Category: Nasional

Ferry Wowor Sah Ketua Pengda Pordasi Sulut

Ferry Wowor, Ketua Umum Pordasi Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pengurus Provinsi Pordasi Sulawesi Utara hasil musyawarah provinsi tanggal 23 September 2017 di Gelanggang Pacuan Kuda Tompaso bersamaan dengan perayaan HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-53, telah disahkan oleh PB PORDASI melalui Surat Keputusan Nomor 07/SKEP/KU/2017 Tanggal 14 Oktober 2017 Tentang Pengukuhan Susunan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Sulawesi Utara Masa Bakti 2017-2021.

Menurut Ferry Wowor, disahkannya oleh PB Pordasi maka Pengprov Pordasi Sulut siap melaksanakan program utama yang sudah ditetapkan dan telah dituangkan dalam rencana strategis 4 tahun kedepan antara lain gairahkan pacuan kuda, pembibitan kuda berkualitas, pembinaan pelatih dan joki, serta pengembangan ketangkasan berkuda atau equistrian.

”Sehingga, kedepan Sulut bisa mendapatkan medali emas di PON XX Papua Tahun 2020. Program jangka pendek kami akan melakukan lobi ke PB Pordasi Sulut jadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan nasional Seri 1 dan 2, memperebutkan Piala Presiden yang rencananya digelar bulan Juli dan September 2018,” tambah Ferry yang juga ketua ODC Sulawesi Utara tersebut. Pengurus Provinsi Pordasi Sulawesi Utara 2017 – 2021 rencananya akan dilantik pada tanggal 10 November 2017. (don).

Susunan pengurusnya sebagai berikut : Ketua Umum : Ferry M.K. Wowor Ketua 1/Ketua Harian :James R.Waani Ketua 2 : Ir Novli Wowiling Sekretaris Umum : Ferdinand Tumbol Sekretaris 1 : Christodharma S.M.Sondakh Sekretaris 2 : Dra Meiske Mangalun, SE.MM Bendahara Umum : Vicky Kainage Bendahara 1 : Mario Bahar Bendahara 2 : Stanli Chandra Kepala Biro Registrasi Kuda : Vick Momuat .

Ketua Dewan : Steward Maxi Singal Kepala Bidang Komersial dan Promosi : Donny Poluakan, Ketua Bidang Organisasi dan Hukum : Rizky Lamaluta, SE. Komisi Pacuan Ketua : Adhi Supit Wakil Ketua : Perry Sondakh Sekretaris : Sandy Pandey Wakil Sekretaris : Tommy Seke Bendahara : Daddy Turangan Bidang Dana dan Program : Sonny Rundengan.

Bidang Pembinaan Prestasi : Djenly Kasenda Bidang Registrasi : Billy Wowiling Anggota : Jackly Mokalu Komisi Equestrian Ketua : Dra A.Ch.Dondokambey Sekretaris : Vecky Solang Bendahara : Rocky Wowor Bidang Dana dan Program : Agus Wollah Bidang Teknis : Dharta B.D Bidang Penbinaan Prestasi : Pontowuisang Kakauhe Anggota : Jhon Sondakh.

Komisi Pacuan Tradisional Ketua : Berty Kapoyos Wakil Ketua : Jemmy Palendeng Sekretaris : Jendry Sualang Wakil Sekretaris : Elias Rau Bendahara : Winnovel Lotulong Bidang Registrasi : J. Mekel Bidang Sarana : Moudy Lumintang Anggota : Boy Rundengan Komisi Peternakan dan Keswan Ketua : Emil Karim Wakil Ketua : Noldy Luntungan Sekretaris : Dr.P.V. Roring Bendahara : Franky Setiono Bidang Keswan : Dr. Nyoman Reli Bidang Registrasi : Novie Kasenda Anggota : Jopy Umboh

Senator BRANI: Mafia Tanah Itu Musuh Kita, Pemda Harus Hadir

Benny Rhamdani memaparkan tujuan dilaksanakannya Kunker (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dihadapan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) dalam hal ini diwakili Direktur Sengketa dan Konflik Tanah dan Ruang Wilayah 1, Supardi Marbun, dan juga didampingi Kakanwil ATR/BPN Sulut Fredy Kolintama, Benny Rhamdani selaku Wakil Ketua Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) menyampaikan secara tegas dalam kunjungan kerja (Kunker) Komite 1 DPR RI ke Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (17/10/2017), soal pentingnya pemerintah hadir dan berpihak pada rakyat disaat penyelesaian sengketa tanah.

Suasana pembukaan Kunker sedang berlangsung (Foto Ist)

”Begitu kompleksnya persoalan tanah di Indonesia ini, sehingga demikian Presiden Jokowi mencanangkan program reform agraria. Tentunya, kita harapkan program pro rakyat yang revolusioner ini tidak memberi ruang bagi para bandit dan mafia tanah untuk mengeksploitasi lagi rakyat, disinilah peran dan kehadiran pemerintah daerah begitu diperlukan dalam penyelesaian masalah. BPN di daerah harus berperan aktif, jangan cenderung mengabaikan kepentingan rakyat dalam perselisihan sengketa tanah,” kata Brani begitu Rhamdani akrab disapa.

Tim Komite 1 DPD RI saat mendengarkan laporan dan keluhan masyarakat (Foto Ist)

Senatir asal Sulawesi Utara yang juga jebolan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado itu mengajak seluruh komponen rakyat untuk mengurai serta mencarikan solusi secara bersama-sama atas persoalan tanah yang kini disebutnya menjadi semacam penyakit kronis yang menjangkit Republik Indonesia tercinta.

Sambutan dari perwakilan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Foto Ist)

”Indonesia sedang darurat agraria, untuk itu saya mengajak seluruh elemen rakyat untuk bantu menawarkan solusi konkrit. Tentunya, peran pemerintah dan instansi teknis sangatlah diperlukan disini, mari kita tuntaskan polemik tanah secara komprehensif serta melacak persoalan secara jernih, untuk kepentingan rakyat tentunya. Pengusaha bajingan, oknum birokrat korup dan penegak hukum nakal harus kita hentikan konspirasinya, jangan buat rakyat menjadi korban. Nah, melalui Kunker ini juga semua masukan, saran, serta data-data yang dimasukkan akan kami tindaklanjuti dengan Menteri, bahkan kalau belum selesai, ini akan disampaikan ke presiden Jokowi,” tegas Brani yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara beberapa periode itu.

Foto bersama rombongan Komite 1 DPD RI bersama pihak ART BPN dan instansi terkait (Foto Ist)

Selain itu, saat menyampaikan materi dan memberikan gambaran terkait sejumlah capaian kerja yang disampaikan Kepala Kantor Wilahay ATR/BPN Sulawesi Utara memberi apresiasi kepada Komite 1 DPD RI yang berkesempatan hadir dalam Kunjungan tersebut. Fredy pun menjelaskan secara umum tentang kinerja dri 13 kantor pertanahan dan 2 kantor perwakilan ATR/BPN di Sulut yang siap menjalankan program reforma agraria. (Amas)

Kunker ke BPN Sulut, Komite 1 DPD RI Tegaskan Jangan Main-Main dengan Tanah

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI, Benny Rhamdani saat menyampaikan pengantar (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Banyaknya keluhan warga terkait sengketa tanah di Sulawesi Utara (Sulut) mengharuskan Pemerintah Daerah (Pemda) tak boleh menutup mata, hal itu sebagaimana disampaikan Komite 1 Dewan Parwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) saat kunjungan kerja (Kunker), Selasa (17/10/2017). Kedatangan rombongan Komite 1 ini dipimpin langsung Benny Rhamdani, Wakil Ketua Komite 1 yang juga bertindak selaku ketua rombongan.

Banyak hal yang dibahas, dalam Kunker yang membahas terkait pengawasan atas pelaksanaan Reforma Agraria terkait redistribusi lahan dan legalisasi aset di kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Utara, tersebut. Rhamdani memberikan kritik pedasnya dan menyampaikan kontemplasi bagi stakeholder yang berurusan atas tanah agar tidak bersikap mendzolimi rakyat.

Berlangsungya tanya jawab saat kunjungan kerja (Foto Suluttoday.com)

”Banyak hal dan persoalan yang sudah kami catat, sesuai dengan yang disampaikan aktivis LSM, para pegiat demokrasi pejuang kepentingan rakyat, warga yang tanahnya dirampok. Semua ini akan kami tindaklanjuti ke instansi terkait di Jakarta, akan kita upayakan merumuskan dan membentuk Pansus yang konsen mengurusi sengketa tanah di Republik ini. Ingat, jangan main-main dengan tanah, karena kita meninggal nanti akan kembali ke tanah,” tegas Brani begitu Rhamdani akrab Senator asal Sulawesi Utara ini tegas.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasioal (BPN) Sulawesi Utara tersebut, Kakanwil BPN Sulut Fredy Kolintama berkomitmen untuk mewujudkan apa yang menjadi aspirasi, masukan dan keluhan dari warga Sulut yang terlibat dalam sengketa tanah. (Amas)

Komite Pemilihan dan Banding Asprov PSSI Sulut Mendesak Dibentuk

Otto Rondonuwu (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Masa kepengurusan Asprov PSSI Sulawesi Utara periode 2013 – 2017 akan berahir pada 21 Desember 2017. Namun, hingga kini Asprov baik ketua maupun para Anggota Komite Eksekutif (Exco) belum melaksanakan kongres guna memilih Anggota Komite Pemilihan serta Anggota Komite Banding Pemilihan. Padahal berkaca pada peraturan No 2 tahun 2014 tentang Tata Cara Pemilihan, seharusnya Komite Pemilihan atau KP serta Komite Banding sudah terpilih sejak 4 bulan yang lalu (pasal 4 point 3 peraturan No 2 tahun 2014).

“Sekarang sudah seharusnya melaksanakan tahapannya. Dikhawatirkan, tidak terlaksananya Kongres Pemilihan akan berdampak pula pada pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB),” ujar Otto Rondonuwu, Pemerhati Sepakbola Sulut kepada Suluttoday.com, Senin (16/10/2017).

Lanjut Otto berpendapat nantinya jug bisa terjadi penunjukan oleh Plt (Pelaksana Tugas) atau Plh (Pelaksana Harian) oleh PSSI Pusat. Karena sejak kepengurusan Jackson Kumaat (Ketua Asprov) PSSI Sulut, tidak pernah mengadakan kongres berkala atau Kongres Tahunan hingga kini.

”Ini yang menghantui kepada Asprov PSSI Sulut soal bakal ditunjukny Plt ataupun Plh di kepengurusan Asprov jika tidak melaksanakan aturan sesungguhnya, menyangkut organisasi Asprov PSSI di tanah air,” terangnya. (don)

Perkokoh Persatuan Indonesia, DPC GMNI Manado Laksanakan PPAB

Kompak kader GMNI saat PPAB (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesi (GMNI) Komisariat Samudera (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat) DPC GMNI Manado, sukses melaksanakan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB). Bertempat di Sekretariat DPC GMNI Manado Jln. 17 Agustus, pada tanggal 13 s/d 14 Oktober 2017.

Dengan tema: “Membangun Jiwa Nasionalisme Mahasiswa untuk Memperkokoh Persatuan Indonesia dalam Bingkai Pancasila”, Ketua DPC GMNI Manado Bung Aldo Titdoy, mengatakan kegiatan pengkaderan ini bertujuan untuk merangkul semua kaum intelektual mahasiswa sebagai basis gerakan yang ingin belajar dan mengenal lebih dalam tentang Marhaenisme sebagai Idiologi GMNI, serta wujud dari konsistensi GMNI dalam memperkokoh Persatuan Indonesia.

”PPAB ini merupakan bagian dari perintah organsiasi, dimana GMNI sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan wajib melaksanakan hal ini. Melalui semagat gotong royong kita harus membangun organisasi yang melahirkan kader-kader beridiologis dan berjiwa nasionalisme, kita harus konsisten membumikan ajaran-ajaran Bung Karno untuk Indonesia lebih maju dan berdaulat,” ujar Bung Aldo.

Sementara itu, menurut Ketua Komisariat Samudera Bung Muhlis Ahaya,mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan perdana sebagai ketua komisariat, dia berharap bahwa pengkaderan ini memberikan semagat untuk kita semua dalam menjalankan roda organisasi demi menciptakan regenerasi kaderisasi sebagai basis organisasi di tingkatan komisariat.

Sekretaris Komisariat Bung Rival Songkoy peserta dalam kegiatan pengkaderan ini dari komisariat Sumudera, Komisariat Tulipa (Fakultas Pertanian Unsrat), Komisariat Equil (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat) dan Komisariat Nusantara. Pemateri yang hadir yaitu Bung Ferry Alumni GMNI Manado, Ketua Ketua KORDA GMNI Sulut-Go Bung Clance Teddy, Ketua Cabang GMNI Manado Bung Aldo Titdoy, Sekertaris Cabang Sarinah Melisa Tarandung beserta jajaran pengurus dan kawan-kawan seperjuangan lainya. (Fahri)

iklan1