Category: Slider Bawah

Puluhan GSM Manado Ikut LKPA

Foto suasana kegiatan Latihan Kepemimpinan Pelayan Anak (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Puluhan guru sekolah minggu  (GSM) GMIM se Kota Manado selama empat hari di bina dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Pelayan Anak (LKPA) di GMIM Pniel Bahu. Dan Minggu (22/09/2019) puluhan GSM dari 23 Jemaat di 12 wilayah Kota Manado di utus dalam ibadah pagi yang dipimpin oleh Ketua BPMJ GMIM  Pniel Bahu, Pdt Jane Kolibu Rambing STh.

Menurut Ketua Panitia kegiatan, Pnt Ir Jerry Kalele MSi kepada media ini, peserta yang ikut dalam LKPA adalah GSM yang telah mengikuti pelatihan dasar. Didampingi Sekretaris Panitia, Sym Ir Theo Kindangen, Kalele menjelaskan peserta selama kegiatan selain praktek langsung , mendapat materi-materi berkualitas dari pemateri handal termasuk dari Ketua KPA Sinode GMIM, Pnt Michael Mait SKom.(cat)

Disnakertrans Siapkan SDM Hebat Tunjang Program Pemagangan

Kegiatan Pelatihan Koordinator Pemagangan Dalam Negeri (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Selama 6 hari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Utara menggodok calon-calon koordinator pemagangan dalam negeri. Kegiatan yang ditutup Sabtu (21/09/2019) di salah satu hotel di Kota Manado oleh Kepala Disnakertrans Sulut, Erny Tumundo bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang hebat dan diyakini mampu mencetak tenaga-tenaga kerja profesional serta berkompeten di bidangnya.

Tumundo saat memberikan sambutan (FOTO Suluttoday.com)

Menurut Tumundo peserta kegiatan merupakan personil di bidang personalia di berbagai sektor pekerjaan. Lebih lanjut Tumundo menjelaskan bahwa peserta tak hanya dibekali dari pemateri dari Kementrian Ketenagakerjaan tapi juga diuji kompetensinya oleh tim assesor.(cat)

Marak Kebakaran, M Sofyan Beberkan Sejumlah Kasus

M. Sofyan, Kadis Damkar Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Insiden kebajakan memang tidak pernah dikehendaki semua manusia. Namun, terkadang atas kelalaian dan bencana, kebakaran sering saja datang mengancam. Di Kota Manado, sejak bulan Januari hingga September Tahun 2019, ada ratusan kasus kebakaran yang terjadi.

Seperti disampakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Manado, M.Sofyan, AP.,M.Si, Selasa (17/9/2019). Kadis Sofyan berharap masyarakat agar waspada dan berhati-hati, mengindari pemicu terjadinya kebakaran.

‘’Berdasarkan data yang kami katongi, sekitar 231 kasus kebakaran terjadi di kota Manado, 10 kasus kebakaran terjadi di luar Manado. Namun, penanganannya oleh Dinas Damkar Manado. Total keseluruhan ada 241 kasus kebakaran yang terjadi,’’ ujar suami tercinta dari Fauzijah Stela Pakaja ini.

Lanjut Sofyan, kasus kebakaran yang terjadi sejak bulan Januari hingga tanggal 16 September 2019, tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja ada 1 orang mengalami luka berat akibat kasus kebakaran yang terjadi pada bulan Januari 2019 lalu.

“Untuk itu mari kita sama-sama waspada. Terbanyak mengalami kerugian material seperti rumah dan perabot didalam, ludes terbakar, Jangan membakar lahan dan sampah sembarangan, periksa barang-barang yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran seperti kompor gas, setrika, colokan listrik. Pastikan semuanya sudah dimatikan, sebelum keluar meninggalkan rumah untuk beraktivitas,’’ kata Sofyan yang juga Ketua KKSS Sulawesi Utara ini. (*/Redaksi)

Konstruksi Demokrasi Pancasila Mulai Rapuh

Bung Amas Mahmud (FOTO Suluttoday.com)

DEMOKRASI menjadi peta jalan bagi rakyat untuk menuju pada cita-cita kehidupannya bernegara. Banyak harapan rakyat agar demokrasi tumbuh subur, berjalan benar tidak mengalami penyesatan. Demokrasi meletakkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan yang dihormati dan dimuliakan. Itu sebabnya, Negara penganut demokrasi memang diakui lebih maju beberapa level.

Berbeda dengan sistem monarki atau sistem kerajaan yang menjepit kebebasan rakyat. Demokrasi memberi ‘ruang hijau’ yang menyehatkan rakyat, melahirkan pemimpin yang mengayomi rakyat. Dari demokrasi pula tumbuh orang-orang yang menghargai kebebasan personal. Demokrasi itu mengatur peran rakyat di ruang publik dan ruang privat, tidak membenturkan.

Melalui relasi yang setara demokrasi dilirik dan disukai berbagai kalangan. Melalui semangat itu pula, sejatinya demokrasi tidak menghamba secara total kepada mayoritas, lalu meniadakan yang minoritas. Adanya penghargaan nilai-nilai kemanusiaan pula yang menjadi alasan demokrasi dijadikan sebagai sistem yang lebih bermartabat. Postur demokrasi bukanlah ruang gelap atau hutan belantara, melainkan beranda dan rumah bagi orang-orang yang menghargai kemanusiaan.

Tapi, jika demokrasi mengabaikan kemanusiaan, apa upaya kita?. Seperti cara-cara yang selayaknya, suatu kekeliruan, kekurangan dan penyimpangan tepat untuk diperbaiki. Bukan soal mendesak atau tidak mendesak perbaikan perlu dilakukan, melainkan pada keberpihakan kita lada nilai kebenaran dan kemanusiaan. Proses perwujudannya yaitu harus ditawarkan solusi.

Mendeteksi penyakit dan kurang maksimalnya sistem demokrasi diterapkan. Lalu, diberikan penguatan. Perbaikan secara serius dan sungguh-sungguh. Kalau sistem sebagai cara kerja yang kurang akurat, maka sistem itu perlu diperbaiki. Bila penyelenggara pemerintahan yang jadi masalahnya, berarti perlu pendampingan. Karena hanya terdapat dalam dua kutup itu (sistem dan aktor) yang menjadi pemicu tidak maksimalnya demokrasi dijalankan.

Makin mudah diidentifikasi dari mana masuknya virus perusak, sehingga hadirnya permasalahan demokrasi. Karena pada dasarnya demokrasi keberhasilannya diukur dari keterlibatan kolektif melalui partisipasi publik, maka penyelesaian masalah harus lebih komprehensif. Lebih akomodatif dalam menyusun strategi penyelesaian masalah yang dihadapi rakyat.

Mengobati penyakit haruslah sesuai sakit yang diderita, seperti itu idealnya. Dengan pendekatan, bertanya kepada penderita agar akurasi dan otentiknya masalah dapat diketahui. Nah, begitu pun demokrasi, bila sakitnya karena ketidakadilan, kecurangan, kesenjangan, maka keresahan itu harus dijawab nyata. Bukan menambah sakit, apalagi bertindak salah dan mengamputasi penyakit. Demokrasi selayaknya melahirkan tatanan peradaban yang bermutu.

Untuk memperkuat dibumikannya mimpi-mimpi suci demokrasi, kita juga patut memastikan bahwa Demokrasi Pancasila itu bermuara pada kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat dengan mendampingi jalannya kebijakan pemerintah. Atas alasan demokrasi yang mulai lesu, kesejahteraan yang disorientasi, sehingga diperlukan kejujuran keberpihakan pada kepentingan rakyat. Sambil dibangunnya partisipasi dari bawah. Konsentrasi, energi, bahkan waktu kita perlu dialokasikan untuk keberhasilan demokrasi.

Jangan demokrasi menjadi alibi, lalu praktek berdemokrasi dijalankan secara serampangan dan liberal. Kedepan kondisi penerapan demokrasi yang kini mulai merosot dengan adanya praktek curang layak diperbaiki. Demokrasi konstitusional yang memiliki marwah perlu diselamatkan, bukan dibuat menjadi rapuh secara berkala. Pemerintah yang punya otoritas pun kita bermohon dan turut mengajak agar jadilah teladan yang baik dalam berdemokrasi. Turut menjadi enzim yang melancarkan jalan darah demokrasi agar melahirkan generasi yang bermutu. [***]

 

 

_________________________

Catatan Bung Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado

Ferani Mencabut dan Jackson Kumaat Sepakat Damai

Jackson dan Ferani (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Luar biasa kebersamaan yang diciptaan, Ferani Marentek mantan calon legislatif (Caleg) Partai Hanura mencabut laporan polisi terhadap Jackson Andre William Kumaat, Kamis (19/9/2019). Kumaat yang dikonfirmasi wartawan ikut membenarkan pencabutan laporan itu.

“Iya, saya berterima kasih kepada Ferani Marentek,” kata dia.

Selanjutnya, Ketua DPW Hanura Sulut ini juga mengatakan keduanya sepakat damai. Kesepakatan damai ini disaksikan oleh sejumlah penyidik polisi dan saksi dari kedua belah pihak. Sebelumnya Jacko, sapaan pengusaha muda ini dilaporkan dalam laporan polisi Nomor: LP/353/5/2019/SULUT/SPKT, Tanggal 3 Mei 2019.

Untuk diketahui, laporan dilayangkan terkait dengan janji pergantian antar Waktu (PAW) Partai Hanura. (*/Redaksi)

iklan1