Category: Nasional

Polisi: Uang Asli Dijadikan Sesajen untuk Tarik Harta Karun

J082252_upalbogorakarta – Jaringan pengedar uang palsu Eyang Aswong dibekuk Polres Bogor Kota. Uang palsu senilai Rp 1,2 triliun diamankan dari tangan pelaku UM alias Nuriyah (46). Sedang Aswong masih buron.

Dalam menjalankan modusnya yang diduga sejak 2012, para pelaku mengaku bisa menggandakan uang. Mereka mengaku bisa menarik harta karun.

“Jadi uang asli itu dijadikan sajen untuk ritual, misal sekian puluh juta. Uang itu kemudian ditanam,” jelas Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Didik saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (1/5/2013).

Ada satu korban dari Sukabumi yang mengaku tertipu puluhan juta. Jadi, uang palsu ditanam selama beberapa waktu dan kemudian korban diberikan uang palsu berlipat-lipat. Karenanya Didik mengimbau agar masyarakat tak percaya dengan modus-modus bisa menggandakan uang. Baca Selengkapnya

Ini Penjelasan Mengapa Serka Heru di Hugo’s Cafe

1106328-11-penyerang-lp-cebongan-diadili-secara-terbuka-620X310JAKARTA, Tewasnya Sersan Kepala Heru Santoso oleh empat orang di dalam Hugo’s Cafe menjadi pangkal aksi penyerangan LP Cebongan yang menewaskan empat orang. Muncul pertanyaan, dalam rangka apa Serka Heru berada di Hugo’s Cafe?

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengatakan, keberadaan Serka Heru di dalam kafe tersebut terkait dengan jabatannya sebagai anggota intel. Artinya, keberadaannya di dalam kafe tersebut pun dalam rangka tugas.

“Serka Heru itu, kan, orang intel. Di wilayah, kan, ada intel Kodam, Korem, jadi Kopassus karena itu di Jawa Tengah, jadi masuk ke intel itu,” ujar Agus kepada wartawan seusai acara bersih-bersih Kali Ciliwung di Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013) pagi. Baca Selengkapnya

Ini yang Harus Dicatat Usai Pengumuman Oknum Kopassus Penyerang LP Sleman

SULUTTODAY 21Jakarta – TNI AD mengumumkan, 11 Anggota Kopassus mengaku terlibat dalam penyerangan Lapas Cebongan, Sleman. Namun tak berhenti sampai di situ, ada beberapa catatan terbaru yang harus menjadi perhatian pasca penangkapan para anggota tersebut.

Ketua lembaga mayarakat dari Setara Institute Hendardi mengatakan, penangkapan 11 anggota Kopassus dianggap sebagai prestasi TNI dan bukti pernyataan TNI bahwa institusinya akan terbuka. Tetapi sejumlah keganjilan justru menunjukkan bahwa penangkapan ini merupakan suatu upaya sistematis TNI merebut kesempatan penyelidikan dan penyidikan secara cepat untuk tujuan tertentu.

“Seperti mengaburkan fakta, penyederhanaan kasus, dan memotong sejumlah dugaan bahwa pembunuhan tersebut terencana dan dugaan keterlibatan elite TNI. Termasuk hanya mengorbankan sejumlah orang,” kata ketua Setara Institute, Hendardi dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (5/4/2013). Baca Selengkapnya

Bendera GAM Diganti, Warga Aceh Ancam Referendum

8IEBHhguZnJAKARTA – Ketua Komisi A DPR Aceh, Teungku Adnan Beuransyah menegaskan, warga Aceh akan tetap mempertahankan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, yang menetapkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai bendera provinsi.
Menurutnya, jika pemerintah pusat tetap akan mengganti lambang GAM tersebut, maka warga Aceh akan melangsungkan referendum atau jajak pendapat.

“Bendera dan lambang tersebut sudah ditetapkan oleh semua warga Aceh, pemerintah daerah dan DPR A. Semuanya sudah sepakat, jika pemerintah pusat tetap akan mengganti, kita akan referendum untuk menentukan kembali bendera dan lambang. Namun itu tidak perlu, karena mayoritas warga Aceh sudah sepakat,” ujar Adnan kepada Okezone, Selasa (2/4/2013).
Baca Selengkapnya

“Soal Bikin Pesawat, Indonesia Masih di Atas China”

083343_ilhamhabibie2Jakarta – China boleh bangga bisa produksi pesawat MA 60 yang saat ini digunakan Merpati Nusantara Airlines, namun soal kualitas pesawat Indonesia masih jauh di atas China.

Seperti kata Ilham A. Habibie, anak sulung mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan soal membuat pesawat dan kualitas pesawat itu sendiri, Indonesia masih di atas China.

“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,” kata Ilham ketika ditemui detikFinance pekan lalu di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).

Kata Ilham, saat ini China boleh bangga punya MA 60 yang saat ini digunakan Merpati.

“Tapi pada dasarnya desain MA 60 itu mesinnya memang digunakan untuk militer, namun karena digunakan untuk sipil mereka menurunkan sedikit kualitasnya, karena dasarnya untuk militer sehingga boros, militerkan ngak mikirin boros apa tidak yang penting tahan banting dan menang perang,” ucapnya. Baca Selengkapnya

iklan1