Category: Slider Bawah

Tim Bridge Sulut Terancam Gagal Ikut Eksebisi PON Remaja

Drs. Henky Lasut (Foto Don)

Drs. Henky Lasut (Foto Don)

MANADO – Akibat tidak tersedia dana di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Utara (Sulut) serta KONI Propinsi Sulut, keikutsertaan Tim Bridge Remaja Sulut di ajang eksebisi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja di Surabaya, 09-16 Desember 2014 terancam gagal.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Harian Pengprop Gabsi Sulut, Drs Henky Lasut. Menurutnya, idealnya Sulut ikut pada ajang eksebisi tersebut karena keputusan cabor bridge dipertandingkan secara eksebisi di PON Remaja I di Surabaya terungkap saat Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman hadir dan membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge di Manado, September lalu.

Namun, jika memang tidak ada dana, berarti sulit bagi para pemain bridge remaja Sulut untuk ikut berlaga di ajang PON Remaja. Padahal, menurut Lasut, Sulut sudah mendaftarkan diri untuk tampil di iven tersebut.

“Saya sudah melaporkan kepada Ketua Umum Pengprop Gabsi Sulut, Drs Steven Kandouw terkait dengan kesulitan dana untuk keberangkatan tim bridge Sulut ke PON Remaja,” kata Lasut.(Don/Amas)

Sabtu, Olly Bakal Lantik Enam Pengurus KONI Kabupaten/Kota

Olly Dondokambey SE (Foto Don)

Olly Dondokambey SE (Foto Don)

MANADO – Ketua Umum KONI Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE, Sabtu (29/11/2014) mendatang bakal melantik enam Pengurus KONI Kabupaten/Kota di Hotel Gran Puri Manado. Informasi dari Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sulut, Prof DR Henky Rogi MPd, enam pengurus KONI yang akan dilantik masing-masing, Kota Manado, Minahasa Selatan, Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Timur dan Bolaang Mongondow.

Soal kesiapan pelaksanaan pelantikan Rogi mengatakan sudah tidak ada masalah. Sebab, seluruh KONI Kabupaten/Kota yang akan dilantik sudah diberitahukan untuk mengirimkan utusan sebanyak lima orang. ”Setiap Kabupaten/Kota telah diberitahukan untuk mengirimkan lima utusan pada saat pelantikan nanti,” ucap Rogi, Kamis (27/11/2014).

Menurutnya, dalam undangan yang sudah dikirimkan kepada KONI Kabupaten/Kota yang akan dilantik disebutkan bahwa untuk pelantikan nanti, bisa mengirimkan unsur ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris maupun bendahara.

Yang telah meminta tambahan kuota adalah Kota Manado, yang meminta untuk mengakomodir sepuluh orang,’’ tukas Rogi.(Don/Amas)

DKPP Sulut, KPU dan Bawaslu Sulut Cuma Tutup Mata

Wawali Manado: Pimpinan SKPD Jangan Asal Malontok

Dr Harley AB Mangindaan, Wawali Manado

Dr Harley AB Mangindaan, Wawali Manado

MANADO – Dalam rangka mengendalikan harga sembilan bahan makanan dan tidak melahirkan keragu-raguan konsumen terhadap produk yang dibeli masyarakat di pasar tradisional, Kamis (27/11/2014) Wakil Walikota (Wawali) Manado, Dr Harley AB Mangindaan meningatkan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Manado agar tidak asal bicara (malontok) terkait situasi yang terjadi.

”Harus tau betul persoalan baru berikan komentar, pimpinan SKPD jangan asal malontok. Kita harus menghindari adanya ketakutan ditengah masyarakat dan juga produsen atas barang yang mereka jual di pasaran, seperti rica, tomat, sayur, dan yang lainnya dengan begitu perlunya pimpinan SKPD memberikan informasi yang jelas, bukan hoaks. Takutnya ada efek negatif yang muncul dari pernyataan pimpinan SKPD, yang berakibat terjadinya ketakutan konsumen untuk berbelanja di pasar tradisional,” ujar Mangindaan.

Wawali yang dikenal akrab dengan semua kalangan itu menyebutkan pemerintah Kota Manado akan terus melakukan pengawasan dan mengawal harga barang di pasar. Untuk jelang Hari Raya Natal, Mangindaan menilai stok ketersediaan barang di pasar tradisional yang ada di Manado masih cukup terpenuhi.

”Kami akan terus melakukan pengawasan, dan mengawal kondisi perkembangan harga barang serta stok barang di pasar. Sejauh ini stok barang hingga Natal diperkirakan masih aman, memang patut kita akui untuk distribusi penjualan rica, tomat, sayur-mayur serta bahan makanan itu kita membutuhkan daerah-daerah lainnya sehingga dari situasi itu kitapun perlu menjaga normalitas hubungan yang ada,” tutur Mangindaan. (Amas Mahmud)

Manuver Malu-Malu, Pengamat Sebut Vicky Lumentut Rugikan Diri Sendiri

Dr. GS Vicky Lumentut, Walikota Manado..

Dr. GS Vicky Lumentut, Walikota Manado..

MANADO – Pemilihan Kepala Daerah di Sulawesi Utara (Sulut) tak lama lagi dihelat, diantaranya pemilihan Walikota Manado dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut tahun 2015 kini dampaknya mulai terasa. Sejumlah elit politik diberitakan menjadi unggulan dalam kedua pilkada tersebut. Sebut saja nama-nama seperti Olly Dondokambey, Harley Mangindaan, Hanny Jost Pajouw, Vanda Sarundajang, Tonny Supit. Tak ketinggalan Walikota Manado, GS Vicky Lumentut, yang disebut-sebut sebagai penantang Olly Dondokambey merebut kursi Gubernur Sulut.

Meski berpeluang maju dalam Pilgub, Lumentut justeru tampak ‘malu-malu’ dan mengisyaratkan hanya akan maju dalam Pilwako Manado. Hal ini tampak dari beredarnya gambar berisi singkatan SULUT: Satu Untuk Lumentut, for Manado. Singkatan Sulut mengesankan bahwa Lumentut hendak maju dalam Pilgub, namun ditambah kalimat ‘for Manado’, yang mengesankan maju dalam Pilwako.

Pengamat politik Sulawesi Utara, Taufik Tumbelaka menilai bahwa kampanye GS Vicky Lumentut terkesan ambigu dan tidak dipahami luas oleh masyarakat.

”Sebuah singkatan seharusnya mudah diingat, dan mudah dicerna. Kampanye dua arti seperti ini hanya akan merugikan Lumentut, karena memberi kesan tidak percaya diri,” kata Tumbelaka yang dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa UGM ini.

Lanjut dikatakan Tumbelaka perlunya komunikasi politik yang dilakukan seorang calon Kepala Daerah pada masyarakat, jangan kemudian jargon politik yang ditampilkan calon Kepala Daerah kontradiktif dan memunculkan ketidakpahaman masyarakat. Bagi Tumbelaka calon Kepala Daerah harus pandai memilih jargon yang lebih cepat dipahami masyarakat.

”Selain itu, pentingnya komunikasi politik dilakukan pada masyarakat dengan tepat. Jika tidak dilakukan dengan baik, maka akan terjadi kontradiktif ditengah masyarakat, dari pesan yang disampaikan calon Kepala Daerah tersebut. Calon Kepala Daerah harus cerdik, dan kreatif dalam memilih jargon, yang sederhana kemudian mudah dimengerti masyarakat. Hal ini berlaku untuk semua Calon Kepala Daerah,” ujar Tumbelaka pada Suluttoday.Com, Kamis (27/11/2014). (Amas Mahmud)

iklan1