Category: Nasional

Selain Keppres, Kepala BP2MI Tegaskan Audit Kepatuhan Terhadap Korporasi

Suasana rapat virtual yang dipimpin Benny Rhamdani (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tak pernah berhenti, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Rabu (7/10/2020), menyatakan akan mendorong penguatan Satgas Pemberantasan Sindikat Pengiriman Ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan menguatkan personil dan payung kebijakan dalam bentuk Keputusan Presiden (Keppres). Hal itu disampikannya dalam rapat virtual bersama Satgas dan Kepala UPT BP2MI se-Indonesia.

“Rapat Satgas menyepakati dan mengesahkan program prioritas selama 6 bulan ke depan. Sebagaimana dikatakan Wakil Ketua Satgas akan menguatkan personel Satgas serta mendorong payung kebijakan Satgas dalam bentuk Keppres agar lebih memiliki kewenangan yang kuat dan jangkauan yang luas,” kata Benny di hotel Quality Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (7/10/2020).

Brani begitu Benny akrab disapa menyampaikan terkait dengan upaya pemberantasan sindikat pengiriman ilegal PMI perlu ada tindakan terpadu dengan melibatkan multi stakeholder yang memberikan efek jera. Tidak hanya hukuman pidana, namun juga perlu upaya untuk memiskinkan pelaku sindikat pengiriman ilegal PMI.

Selanjutnya, tambah Brani, perlu ada rapat koordinasi penanganan dan penegakan hukum Pekerja Migran yang diinisiasi Satgas BP2MI dengan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait antara lain TNI/Polri, Komnas HAM, LPSK, Kemenaker, Kementerian Anak dan PPA, serta Kemenlu, untuk mendorong penanganan kasus pidana maupun memenuhi hak-hak migran yang dirumuskan dalam program aksi Satgas.

“Perlu juga dilakukan due diligence (audit kepatuhan) terhadap korporasi dengan menelusuri sumber-sumber keuangan dan transaksi keuangan perusahaan penempatan PMI,” ujar Brani.

Kepala BP2MI ketika memimpin rapat (Foto Suluttoday.com)

Politisi Partai Hanura itu menegaskan, perlu energi kuat dan keseriusan dalam membongkar pelaku utama (mastermind) di balik korporasi bukan hanya pelaku antara. Due dilligence dilakukan dengan sampel di wilayah perbatasan maupun kota kota besar.

“Rencana aksi akan dibukukan dan dirumuskan untuk disampaikan kepada seluruh UPT BP2MI. Seperti mitigasi pergerakan di lapangan, dengan memfokuskan pada aspek pencegahan, penindakan, dan pendampingan/persidangan, pemberkasan pelindungan saksi dan korban,” tutur Brani menutup.

Selain itu, BP2MI selain mendorong penguatan Satgas, juga berkomitmen peningkatan kapasitas SDM dalam penegakan hukum bagi jajaran BP2MI Pusat dan daerah, serta perlunya pemahaman peran PMI dalam mengatasi persoalan. Selain itu, dalam waktu tiga bulan perlu ada penegakan dan penindakan kasus-kasus besar hingga P21.

(*/Amas)

Satgas Langsung Action, Benny Rhamdani Optimis ”Perang” Sedang Dimulai

Benny Rhamdani saat memimpin rapat virtual (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Memerangi mafia pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukan sekedar retorika Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dibawak kepemimpinan Benny Rhamdani sebagai Kepala. Melainkan komitmen itu diwujudkan Brani, sapaan akrab Benny dengan membuat sejumlah terobosan. Selain memodernisasi sistem pelayanan, menindak oknum yang melakukan praktek ilegal di internal BP2MI.

Sejumlah gebrakan dilakukan. Termasuk Brani menginsiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pengiriman PMI Ilegal yang melibatkan seluruh stakeholder di tengah masyarakat. Dalam rakor virtual membahas soal program prioritas Satgas, Brani yang memimpin rapat di Manado, Rabu (7/10/2020) menyampaikan optimismenya terhadap Satgas yang dibentuk tersebut. Sejumlah target dan sasaran akan dicapai dengan memasang deadline.

”Rekan-rekan yang tergabung dalam Satgas Pemberantasan Pengiriman PMI Ilegal ini adalah mereka yang berintegritas, punya pengalaman dibidangnya masing-masing. Itu sebabnya saya optimis kerja yang menjaga diskala prioritas akan mampu mereka capai. Rapat koordinasi untuk mengkonkritkan dan memastikan semua program strategis Satgas akan berjalan menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan kita tindaklanjuti,” ujar Brani yang juga mantan Ketua GP Ansor Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 2 periode ini.

Politisi senior yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut 3 periode itu menyebutkan pada level regulasi pihaknya telah melakukan pemantapan. Sehingga Satgas tinggal tancap gas untuk merealisasikan program prioritas. Tak hanya itu, Brani menyebut Satgas yang dibentuknya tersebut akan sangat membantu BP2MI dalam kerja-kerja yang terukur. Lanjut Brani menambahkan bahwa saat ini merupakan eranya pemerintah dan masyarakat berkolaborasi.

”Penguatan dari aspek regulasi terus dilakukan. BP2MI dengan slogan melayani dengan nurani akan mengakselerasi pelayanan terhadap PMI, motong alur birokrasi yang dianggap tidak efektif dan efesien. Sembari kita tegas menindak oknum atau perusahaan, agen dan siapapun itu yang melegalkan proses ilegal dalam urusan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Luar Negeri. Satgas akan tancap gas, mengerjakan apa yang akan mereka lakukan. Saya percaya betul, para senior-senior yang tergabung dalam Satgas punya keresahan yang sama dengan saya. Kita bekerja untuk kesejahteraan dan kemajuan para pekerja migran Indonesia,” kata Brani.

Selain itu, Brani menitipkan agar masyarakat juga ikut terlibat dalam menyampaikan laporan atau masukan bila ada kasus pengiriman PMI ilegal yang diketahuinya. Bagi Brani pekerjaan berat akan terasa ringan manakala dikerjakan secara iklas dan bersama-sama. Segala upaya yang dikerahkan untuk mengisolasi dan memberi sanksi untuk para pembegal aturan dibidang pengiriman pekerja Indonesia, lanjut Brani sebagai wujud kecintaan terhadap Indonesia agar terus mengalami kemajuan.

Berlangsungnya rapat pembahasan gebrakan (Foto Suluttoday.com)

”Pekerjaan ini merupakan ibadah. Jangan kita habiskan energi untuk kepentingan yang tidak produktif. Melainkan kita iklas bekerja, memberi dedikasi untuk Indonesia tercinta. Kita secara kolektif mengawal, menjaga dan melayani para pekerja migran Indonesia, lindungi mereka. Negara harus hadir untuk rakyatnya. Kehadiran Satgas ini sebagai energi baru bagi BP2MI dalam melayani segenap rakyat Indonesia,” tutur Brani, Wakil Ketua Komite I DPD RI periode 2014-2019 itu.

Sekedar diketahui, Satgas Pemberantasan Pengiriman PMI Ilegal merupakan langkah progresif dan baru pertama dibentuk di Indonesia. Pada rapat virtual tersebut hadir Ketua Harian Gugus Tugas Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, pimpinan Satgas lainnya yakni Marzuki Darusman, yang juga Jaksa Agung periode 1999-2021, Wakil Ketua Harian Mas Achmad Santoso, Suwiryo Ismail, Kepala BP2MI bersama jajarannya serta dan Kepala UPT BP2MI se-Indonesia.

(*/Amas)

Bencana COVID-19 Melanda, Djafar Alkatiri Ingatkan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan

Berlangsungnya pemaparan dari Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Berbagai aliran pemikiran yang bertujuan mempolarisasi persatuan masyarakat menjadi rintangan tersendiri bagi pemerintah. Pemahaman dengan potensi merongrong Pancasila telah menjadi hambatan serius yang menghadang roda pembangunan. Upaya konsolidasi nasional terhambat, hal itu sebagaimana disampaikan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, Selasa (6/10/2020).

Melalui kegiatan Temu Tokoh Nasional yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang digelar di Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senantor Djafar mengatakan hantaman bahaya penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tak mampu merusak tatanan kesadaran masyarakat Indonesia dalam mengimplementasikan 4 (Empat) Pilar Kebangsaan.

”Saat penularan COVID-19 yang tengah memukul perekonomian dan sendi kehidupan masyarakat, kita mendapat tantangan serius dalam membangun Indonesia. Tapi seberat apapun itu, pemerintah kita harapkan terus kokoh menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinake Tunggal Ika. Gelombang COVID-19 menurunkan intensitas kita bersosial, namun bukan berarti masyarakat menjadi anti-sosial. Melainkan teruslah kita membangun solidaritas sosial, mendorong pembangunan nasional,” kata Senator asal Sulut yang juga Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kantor Perwakilan DPD RI Sulut tersebut.

Makin akutnya bahaya COVID-19 menjadi tantangan bagi komponen masyarakat, terlebih pemimpin untuk fokus melakukan pembangunan kesejahteraan dan peradaban. Tak hanya itu, Senator Djafar malah mengedukasi masyarakat sehingga tidak dibodohi dengan memanfaatkan situasi darurat di Indonesia. Menurutnya penyelesaian COVID-19 memerlukan kerja serius dan ekstra dari pemerintah, itu sebabnya komitmen memerangi penularan COVID-19 menjadi begitu penting.

Masyarakat yang hadir dalam Temu Tokoh Nasional (Foto Suluttoday.com)

”Jangan situasi masyarakat yang terpuruk akibat COVID-19 dimanfaatkan untuk menindas atau membodohi masyarakat. Bencana COVID-19 menguji persatuan, kepekaan, serta konsistensi pemimpin kita untuk bekerja lebih maksimal lagi. Penyelesaian penyebaran Virus Corona bukan sekedar dengan kata-kata dan slogan, melainkan kerja nyata. Selain itu pemerintah harus menunjukkan kesungguhannya selesaikan COVID-19. Disisi lain, substansi dari 4 pilar kebangsaan ini sifatnya universal, tidak parsial,” ujar Senator Djafar yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini.

Untuk diketahui dalam Temu Tokoh Nasional yang dirangkaikan dengan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itu dihadiri pula Wakil Ketua MPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, dan beberapa narasumber lainnya. Dengan dihadiri perwakilan masyarakat Manado, dari Majelis Taklim, serta unsur tokoh. Dalam sesi diskusi pada pertemuan tersebut sejumlah penanya mengharapkan agar pemerintah selalu menjadi teladan dalam distribusi keadilan, amanah dan istiqamah memperjuangkan nasib masayarakat.

(*/Amas)

Dihadapan Ribuan Mahasiswa UNIMA, Senator Djafar Beri Materi Revolusi Mental

Senator Djafar saat menyampaikan materi Revolusi Mental (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M.,M.PdI tidak hanya pada persoalan sosial, agama, ekonomi dan kebudayaan semata. Senator Djafar juga begitu konsen membangun aspek pendidikan. Kamis (1/10/2020, Wakil Ketua Komite I DPD RI ini menghadiri undangan untuk mengisi Kuliah Umum saat Pembelakan Mahasiswa Baru di kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Tondano Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Senator asal Sulut yang didampingi Rektor UNIMA, Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd menyampaikan pentingnya gagasan Revolusi Mental yang diperjuangkan Presiden Ir. Joko Widodo. Menurut Djafar narasi Revolusi Mental harus membumi dan diaktualisasikan dari Perguruan Tinggi. Hal itu dilakukan selain untuk mengukuhkan marwah kampus sebagai ruang akademik yang produktif. Kampus mengambil peran menjaga nilai-nilai originalitas pikiran ilmiah.

Berlangsungnya pembukaan kegiatan (Foto Suluttoday.com)

”Pentingnya Revolusi Mental membumi dari kampus. Karena para mahasiswa sebagai agen transformasi harus lebih dahulu mengetahui apa keunggulan Revolusi Mental itu untuk disosialisasikan ke masyarakat luas. Mahasiswa dan eksistensi kampus sebagai garda terdepan dalam pengembangan akademik tak boleh ketinggalan, harus terus mengambil peran strategisnya mendorong pembangunan nasional. Artinya, internalisasi tentang Revolusi Mental juga diejawantahkan dalam tindandakan keseharian para civitas akademika, termasuk mahasiswa dan juga dosen,” ujar Senator Djafar.

Pemaparan materi Revolusi Mental yang disampaikan Senator vokal itu melibatkan perwakilan mahasiswa Universitas Negeri Manado dari 7 Fakultas yang hadir. Kemudian 2.000-an (dua ribuan) mahasiswa lainnya mengikuti secara daring (virtual). Djafar yang juga jebolan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengajak mahasiswa agar terus memelihara pikiran kritis.

Laporan Ketua Panitia dalam pembelakang mahasiswa baru (Foto Suluttoday.com)

”Mari kita tumbuhkan iklim pendidikan yang kondusif. Mahasiswa harus selalu produktif, kritis dan cermat membaca dinamika sosial. Terlebih perkembangan pendidikan di kampus. Tak hanya disitu, tapi mahasiswa juga punya tanggung jawab sosial, yakni bagaimana berkontribusi dalam pembangunan. Gagasan Revolusi Mental menjadi spirit dan inspirasi yang perlu ditanamkan dalam aktivitas keseharian mahasisw, sehingga mahasiswa dapat mengamalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinake Tunggal Ika,” tutur Djafar tegas.

Politisi yang dijuluki sebagai singa podium itu mengingatkan agar mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dapat selektif dalam berinteraksi dengan diskursus dan persentuhan ideologi. Hal itu dimaksudkan agar mahasiswa berfikir radikal, melawan atau menolak paham-paham yang berdampak terhadap disintegrasi bangsa. Pembelajaran di kampus, tambah Djafar haruslah melahirkan mahasiswa yang beradab, berpikiran pembaharuan dan menghargai peradaban kemanusiaan.

Proses penyerahan Cinderamata dari Rektor UNIMA kepada Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

”Silahkan tingkatkan semangat belajar. Mahasiswa harus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya dengan membaca, berdiskusi dan menulis. Identitas mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mampu diwujudkan mahasiswa dengan terus-menerus belajar. Selain itu, dalam interaksinya mahasiswa yang terus membaca wacana sosial, jangan lalau atau terjebak dengan pemikiran atau ideologi yang merongrong Pancasila. Hindari dan kita lawan ideologi-ideologi import yang berpotensi melahirkan disintegrasi bangsa,” ujar Senator Djafar.

Penyarahan bantuan dari Senator Djafar kepada mahasiswa UNIMA (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, Kuliah Umum ini dihadiri para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi dan tentunya Rektor UNIMA. Selesai dilaksanakannya kuliah umum sekaligus sesi dialog tanya jawab bersama mahasiswa dan Senator Djafar, juga ada penyerahan bantuan berupa uang tunai dari Senator Djafar kepada mahasiswa yang kurang mampu. Selanjutnya, penyerahan cinderamata dari Rektor UNIMA kepada Senator Djafar Alkatiri.

(*/Amas)

Gelar Kampanye Virtual, Andrei-Richard Komit Layani Masyarakat Manado

Kompak AARS saat berada di TPA Sumompo (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kamis (1/10/2020) melalui momentum kampanye virtual perdana yang dilakukan Paslon Nomor Urut 1, Andrei Angouw-Richrd Sualang atau yang disingkat AARS, selaku kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado mereka berkomitmen melayani masyarakat Manado. Hal itu tergambarkan dalam pidato politik yang disampaikan Andrei, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) ini.

”Kami mencalonkan diri dengan tujuan bekerja untuk rakyat. Bukan untuk menikmati jabatan, karena membangun Kota Manado membutuhkan kebersamaan agar tujuan menuju jembatan emas Manado semakin Hebat dapat diraih,” ujar Andrei dalam orasi politiknya.

AA menambahkan bahwa diri sebagai calon Wali Kota bukan mengejar jabatan tetapi bekerja untuk masyarakat agar kesejahteraan yang menjadi dambaan dapat direalisasikan.

”Itu sebabnya kita harus menjual program bukan identitas, sebab Kota Manado membutuhkan pemimpin yang mampu membawa perubahan,” kata Andrei.

Menariknya, deklarasi sekaligus kampanye perdana AARS ini mengundang perhatian publik. Pasalnya, kedua kader Marhaen itu melakukan deklarasi yang populis dengan tampilan sederhana. Karena diawali dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Bukit Sumompo Manado. Di lokasi tersebut AARS hendak merefleksikan kehidupan masyarakat bawah yang perlu ada sentuhan lewat program-program pembangunan ke depan.

”Artinya jika dipercaya masyarakat Kota Manado, maka AA-RS akan berbuat untuk kepentingan rakyat banyak, terlebih rakyat yang kurang mampu. Termasuk para pemulung, kaum miskin kota dan masyarakat marginal lainnya,” tutur Richard saat diwawancarai media ini.

AARS ketika menerima SK dari DPP PDI Perjuangan belum lama ini (Foto Istimewa)

Baik AA maupun RS, terpantau menyampaikan tekad untuk menjadikan Manado lebih baik, lewat lesan-pesan singkat yang bermakna demi kesejahteraan masyarakat Manado.

”Hari ini, kami pasangan AARS mengunjungi dan melihat kondisi di TPA ini. Di tempat ini, pada hari ini 1 Oktober 2029 jam 10 pagi, kami menyatakan kesiapan kami untuk memenangkan pilkada kota Manado 9 Desember 2020 nanti,” ujar Andrei didampingi Richard bersama Ketua Tim Kampanye AA-RS, Roland Roeroe, Kamis (1/10/2020) di puncak TPA Sumompo.

Selain itu, deklarasi AARS ini bertepatan dengan momentum kesaktian Pancasila menjadi dasar dari perjuangan AARS dalam membangun Kota Manado untuk itu jangan kita terpecah belah kita butuh persatuan. Dukungan segenap masyarakat Kota Manado dibutuhkan, agar cita-cita besama AARS terwujud.

(*/Amas)

iklan1