Category: Nasional

Media Merupakan Pilar Demokrasi

130613_forum-pimredSulutToday.com – Keberadaan media massa baik cetak elektronik dan on line sebagai salah satu pilar demokrasi diharapkan dapat terus memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan

Baca Selengkapnya

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 9 Juli 2013

bulan_sabit_menangisSulutToday.com – Pengurus Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Selasa, 9 Juli 2013. Penetapan itu berdasarkan hisab ‘hakiki wujudul hilal’ dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyepakatinya melalui

 

Baca Selengkapnya

Industri Telekomunikasi Butuh Inovasi

tifatul-sembiring

Tifatul Sembiring

SulutToday.com – Industri telekomunikasi Indonesia memberikan sumbangsih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan industri telekomunikasi perlu dikembangkan.

Hal itu diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring ketika membuka Indonesian Celular Show (ICS) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (12/6).

“Tahun 2011, industri telko menyumbang 11.7 persen, tahun berikutnya 10.6 persen. Ini artinya idustri telko terus tumbuh,” ujarnya.

Tifatul mengatakan momentum ini harus dijadikan peluang. Misalnya pengembangan soal konten. Karena itu, masa depan Industri telko tanah air sangat cerah.

“Ini masa depan, kita harus fokus. Tentunya, sangat ditunggu inovasi-inovasi yang akan dilakukan,” kata dia.

Sebagai catatan, kata Tifatul, sudah saatnya Indonesia bisa menampilkan satu pameran telkomunikasi berkaliber internasional. Ini penting sehingga menghilangkan kesan jago kandang.

“Spanyol saja bisa meski krisis ketika World Mobile Congress (WMC). Acara itu menarik jutaan orang di seluruh dunia untuk datang, sehingga mendatangkan devisa yang besar,” kata dia. (bpm)

 

Editor : Janni Kasenda

Raja-raja Nusantara dan Dunia Berkumpul Bulan Desember

joko widodo

Joko Widodo

SulutToday.com – Pada akhir 2013, DKI Jakarta akan didaulat menjadi tuan rumah Pagelaran Agung Keraton sedunia. Nantinya, acara pagelaran tersebut akan mengundang raja-raja seluruh nusantara dan juga melibatkan kerajaan di seluruh dunia.

“Rencana tanggal 5 sampai 8 Desember, tuan rumahnya Jakarta, nanti akan datang raja-raja seluruh nusantara, dan dunia. Dari Eropa, Asia, Afrika nanti kumpul semua,” kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Jokowi menjelaskan, selain sebagai ajang pertemuan para raja-raja nusantara dan dunia itu, nantinya juga akan dilakukan pagelaran dan pertunjukan budaya dari masing-masing kerajaan.

“Nanti juga akan semacam karnaval raja-raja, kirab dengan menggunakan kereta kencana, lalu juga ada pameran pusaka-pusaka kerajaan, dan juga seminar atau diskusi tentang keraton,” ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, pertemuan raja-raja sedunia ini diselenggarakan Forum Silaturahim Keraton Nusantara (FSKN) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Dengan diselenggarakannya forum raja-raja sedunia ini di Jakarta, dapat dijadikan sebagai ajang promosi DKI Jakarta sebagai salah satu destinasi wisata turis mancanegara.

“Ini kan kesempatan untuk memperkenalkan Jakarta. Dan ini bisa dijadikan sebagai ajang dalam rangka membangun brand Jakarta sebagai pusat kebudayaan nusantara,” ucap Jokowi.

Jokowi pun memastikan acara ini akan berjalan sukses, terlebih dengan munculnya dukungan dari seluruh keraton atau kerajaan di seluruh nusantara yang juga akan berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Yang confirm mau dateng banyak. Di Indonesia saja ada sekitar 140-an keraton, belum nanti dari Eropa, Asia, Afrika. Di Eropa itu misalnya ada dari kerajaan Inggris, Belanda, Monaco. Itu nanti juga di undang,” tutur Jokowi. 

Pertemuan raja-raja sedunia ini diselenggarakan Forum Silaturahim Keraton Nusantara (FSKN) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

 

Editor : Janni Kasenda

Wartawan Senior Djafar Assegaf Wafat

Djafar Assegaf (kiri) /ist

Djafar Assegaf (kiri) /ist

Jakarta – Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh besar. Kali ini dari kalangan pers yakni wartawan senior Dja’far Assegaf. tokoh yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Vietnam meninggal Rabu (12/6/2013) pagi.

Setelah sekian lama sakit dan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Penyandang nama lengkap Sayyid Dja’far bin Hussen bin Ahmad Assegaf ini meninggal.

Dja’far meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di Munggang Condet Balekambang 58 Jakarta Timur.

Pemimpin Redaksi Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Akhmad Kusaeni menyatakan bahwa Dja’far Assegaf semasa hidupnya merupakan tokoh pers yang dikenal luas sebagai wartawan diplomat. Saat ini Dja’far adalah Wakil Pemimpin Umum Antara.

Meski belum mendapat jadwal yang lebih rinci, namun rencananya Dja’far akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

“Kami kehilangan tokoh pers yang selama hidupnya didedikasikan untuk memajukan pers dan etika jurnalis, baik dalam pendidikan maupun praktiknya,” kata Akhmad Kusaeni.

Ketekunannya mendalami dunia diplomasi, mengantarkan Dfa’far menjadi Duta Besar Indonesia untuk Vietnam.

Langkahnya mengikuti jejak para wartawan senior pendahulu seperti Adam Malik, August Marpaung, dan Makmur Widodo.

Di kalangan internal kantor berita nasional ini, Kusaeni mengatakan Dja’far adalah peletak tonggak komputerisaasi di redaksi dan produk kantor tersebut pada akhir 1980-an. Berbekal hibah komputer NEC dari Jepang, tutur dia, Dja’far memelopori era komputerisasi di dunia pers Indonesia.

 

Sumber : Antara

Editor : Randy Rorimpandey

iklan1