Category: Nasional

“Beruntung” Bukan Hanya Rupiah, Masih Ada 2 Negara ini Rontok Terhadap Dolar

Rupiah (ist)

Rupiah (ist)

SulutToday.com – Berkaitan dengan rencana bank sentral AS mengurangi program stimulannya, membuat dana-dana investasi di seluruh dunia kembali ke AS. Hal ini membuat Rupiah pun melemah hingga Rp. 11.000. Tapi, Rupiah bukan salah satu mata uang yang anjlok, karena masih ada dua mata uang negara lain yang rontok terhadap Dolar AS.

Adapun 2 negara yang mata uangnya anjlok ke level terendah terhadap dolar AS tersebut adalah pertama Negara Turki.

Mata uang lira Turki hari ini anjlok ke level terendahnya karena kondisi di AS. Meski bank sentral Turki sudah menggelontorkan cadangan devisa US$ 350 juta untuk menahan kejatuhan mata uangnya, namun lira tetap jatuh. Dolar AS menguat ke 2.095, dari sebelumnya 1,992 kemarin. Baca Selengkapnya

Pendapatan Preman Tanah Abang Kalahkan Gaji Bos Perusahaan

logo baruSulutToday.com – Keramaian Pasar Tanah Abang dimanfaatkan banyak orang sebagai lokasi strategis mencari uang. Tak cuma pedagang grosiran, pedagang kaki lima (PKL), tukang parkir hingga preman pun bisa hidup sejahtera jika membuka lapak usaha di sana. Cerita itu benar adanya dan bukan isapan jempol belaka. Bagaimana tidak, setiap hari pusat pasar tekstil terbesar di Indonesia itu tak pernah sepi pengunjung. Terlebih ketika memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran.

Kemarin (1/8/2013), Polda Metro Jaya menangkap puluhan preman yang biasa mangkal di Tanah Abang. Keterangan yang mereka sampaikan ke polisi cukup mengagetkan. Sebab bicara soal penghasilan, para pria berwajah sangar itu bisa meraup untung sampai Rp 1 juta. Nilai itu, untuk hitungan setengah hari.

Nilai Rp 1 juta ini berasal dari kegiatan mereka memalak para pengunjung yang menggunakan kendaraan. Setiap kendaraan yang parkir dikenakan tarif Rp 10.000. Meski tak sesuai aturan yang diterapkan pemerintah, mau tau mau pengunjung harus membayarnya jika ingin kendaraan mereka selamat. Baca Selengkapnya

Ini ungkapan Moeldoko Atas Kesiapannya Menjadi Panglima TNI

 

KSAD TNI AD Jenderal Moeldoko

KSAD TNI AD Jenderal Moeldoko. (ist)

SulutToday.com – Akan bakal di jadikan, menggantikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono yang akan memasuki masa pensiun pada 25 Agustus 2013, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko yang baru beberapa waktu lalu di angkat menjadi KSAD menyatakan kesiapannya menjadi Panglima TNI.

Seorang prajurit dengan segala apa pun harus siap,” ujar KSAD di sela-sela Acara Bazar Murah TNI AD yang bekerjasama dengan Artha Graha Peduli, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, saat ini ia masih menyiapkan diri menjadi KSAD yang baik, dan mengenai yang lain belum terpikirkan.

Bila ditunjuk sebagai Panglima TNI, saya mengaku siap. Soal kesiapan untuk menghadapi uji kelayakan dan kepatutan di DPR, dilihat saja nanti,” tandas KSAD. (ant)

 

Editor : Janni Kasenda

Bandara Kualanamu Terbaik Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Bandara Kualanamu Medan. (ist)

Bandara Kualanamu Medan. (ist)

SulutToday.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan segera mengoperasikan Bandar Udara Internasional Kualanamu yang ada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada 25 Juli 2013. Kualanamu dibangun untuk menggantikan Bandara Internasional Polonia, Medan.

Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Senin 22 Juli 2013, mengungkapkan, operasional bandara internasional dengan call sign KNO terhitung sejak 25 Juli 2013 pukul 00.01 WIB, sesuai dengan aturan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 41 Tahun 1995 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Kualanamu sebagai pengganti Bandar Udara Polonia-Medan.

Bandara yang berlokasi di lahan seluas 1.365 hektare ini sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp3,356 triliun dan dengan waktu pengerjaan selama enam tahun. Dana investasi berasal dari kerja sama Kementerian Perhubungan dengan PT Angkasa Pura II, dengan porsi pembiayaan 59:41. Baca Selengkapnya

Ujian Nasional 2013, Terburuk Dalam Sejarah Era SBY

Ilustrasi

Ilustrasi

SulutToday.com – Baru tahun ini terjadi, ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/MA/SMALB/SMK sederajat di Indonesia tak digelar serentak di 34 provinsi, pada 15 April lalu. Penundaan ini akibat soal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, tak tiba di beberapa lokasi pada hari H pelaksanaan.

Tercatat lebih kurang ada 11 provinsi yang pelaksanaan ujian tingkat SMA/MA harus diundur dari jadwal yang telah ditentukan. 11 Provinsi itu sebagian besar ada di wilayah timur Indonesia, antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, kala itu coba meyakinkan siswa tak dirugikan meski pelaksanaan ujian mereka diundur. Dia malah meminta siswa tetap berkonsentrasi karena masih ada beberapa mata pelajaran yang ditujukan. Baca Selengkapnya

iklan1