Category: Hukum Kriminal

Kaligis Gantikan Atotoy Sebagai Kapolda Sulut

Dicky Atotoy

Dicky Atotoy

Manado – Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Timur Pradopo kembali merotasi sejumlah jabatan di tubuh Polri. Rotasi kali ini terjadi pada 11 kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) termasuk di dalamnya Kapolda Sulawesi Utara Brigadir Jenderal Polisi Dicky D Atotoy di ganti oleh putra kawanua juga Brigadir Jenderal Polisi Robby Kaligis.

Kabarnya, Brigjen Dicky Atotoy yang terkenal dengan programnya “Brenti Jo Bagate” tetap dipercayakan menjadi Kapolda di wilayah tugas baru yaitu Provinsi Kalimatan Timur. Sedangkan Brigjen Pol Pol Robby Kaligis sebelumnya bertugas di Mabes Polri sebagai Irwil V Irwasum.

Kabid Humas Polda Sulut AKBP Pol Denny Adare mengatakan, “Adapun Baca Selengkapnya

Komjen Nanan Sebar Nomor HP 0811877878: Laporkan Kalau Ada Polisi Nakal

Komjen Pol Nanan Sukarna

Komjen Pol Nanan Sukarna

Bandung – Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna mengobral nomor ponselnya dalam acara Marketeers Pos Indonesia Fun Bike di Bandung. Ia memberikan nomor telepon selulernya supaya masyarakat bisa melaporkan jika ada polisi nakal atau KKN di Bandung.

Hal itu disampaikan Nanan disela-sela acara Marketeers Pos Indonesia Fun Bike yang digelar di Kantor Pusat Pos Indonesia di Jalan Cilaki, Rabu (29/5/2013)

Ia mengatakan, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, polisi harus berlaku melakukan sinergi serta harus anti KKN.

“Polisi itu butuh sinergitas dan anti KKN kalau ingin melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Kalau menegakkan hukum itu bukan karena hak perorangan tapi karena itu tugas, kewajiban dan tanggungjawab polisi. Jangan ada kompromi,” ujar Nanan.

Ia pun meminta masyarakat untuk membantu instansi Polri untuk ikut mengawasi polisi agar tidak bersikap seenaknya dan juga korupsi.

“Tolong awasi, tegur, kalau ada polisi. Misalnya di Polrestabes ini ada, laporkan saja,” katanya.

Di atas panggung hiburan itu pun Nanan menanyakan, apa warga Bandung yang saat itu datang mau nomor ponselnya atau tidak. Sontak para pegawai PT Pos yang mengikuti kegiatan ini pun menyahut antusias.

“Kalau polisi yang baik itu kalau ditanya nomor teleponnya pasti mau. Jadi kalau ada polisi yang nakal di Bandung, laporkan saja pada saya. Nomor telepon saya 0811877878,” tuturnya. (dtk)

Ini Penjelasan Mengapa Serka Heru di Hugo’s Cafe

1106328-11-penyerang-lp-cebongan-diadili-secara-terbuka-620X310JAKARTA, Tewasnya Sersan Kepala Heru Santoso oleh empat orang di dalam Hugo’s Cafe menjadi pangkal aksi penyerangan LP Cebongan yang menewaskan empat orang. Muncul pertanyaan, dalam rangka apa Serka Heru berada di Hugo’s Cafe?

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengatakan, keberadaan Serka Heru di dalam kafe tersebut terkait dengan jabatannya sebagai anggota intel. Artinya, keberadaannya di dalam kafe tersebut pun dalam rangka tugas.

“Serka Heru itu, kan, orang intel. Di wilayah, kan, ada intel Kodam, Korem, jadi Kopassus karena itu di Jawa Tengah, jadi masuk ke intel itu,” ujar Agus kepada wartawan seusai acara bersih-bersih Kali Ciliwung di Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013) pagi. Baca Selengkapnya

Ini yang Harus Dicatat Usai Pengumuman Oknum Kopassus Penyerang LP Sleman

SULUTTODAY 21Jakarta – TNI AD mengumumkan, 11 Anggota Kopassus mengaku terlibat dalam penyerangan Lapas Cebongan, Sleman. Namun tak berhenti sampai di situ, ada beberapa catatan terbaru yang harus menjadi perhatian pasca penangkapan para anggota tersebut.

Ketua lembaga mayarakat dari Setara Institute Hendardi mengatakan, penangkapan 11 anggota Kopassus dianggap sebagai prestasi TNI dan bukti pernyataan TNI bahwa institusinya akan terbuka. Tetapi sejumlah keganjilan justru menunjukkan bahwa penangkapan ini merupakan suatu upaya sistematis TNI merebut kesempatan penyelidikan dan penyidikan secara cepat untuk tujuan tertentu.

“Seperti mengaburkan fakta, penyederhanaan kasus, dan memotong sejumlah dugaan bahwa pembunuhan tersebut terencana dan dugaan keterlibatan elite TNI. Termasuk hanya mengorbankan sejumlah orang,” kata ketua Setara Institute, Hendardi dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (5/4/2013). Baca Selengkapnya

iklan1