Category: Internasional

KBRI Cairo Fasilitasi KADIN Sulut Ekspor Biji Pala 15 Ton

Suasana persiapan eksport KADIN Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam suasana pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), ternyata bencana non-alam tidak menurunkan geliat ekspor pertanian di daerah ini. Termasuk ekspor komoditas unggulan asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana daerah ini merupakan salah satu sentra penghasil rempah-rempah terbesar di kawasan timur Indonesia, khususnya biji pala.

Irman Adi Purwanto Moefthi, Atase Perdagangan KBRI Cairo dalam sambutannya pada Penandatanganan Kerjasama Ekspor Produk Pala antara KADIN Sulawesi Utara dengan PT Al Tawfik dan Al Karam Import dan Export secara virtual pada Rabu (25/11/2020), menyatakan kesepakatan ekspor komoditas pala ini menjadi inisiasi awal bagi masuknya produk-produk unggulan Sulawesi Utara yang perlu terus digali, dijaga dan ditingkatkan serta berkelanjutan meskipun tengah menghadapi pandemi, karena biji pala di Mesir menjadi kebutuhan primer.

“KBRI Cairo mengharapkan Sulawesi Utara dapat lebih banyak lagi mengekspor produk komoditas pertanian tidak hanya biji pala, peluang produk lainnya masih terbuka untuk pasar Mesir,” tutur Atdag Irman.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Tunimomor, mewakili pihak eksportir, Mr Amir Karam El Sabour, CEO Al Tawfik & Al Karam for Import & Export Mesir selaku importir Mesir, Chairil Burhan, Kepala FTA Center Makassar serta disaksikan oleh Gideon Lengkutoy, Ketua Petani Biji Pala Pulau Talaud dan sekitarnya, dan Slamet Arifin, KADIN Pusat Divisi Timur Tengah dan Syamsu Alam dan R. Amir Syarifuddin dari unsur KBRI Cairo.

Dalam sambutannya Jemmy Tunimomor, Ketua KADIN Sulawesi Utara menyampaikan terima kasih atas fasilitasi ekspor yang diupayakan oleh KBRI Cairo dan berharap peluang ekspor komoditas lainnya dapat diperluas.

“Kami bersyukur dengan bantuan dan pendampingan KBRI Cairo akhirnya terjalin kerjasama ekspor antara KADIN SULUT dengan Al Tawfik wa Al Karam selaku importir, trial order 1 (satu) kontainer biji pala 15 ton senilai USD 112,500,” ujar Jemmy.

Chairil Burhan, Kepala FTA Centre Makassar menerangkan agar kerjasama dapat berulang, dan produk Sulawesi Utara meningkat ekspornya ke Mesir, apa yang dikerjakan saat ini dapat bernilai ibadah bila dikerjakan secara amanah.

Mr. Amir Karam dalam penyampaiannya, menyambut baik kerjasama ini, kiranya kerja sama ini dapat berlanjut secara terus menerus agar Al Tawfik dan Al Karam dapat memenuhi permintaan pasar Mesir dan negara sekitarnya.

Berdasarkan data statistik BPS, kinerja ekspor komoditas rempah-rempah ke Mesir pada periode Januari-Agustus mencapai USD 2,9 juta atau senilai Rp. 41 miliar dengan volume 730 ton dengan kenaikan 58,28% dibanding dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar USD 1,83 juta dengan volume 703 ton.

Sebagaimana diketahui, Indonesia meraih peringkat kesepuluh sebagai negara eksportir rempah-rempah ke Mesir dari Dunia, dengan menguasai pangsa pasar 3,94%, sedangkan peringkat pertama diduduki oleh Aljazair dan Maroko pada posisi urutan kedua.

(*/Redaksi)

Genjot Percepatan PP, BP2MI (Juga) Seriusi Kasus Kematian ABK

Penjelasan Benny Rhamdani dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR RI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Begitu gencarnya pemberitaan soal insiden meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di China belum lama ini, mengharuskan pemerintah Indonesia bergerak cepat. Hal tersebut menurut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani akan diseriusi pemerintah. Keprihatinan itu ditunjukkan dengan mempercepat penggodokan Peraturan Pemerintah (PP), salah satunya yang membahas tentang nasib Anak Buah Kapal (ABK).

”Saya baru selesai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini pembahasan pertama dan terlama. Dimulai dari jam 19.00 (6 Mei 2020) s.d 01.30 (7 Mei 2020). Menarik dan mengasyikan. Berbagai pertanyaan dari pimpinan dan Anggota Komisi lX DPR RI, Alhamdulillah bisa saya jawab dan diterima oleh peserta Rapat Dengar Pendapat,” ujar Benny, Kamis (7/5/2020).

Lanjut dikatakannya, bahwa yang paling seru tentu pertanyaan terkait isu terbaru tentang eksploitasi dan pembuangan jenasah (pelarungan) ABK asal Indonesia ke laut yang menghebohkan jagad raya baru-baru ini. Selain Jawaban bahwa BP2MI serius mengenai masalah tersebut dan sudah mengambil langkah dilapangan dengan Kementerian dan Lembaga terkait, beberapa hal penting yang disampaikan juga.

”Pertama adalah dalam UU No.39/2004, ABK (Sea Based) tidak termasuk. Dan Tugas Fungsi BNP2TKI tidak termasuk ABK. Namun dalam banyak Kasus, BNP2TKI tetap menanganinya. Pada UU No.18/2017 tentang BP2MI, ABK masuk didalammnya. Tapi sampai sekarang, Peranturan Pemerintah (PP) sebagai tuntunan dari UU tersebut belum selesai (belum ada). BP2MI tentu sangat berharap agar terkait masalah ABK, mukai dari proses penempatan, Saat dia bekerja dan Purna benar-benar bisa menjadi kewenangan BP2MI. Makanya kami sedang benar-benar mengawal pembahasan PP tersebut,” kata Benny yang juga politisi Partai Hanura ini.

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI saat menjawab pertanyaan DPR RI (Foto Istimewa)

Sekalipun masalah kewenangan masih menjadi persoalan, BP2MI akan menseriusi kasus yang dihadapi ABK asal Indonesia tersebut, tambah Benny. Masalah tersebut sedang didalami dan diselidiki diselidiki secara serius dengan 2 (dua) Pendekatan. Diantaranya, terkait pelarungan (Pembuangan mayat/Jenasah) yang dibuang kelaut di satu sisi. Dan kedua, apakah ada kasus eksploitasi dan penganiayaan terhadap ABK itu sendiri yang akhirnya/berujung ABK tersebut harus dibuang ke laut.

”Sekedar info, bagaimana sebenarnya aturan penanganan ABK yang meninggal saat sedang berlayar?. Penanganan ABK yang meninggal saat kapal berlayar sudah diatur dalam dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, Circular letter International Maritime Organization (IMO) No.2976, 2 July 2009 mengenai Voluntary implementation of IMO resolution A.930(22) concerning Guidelines on provision of financial security in case of abandonment of seafarers and of IMO resolution A.931(22) concerning Guidelines on shipowners’ responsibilities in respect of contractual claims for personal injury to or death of seafarers, ketentuan Internasional (international medical guide for ships) maupun Nasional (KUHD) yang menyebutkan salah satu penanganan jenazah dilakukan dengan melarungkan ke laut,” tulis Benny melalui Akun Facebooknya.

Selain dilarung ke laut. Ada penanganan lain, tambah Benny mengulas, jika memang diduga jenazah tersebut berpotensi menyebarkan penyakit berbahaya bagi ABK lain yaitu dapat disimpan di dalam freezer sampai tiba di pelabuhan berikutnya (jika kapal memiliki freezer), atau jenazah dapat dikremasi dan abunya diberikan kepada pihak keluarga.

Bersama jajarannya, Kepala BP2MI mengikuti RDP (Foto Istimewa)

“Artinya jika tidak ada fasilitas penyimpanan yang sesuai untuk menangani jenazah di kapal dan jenazah sakit diduga dapat menular ke ABK lainnya serta jarak dan waktu tempuh ke pelabuhan tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu singkat. Maka sesuai ketentuan yang berlaku dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, jenazah tersebut dilarung ke laut,” kata Capt. Sudiono, seperti dikutip dari laman Facebook, Benny Rhamdani, Kamis (7/5/2020).

Tidak hanya itu, Capt. Sudiono pun menjelaskan karena yang bersangkutan bekerja di kapal asing, maka aturan yang berlaku pada kapal tersebut adalah peraturan negara bendera kapal tersebut. Untuk diketahui, saat ini, kejadian yang terjadi oleh ABK WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok sudah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan BP2MI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub terus memonitor kejadian ini.

(*/Bung Amas)

Miliki Reputasi, Sonya Kembuan Bangun Pabrik Vaksin Covid-19 di Vietnam

Ir Sonya Selviana Kembuan saat mengecek lokasi pembangunan proyek (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak mudah membangun kerajaan bisnis, menjaga kepercayaan dalam bekerja. Seperti yang kini dialami Ir. Sonya Selviana Kembuan, kontraktor asal Sulawesi Utara, Indonesia ini kini diberikan kepercayaan membangun pabrik vaksin Corona Virus (Covid-19) di Vietnam atau Thailand.

Tentu kesempatan ini bukan datang begitu saja, SSK begitu Sonya akrab disapa memulai semua kerj-keja kerja luar biasa saat ini dari disiplin dan kerja keras yang penuh pengorbanan. SSK saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (7/5/2020), menyampaikan berkaitan dengan lokasi pembangunan proyek berbanrol USS 1,2 Miliar tersebut.

“Kalau soal kepastian lokasi pabrik, akan ditentukan kemudian. Karena ada sejumlah hal strategis yang perlu dipertimbangkan secara matang,” ujar SSK.

Sebagai tambahan referensi, penunjukan Sonya Kembuan, perempuan pengusaha kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu merupakan bukti kepercayaan investor mancanegara atas kiprahnya selama ini di dunia bisnis Tanah Air.

Bukti atas kepercayaan dunia Internasional terhadap seorang SSK, adalah dengan dilibatkannya pengusaha dan politisi itu dalam pembangunan pabrik vaksin berskala Internasional. Hal ini merupakan kontribusi sebagai anak bangsa untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia dan dunia.

”Dunia saat ini sangat menantikan respons cepat dari berbagai pihak untuk menghadirkan vaksin yang bisa mengatasi wabah virus yang telah menimbulkan banyak kematian di berbagai negara dunia,” kata SSK yang pernah meraih penghargaan “The Best Indonesian Entrepreneur Award” ini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Selain itu, Mandala Sootapintu, Managing Director IMT SMART Thailand yang tergabung dalam konsorsium investor juga menambahkan bahwa penunjukan Sonya Kembuan sebagai kontraktor pembangunan pabrik vaksin Covid-19 karena reputasinya yang berhasil dalam membangun beberapa proyek vital di Vietnam.

‘’Pabrik vaksin tersebut merupakan invetasi dari pemodal asal Mesir. Pengembangan vaksin Covid-19 akan didukung KMWSH, sebuah lembaga yang berkiprah di dunia bioteknologi dan biosekuriti dengan dukungan riset dan pengembangan yang mumpuni. Ibu Sonya dipercaya karena memiliki reputasi yang baik dalam bekerja,’’ kata Mandala.

Selanjutnya, pengembangan pabrik vaksin tersebut bertolak dari visi besar mencari solusi bagi dunia yang terjangkit wabah Covid-19. Pembangunan pabrik bersama investor asal Mesir dan melibatkan pengusaha Indonesia ini pun diharapkan menjadi jawaban akan penantian dunia yang bisa dikatakan frustrasi karena terus dijejali berita seputar penyebaran virus yang cepat dan menimbulkan korban jiwa sangat banyak di berbagai belahan dunia.

SSK saat memantau proyek (Foto Istimewa)

“Sudah saatnya, harapan publik tentang upaya serius penanganan wabah mendapat jawaban. Tim ahli yang tergabung dalam KMWSH, bekerja sama dengan investor Mesir dan pengusaha Indonesia berupaya mencari solusi atas kebutuhan yang sangat mendesak akan adanya vaksin untuk Covid-19 yang selama ini dinantikan dunia,” ujar Sonya.

Sementara itu, President dan CEO KMWSH Global, Muayad Alsamaraee mengatakan, tim yang dipimpinnya mampu mewujudkan tekad membuat vaksin dengan kualitas sangat baik dibanding produk dari perusahaan lain.

“Peneliti kami baru-baru ini mengembangkan banyak hal di bidang kecerdasan buatan dan bidang biologi, karena kami telah mulai membuat beberapa skenario untuk membantu kami memahami cara kerja virus dan membuat skenario biologis yang cocok, yang memberi kami keuntungan dalam berurusan dengan virus biologis di masa depan,” ujar Muayad.

Untuk diketahi, SSK bersama investor asal Mesir akan membangun pabrik untuk menemukan vaksin Covid-19. Pabrik vaksin dengan nilai investasi sekitar US$ 1,2 miliar itu direncanakan dibangun di salah satu lokasi Vietnam atau Thailand. Dan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yaitu SSK mendapat kesempatan yang luar biasa sebagai kontraktor terpilih untuk membangun pabrik vaksin tersebut.

SSK yang selama ini memimpin delapan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti ekspor-impor, tour and travel, serta kontraktor tersebut merupakan tipikal perempuan visioner dan ulet dalam bekerja. Kini SSK juga digadang masyarakat untuk maju bertarung dalam Pilwako Manado 2020.

(*/Bung Amas)

HAKIKAT REALITAS

Moksen Sirfefa (Foto Istimewa)

Oleh : Moksen Sirfefa

“Realitas yang ada sesungguhnya tidak ada (fân), dan sebenarnya yang ada (bâq) hanya Tuhan”. (Qs.55:26-27).

Tuhan-lah Realitas Hakiki atau Wujud Mutlak itu dan lainnya tiada (Inothing) sebab Dia-lah hakikat realitas (existence).

Realitas menurut Imam Al-Ghazali (1058-1111) adalah Cahaya. Dalam bukunya _Misykat Cahaya-Cahaya_ (Mizan,1987), ia mengungkapkan bahwa semua yang ada pada dasarnya tak ada. Tidak ada warna merah, biru, putih, kuning, hitam, coklat hijau dan semua warna kecuali karena efek cahaya yang Dia (Tuhan) pinjamkan pada pandangan kita.

Boleh ditambahkan, tidak ada bulan, matahari, bintang-gemintang, bumi, lautan, hewan dan tumbuhan selain kesadaran yang Dia pinjamkan pada kita sehingga kita menyebutkan semua itu ada. Padahal, semua itu tak ada wujudnya. Wujud segala sesuatu laksana bayangan pepohonan diatas air. Ia tidak dapat menghalang perjalanan perahu di atas air tersebut.

Cahaya adalah Realitas yang kita maksudkan di dalam pembahasan ini. Pemilik otoritas bahasan ini adalah Ibn ‘Arabi (1165-1240). Menurutnya, “kenyataan” (reality) atau alam inderawi yang mengitari kita dan lazim kita anggap sebagai “realitas,” sebetulnya adalah mimpi.

Melalui pancaindera, kita mempersepsi sedemikian banyak benda, membedakan yang satu benda dengan lainnya, menyusun sesuai dengan nalar kita, dan kemudian mengukuhkan sesuatu yang solid di sekeliling kita. Lalu kita menyebut bangunan (solid) itu sebagai “kenyataan” dan tidak meragukannya sebagai yang “nyata”. Padahal itu bukan “kenyataan” dalam makna yang sesungguhnya. Itu bukanlah Wujud yang hakiki.

“Di alam fenomenal tempat kita hidup ini, Wujud dalam hakikat metafisiknya tidak dapat dipersepsi sebagaimana realitas fenomenal tidak dapat dipersepsi oleh orang yang sedang tidur dan bermimpi mengenainya.”

Sebuah hadis Nabi terkenal berbunyi : *_“Semua manusia tertidur (di dunia ini); setelah mati baru mereka terbangun”_*. Ibn ‘Arabi menjelaskan : “Dunia ini adalah ilusi; ia tidak memiliki eksistensi hakiki. Dan inilah yang dimaksud dengan imajinasi (khayâl). Karena kau hanya membayangkan (imagine) bahwa ia (yakni, dunia ini) adalah realitas otonom yang berbeda dan mandiri dari Realitas Hakiki, padahal tidaklah demikian. “

Lalu, apakah yang mesti kita lakukan jika apa yang kita anggap sebagai “realitas” itu sesungguhnya adalah mimpi, bukan Wujud Mutlak (Realitas Hakiki), melainkan sesuatu yang ilusif? Apa sebaiknya kita abaikan semua alam ilusif ini dan pergi untuk mencari alam yang sama sekali berbeda, alam yang benar-benar nyata? Jawabnya, tidak. Mimpi, ilusi, atau imajinasi bukan sama sekali tidak bernilai atau palsu; ia sekedar bermakna “pantulan simbolis” ( _hologram_) dari sesuatu yang benar-benar nyata. Dengan kata lain, alam raya (makrokosmos) dan manusia (mikrosmos) yang sebenarnya merupakan representasi makrokosmos adalah pancaran ( _emanation_) dari Wujud Mutlak (Realitas Hakiki) itu.

Ketika Realitas Hakiki atau Wujud Mutlak itu memancarkan dirinya di dalam setiap benda-benda atau di dalam setiap diri manusia, maka “realitas” yang kita imajinasikan atau ilusikan sebagai “realitas” yang sesungguhnya itu sebenarnya adalah “karena Tuhan menjadi” (memanifestasikan salah satu dari Sifat-Sifat-Nya) di dalam benda-benda atau di dalam setiap diri manusia. Manifestasi Tuhan ( _tajalli, emanation_) dari salah satu Sifat-Nya, _Al-Nûr_ (Cahaya) yang terpancar di alam semesta membuat kita bisa melihat, mengerti dan membahasakan segala benda yang kita lihat atau kita rasakan sesuai persepsi kita. Tanpa emanasi Tuhan, manusia tak ada, flora dan fauna tak ada, pengetahuan tak ada, segala sesuatu yang berhubungan dengan makrokosmos dan mikrokosmos. Semua berasal dari apa yang disebut para ahli filsafat-mistik Islam sebagai _al-a’yân al-tsâbita_ ( _pastaka-pastaka_ permanen) yang melalui Realitas Mutlak ( _Cahaya-ma-Cahaya_), mereka bermanifestasi.

Teori Pancaran Cahaya ( _emanation theory, nadhariŷat al-fâ’idh_) ala Al-Ghazali dan Ibn Arabi ini telah lama dikenal di dalam filsafat Yunani abad ke-2, yang dikembangkan oleh Plotinus (204-270 M) yang berpandangan bahwa dunia ini terjadi melalui manifestasi yang berasal dari “prinsip pertama” atau “realitas pertama” atau biasa disebut “Sang Absolut” atau “Tuhan”. Pancaran “realitas pertama” itu mewujud ( _presence_) menjadi realitas-realitas makro dan mikrokosmik.

Teori emanasi (pancaran) ini kemudian dikembangkan oleh Abu Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn Auzalagh atau yang populer dikenal Al-Farabi (870-950). Beliau berpendapat bahwa pancaran “realitas pertama” itu mewujud ( _presence_) menjadi realitas-realitas makro dan mikrokosmik. Dengan kata lain, penciptaan alam semesta ini tiada lain merupakan pancaran dari Kesejatian Asal ( _Galib se Lukudi_).

Pertanyaannya, bisakah Realitas Hakiki dan realitas nisbi atau palsu menyatu (terjadinya kesatuan eksistensial)? Menurut Mehdî Ha’irî Yazdî, kesatuan eksistensi itu bisa terjadi melalui pengalaman mistik ( _mystical experience_). Pengalaman itu diterjemahkan melalui pengetahuan-dengan-kehadiran ( _knowledge-by- presence_) atau yang dikenal dengan ilmu kehadiran ( _al-‘ilm al-hudhûri_).

Penyatuan antara Realitas Hakiki dan realitas nisbi itu dikembangkan oleh Ibn ‘Arabi dengan doktrin _wahdat al-wujûd_ (kesatuan eksistensi antara Pencipta dan ciptaan-Nya atau kesatuan Khalik dan makhluk).

Realitas itu bisa terjadi atau fenomena alam berupa fenomena besar, kecil, detil, nyata, tak nyata, semua disebut demikian karena adanya penjelmaan Tuhan di dalam semua jenis benda, nama maupun keadaan. Tanpa “kehadiran” atau “pancaran” atau “manifestasi” Tuhan di dalam semua benda, nama, atau keadaan itu, kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya sekaligus semuanya tidak ada ( _fân, nothing_).

Di belakang hari, pikiran-pikiran Ibn ‘Arabi disingkap ulang oleh Syihâb al-Dîn al- “Abu al-Futuh” Yahya Suhrawardi al-Maqtûl (Suhrawardi yang dipenggal oleh penguasa Aleppo, karena ajarannya dianggap sesat). Ia mengembangkan ajaran Tasawuf (mistisisme Islam) berdasarkan pemahaannya tentang surat Cahaya ( _al-Nûr_) bahwa Tuhan adalah Pemberi Cahaya kepada langit dan bumi (Qs. 24:35). Seperti yang dipahami sama oleh Al-Ghazali, bahwa dari Cahaya Pertama (Tuhan) melahirkan cahaya mikro dan makrokosmos.

Pengetahuan langsung melalui visi iluminasi hanya bisa didefinisikan seseorang melalui kesadaran diri. Sangat privat sekali, bahkan bahwa tak akan mampu mewakili apa yang dialami. Pada saat kesadaran jiwa tercapai, jiwa kemudian mampu memahami secara langsung esensi-esensi yang unsur-unsurnya kemudian dapat diterjemahkan dengan menggunakan bukti dan demonstrasi untuk mengembangkan jenis diskursif pengetahuan tentang pandangan asli tentang realitas. Dengan begitu, cahaya tidak membutuhkan definisi apapun, karena semua yang diperlukan adalah cahaya yang harus dialami, karena tidak ada yang lebih jelas daripada cahaya ( _Illumination_) itu sendiri. Tak ada huruf, tak ada suara ( _Lâ harfun walâ shawthun_).

Aliran iluminasionisme ( _isyrâqiŷah_) ini di belakang hari dikembangkan oleh Nashîruddîn al-Thûsî dan Shadr al-Dîn al-Syirâzî (Mulla Shadrâ). Menurut Shadrâ, apapun yang ada (realitas) yang tidak membutuhkan definisi atau penjelasan adalah jelas. Karena tidak ada yang lebih jelas daripada cahaya, sehingga sentralitas konsep cahaya untuk epistemologi dan ontologi iluminasinya adalah pengalaman intuitif langsung ( _zawq_) yang dapat mengarah pada pengetahuan tentang realitas (hakikat).

Secara tak terbantahkan, ajaran-ajaran esoterik Ibn ‘Arabi dipengaruhi oleh Al-Hallaj (Abu Abdullah Husain bin Mansur al-Hallaj (858, sumber lain 866 M dan wafat 922 M), melalui konsepnya, _al-Hulûl_ (kesatuan eksistensial antara hamba dan Tuhan). Namun berbeda dari pendahulunya itu, Ibn ‘Arabi beranggapan bahwa Tuhan sebagai Esensi Mutlak, sebelum memanifestasi (ber- _tajalli_) dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya, tidak mungkin dikenal atau mengenal Diri-Nya. Sebab bagaimana mungkin disebut Tuhan kalau tidak ada yang mempertuhankan-Nya? Ibn ‘Arabi mendasarkan padangannya ini pada hadits Qudsi, *_“Aku adalah khazanah tersembunyi, Aku ingin agar Aku dikenal, maka Aku ciptakan makhluk.”_*

Bertolak dari hadits ini, Ibn ‘Arabi menjelaskan bahwa tatkala Allah hendal melihat Esensi-Nya yang universal, mutlak, melalui nama-nama-Nya, Dia ciptakan kosmos. Laksana penglihatan dalam cermin, ketika Allah baru menciptakan kosmos, yang tidak mempunyai ruh, penglihatan awal keagungan-Nya belum memberikan kejelasan. Maka, diciptakanlah Adam, yang mempunyai ruh, demi “menjernihkan” penglihatan-Nya. Dengan demikian, Ibn ‘Arabi memosisikan Realitas Tunggal ke dalam dua aspek: _al-Haqq_ dan _al-Khalq._ Aspek pertama merupakan Esensi yang merupakan Tuhan sendiri (Tuhan yang transenden). Sedangkan aspek kedua sebagai fenomena yang memanifestasikan aspek pertama, yang merupakan bayang-bayang Tuhan atau makhluk (Tuhan imanen). Jadi, keduanya pada dasarnya adalah satu, hanya saja dalam penalaran akal, keduanya tampak dua. Dalam istilah lain, Ibnu ‘Arabi berpendapat bahwa _al-Khalq_ itu _ma’qûl_ (dapat dipikirkan lewat penalaran akal) sedang _al-Haqq_ bersifat _mahsûs_ (dirasakan secara intuitif) dan _masyhûd_ (disaksikan secara batin). _Al-Khalq,_ eksistensinya tampak pada dunia pikir (rasio; _al-ma’qûl_), sedang _al-Haqq_ eksistensi-Nya hanya tampak dan dirasakan melalui intuisi (hissî) dan rasa batin (zawq). Dua intrumen manusia inilah (akal dan hati/nalar dan intuisi) yang akan “menghadirkan” Tuhan di dalam kepribadian manusia secara utuh.

 

—————–

Ciputat, 19 Maret 2020.

Anwar Ibrahim Hadiri Pelantikan Fikri Suadu

Berlangsungnya pelantikan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua International Institute Of Islamic Thought (IIIT) yang juga anggota parlemen Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim ikut menghadiri pelantikan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Malaysia di gedung ISTAC IIUM Jalan Bukit Tungku, Sabtu (11/1/2020).

Sebelumnya Ketua KAHMI Malaysia terpilih yang juga mahasiswa International of Islamic Institute of Islamic Civilitation and Malay World (ISTAC) dr Fikri Suadu di Kuala Lumpur pihaknya sudah mendapatkan konfirmasi kehadiran Anwar Ibrahim.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan diskusi tersebut kata Fikri juga akan dihadiri berbagai Ormas dari Indonesia. Dalam diskusi yang berlangsung dua sesi itu dengan rincian sesi pertama membahas “Islam dan peradaban dari Perspektif Sejarah dan Isu-Isu di bumi Melayu Nusantara”, sedangkan sesi kedua membahas “Islam dan Peradaban dalam konteks isu kontemporer politik dan demokrasi.”

Pembahasan sesi pertama mulai pukul 09:30 hingga 13:00 menampilkan Dr Saiful Bahry Ruray, anggota DPR RI 2014-2019, Prof Datuk Dr. Awang Sariyan, sejarawan Melayu dan Dr. Mohammad Nasih, akademisi dari Universitas Indonesia.

Pembahasan sesi kedua menampilkan Prof Datuk Dr Osman Bakar dari ISTAC IIUM dan Datuk Seri Anwar Ibrahim yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat sebagai Keynote Speaker di Pelantikan MP KAHMI Malaysia.

“Terima kasih atas kehadiran semua pehak dalam pelantikam pengurus Majelis Perwakilan KAHMI Malaysia yang dihadiri oleh pengurus Majelis Nasional KAHMI Malaysia diantaranya Ahmad Dolly Kurnia Tandjung juga Ketua Komisi 2 DPR RI, dan deretan jajaran pengurus Majelis Nasional KAHMI Jakarta semoga kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar Fikri Alumni S1 Unsrat Manado ini.

Sementara itu Ketua Panitia Seminar dan Pelantikan Syamsul Arifin mengatakan acara kegiatan tersebut juga bakal dihadiri mahasiswa, Ormas Indonesia di Malaysia, peserta dari Madura dan Riau serta para pejabat dari KBRI Kuala Lumpur. Forum Kali ini juga dihadiri oleh keluarga besar KAHMI Indonesia dari Gorontalo, Ternate, Tidore, Manado, Riau, Madura, dan Aceh. (*/Am)

iklan1