Category: Nasional

“Soal Bikin Pesawat, Indonesia Masih di Atas China”

083343_ilhamhabibie2Jakarta – China boleh bangga bisa produksi pesawat MA 60 yang saat ini digunakan Merpati Nusantara Airlines, namun soal kualitas pesawat Indonesia masih jauh di atas China.

Seperti kata Ilham A. Habibie, anak sulung mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan soal membuat pesawat dan kualitas pesawat itu sendiri, Indonesia masih di atas China.

“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,” kata Ilham ketika ditemui detikFinance pekan lalu di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).

Kata Ilham, saat ini China boleh bangga punya MA 60 yang saat ini digunakan Merpati.

“Tapi pada dasarnya desain MA 60 itu mesinnya memang digunakan untuk militer, namun karena digunakan untuk sipil mereka menurunkan sedikit kualitasnya, karena dasarnya untuk militer sehingga boros, militerkan ngak mikirin boros apa tidak yang penting tahan banting dan menang perang,” ucapnya. Baca Selengkapnya

Mentan Suswono Penuhi Panggilan KPK, Siap Bicara Soal Luthfi & Fathanah

101748_suswonoluarJakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono memenuhi panggilan KPK. Memakai batik cokelat, Suswono tampak tenang. Dia mengaku dipanggil sebagai saksi untuk Luthfi dan Fathanah.

“Saya diminta keterangan oleh KPK, masih menyangkut saksi terkait 4 tersangka. LHI dan AF, sama dua lagi siapa ya dari PT Indoguna,” kata Suswono di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Suswono yang datang sekitar pukul 10.05 WIB, langsung masuk ke gedung KPK. “Nanti ya, saya sendiri belum tahu apa yang akan ditanyakan,” jelasnya.

KPK sudah menetapkan 4 tersangka yakni Luthfi, Fathanah, dan 2 orang pengusaha dari PT Indoguna. Mereka diduga terlibat dalam kasus penyuapan untuk kuota impor sapi.

sumber: detik.com

Polisi Angkut Pisau, Dokumen dan Laptop dari TKP Mutilasi

151817_mutilasiancoldaviddalamJakarta – Polisi masih berusaha mengungkap kasus mutilasi di Ruko Mediterania Marina Residence. Beberapa barang telah disita polisi antara lain pisau, dokumen dan laptop. Contoh ceceran darah di TKP juga dibawa oleh tim INAFIS.

“Sampai sekarang masih mengolah TKP dan diperoleh bukti ceceran darah. Polisi masih bekerja mengidentifikasi korban tersebut. Sampai saat ini, kita katakan itu adalah Mr X, sepanjang belum kita ketahui DNA dari keluarganya,” ujar Kapolsek Kembangan Kompol Susatyo Purnomo di TKP di di lokasi, Ruko 26 D, Ruko Mediterania Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2013).

“Tadi malam, kita menyita alat potong berupa pisau dan juga dokumen-dokumen dan laptop,” lanjutnya. Baca Selengkapnya

Bayar Diyat TKI Pakai APBN Dikhawatirkan Timbulkan Polemik Baru

140341_tkidlmJakarta – Pembayaran uang diyat (uang tuntutan korban) bagi TKI yang terancam hukuman mati bisa menuai polemik. Bagaimana tidak, uang diyat yang dibayarkan oleh pemerintah merupakan uang dari pajak negara.

Hal itu diungkapkan oleh pakar hukum Islam asal UIN Syarif Hidayatullah Amin Sukma, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Kasus TKI yang Terancam Hukuman Mati di Gedung Diklat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jl Sisingamangaraja, Jakarta, Kamis (14/3/2013). Baca Selengkapnya

Jelang KLB, Kubu Marzuki Serang Saan Mustopa

demokrat2Jakarta – Suasana Partai Demokrat (PD) menjelang pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) makin memanas. Persaingan antarkandidat calon ketum makin meruncing. Kubu Marzuki yang bersemangat menatap KLB mulai menyerang kubu lain.

Wakil Ketua Umum PD yang dikenal sebagai timses Marzuki Alie menilai Saan Mustopa, yang telah mengisyaratkan akan berlaga di KLB, memiliki modal yang cukup untuk mencalonkan diri. Namun Saan dinilai belum cukup layak.

“Kalau dia mau maju ya dia punya dasar kuat, tapi ya jangan sebagai pihak yang mewakili kelompok Anas,” kata Max saat dihubungi, Kamis (14/3/2013). Baca Selengkapnya

iklan1