Category: Slider Bawah

Disnakertrans Berdayakan Masyarakat Kembangkan Sayuran Hydroponik

Foto bersama usai pembukaan pelatihan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Belanja sayuran dan kebutuhan dapur yang sebelumnya harus dilakukan di pasar, kini secara gratis bisa diperoleh dengan sistem tanam Hydroponik. Sistem yang tak memerlukan lahan perkarangan yang besar ini, sudah mulai jadi tren. Dan sekali dayung dua tiga pulau terlalui, seperti itulah yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut.

Pengembangan sistem budidaya hydroponik sekaligus pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan seperti diungkapkan Kepala Disnakertrans Sulut Erny B Tumundo saat membuka kegiatan berbasis Kompetensi untuk Kejuruan Budidaya Tanaman Sayuran sistem Hydroponik di salah satu kecamatan di Kota Manado Selasa (12/11/2019) sore.

Didampingi Kepala UPTD Balai Pelatihan Tenaga Kerja Kelas A, Rahel Rotinsulu, Tumundo menjelaskan bahwa pihaknya membekali beberapa kelompok masyarakat di wilayah tersebut dengan cara bercocok tanam era milenial namun bermanfaat serta diyakini meningkatkan kesejahteraan. Rotinsulu menambahkan bahwa peserta pelatihan selama 20 hari akan banyak dilibatkan pada praktik langsung.(cat)

Bersama KNPI dan Sejarawan, BEM UTSU Gelar Dialog Refleksi Hari Pahlawan

Sekretaris DPD KNPI Manado, Bung Amas Mahmud saat memberikan pemaparan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Dialog refleksi Hari Pahlawan dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), Selasa (12/11/2019) bertempat di Tepi Laut Megamas Manado berlangsung sukses. Kegiatan yang menghadirkan KNPI Manado, Sejarawan dan Akademisi itu dihadiri aktivis mahasiswa UTSU.

Dialog dengan temana ”Semangat Pemuda dan Mahasiswa Dalam Mewjudkan Perjuangan Para Pahlawan”, menurut Ketua BEM UTSU, Robert Katopo perlu dilakukan guna mengingat kembali perjuangan dan kegigihan para pahlawan dikala itu. Disampaikannya pula penting pemuda dan mahasiswa mengambil spirit juang para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia dari penjajahan.

Sementara itu, Amas Mahmud selaku pemanting menilai mulai menurunnya semangat perjuangan pemuda dipengaruhi masuknya pengaruh globalisasi. Kompetisi teknologi, informasi dan pengetahuan idealnya memicu pemuda untuk terus berbenah jangan berdiam diri. Selain itu, jebolan FISIP Unsrat itu menegaskan perlunya legacy sejarah terdahulu menjadi kompas, sekaligus kiblat pergerakan pemuda saat ini agar pemuda tidak ahistoris.

”Tak boleh menjadi pemuda dan mahasiswa yang terbawa arus deras modernitas. Kita sebagai agen strategis yang diharapkan rakyat harus mampu mempertahankan identitas, bahwa pemuda dan mahasiswa menjadi pelopor perubahan. Bukan beban peradaban, atau perusak tatanan hidup masyarakat. Di erah keterbukaan dan akselerasi teknologi ini pemuda sejatinya intens belajar meningkatkan kapasitas diri. Menjadi agen aktif pembangunan, jangan diam karena akan ditinggalkan. Selain itu, kita perlu mewariskan semangat dari para Pahlawan,” ujar Amas sambil menambahkan Hari Pahlawan perlu direfleksikan tidak sekedar seremonial semata.

Foto bersama usai dialog (FOTO Suluttoday.com)

Penegasan juga disampaikan Bode Grey Talumewo yang menintik beratkan pada evaluasi kesejarahan. Diingatkannya pemuda dan mahasiswa jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tidak hanya itu, ia meyakini tiap zaman ada generasinya dan tiap generasi ada eranya masing-masing. Yang utama adalah kesiapan diri menjemput perubahan.

”Tentu pemuda dan mahasiswa jangan sekali saja melupakan sejarah. Bukan sebagai pengingat saja, sejarah adalah catatan penting dalam kehidupan kemanusiaan kita. Itu sebabnya evaluasi perjalanan sejarah sebagai motivasi dan pengetahuan yang positif perlu diaktualisasikan. Dalam konteks sejarah, tiap zaman ada generasinya dan tiap generasi ada pada tiap zamannya masing-masing, itu untuk teruslah meningkatkan kapasitas diri. Jadilah pemuda dan mahasiswa yang unggul,” tutur Talumewo.

Beberapa catatan kritis juga disampaikan Drs Marthen Tombeng, M.M yang menyebutkan pentingnya mahasiswa mengerti tentang tanggung jawab dan amanah yang diberikan orang tua untuk berproses di kampus. Jebolan GMKI itu mendorong mahasiswa agar menyiapkan diri dengan belajar, aktif, dan tidak malas-malasan dalam aktivitas kemahasiswaan.

Berlangsungnya tanya jawab (FOTO Suluttoday.com)

”Sebagai mahasiswa tentu jangan melupakan tanggung jawab, tugas utama dan amanah yang diberikan orang tua. Pada konteks ini adalah harus mengerjakan tugas-tugas akademisnya, mengaktualisasikan apa yang dideapatkan di kampu ditengah masyarakat. Tantangan mahasiswa di luar kampus memang kompleks, itu sebabnya harus disiplin serta giat meningkatkan kompetensinya. Tidak boleh menjadi mahasiswa yang gagap dalam berinteraksi, mantapkan kualitas. Ketika mahasiswa mau berjuang demi kepentingan masyarakat, ia harus selesai dengan dirinya sendiri,” tutur Tombeng.

Suasana diskusi, tanya jawab pun berlangsung dinamis dan alot. Kemudian para narasumber yang berkesempatan hadir adalah Amas Mahmud, SIP (Sekretaris DPD KNPI Manado), Drs Marthen Tombeng, M.M (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UTSU) dan Bode Grey Talumewo, S.S (Sejarawan Minahasa). Sedang moderator yakni Alfrianto Zainal, ST. (*/Redaksi)

Upah Minimum Kota Manado Segera Ditetapkan

Rapat persiapan penetapan UMK Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Usai Pemerintah Provinsi menetapkan upah minimun, sesuai aturan yang berlaku, pemerintah kabupaten/kota sudah harus menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Dan jelang penetapan UMK Manado tahun 2020, Dewan Pengupahan Kota Manado langsung menggandeng Dewan Pengupahan Provinsi guna membahas rekomendasi yang nantinya menjadi bahan pertimbangan Gubernur.

Pada pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Selasa (12/11/2019) dipimpin langsung Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Sulut, Roy Maramis.

Seperti diketahui bersama sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Utara Nomor 468 Tahun 2018, Upah Minimum Kota (UMK) Manado tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp 3.112.400,-.

Dan untuk besaran upah minimum yang bakal diterima buruh/pekerja di wilayah Manado seperti dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo selaku Wakil Ketua Dewan Pengupahan Provinsi, bahwa untuk besaran UMK Manado, akan diumumkan pada Tanggal 21 November 2019 secara serentak disemua Provinsi di Indonesia setelah ditetapkan oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.(cat)

Bersama Senior-Senior KNPI, Jackson Akan Bertemu Gubernur Sulut

Berlangsungnya pertemuan senior-senior KNPI Sulut bersama Jackson (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Hubungan baik dan penghormatan sosok Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut) Jackson Kumaat, SE terhadap senior-senior KNPI Sulut, teristimewa bagi para mantan-mantan Ketua DPD KNPI Sulut terus memperkuat hubungan emosional lintas generasi. Bahkan ditengah isu gonjang-ganjing KNPI Sulut yang berpotensi ‘terbelah’ langsung mendapat tanggapan para senior.

Setelah melakukan rapat dengan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Sulut, Jackson bertubi-tubi mendapat dukungan senior. Bukan tanpa alasan, karena para senior KNPI mengakui figur muda yang satu ini peduli bertul terhadap eksistensi pemuda. Selepas Pleno KNPI Sulut, Sabtu (9/11/2019) Jacko sapaan akrab Kumaat juga intens menjalin pertemuan dengan para senior dan hasilnya akan dilakukan pertemuan bersama Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE.

Seperti disampaikan Karel Nayoan, salah satu senior KNPI bahwa tak akan tinggal diam bila Pemuda Sulut dipecah-belah. Senior aktivis yang kini menjadi dosen itu menilai perlu pembicaraan serius dengan Gubernur Sulut guna mencari solusi demi keutuhan pemuda di daerah Nyiur Melambai ini.

”Kami segera bertemu Pak Gubernur Sulawesi Utara memberika masukan soal KNPI Sulut. Kita tentu tidak mau membiarkan KNPI di daerah ini terpecah,” kata Nayoan.

Senior-Senior KNPI Sulut sepakat bertemu Gubernur Sulut (FOTO Ist)

Senada dengan itu, Max Siso juga menyambut positif ajakan pertemuan para senior KNPI dengan Gubernur Sulut. Menurutnya itu langkah positif agar ada pembicaraan solutif terhadap dinamika ditubuh KNPI yang akhir-akhir ini meresahkan pemuda Sulut.

”Tentu kami akan memberitahukan dan menyarankan ke Gubernur terkait KNPI Sulut. Bagi kami KNPI Sulut hanya satu, yaitu Bung Jackson Kumaat,” tutur senior KNPI Max Siso.

Komentar dukungan juga disampaikan senior Sam Makaluase yang memandang positif terkait insiatif yang dilakukan Jackson guna melibatkan senior-senior KNPI untuk sama-sama turun tangan. ”Karena kami sangat paham soal KNPI, untuk kami tidak mau KNPI Sulut terbelah,” tukas Sam.

Para senor yang hadir diantaranya juga Elisa Regar Wempie Frederick, dan Rio Sumual juga sepakat agar senior-senior KNPI segrea bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur terkait masalah KNPI Sulut. (*/Redaksi)

Mau Dapat Rumah?, Ayo ke Jarod Manado Rabu Besok

Bang Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ragam konsep pembangunan fasilitas publik didorong pemerintah. Semuanya tentu didukung kajian yang komprehensif, studi perbandingan dan kesediaan sumber daya. Untuk konteks Kota Manado sendiri pemerintah daerah tengah memaju laju pembangunan, tujuannya demi kesejahteraan serta kemajuan masyarakat.

Hal yang terkesan tidak terlalu mendapat perhatian adalah soal perumahan murah, perumahan layak huni, cara mendapatkannya dan kiat-kiat sukses menjadi pengusaha properti. Konteks ini dilirik Faisal Salim, SE pengusaha muda yang kini digadang-gadang maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado membuka ‘dapur developer’. Mewujudkan komitmennya, Faisal menggelar dialog bersama masyarakat Kota Manado.

”Kami akan menggelar dialog bersama Bang Faisal Salim. Untuk itu, secara terbuka sebagai pelaksana kami mengundang masyarakat agar bisa hadir di Jalan Roda (Jarod) Manado, Rabu 13 November 2019. Bang Faisal akan membagikan kiat-kiat mendapatkan rumah tanpa bank. Termasuk rahasia sukses menjadi pengusaha properti. Agar kita bisa punya rumah sendiri tentunya bagi yang belum punya rumah,” ujar Gilang Hiola saat diwawancarai wartawan, Selasa (12/11/2019).

Lanjut disampaikan Gilang, banyak masyarakat Manado yang penasaran atas konsep perumahan tanpa bank yang dibuat Faisal Salim. Untuk hal tersebut, Gilang mengajak segenap warga Manado hadir dalam acara yang juga dihadiri politis, aktivis OKP dan Ormas, serta tokoh masyarakat.

”Yang Penasaran Dengan Dialog ini kami undang Untuk Hadir di Jalan Roda Pada Tanggal 13/11/19 Jam 15.00 di Warung Kopi Hanny. Para Narasumber¬† diantaranya Owner Perumahan satu-satunya tanpa menggunakan Bank Bapak Faisal Salim, dan Pak Haji Sultan Udin Musa. Moderator Sekretaris DPD KNPI Manado,” kata Gilang menutup. (*/Redaksi)

iklan1