Category: Slider Bawah

TERTIB POLITIK, Pentingnya Menjadi Penyejuk Di Tahun Politik

Amas Mahmud dan pengurus KNPI Manado (FOTO Suluttoday.com)

PERPINDAHAN dinamika politik dari satu era pemerintahan ke era pemerintahan berikutnya melahirkan nuansa berbeda. Kebanyakan kita berharap ada progress, dari yang biasanya rakyat memilih pemimpinnya karena pendekatan dan bujukan uang (politik transaksional) bisa bermutasi menjadi memilih karena visi, konsep serta rekam jejak pemimpin. Begitu pula pada posisi partisipasi politik rakyat, dari pemilih yang kurang antusias dalam tiap momentum politik menjadi antusias saat hajatan politik tiba.

Menata demokrasi memang tidak semudah menata dekorasi atau aksesoris, artinya esensial demokrasi yang seyogyanya dari oleh dan untuk rakyat harus betul-betul berjalan tanpa sabotase dan rekayasa. Biarkan perjalanan demokrasi bergerak normal, jangan membuat kanal sendiri untuk menjebak demokrasi pada ruang oligarki kepentingan. Dimana Indonesia mengenal system pemerintahan demokrasi Pancasila yang mengedepankan konstitusi berada dibawah skema Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan.

Kalau tatanan politik kita sudah tertib, aktor politik mengetahui perannya sebagai penyejuk demokrasi. Politisi hadir ditengah hiruk-pikuk politik untuk menambah bobot nilai dan kewibawaan politik sehingga praktek politik betul-betul berkualitas. Bila politisi telah menjadi penyejuk, maka rakyat akan menjadikannya panutan, ia menjadi role model, tanpa bersusah payah membangun citra, rakyat secara otomatis mendengarkan dan mengikuti apa yang dilakukannya. Tidak dengan cara memunculkan ‘pengkultusan’ ketokohan dengan penuh kepalsuan dan manipulasi melalui branding media massa.

Bukan politisi menjadi ‘tukang akrobat’ yang memberi pertunjukkan saat diminta dan hanya memberi tampilan panggung saja. Selepas dari panggung malah berbeda pertunjukkannya. Kita di Indonesia memang sedang akut menderita ‘politik mereka’, rakyat seperti ‘diracuni’ dengan pertunjukan dan berita-berita yang sebagiannya hasil rekayasa atau ‘pemaksaan’ agar rakyat percaya serta yakin bahwa figure yang ditampilkan di media massa adalah benar adanya kepribadiannya, padahal syarat dengan kepentingan licik. Bahkan sebagian faktanya tidaklah demikian. Beda penampilan didepan layar TV dan ulasan pemberitaan media massa dengan kenyataan di lapangan, disinlah ambigunya ruang politik kita yang kental pencitraan.

Kemudian dari praktek politik yang luas itu, secara internal peran partai politik sangatlah signifikan dalam membentuk karakter para politisi. Karena kenapa?, karena parpol adalah pedati yang secara formal diberi legitimasi, kesempatan dan tanggung jawab mengkader politisi, parpol merupakan ‘sekolah politik’. Dengan begitu manakala ada politisi koruptor, lemah sahwat, berperadaban rendah, malas berfikir, tak tau etika, tak loyal pada rakyat, berarti parpol belum menjalankan fungsinya dengan maksimal.

Sementara itu, rakyat jangan dijadikan bahan komoditi politik, seperti itupun porpol harus selektif dalam merekrut kader sebagai politisi. Jangan asal caplok sehingga mereka yang tidak berkarakter politisi ‘dimanfaatkan’ demi kepentingan tertentu hanya untuk sekedar menjadi mesin elektoral. Jika masih ditemukan politisi bermental bisnisman, berfikir ekonomis, tidak adem dalam mengeluarkan pendapat di depan publik, berarti perlu lagi dilakukan revitalisasi pada sisi pendidikan politik.

Memang tak dapat dipungkiri, politisi mengejar yang namanya legasi atau politik kedaulata. Mereka harus mendapatkan restu dari rakyat, dan itulah yang membuat segelintir politisi kehilangan akal sehat, dan menghalalkan segala cara untuk menang. Politisi terlegitimasi menjadi wakil rakyat mesti melewati jalan itu, dimana kontestasi politik, rivalitas dan pertunjukan kualitas diri menjadi suatu jaminan yang disodorkan kepada pemilih. Tapi tetap dengan kesejukan, tidak menebar benci dan dendam.

Politik Sejuk Perspektif Anak Muda

Tak lain adalah anak muda perlu membiasakan diri dengan gagasan membangun, ikut ambil andil dan tidak diam dalam menyaksikan praktek politik atau kampanye politik yang saling menjatuhkan dan fitnah. Memunculkan pemahaman segar dan original tentang penting rakyat menunjukkan politik berkeadaban. Saling menghargai, serta toleran terhadap perbedaan pilihan politik, tapi tidak kompromi pada politik provokatif dan berita-berita hoax.

Anak muda dalam pusaran politik jelang Pemilu 2019 harus tegak lurus duta menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Menghargai kearifan lokal, pemuda menjadi duta-duta demokrasi yang mampu memberi contoh perbuatan-perbuatan baik dalam praktek politik, menahan diri untuk memproduksi politik yang penuh dengan hasut-menghasut. Potret politik yang menjadi sumbangsih anak muda bisa berupa mendorong kampanye anti politik uang, anti politik provokatif dan stop sebar ide politik destruktif.

Kaum muda menjadi penyejuk dan perekat dalam politik, boleh berperan sebagai jembatan yang menyambungkan aspirasi publik ke pemerintah atau elit politik. Anak muda dalam politik tak perlulah menciptakan ‘kerjaan’ sendiri, membuat faksi baru, menimal masuk menyatu dengan masyarakat untuk meredam berita yang memecah-belah rakyat. Idealnya juga anak muda dalam politik harus menjadi ‘mesin pencerah’, ada semacam ‘poros tengah’ untuk wadah pendidikan politik yang nanti dilahirkan dari diskusi, tulisan dan sosialisasi yang ilmiah dilakukan anak muda. Bukan anak muda aktif ‘ikut-ikutan’ menjadi  kambing congek, yang kadang disituasi tertentu menjadi ‘kambing hitam’ dalam perdebatan.

Jangan sampai anak muda diasosiasikan sebagai kelompok ‘penurut’ pemerintah tanpa protes dan interpsi apa-apa, tidak kritis terhadap persoalan sosial, ‘mandul’ dan pasrah terhadap keadaan politik di Indonesia yang mulai melenceng. Kalau mau merubah iklim politik Indonesia yang cukup panas dan penuh panggung sandiwara ini, maka anak muda harus ambil bagian dalam politik. Dimana identitas anak muda dikenal dengan entitas masyarakat yang dipundaknya dititipkan harapan bangsa, agen transformasi dan bagian dari ‘lari sambung’ mewujudkan pembangunan dimasa yang akan datang. [***]

 

 

_____________________________

Peulis Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado

GAMKI Diminta Junjung Sikap Pluralisme

Berlangsungnya pelantikan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulawesi Utara (Sulut), periode 2018-2021, resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI, Minggu (23/9/2018) di GMIM Sion Ranomuut.

Bendahara umum (Bendum) DPP GAMKI, Willem Wandik secara sah melantik, Ketua GAMKI Sulut, Debby Suma berserta Sekretaris Beidy Dokal dan jajaran pengurus DPD lainnya. Dalam pelantikan diawali dengan ibadah yang dipimpin Pendeta, Melky Tamaka M.Th,  serta turut dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang diwakili Biro Hukum Pemprov, Grubert Ughude.
Wali Kota Manado, Vicky Lumentut diwakili Sekretaris Kota Manado, Bart Assa, Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda yang juga sebagai penasehat GAMKI Sulut. Dalam sambutan Ketua Umum (Ketum) GAMKI, Michael Wattimena yang diwakili Bendum, Willem Badik mengatakan GAMKI merupakan organisasi pemuda Kristen yang selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dalam menjalankan Injil dan terang Kristus.
“Sampai saat ini GAMKI terus menjunjung tinggi sikap pluralisme.  Karena itu, diharapkan pengurus yang baru bisa terus mempertahankan hal itu. Termasuk mendukung bagi yang lemah maupun menopang bagi mereka yang kurang mampu dan siap menyuarakan hal-hal benar untuk NKRI. Kiranya Kepala gerakan menuntun pelayanan saudara-saudara,” kata Willem Badik. Sementara itu, Bart Assa dalam sambutan Wali Kota mengatakan, mengucapkan selamat kepada pengurus DPD GAMKI Sulut yang baru saja dilantik. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa menjaga dan memelihara.
Dibawah kepegurusan yang baru, Vicky Lumentut melalui Bart Assa percaya GAMKI Sulut akan menjadi ornisasi yang maju dan dinamis, dalam menggalang setiap potensi generasi muda. Sekaligus mampu mendorong partisipasi segenap anggotanya untuk semakin produktif, kontributif maupun konstruktif positif bagi pergumulan Gereja, daerah dan Bangsa.
“Kita semua berharap pengurus DPD GAMKI Sulut dapat berbakti dengan tulus. Termasuk sesama pengurus saling menjaga keharmonisan dengan kasih Kristus agar dapat mewujudkan masyarakat adil rukun dan damai,” ujar Bart Assa.(Cat)

 

Sidak Rutan Manado Amankan 8 HP

Rutan Kelas IIA Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tiada hari tanpa sidak yang digaumkan Ka Rutan Kelas IIA Manado Raden Budiman Priatna Kusumah, Amd.IP, SH, MH, benar-benar direalisasi jajarannya, khususnya bagi Tim Satgas Kamtib Rutan. Tanpa memandang waktu, setiap saat, Tim Sidak terus bergerak menyisir Blok-Blok hunian Warga Binaan.

Seperti Sabtu (22/9) usai Apel Pagi saat dua tim langsung bergerak melakukan Sidak di Blok Asoka di Kamar 8, dan Blok Sakura Kamar 1 dan 2 yang dihuni terpidana Korupsi. Hasilnya, 8 HP dan sejumlah cards HP berhasil diamankan.

Kepala Satuan Pengamanan Rutan Sonny Gumansalangi, dibantu Tim Satgas Kamtib, Meliko Pangemanan, Erwin Wungow, Ricko Wendur, Jouje Sinaulan dan belasan CPNS terlibat langsung dalam pelaksanaan Sidak ini. Menurut Ka Rutan, Bapak Budiman Kusumah, Sidak akan rutin digelar, setiap saat, dengan sasaran utama segala sesuatu yang jelas-jelas tabu berada dalam Rutan. Sementara Sonny Gumansalangi menjelaskan, pelaksanaan Sidak dilakukan kontinyu karena terus dilakukan.

‘’Seperti janji Pak Ka Rutan, bahwa tiada hari tanpa Sidak akan terus terjadi. Target kami, Rutan ini benar-benar bersih dari barang-barang terlarang,’’ tegasnya.

Pelaksaan Sidak yang digelar juga seak, tak mengenal waktu, bisa pagi, siang, sore, malam. ‘’Yang namanya Sidak tentu kapan saja, ‘’ ungkap putra Talaud tersenyum. (*)

Sulut Fair 2018, Distanak Catat Nilai Transaksi Rp 72 juta

Kepala Distanak bersama pendukung stand di Sulut Fair 2018 (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sulut Fair 2018 di Kaiwatu Manado yang akan ditutup Senin (24/09/2018) besok sore mencatat total transaksi di atas ratusan juta rupiah. Dan salah satu stan di Sulut Fair 2018 yang dirangkum harian ini hingga Minggu (23/09/2018) malam telah mencatat Rp 72 juta lebih dari transaksi penjualan pupuk, benih, bibit alat pertanian serta tanaman dan fasilitas hidroponik.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Utara, Novli Wowiling kepada media ini saat ditemui di lokasi pameran. Wowiling pun memberi apresiasi kepada pihak swasta yang turut serta membantu dan berkontribusi dalam jumlah transaksi selama Sulut Fair.

Pujian yang tulus pun disampaikan kepada Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan yang turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan di stan Distanak. Tak lupa Wowiling mengatakan bahwa masih ada nilai transaksi yang belum dapat dicatat saat ini, yaitu sejumlah pelatihan yang cukup diminati oleh pengunjung dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peluang bisnis melalui kewirusahaan.(Cat)

Didugaan Proyek Bermasalah, LSM Desak Penegak Hukum Periksa Rares dan Yokom

Papan proyek (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Terus bergulir desakan dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sulawesi Utara (Sulut) untuk menuntaskan berbagai dugaan kasus korupsi yang merugikan Negara. Diantara kasus-kasu yang menjadi perhatian mereka ialah terkait kasus yang dikerjakan Balai Sungai Wilayah Sualwesi Satu, hal itu mendapat desakan dari Jerry Rumagit.

Menurut Rumagit yang merupakan Ketua LSM Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (GEMPINDO), Sabtu (23/9/2018) terdapat paket proyek di Miangas Kabupaten Kepualan Talaud Sulut yang mencurigakan pengerajaannya alias diduga bermasalah. Rumangit bahkan dengan lantang menuturkan kasus itu akan diungkap dan menyeret sejumlah nama penting di Balai Sungai Wilayah Sulawesi Satu.

”Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai sungai Wilayah Sulawesi Satu, Piter Rares dan pimpinan perusahaan PT. Gunakarya-Rosica, Kso saudara Onal Yokom selaku kontraktor pelaksana kami minta agar bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan pengaman pantai Miangas. Karna disinyalir ini bermasalah,” tutur Rumagit.

Ditambahkannya lagi bahwa paket satu Kabupaten Kepulauan Talaud yang telah menyebabkan kerugian Negara hingga puluhan milyaran rupiah itu layak diungkap secara transparan.

”Karena pekerjaan proyek ini dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada dalam kontrak serta pekerjaan dikerjakan secara amburadul karena menggunakan material buis yang sudah tua dan sudah berumur kurang lebih 3 tahun serta proses pengecoran dan penyusunan buis yang tidak di isi material cor secara penuh pada bagian dalam buis yang mengakibatkan hasil pekerjaan jadi rapuh dan mudah hancur,” tukas Rumagit yang meyebut kerugian negara kurang lebih Rp 112 milyar. (*/Redaksi)

iklan1