Category: Slider Bawah

Pejabat Pemkot Manado Wajib Ikut Sosmed Fors One

Berbagai Jejaring Sosial. (foto:ist)

Berbagai Jejaring Sosial. (foto:ist)

MANADO—Perkembangan Ilmu pengetahuan dan tekonologi saat ini, ternyata makin dioptimalkan Pejabat Pemkot Manado, dalam rangka mensinergiskan antara program kerja maupun capaian kerja di seluruh SKPD yang ada. Buktinya, berdasarkan dengan surat edaran Walikota Dr Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) per tanggal 1 September 2014, maka Sekertaris Daerah (Sekda), Pejabat Esalon II,III serta Lurah Se-Kota Manado wajib gabung dan berkomunikasi lewat Jejaring Sosial Media (Sosmed) Fors One atau ForumSKPD Online Pemkot Manado.

Menurut Kabag Humas Protokol Pemkot Manado Franky Mocodompis bahwa ini sesuai dengan yang dintruksikan oleh Walikota Manado GS Vicky Lumentut, agar wajib seluruh pejabat untuk berkomunikasi lewat Sosmed Fors One.

“Bagi yang tidak sanggup dengan petunjuk ini, boleh mencatatkan namanya kepada Kabag Humas dan Kadis Kominfo Kota Manado. Hal lain adalah untuk mengikuti perkembangan setiap harinya dan melaporkan bagi pejabat yang tidak mengindahkan instruksi ini,” ujarnya mengikuti surat edaran yang disampaikan oleh Walikota Manado GSVL.

Dikatakannya, untuk jam  berkomunikasi di media Fors One dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau ada gangguan jaringan, harap segera memberikan info lewat SMS ke No. 082188468888, atau hubungi via BBM ke Lufri,Sekertaris Pribadi (Sespri) Walikota,” ujarnya.

(jk)

Sulut Alami Tambahan Pendapatan Rp 53,02 Miliar

Kantor-Gubernur1 Kantor pemerintah provinsi Sulawesi Utara

Kantor pemerintah provinsi Sulawesi Utara

MANADO—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat adanya tambahan pendapatan sekitar Rp 53,02 miliar pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2014.

Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang mengatakan adanya tambahan pendapatan sebesar Rp 53,02 miliar pada APBD 2014 itu secara langsung mengubah kebijakan pendapatan dan belanja daerah setempat.

Secara umum, kata Sarundajang, penyusunan dan pelaksanaan APBD 2014 telah berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Meskipun demikian, saat ini pemerintah setempat diperhadapkan pada kondisi terkini yang menuntut adanya penyesuaian agenda dan program pembangunan.

“Maka dari itu, perlu perubahan APBD 2014. Hasilnya diharapkan dapat semakin menyentuh berbagai aspek pembangunan, termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata gubernur.

Dia menjelaskan kebijakan pembiayaan anggaran terdiri dari penerimaan pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun yang lalu sebesar Rp148,28 miliar, mengalami perubahan menjadi Rp249,4 miliar.

Adapun pengeluaran pembiayaan yang dialokasikan untuk penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah dari semula Rp25 miliar, mengalami perubahan menjadi Rp50 miliar.

Di samping itu, tambah Sarundajang, terdapat pembayaran atas utang pekerjaan tahun sebelumnya serta terdapat berbagai kegiatan pada masing-masing satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) yang perlu mendapatkan tambahan anggaran untuk operasional pelaksanaan proses pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Dia menambahkan berbagai upaya yang dilakukan ini merupakan bentuk perhatian sekaligus komitmen Pemprov Sulut untuk memacu gerak roda pemerintahan dan pembangunan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang semakin berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera.
(bs/rr)

Kabel Laut Manado-Los Angeles Segera Dibuat

kabel-laut

MANADO – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) segera luncurkan proyek kabel laut South East Asia-United State (SEA-US). Penandatanganan proyek itu dilakukan oleh Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad bersama dengan perwakilan konsorsium di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan dengan proyek ini Indonesia siap menghadirkan Indonesia Global Networks yang menghubungkan jalur komunikasi global melalui pembangunan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US. “Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Arief, proyek SEA-US ini adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat.

Arif mengklaim sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke Amerika Serikat dibandingkan dengan sistem kabel laut internasional lain yang sudah ada.

Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15 ribu kilometer serta membentang dari Indonesia ke Amerika Serikat. Kabel laut SEA US menghubungkan lima area dan teritori, yaitu Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, US), dan Los Angeles (California, US).

Menurut Arief, kabel laut SEA-US tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi sehingga kemungkinan terkena bencana alam seperti gempa cenderung kecil. Selain itu, keunggulan laut SEA-US di antaranya seperti hambatan yang relatif kecil meski di saat trafic yang padat (lowest latency).

Kabel laut SEA-US akan beroperasi di tahun 2016. Sistem kabel laut SEA-US ini juga terkoneksi dengan kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) yang terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya yaitu SEA-ME-WE 5, Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS). Total investasi keseluruhan mencapai US$ 1 miliar dengan Telkom memegang bagian sebesar 40 persen.

Menurut Arief, inilah yang disebut dengan Indonesia Global Networks, yaitu ketika mampu terhubung dengan sistem kabel domestik lainnya yang akan menciptakan konfigurasi jaringan komperehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA, dan Indonesia.

Sistem komunikasi kabel laut ini disebut mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan USA dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur.

Investasi proyek SEA-US ini sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 3 triliun dengan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik dan menghubungkan Indonesia dan Filipina ke Amerika Serikat menggunakan teknologi 100G.

Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan mampu menampung permintaan bandwitch antara kedua benua tersebut. Menurut Arief, Telkom mempunyai andil investasi 30 persen atau sebesar Rp 800 miliar di konsorsium pembangunan kabel laut SEA-US. Untuk mencapai balik modal dengan nilai investasi, Arief memperkirakan butuh lima sampai tujuh tahun. Arief sendiri saat ini sedang menjajaki kemungkinan Australia untuk ikut bergabung. “Indonesia sebagai leader dalam konsorsium ini,” ujar Arif.

Konsorsium SEA-US terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi global yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), Gti corporation, and Telekomunikasi Indonesia International, Inc. (Telkom USA).

Pengamat telekomunikasi, Ruby Alamsyah menilai proyek kabel laut Manado-Los Angeles ini akan menambah jalur baru dengan kualitas yang bertambah baik. “Bandwitch menjadi bertambah dan bakcbone lebih variatif (jalur berbeda) ” ujar Ruby ketika dihubungi Kamis, 28 Agustus 2014.

Ruby menilai apabila bandwitch bertambah, maka biaya yang dikeluarkan pelanggan akan lebih murah nantinya. “Stok bandwitch banyak, jadi lebih murah.”
(tp/rr)

Data Invalid, Pengelolaan BPHTB dan PBB-P2 Terus Bermasalah

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado, Bismar Lumentut (foto:dok)

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado, Bismar Lumentut (foto:dok)

Manado—Sejak dialihkannya pengelolaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dari pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) kepada Pemerintah Daerah Kota Manado yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Manado sejak 1 Januari 2014, terhadap proses pendataan, penilaian, penetapan, pengadministrasian, pemungutan/penagihan dan pelayanan PBB-P2 telah sepenuhnya diselenggarakan oleh Dispenda Kota Manado, ternyata masih banyak kendala yang dihadapi. Demikian dikatakan Kepala Dispenda Manado Bismark Lumentut kepada Suluttoday.com di ruang kerjanya, Kamis (28/8) kemarin.

“Sejak 1 Januari 2014 pengelolaan BPHTB dan PBB-P2 telah di kelolah oleh kami (Dispenda-red) tapi masalahnya masih banyak ditemui kendala-kendala dimana data yang diserahkan dari KPP banyak yang tidak valid,” ujar Lumentut.

Dijelaskannya hingga saat ini, pihaknya terus berupaya melakukan penyesuaian dengan data-data yang diterima dari KPP Pratama.

Dimana banyak sekali terjadi kesalahan dalam hal pendataan pembayaran BPHTB dan PBB-P2. Dicontohkan Lumentut data yang ada pada mereka adalah wajib pajak yang menunggak, tetapi setelah disesuaikan dengan data yang diterima dari KPP Pratama banyak wajib pajak yang telah lunas.

“Akan hal itu, kami tetap melakukan upaya penyesuaian-penyesuaian agar semua bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Dana Perimbangan Dispenda Kota Manado Ricky Pesik mengatakan  pasca pengalihan ini banyak sekali hambatan-hambatan yang dialami.

“Salah satunya mengenai data yang kami terima dari KPP Pratama seperti yang telah disampaikan Kadis itu menjadi kendala disaat kami menunjukkan kepada wajib pajak, juga ada wajib pajak yang tidak terdata di data base PBB. Adapun akibat kendalayang menghambat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dispenda yang sampai saat ini realisasinya baru mencapai 20 persen. “Dari 37 Miliar, sampai bulan Agustus 2014 ini baru tercapai hampir 7 Miliar, tapi kami yakin sampai bulan Desember itu akan tercapai,” ujar Pesik seraya mengatakan kendala lainnya saat ini mereka masih menggunakan loket cadangan yang ada di Dispenda, padahal loket pembayaranya ada di Bank Sulut.

(jk)

Tahun Ini Kota Manado Ketambahan 30 Formasi ASN

Kabag Humas Pemkot Manado Frangky Mocodompis (foto:jk)

Kabag Humas Pemkot Manado Frangky Mocodompis (foto:jk)

MANADO—Berkat upaya Walikota Manado, Dr Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), yang telah mengusulkan kepada pihak Kementrian Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), terkait penambahan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan No 800/LT.08/BKD/266/2014 tertanggal 21 Maret 2014, dengan adanya usulan dari Walikota GS Vicky Lumentut, terkait penambahan formasi ASN untuk Kota Manado Tahun 2014, akhirnya usulan tersebut disetujui  KemenPAN-RB.

Demikian dikatakan Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Manado, Frangky Mocodompis Kamis (28/8) kemarin.

“Ini adalah upaya Pak Walikota GS Vicky Lumentut, yang telah mengusulkan ke KemenPAN-RB, untuk penambahan formasi ASN dan usulan Pak Walikota disetujui oleh KemenPAN-RB. Kota Manado di tahun 2014 ini mendapat ketambahan formasi sebanyak 30 ASN. Diketahui Kota Manado telah tiga tahun berturut-turut, tidak mendapatkan kuota CPNS,” ujar Mocodompis seraya menambahkan, formasi yang disetujui untuk ditambahkan sebagai ASN di Kota Manado terdiri dari 10 jabatan, yaitu Dokter Pertama, Guru Kelas Pertama, Pranata Komputer Pertama, Analis Pembangunan, Analis Bencana, Penerjemah Pertama, Analis Anggaran, Analis Keuangan, Pengawas Pariwisata dan Analis Kebijakan Pertama.

“Untuk pendaftaran dan seleksi penerimaan ASN Pemkot Manado, masih menunggu pemberitahuan selanjutnya,”kuncinya.

(jk)

iklan1