Category: Nasional

Menjadi Narsum di FGD MPR RI, Danrem 131 Santiago Ajak Perkuat Pertahanan Wilayah

Para narasumber (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui Focus group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Lembaga Pengkajian MPR RI, Sabtu (23/3/2019). Danrem 131 Santiago, Brigjen TNI Robert Giri, SIP, MSi yang hadir sebagai salah satu narasumber menyampaikan pentingnya memperkuat pertahanan Negara. FGD kali ini mengambil tema: ‘Pertahanan dan Keamanan serta Wilayah Negara’.

”Pertahanan Negara perlu terus diperkuat, mari kita perkuat jaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu upaya mewujudkan pertahanan negara di wilayah perbatasan Sulawesi Utara, perlu adanya pengawasan terhadap daerah perbatasan dimana terdapat ancaman infiltrasi para teroris yang menyamar dan juga adanya sel2 tidur yang dapat mengancam daerah Sulut karena berbatasan langsung dengan negara Philipina,” ujar Brigjen TNI Robert di Hotel Aryaduta Manado.

Yang hadir dalam FGD diantaranya, Ketua Tim pengkajian MPR RI Dr. Ir. H. M.Jafar Hafsah yang juga memimpin kegiatan FGD. Hadir pula Dr. Pataniari Siahaan, ST, MH, (Anggota lembaga Pengkajian MPR RI), Theo L Sambuaga (Anggota lembaga Pengkajian MPR RI), Dr. Herman Kadir , SH.M,Hum, (Anggota Pengkajian MPR RI), Dr. H Wahidin Ismail (Anggota Pengkajian MPR RI), Ishak Latuconsina (Anggota Lembaga MPR RI), Brigjen TNI Robert Giri, SIP, MSi, (Danrem 131/Stg), dan AKBP Pol Iwan Parmadi.

Danrem 131 Santiago ketika memaparkan materi (FOTO Ist)

Selain itu, Kepala Sub Dit Cyber (Mewakili Direskrim Sus Polda Sulut), Fery Daud Liando (Dosen FISIP Unsrat), Kol Arm Soegeng Riyadi (Kasiintel Rem), Kol inf Brantas, Kol. CZI Andi Kusuma, serta para undangan lainnya.

FGD di lantai 5 Aryaduta Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara itu dihadiri sekitar 50 peserta diskusi dan tamu undangan. Beberapa catatan yang dirangkum media Suluttoday.com, sebagai berikut:

– Upaya mewujudkan pertahanan negara di wilayah perbatasan Sulawesi Utara, perlu adanya pengawasan terhadap daerah perbatasan dimana terdapat ancaman infiltrasi para teroris yang menyamar dan juga adanya sel2 tidur yang dapat mengancam daerah Sulut karena berbatasan langsung dengan negara Philipina .

– Keterbatasan sarana prasarana terkendala dengan alat transportasi air distribusi logistik , serta kondisi Pos pengamanan pulau terluar kurang memadai, kegiatan fisik pihak aparat keamanan didaerah perbatasan memberikan materi wawasan kebangsaan, bela negara, kerukunan antar umat beragama adanya bahaya terorisme, bahaya narkoba.

Foto bersama para narasumber (FOTO Ist)

– Perlunya adanya dukungan kapasitas personil, perlunya dukungan perbaikan pos pam, perlunya pembangunan fisik dan non fisik secara berkelanjutan. Dalam kesempatan itu pula AKBP Pol Iwan Parmadi, Kepala Sub Dit Cyber, mewakili Direskrim Sus Polda Sulut menyampaikan tentang materi yang intinya.

Kesiapan Indonesia dalam menghadapi perang Cyber , dimana kondisi cyber Indonesia sangat genting terhadap pelaku kejahatan cyber yang disalahgunakan. Ancaman cyber akan melakukan memantau secara intensif sasarannya memanfaatkan jaringan komputer yang dimasuki pelakutanpa diketahui sasarannya. (*/Redaksi)

KMHDI Sulut Gelar Aksi Damai, Sebarkan Seruan untuk Sukses Pemilu 2019

Berlangsungnya aksi damai (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat, 22 Maret 2019 Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Sulawesi Utara menggelar Aksi Damai Serentak yang di selenggarakan bersama PD, PC, serta Komisariat KMHDIse-Indonesia sehubungan dengan menyambut Pemilu 17 april 2019 mendatang, yang mengambil tema “Demokrasi Pancasila untuk Pemilu Demokratis ‘’.

Aksi ini di laksanakan didepan taman Monumen Wolter dan Pierre Manado yang merupakan Monumen dua Pahlawan Nasional, aksi ini juga di awali dengan nyanyian lagu Indonesia Raya yang di ikuti oleh 10 – 15 Kader PD KMHDI Sulut dengan 3 orang yang bergantian menjadi seorang Orator,1 orang Korlap (kordinator lapangan),1 orang penanggung jawab dan sisanya menjadi peserta aksi damai tersebut.

Dalam orasinya ketua PD KMHDI Sulut I Gusti Agung Sri Wirananda selaku orator dan juga penanggung jawab dari aksi damai tersebut,menghimbau masyarakat agar cerdas dalam Pemilu dengan kampanye yang sehat.

”Masyarakat harus mempunyai edukasi yang kuat dan luas mengenai isu-isu politik yang kerap menuai perpecahan dalam masyarakat,masyarakat juga harus menolak godaan yang kerap terjadi saat sebelum pemilu seperti Politik Uang, Politik Transaksional, kampanye BOHONG/HOAKS dan lain-lain,” ujar lelaki yang akrab di panggil Agung tersebut.

Di akhir penutupan orasinya menghimbau harapan dari pada semua Kader yang ikut dalam Aksi damai tersebut kepada semua masyarkat Indonesia dengan 5 point penting di dalamnya, antara lain :

  1. Kembali ke demokrasi kerakyatan yang berdasarkan pancasila.
  2. Mendorong masyarakat untuk cerdas berpolitik.
  3. Menghimbau kepada masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bersama melalui pemilu, guna mencapai cita–cita bangsa, ketimbang larut dalam konflik beda pilihan.
  4. Mendorong polri untuk lebih mengantisipasi konflik horizontal, antar masyarakat sebagai imbas dari pemilu, baik sebelum, saat pelaksanaan,maupun sesudah pemilu.
  5. Mendorong pelaksanaan pemilu damai, tanpa politik uang,isu sara, dan tetap menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Tidak lupa juga kami segenap keluarga besar KMHDI terlebih khusus daerah Sulawesi Utara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan instantsi yang sudah menyukseskan AKSI DAMAI kali ini. (*/Redaksi)

Komisi VII DPR RI: Kementerian ESDM dan JRBM Tidak Bisa Disalahkan

Bara Hasibuan ketika menyampaikan sambutan dalam pertemuan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Insiden naas di Bolaang Mangondouw Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), dimana di lokasi tambang emas tanpa izin di Desa Bakan yang terjadi Februari itu akhirnya menemukan jawaban.

Menurut Komisi VII DPR RI usai kunjungan kerja spesifik bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ke Site Bakan yang dikelola PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, tidak ada keterkaitan musibah dengan aktivitas tambang PT JRBM.

”Iya Kementerian ESDM dan JRBM tidak bisa disalahkan terkait kejadian ini karena sejak awal sudah dilakukan upaya pencegahan dan melaporkan ke pihak berwajib. Setiap kali ada penertiban setelahnya kembali ada aktivitas,” ujar Bara T Hasibuan selaku Ketua tim.

Lanjut disampaikan Bara bahwa pentingnya dicarikan solusi yang terbaik agar insiden tersebut mendapat jalan keluar. Supaya dampak negatif PETI tidak terjadi lagi.

”Kami mengapresiasi JRBM yang turut terlibat evakuasi PETI bersama tim rescue. Termasuk bantu alat berat,” ucap Hasibuan.

Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Sri Raharjo di site Bakan JRBM mengatakan telah melakukan investigasi pasca kejadian ini.

”Rekomendasi dari Basarnas disimpulkan bahwa proses evakuasi sudah tidak bisa dilanjutkan lagi karena membahayakan relawan,” katanya.

Sri Raharjo juga menyampaikan bahwa JRBM sudah termasuk perusahaan yang taat terhadap aturan kegiatan operasi pertambangan.

Anggota DPR RI saat turun ke lapangan (FOTO Ist)

”Dalam melaksanakan kegiatan pertambangan, JRBM selalu mengikuti kaidah-kaidah keselamatan pertambangan dan perlindungan lingkungan yang berlaku dan diatur oleh pemerintah. Kegiatan operasi JRBM dilakukan dalam wilayah kerja sesuai Studi Kelayakan, AMDAL dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM,” tutur Direktur JRBM Edi Permadi.

Edi menambahkan lokasi tambang illegal Busa, berada di Wilayah konsesi JRBM sebagai Areal Penggunaan Lahan (APL). ”Kami sejak tahun 2006 sampai awal tahun 2019 telah melaporkan aktivitas penambangan tanpa izin ini. Polisi sudah tutup, namun tetap saja ada aktivitas sampai kejadian longsor di 26 Februari 2019,” ucap Edi.

Untuk diketahui, JRBM secara proaktif bersama tim Basarnas bekerja giat melakukan evakuasi korban. Ada 20 orang tim rescue yang adalah karyawan JRBM yang terlibat. Edi juga menjelaskan perusahaan saat ini membantu dan memfasilitasi keluarga korban yang akan ziarah ke lokasi longsor. (*/Redaksi))

Sulawesi Utara Bidik Top 40 SINOVIK

Tumiwa saat mengikuti kegiatan di kementerian (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Inovasi hebat dari 5 perangkat daerah jadi andalan Sulawesi Utara untuk masuk dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Marhaen Roy Tumiwa kepada media ini Jumat (22/03/2019) usai mengikuti kegiatan Penyusunan Proposal Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik di Kementerian PANRB RI, di Jakarta.

Tumiwa yang mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan bahwa inovasi andalan untuk ikut kompetisi tersebut berasal dari Dinas Kesehatan dengan inovasi DESAKU, U ARE THE REASON, ANDA TIDAK SENDIRI, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – SISTEM PELAPORAN KEKERASAN, Dinas Penanaman Modal dan PTSP – SI OBET, Badan Pendapatan Daerah – SEE SAMRAT SMART, dan Biro Umum – ULA.

Ditegaskan Tumiwa bahwa inovasi-inovasi tersebut didasari oleh program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yakni ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) yang berhasil masuk dalam TOP 99 Inovasi Pemerintah Daerah.

“Prestasi inilah yang memacu dan mendorong seluruh unit pelayanan publik di daerah Bumi Nyiur Melambai untuk terus melahirkan inovasi-inovasi terbaik dalam bidang pelayanan publik,” tegas mantan Kepala Dispenda Sulut ini.

Selain itu, seperti dirangkum media ini ada 4 Kabupaten yaitu Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, dan Sangihe dengan inovasinya ikut dalam kompetisi tersebut. Untuk itu, Tumiwa menandaskan bahwa melalui kegiatan ini.

Pemprov Sulut berharap mendapat pendampingan serta masukan, saran, rekomendasi maupun kritik dari jajaran Kementerian PANRB RI, agar nantinya tersusun proposal yang komperehensif sehingga nantinya inovasi pelayanan publik yang sedang diperjuangkan akan memperoleh hasil yang terbaik.(cat)

Resmi Dilantik, Dewan Perwakilan Mahasiswa FISPOL Unsrat Bertekad Tuntaskan PR

Belangsungnya prosesi pelantikan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui proses yang demokratis dan penuh dialektika akademis, akhirnya Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah resmi dilantik, Senin (18/3/2019). Saat melantik Badan Pengurus DPM FISPOL Unsrat periode 2019-2020, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Cornelius J Paat, M.Si menitipkan sejumlah pesan penting.

”Prosesi pelantikan sudah dilalui dengan hikmat, mari kita wujudkan organisasi Dewan Perwakilan Mahasiswa FISPOL Unsrat sebagai sarana pengembangan diri bagi mahasiswa. Ayo wujudkan dinamika berorganisasi yang berkualitas, kita mendorong secara bersama-sama agar kemajuan dunia akademis berjalan maju. Civitas akademika FISPOL Unsrat perlu terus saling menguatkan agar hidup pikiran-pikiran yang produktif,” kata Paat.

Sekedar diketahui, pelantikan yang di Lobby FISPOL Unsrat ini disaksikan sejumlah mahasiswa FISPOL Unsrat juga diliput wartawan. Terpantai berbagai ucapan selamat pelantikan pengurus DPM terpasang melalui spanduk, baliho bahkan penyampaian lisan diungkapkan. Selain itu, Paat juga memberikan menyambut baik kehadiran DPM FISPOL Unsrat ini.

“Tentunya selaku pimpinan Fakultas, saya ikut merasakan bangga dan senang karena baru tiga bulan kita memasuki tahun 2019 kita sudah terlihat adanya jalinan hubungan kerjasama antar mahasiswa,” ujar Paat menutup.

Foto bersama pengurus dengan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISPOL Unsrat (FOTO Suluttoday.com)

Akademisi yang akrab dengan para mahasiswa itu mengharapkan dalam kegiatan-kegiatan kedepan DPM FISPOL Unsrat dapat merajut jalinan komunikasi yang sinergis. Termasuk membina berjalannya roda organisasi kemahasiswaan yang stabil.

Sementara itu, selaku Ketua yang dilantik Renaldo Garedja menyampaikan melalui sambutannya bahwa ia mempunya segudang program dan visi besar yang akan dilakukan. Tambah Renaldo ada program yang mungkin sebelumnya belum dilaksanakan secara maksimal, dinilainya sebagai Pekerjaan Rumah (PR) yang akan dituntaskannya.

“Komitmen saya, kedepan kita masih banyak PR yang harus saya selesaikan. Diantaranya adalah pembahasan Statuta Ormawa FISPOL Unsrat yang pada waktu Kongres kemarin ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga belum sempat dibahas. Namun hal tersebut pada kepengurusan kali ini, kami akan bekerja semaksimal mungkin demi terciptanya FISPOL Unsrat yang lebih maju, progresif, serta demokrasi,” tutur Renaldo. (*/Redaksi)

iklan1