Category: Nasional

Ini yang Harus Dicatat Usai Pengumuman Oknum Kopassus Penyerang LP Sleman

SULUTTODAY 21Jakarta – TNI AD mengumumkan, 11 Anggota Kopassus mengaku terlibat dalam penyerangan Lapas Cebongan, Sleman. Namun tak berhenti sampai di situ, ada beberapa catatan terbaru yang harus menjadi perhatian pasca penangkapan para anggota tersebut.

Ketua lembaga mayarakat dari Setara Institute Hendardi mengatakan, penangkapan 11 anggota Kopassus dianggap sebagai prestasi TNI dan bukti pernyataan TNI bahwa institusinya akan terbuka. Tetapi sejumlah keganjilan justru menunjukkan bahwa penangkapan ini merupakan suatu upaya sistematis TNI merebut kesempatan penyelidikan dan penyidikan secara cepat untuk tujuan tertentu.

“Seperti mengaburkan fakta, penyederhanaan kasus, dan memotong sejumlah dugaan bahwa pembunuhan tersebut terencana dan dugaan keterlibatan elite TNI. Termasuk hanya mengorbankan sejumlah orang,” kata ketua Setara Institute, Hendardi dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (5/4/2013). Baca Selengkapnya

Bendera GAM Diganti, Warga Aceh Ancam Referendum

8IEBHhguZnJAKARTA – Ketua Komisi A DPR Aceh, Teungku Adnan Beuransyah menegaskan, warga Aceh akan tetap mempertahankan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, yang menetapkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai bendera provinsi.
Menurutnya, jika pemerintah pusat tetap akan mengganti lambang GAM tersebut, maka warga Aceh akan melangsungkan referendum atau jajak pendapat.

“Bendera dan lambang tersebut sudah ditetapkan oleh semua warga Aceh, pemerintah daerah dan DPR A. Semuanya sudah sepakat, jika pemerintah pusat tetap akan mengganti, kita akan referendum untuk menentukan kembali bendera dan lambang. Namun itu tidak perlu, karena mayoritas warga Aceh sudah sepakat,” ujar Adnan kepada Okezone, Selasa (2/4/2013).
Baca Selengkapnya

“Soal Bikin Pesawat, Indonesia Masih di Atas China”

083343_ilhamhabibie2Jakarta – China boleh bangga bisa produksi pesawat MA 60 yang saat ini digunakan Merpati Nusantara Airlines, namun soal kualitas pesawat Indonesia masih jauh di atas China.

Seperti kata Ilham A. Habibie, anak sulung mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan soal membuat pesawat dan kualitas pesawat itu sendiri, Indonesia masih di atas China.

“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,” kata Ilham ketika ditemui detikFinance pekan lalu di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).

Kata Ilham, saat ini China boleh bangga punya MA 60 yang saat ini digunakan Merpati.

“Tapi pada dasarnya desain MA 60 itu mesinnya memang digunakan untuk militer, namun karena digunakan untuk sipil mereka menurunkan sedikit kualitasnya, karena dasarnya untuk militer sehingga boros, militerkan ngak mikirin boros apa tidak yang penting tahan banting dan menang perang,” ucapnya. Baca Selengkapnya

Mentan Suswono Penuhi Panggilan KPK, Siap Bicara Soal Luthfi & Fathanah

101748_suswonoluarJakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono memenuhi panggilan KPK. Memakai batik cokelat, Suswono tampak tenang. Dia mengaku dipanggil sebagai saksi untuk Luthfi dan Fathanah.

“Saya diminta keterangan oleh KPK, masih menyangkut saksi terkait 4 tersangka. LHI dan AF, sama dua lagi siapa ya dari PT Indoguna,” kata Suswono di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Suswono yang datang sekitar pukul 10.05 WIB, langsung masuk ke gedung KPK. “Nanti ya, saya sendiri belum tahu apa yang akan ditanyakan,” jelasnya.

KPK sudah menetapkan 4 tersangka yakni Luthfi, Fathanah, dan 2 orang pengusaha dari PT Indoguna. Mereka diduga terlibat dalam kasus penyuapan untuk kuota impor sapi.

sumber: detik.com

Polisi Angkut Pisau, Dokumen dan Laptop dari TKP Mutilasi

151817_mutilasiancoldaviddalamJakarta – Polisi masih berusaha mengungkap kasus mutilasi di Ruko Mediterania Marina Residence. Beberapa barang telah disita polisi antara lain pisau, dokumen dan laptop. Contoh ceceran darah di TKP juga dibawa oleh tim INAFIS.

“Sampai sekarang masih mengolah TKP dan diperoleh bukti ceceran darah. Polisi masih bekerja mengidentifikasi korban tersebut. Sampai saat ini, kita katakan itu adalah Mr X, sepanjang belum kita ketahui DNA dari keluarganya,” ujar Kapolsek Kembangan Kompol Susatyo Purnomo di TKP di di lokasi, Ruko 26 D, Ruko Mediterania Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2013).

“Tadi malam, kita menyita alat potong berupa pisau dan juga dokumen-dokumen dan laptop,” lanjutnya. Baca Selengkapnya

iklan1