Category: Nasional

Sah, Pengurus HPMS Sulut Dilantik

Pengurus saat dilantik (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jajaran pengurus Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (27/4/2019) malam resmi dilantik. Pelantikan pengurus Cabang periode 2019 – 2020, dilaksanakan di Aula Mapalus kantor Gubernur Sulut.

Pelantikan ini adalah merupakan salah satu keabsahan struktural kepengurusan yang akan menjalankan amanah terkait agenda – agenda penting yang di putuskan lewat Konferensi Cabang HPMS Sulut yang ke – V pada satu bulan yang lalu.

Intan Sucianti Sangadji selaku Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini dapat berjalan karena hasil kerja keras dari seluruh teman-teman panitia dan para senior yang selalu mengawal serta para alumni dan sesepuh yang juga memberikan dorongan motifasi dan nasehat kepada para pengurus.

”Apabilah setelah teman-teman pengurus sekalian setelah dilantik bekerjalah bersungguh-sungguh dalam mengemban amanah yang telah diberikan kepada teman-teman pengurus sekalian,” kata Sangadj.

Ia menyentil hal tersebut selaras dengan teman yang diusung pengurus yaitu “HPMS Integritas”. Sementara itu, Ketua Umum HPMSA Cabang Sulawesi Utara Nizar A. Rachman, berarti tema yang diangkat harus bisa dimaknai sebagai patokan sesuai realitas kondisi pada hari ini, kalau kita berbicara terkait integritas berarti kita bicara terkait komitmen dan kerja keras.

Mahasiswa adalah agen perubahan yang dimana dapat menghadapi revolusi 4.0 (revolusi Industri). Tambah Nijar, bahwa seluruh anggo HPMS Cabang Sulawesi Utara bahwa setiap konsep dan rencana harus direalisasikan dalam internal HPMS yang mampu bersaing secara luas di daerah sendiri maupun secara nasional. Harapannya kader HPMS harus bisa dan mampu dalam mengawal dan meyikapi setiap problem yang ada.

Tan Nizar, mahasiswa FISIP UNSRAT Manado bahwa kegiatan yang juga dihadiri langsung oleh pemerintah daerah kabupaten kepulauan Sula oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Zulfahri Abdullah Duwila, S.IK yang juga melantika langsung pengurus HPMS Cabang Sulawesi Utara Periode 2019 – 2020.

Dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pengurus kedepannya agar dapat merealisasikan sistem penggodokan pada diri masing pengurus serta kepada seluruh anggota HPMS agar kedepannya seluruh kader HPMS bisa menjadi kader yang berintegritas. Tugas kita bersama, baik pemerintah daerah maupun adik-adik sekalian adalah untuk bisa melihat realitas pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula yang saat ini tetap berusaha keras untuk pembangun yang ada di daerah kita sendiri.

Foto bersama pengurus HPMS Sulut (FOTO Suluttoday.com)

”Semoga target pemerintah Sula dalam sisa waktu periode kami kurang lebi 2 tahun ke depan ini kami mampu untuk merealisasikan setiap program pemerintah yang telah dicanangkan, itu juga tidak terlepas dari support dan dukungan dari ade-ade sekalian baik yang ada di Manado maupun yang ada di daerah lain, karena Sula bukan hanya milik pemerintah Sula saja tapi Sula adalah milik kita semu,” ucap Wakil Bupati tegas.

Alumnus Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan Universitas Samratulangi Manado itu juga mengajak kader-kader HPMS agar giat belajar. Kegiatan ini juga di isi dengan tarian-tarian kebudayaan daerah kepulauan Sula, ada Tarian Potong Sagu dan Tarian Kreasi yang merupakan tarian yang di kreasikan langsung oleh anggota HPMS Cabang SULUT lewat sanggar seni GAMA SUA.

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 150 Orang langsung dari paguyuban Semaluku Utara dan beberapa paguyuban yang ada di Sulawesi Uatar serta organisasi Cipayung Plus. (*/Fan)

Tumundo Lepas 200 Tenaga Magang Kerja

Ir Erny B Tumundo MSi (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berupaya meningkatkan kualitas calon tenaga kerja dengan program pemagangan dalam negeri. Senin (08/04/2019) siang, ratusan tenaga magang pun dilepas oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Ir Erny B Tumundo MSi di salah satu hotel di Kota Manado.

Tenaga magang nanti akan diberikan kesempatan menimba ilmu di perusahaan yang bergerak di retail, otomif, perhotelan dan asuransi yang ada di Kota Manado. Tumundo mengatakan bahwa program magang kerja dalam negeri merupakan langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan adanya praktik kerja langsung dari pihak-pihak pemberi kerja.

Lebih lanjut, Tumundo berharap program yang disesuaikan kebutuhan pasar kerja nanti hasilnya diharapkan mampu menekan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 80.664 orang.(cat)

Sukseskan Pemilu Serentak 2019, Ini Ajakan Sejumlah Ketua PPK di Manado

Amas Mahmud, Marlen Kotambunan dan Victor Noya (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak mudah memang menyukseskan Pemilu Serentak yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Apalagi, sukses dengan predikat Pemilu berkualitas dengan prinsip Langsung Umum Bebas Rahasia (Luber) dan Juru Adil (Jurdil). Dibalik percakapan publik soal apresiasi demokrasi, para pekerja dijajaran penyelenggara Pemilu memiliki ekspektasi tersendiri.

Menurut Amas Mahmud, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Malalayang Kota Manado Pemilu merupakan fase penting dalam memajukan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat. Jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat Manado itu menilai kunci keberhasilan Pemilu terletak pada partisipasi publik yang mana dikatakannya saat ini mulai terlihat.

”Tidak semudah membalikkan telapak tangan kita menyukseskan Pemilu. Di tahun 2019 ini Pemilu yang dihelat adalah Pemilu Serentak, dimana masyarakat harus mencoblos 5 kertas suara yakni Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Itu sebabnya masyarakat harus betul-betul diberikan bekal pemahaman kami PPK melakukan sosialisasi agar masyarakat paham mekanisme mencoblos, jadwal, mendaftarkan mereka di DPT dan seterusnya berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pemilu tentunya. Saat ini peningkatan partisipasi publik dalam amatan saya sudah mulai meningkat terutama di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Kami mengajak masyarakat ayo berbondong-bondong ke TPS pada hari Rabu 17 April 2019 mendatang,” ujar Amas, Minggu (7/4/2019).

Ditempat terpisah, Sabtu (6/4/2019), Marlen Kotambunan selaku Ketua PPK Paal Dua menuturkan pihaknya tak henti-henti melakukan kampanye dan ajakan kepada masyarakat agar mengecek ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) terkait status mereka di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Tidak hanya itu, aktivis jelang pencoblosan Rabu 17 April 2019 PPK Paal Dua terus mematangkan persiapan seperti mengisi kertas suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan urusan lain sesuai amanat Undang-Undang.

”Kita terus berada dilapangan, menjalankan tugas Negara sebagai penyelenggara Pemilu di tingkat Kecamatan. Kami mengajak masyarakat untuk pro-aktif mengecek informasi ke KPU Kota Manado apakah mereka terdaftar di DPT ataukah belum, dan ini kami lakukan sejak lama. Tentunya target kami agar partisipasi pemilih di Pemilu Serentak 2019 ini meningkat, Golput dapat ditekan. Oh iya, menyangkut giat saat ini kami PPK Paal Dua menyortir surat suara dimasukkan ke kotak suara dan persiapan Bimtek Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPP),” tutur Marlen.

Hal senada juga disampaikan Ketua PPK Sario, Victor Noya bahwa beberapa Minggu jelang Pemilu jajaran PPK main disibukkan dengan kerja-kerja lapangan. Tory sapaan akrab Victor menyebutkan penyelenggara Pemilu pada prinsipnya akan terus memaksimalkan kerja, mengajak masyarakat agar ramai-ramai menuju ke TPS. Selain itu, jebolan Hukum Unsrat ini mengingatkan KPPS agar menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) yang akan digelar PPK Sario.

”Luar biasa kita menikmati semua skedul dan perintah dari jajaran KPU untuk menyukseskan Pemilu Serentak 2019. Tanpa ada alasan, karena prinsipnya ‘penyelenggara Pemilu dilarang sakit’. Kita menunjukkan kerja maksimal, kerja bersama agar Pemilu 2019 berjalan Jurdil dan Luber tanpa ada hambatan berarti. Saya mengajak warga Sario agar menunaikan hak pilihnya, jangan Golput. Ingat Pemilu Sertak 2019 harus dimanfaatkan untuk memilih calon pemimpin sesuai hati nurani masing-masing,” ucap Tory tegas. (*/Redaksi)

Dosen Unsrat Manado Jadi Panelis pada Debat Pilpres

Dr Herman Karamoy (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Informasi gembira dan membanggakan bagi warga Sulawesi Utara (Sulut), dimana Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnins (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr. Herman Karamoy menjadi salah satu pilihan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi calon panelis debat kelima Pilpres.

KPU telah mengantongi sepuluh nama calon panelis debat kelima pilpres. Mereka berasal dari kalangan praktisi beberapa NGO dan akademisi berbagai universitas. Sebagian besar akademisi yang ditunjuk berasal dari universitas di wilayah Indonesia timur.

”Ini yang perlu diketahui. Sampai dengan saat ini, kami belum menentukan panelisnya itu siapa saja. Ini baru tahapan konfirmasi. Dari konfirmasi itu sudah ada hasilnya mereka bersedia atau enggak,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Menurut Wahyu, pihaknya berencana menggandeng sebelas panelis. Akan tetapi, dari sebelas orang nama yang KPU hubungi, baru sepuluh orang yang sudah mengonfirmasi.

”Jadi rencananya panelis itu jumlahnya 11. Satu orang masih kita konfirmasi, yang 10 sudah menyatakan bersedia,” tutur Wahyu.

Berikut sepuluh nama calon panelis debat kelima:
1. Rektor Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Nasih
2. Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, Prof. Eddy Suratman
3. Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Muhammad Arief Mufraini
4. Dekan FEB Universitas Diponegoro, Dr.Suhartono
5. Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Dr Herman Karamoy
6. Dekan FEB Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE., M.Si 7. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Dr. Harif Amali Riva’i
8. Guru Besar ITB, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono
9. Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga Ph.D
10. Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti

Hal ini tentunya menjadi kebanggaan FEB UNSRAT dan Universitas Sam Ratulangi bahwa dekan FEB UNSRAT bisa terpilih menjadi calon panelis Debat Kelima Pilpres. (*/Redaksi)

Nama Dondokambey dan Rhamdani Melejit Dipentas Caleg DPR RI

Adriana Dondokambey dan Benny Rhamdani (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Tanda kemenangan caleg PDIP Sulut ke DPR RI sudah terbayang. Dari 16 peserta Pemilu 2019-2024, starting six partai berlogo banteng dalam lingkaran paling mengerikan. Keenamnya dikenal bertaji tajam mendulang suara.

Ini terbukti, dari beberapa survey, termasuk poling terbaru yang dilakukan litbang Harian Manado 28-29 Maret 2019. Dari 154 responden yang tersebar di 15 kabupaten dan kota, dua caleg PDIP Sulut untuk senayan meraup suara tertinggi. Jauh meninggalkan lawan dan kawan.

Adriana Dondokambey mendulang dukungan 15,58 persen. Dukungan suara kakak kandung Gubernur Sulut Olly Dondokambey merata menyebar di Manado, Bitung-Minut, Minahasa raya, Nustra dan Bolmong raya. Adriana mendapat dukungan suara tertinggi dari Minahasa raya sekira 41,7 persen, Bitung-Minut 33,3 persen, Manado 20,8 persen dan terendah dari Bolmong raya hanya 4,2 persen.

Di urutan kedua mantan Bupati Bolsel Herson Mayulu. Tandem Adriana ini merengkuh suara sebanyak 14,94 persen. Arus dukungan dari pemilih Manado 52,2 persen dan BMR 47,8 persen. Sementara Vanda Sarundajang berpeluang masuk ke Senayan untuk periode ketiga, karena suara anak mantan gubernur Sulut SH Sarundajang sekira 4,5 persen. Andaikata tiga caleg lain sama signifikan, maka kans PDIP memborong tiga kursi bukan mustahil.

”Perolehan suara caleg PDIP signifkan. Dari enam caleg, lima masuk dalam poling,” kata tim data Litbang Harian Manado Rio Pratama Senin kemarin. Di posisi ketiga caleg Partai Demokrat James Karinda. Politisi muda Partai Demokrat ini meraih dukungan 11,69 persen. Ia meraih cukup besar di Manado 94 persen, sisanya Minahasa 5,6 persen. Andaiakata pemilu 17 April pekan ini, hampir dipastikan kursi PD akan direbut James dari seniornya EE Mangindaan Yang fenomenal adalah caleg Partai Hanura Benny Rhamdani. Senator dapil Sulut ini meraih dukungan suara 6,4 persen.

Dia satu-satunya caleg Hanura yang dipilih dalam poling. Hanya sayang, kerja keras mantan legislator DPRD Sulut ini akan sia-sia kalau tandemnya tidak meraih suara tinggi. Apalagi, survei nasional Hanura sulit masuk ambang batas parlementary threshold (PT) 4 persen. Peluang meraih kursi senayan Partai Golkar. Dua kepala daerah sebagai modal Partai Golkar.

Kans terbesar di tangan Adrian Paruntu putra mahkota PG dan Jerry Sambuaga, incumbent PAW Aditya Moha. Paruntu yunior meraih dukungan 4,55 persen, jauh di atas Jerry Sambuaga 1,3 persen. Kursi terakhir atau kursi keenam masih tanda tanya. Meski prediksi para pengamat melihat Partai Nasdem punya kans menggeser caleg Partai Gerindra dan PAN.

Hasil poling menunjukkan peluang kursi ada di tangan Felly Runtuwene dan Hillary B Lasut. Srikandi asal Minsel ini meraih dukungan 5,8 persen. Gaco dari Surya Paloh ini meraih dukungan terbanyak di Manado 33 persen dan Nustra 33 persen.

Sementara yuniornya Hillary anak bupati terpilih Elly Lasut peluang merampas kursi terakhir karena dukungan dari kepulauan Nustra sekitar 71 persen dn Minahasa raya 28 persen.

”Bisa saja bu Felly atau Hillary meraih kursi Nasdem. Karena keduanya punya basis dukungan yang berbeda. Felly berharap suara Minsel, Manado dan Bitung Minut. Hillary menggantungkan harapan ke bapaknya Elly Lasut, pendukung di Tomohon dan Mitra,” katanya.

Seperti diketahui, poling yang dilakukan tim Harian Manado dilakukan secara random di 15 kabupaten/kota. Dari 154 responden, yang belum menyatakan pilihan 5,84 persen. Alasan mereka belum tahu siapa yang akan dipilih. Bagaimana peluang caleg Gerindra dan PAN? Hasil poling, andalan Gerindra Wenny Warouw hanya meraih dukungan 2,6 persen.

Mantan jenderal polisi ini meraih suara tertinggi di Manado. Di line up Gerindra hanya Wenny yang kuat. Selebihnya belum terlalu popular secara luas. Kursi Gerindra bisa terancam, kalau hanya Wenny bekerja sendirian. Berbeda dengan periode 2009-2014, line up Gerindra diisi Audy Lieke dan Mayjen (purn) Glen Kairupan. Yang paling memiriskan, adalah PAN.

Komposisi PAN yang kurang menggigit untuk DPR RI, membuat kursi yang direbut dua periode sebelumnya terancam embang ke partai lain. PAN saat ini mengandalkan Amelia Landjar dan Bara Hasibuan. Keduanya ditopang dr Makmun Jafara dan Dedy Dolot.(*/Redaksi)

iklan1