Category: Nasional

KPU Tetapkan Hasil Pilpres 2014 Besok Jam 4 Sore

hadar-nafis-gumay

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melanjutkan proses rekapitulasi nasional Selasa (22/7/2014) besok, jika rekap nasional tidak selesai malam ini.

“Saya rasa malam ini selesai,” kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di kantornya, Senin (21/7/2014)

Pihaknya pun telah menjadwalkan penetapan hasil Pemilihan Presiden 2014 Selasa besok pukul 16.00 WIB. “Rencananya sebelum buka puasa,” ujarnya.

Untuk diketahui, KPU telah menetapkan rekapitulasi di 22 Provinsi. Dari 22 Provinsi tersebut, pasangan Prabowo-Hatta meraih 38.892.978 suara sedangkan pasangan Jokowi-JK meraih 41.127.377 suara, dengan selisih 2.234.399 suara.

(inc/rr)

12 Nama WNI Korban Pesawat Malaysia Airlines yang Ditembak Jatuh di Ukraina

20140718-123847-45527859.jpg

MANADO – Kementerian Perhubungan Indonesia mengatakan ada 12 orang asal Indonesia yang tercatat sebagai penumpang pesawat komersil milik Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina.

Dikabarkan 2 dari 12 WNI korban pesawat nahas itu adalah warga Bali. Mereka bernama Ketut Wiartini dan Wayan Sujana.

Meski Malaysia Airlines belum mengeluarkan manifest penumpang yang resmi, namun KBRI Malaysia melalui Atase Perhubungan sudah mendapatkan nama-nama mereka.

Ini berdasarkan hasil penyidikan otoritas penerbangan Malaysia yang dikirim kepada Kementerian Perhubungan Indonesia melalui Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata.

Berikut daftar nama 12 WNI yang menjadi korban MH17:

1. Mr Hadiono Gunawan (kursi nomor 1D)
2. Mrs Yodricunda Theistiasih (11E)
3. Mrs Ketut Wiartini (14H)
4. Mrs Yuli Hastini (16G)
5. Mrs Supartini (31K)
6. Mr Hendry (32E)
7. Ms Gerda Leliana Lahenda (14C)
8. Mtr Werther Smallenburg (12E)
9. Mrs Jane M Adi Soetjipto (14A)
10. Mrs Vickiline Kurniati Kardi (19F)
11. Mr Wayan Sujana (12D)
12. Clarice Yelena Huizen (bayi)

Untuk informasi lebih lanjut, Malaysia Airlines menyediakan hotline di nomor +603-788-41234 (Malaysia) atau +317-034-87770 (Belanda).

(les/ar)

Olly Dondokambey Diperiksa KPK 3,5 Jam

olly-dondokambey-kpk

Olly Dondokambey

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey. Olly diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus Hambalang, Mahfud Suroso selama 3,5 jam.

Anggota Badan Anggaran DPR ini membantah menerima suap dari Adhi Karya.

“Saya tidak pernah menerima suap,” ujar Olly singkat sebelum masuk ke mobil Innova, di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (11/7/2014).

Olly tidak sempat lebih jauh menjelaskan mengenai detail dugaan penerimaan uang Rp 2,5 miliar. Anggota Komisi XI ini berlalu, memasuki mobil dan pergi meninggalkan gedung KPK.

Seperti diketahui, Olly masih berstatus sebagai Baca Selengkapnya

Tahapan Rekapitulasi Suara Dimulai Hari Ini

Husni-Kamil-Manik

Ketua KPU Husni Kamil Manik

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Husni Kamil Manik meminta masyarakat untuk ikut mengawal jalannya proses rekapitulasi perolehan suara pemilu presiden dan wakil presiden di seluruh daerah.

“Mulai hari ini (Kamis) sampai 12 Juli adalah kegiatan rekapitulasi di tingkat desa-kelurahan yang dikelola oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Kami membuka partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan rekapitulasi agar masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas rangkaian kegiatan Pemilu yang tersisa,” kata Husni di Gedung KPU Pusat, Kamis (10/7/2014).

Selain itu, KPU membuka ruang kepada kelompok masyarakat sipil dan pegiat pemilu untuk melakukan pemantauan terhadap proses rekapitulasi di tingkat bawah.

Husni juga menegaskan KPU dan seluruh jajarannya akan bekerja secara profesional dalam menjalankan kegiatan rekapitulasi hingga penetapan pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pada 22 Juli mendatang.

“Seluruh jajaran penyelenggara pemilu, KPU dan jajarannya, akan terus bekerja secara profesional, netral, independen dan menjaga integritas kelembagaan,” tambah dia.

Usai menjalani tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilpres di tingkat tempat pemungutan suara (TPS), Rabu (9/7), jajaran penyelenggara pemilu melakukan tahapan rekapitulasi berjenjang yang dimulai pada Kamis.

Rekapitulasi perolehan suara secara berjenjang mulai dari tingkat desa-kelurahan yang PPS selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (12/7).

Kemudian rekapitulasi di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 13-15 Juli, di tingkat kabupaten-kota oleh KPU setempat mulai 16-17 dan di KPU provinsi pada 18-19 Juli.

Tahapan terakhir rekapitulasi penghitungan perolehan suara di tingkat pusat selama tiga hari mulai 20-22 Juli.

Pemilu Presiden yang digelar 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
(il/ant/rr)

Pakai Kemeja Kotak-kotak, Pemred Obor Rakyat Jalani Pemeriksaan

setyardi-boedionoJAKARTA – Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat, Setyardi Budiono, akhirnya memenuhi panggilan kedua penyidik Bareskrim Mabes Polri, Senin (23/6/2014) pagi. Dia datang didampingi kuasa hukumnya, Inca Panjaitan.

Setyardi mangkir dipemanggilan pertama. Dia beralasan, alfa pada pemanggilan pertama karena sedang cuti. Surat pemanggilan pun tak sampai ke tangannya.

“Karena panggilan yang pertama, posisi saya masih cuti. Surat panggilan dikirim ke kantor, sehingga tidak saya terima secara langsung,” jelas Setiyardi yang datang ke Bareskrim mengenakan baju motif kotak-kotak.

Setyardi diperiksa sebagai saksi. Sedianya, jadwal pemeriksaan Setyardi berbarengan dengan Darmawan, redaktur Obor Rakyat. Tapi, sampai berita ini disusun Darmawan belum kelihatan di Bareskrim.

“Saya pemrednya, secara jurnalistik pemred bertanggung jawab penuh secara hukum, baik perdata maupun pidana. Kalau Anda bersalah, bukan Anda yang dipanggil pengadilan, (tapi) pemred Anda,” beber Setyardi.

Inca menambahkan, kliennya menghormati proses hukum. Dia memastikan, ini baru permulaan. “Yang pasti kita penuhi panggilan itu. Proses hukum berjalan baik, kita liat satu demi satu. Dan itu kita hormati, dan ini baru permulaan,” kata Inca.
(met/ar)

iklan1