaikan Koordinator Milenial Lovers (Milo) ODSK, Ferdinand Paparang, Senin (2/3/2020). Inti laporan terkait perbuatan Abraham di media sosial yang disebut merugikan pihak pelapor.

”Saya merasa dirugikan karena salah satu penasehat kami atas nama Bapak Steven Kandouw pada organisasi Milenial Lovers ODSK, diduga dicemarkan nama baiknya oleh perilaku dengan menggunakan Akun palsu di media sosial Facebook dengan nama Akun Abraham  Ishak Israel,” kata Paparang.

Tidak hanya itu, ditegaskan Paparang bahwa postingan pelaku di Group Facebook Suara Rakyat Minahasa berbau provokatif berupa plesetan itu menyebabkan tanggapan orang terhadap ODSK menjadi buruk. Perbuatan tersebut, tambah Paparang perlu diusut pihak Kepolisian sampai tuntas sebagaimana ketentuan perundang-undangan.

”ODSK merupakan penasehat kami di Milenial Lovers. Postingan berupa plesetan ODSK (Otak Doi Senang Korupsi), tertanggal 28 Februari 2020, pukul 02.31. Dari postingan itu, bermunculanlah anggapan miring terhadap ODSK yang selama ini kepanjangannya Olly Dondokambey Steven Kandouw,” ujar Paparang. (*/Redaksi)

iklan1