Category: Slider Bawah

Upayakan Pengarahan, Kasus Babinsa Cederai Reformasi TNI

Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI. (ist)

Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI. (ist)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suluttoday.com – Upaya pengarahan oknum anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang mengarahkan pilihan politik masyarakat ke pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tertentu yang terjadi di sejumlah daerah berpotensi mencederai reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal ini di katakan oleh Juru Bicara Tim Pemenangan pasangan Jokowi – Jusuf Kalla, Anis Baswedan.

“Sejak direformasi, TNI dan Polri bekerja keras untuk membenahi diri dan menjauhkan diri dari keterlibatannya di politik praktis. Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas hal itu,” kata Anies di Jakarta, Sabtu (7/6).

Anis secara tegas menyatakan ketidasetujuannya atas keterlibatan anggota Babinsa, yang secara sengaja mengarahkan masyarakat untuk memilih pasangan capres-cawapres tertentu pada Pilpres 9 Juli mendatang.

“Kami minta keseriusan semua pihak menyikapi persoalan ini. Kami mendengar laporan bahwa ada oknum Babinsa yang terlibat dalam penggiringan dan pengarahan atas pilihan politik masyarakat,” ujar Anies.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Tim Pemenangan pasangan Jokowi-JK yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo. Dia mengecam keras keterlibatan anggota Babinsa dalam pengerahan massa untuk memilih pasangan capres – cawapres tertentu.

“Presiden telah mengingatkan TNI dan Polri bersikap netral. TNI harus menghindari kepentingan politik praktis,” papar Tjahjo.

Dikatakan, apabila terbuka adanya keterlibatan oknum anggota Babinsa yang mengarahkan masyarakat dalam menentukan pilihan politik, maka yang bersangkutan harus dievaluasi. “Jangan cederai Pilpres ini,” kata Tjahjo. (bs/jk)

 

Komnas PA: Perlindungan Anak Belum Jadi Perhatian Capres-cawapres

Anak-anak (ist)

Anak-anak (ist)

Suluttoday.com – Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak yang belakangan ini terjadi belum menjadi perhatian khusus pasangan capres dan cawapres yang akan bertarung pada Pilpres 9 Juli 2014 ini. Kedua pasangan ini lebih memberikan pehatian pada permasalahan ekonomi, penegakan hukum dan lainnya. Padahal berbagai persoalan itu untuk anak-anak yang akan menjadi pemimpi generasi mendatang.

Hal ini di sampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arits Merdeka Sirait beberapa waktu lalu di kantornya. “Masalah anak belum menjadi common issue. Padahal kasus kekerasan anak yang terjadi belakangan harusnya menjadi keprihatinan bangsa. Apa pun yang dibicarakan mengenai korupsi, penegakan hukum dan lain-lainnya untuk generasi mendatang, tapi anak sendiri tidak pernah dilibatkan.

Arist menyatakan, dalam visi dan misi pasangan capres-cawapres, isu perlindungan anak hanya lip service dan tidak menyentuh persoalan yang substansi.

“Dalam piileg lalu, masalah anak hanya menjadi lip service dan tidak ada aksi lanjutan. Kalau seperti itu, isu anak akan kembali terpinggirkan usai pilpres kali ini,” ungkapnya.

Lanjut Arist, kekerasan terhadap anak seharusnya menjadi perhatian serius pasangan capres-cawapres. Setiap hari kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Berdasar catatan yang diterima Komnas PA, sepanjang 2013, terdapat 3.339 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah itu sebanyak 58 persen diantaranya merupakan kekerasan seksual. Sementara hingga April 2014, Komnas PA menerima 676 kasus kekerasan seksual pada anak dengan jumlah korban mencapai lebih dari 800 anak.

“Sekarang ini bukan lagi satu pelaku melakukan kekerasan seksual pada satu anak. Saat ini yang terjadi korban atau pelaku kekerasan seksual selalu lebih dari satu. Ada kasus dimana pelakunya masal, sementara kasus lainnya korbannya yang masal,” ungkapnya.

Arist juga menyampaikan, salah satu hal substansi dalam permasalahan anak adalah minimnya pendataan dan sistem manajemen perlindungan anak. Selama ini, negara tidak dapat melindungi anak secara maksimal karena tidak memiliki data dan sistem manajemen yang baik. Untuk itu, sejak bertahun lalu, pihaknya berjuang agar dibentuk satu kementerian yang khusus melindungi anak.

“Dengan kementerian khusus ini, perlindungan terhadap anak menjadi terfokus. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam lima tahun ini tidak bergerak apa-apa, karena tidak punya data kekerasan anak dan anak yang terlanggar. Data itu tersebar di beberapa tempat,” jelasnya.

Arist menyatakan, dalam kongres anak Indonesia yang digelar bulan ini, pihaknya akan mewacanakan kembali usulan pembentukan kementerian khusus perlindungan anak. Usulan tersebut nantinya akan diserahkan pada pasangan capres dan cawapres sebelum pemungutan suara.

“Kami akan meminta pandangan kedua pasangan mengenai pembentukan kementerian khusus perlindungan anak. Saya akan mengimbau para pemilih pemula yang masih masuk kategori anak-anak untuk memilih pasangan yang mau mendengar suara anak indonesia dengan membentuk kementerian khusus perlindungan anak,” katanya.

Menurut Arist, maraknya kasus kekerasan seksual pada anak disebabkan karena kealpaan negara melindungi masyarakat dari bahaya pornografi dan pornoaksi. Tontonan yang mengandung pornografi dan pornoaksi dapat memicu seseorang untuk melakukan tindak kekerasan seksual. (bs/jk)

Surnata: Berjalannya Proyek Bakan Sulut dan Seruyung Kalut, J Resources Optimis Produksi 200.000 Ounce Emas 2014

Emas (ist)

Emas (ist)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suluttoday.com – Optimisme PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas ini untuk mencapai target yang akan di capai hingga akhir tahun ini bisa memproduksi 200.000 ounce atau meningkat dari tahun 2013 yang sebesar 100.00 ounce.

Hal ini dikatakan oleh Direktur J J Resource, William Surnata di Jakarta, Jumat (6/6), “Di Januari kita sudah produksi 10.000 ounce, Februari 12.000 ounce, Maret 19.900 ounce, April 19.150 ounce, Mei 20.050 ounce. Dari angka itu terlihat tiga bulan terakhir kita sudah mulai konsisten dan kalu terus konsisten maka angka 200.000 ounce optimis tercapai,” ujarnya.

Kenaikan kapasitas produksi ini, kata Sunarta, sejalan dengan proyek Seruyung di Kalimantan Utara yang Januari lalu sudah mulai berproduksi. Selain itu, proyek Bakan di Sulawesi Utara yang mulai beroperasi pada akhir Desember lalu.

Adapun, pada periode Januari sampai April 2014 harga rata-rata mencapai US$ 1.294 per ounce. Padahal, anggaran yang disampaikan ke internal dan perbankan hanya US$ 1.250 per ounce. “Artinya kita sudah lebih bagus. Ditambah cash cost kita hanya US$ 800 turun dari US$ 1.400,” ucap Surnata seraya menambahkan sebelumnya, penjuaan emas perseroan pada tahun 2013 sebanyak 55.000 ounce dengan harga US$ 1.412 per ounce.

Lanjutnya, sementara di tahun 2014, pendapatan perseroan diharapkan bisa menembus US$ 250 juta atau naik tiga kali lipat dari perolehan tahun 2013 sebesar US$ 77 juta.

“Tahun ini harga jual rata-rata US$ 1.250 di dalam bujet, karena kita konservatif dalam harga jual, tapi agresif dalam produksi hingga mencapai 200.000 ounce. Jadi artinya bisa dapat US$ 250 juta. Kalau untuk laba tiga bulan kemarin saja sudah dapat US$ 10 juta, kalau konsisten terus bisa berapa itu,” tukasnya.

J Resources pada tahun ini menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 35-40 juta. Capex untuk mendanai sejumlah proyek-proyek perseroaan yang dilakukan pada tahun ini.

“Untuk tempat penumpukan dan penyiraman emas. Saat ini perseroan masih harus mengerjakan penumpukan penyiraman sebesar 18 ha di Sulawesi Utara yakni di blok Bakan dan blok Lanut masing-masing sebesar 9 ha,” imbuhnya.

Ia mengatakan total dana penumpukan dan penyiraman emas itu berasal dari pinjaman sindikasi tahun lalu yang berjumlah US$ 275 juta. Fasilitas pinjaman tersebut telah ditandatangani pada 14 November 2013.

Selain untuk penimbunan emas, pinjaman digunakan untuk melunasi sisa utang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Indonesia Eximbank serta pembangunan fasilitas produksi emas di Bakan (Sulawesi), Seruyung (Kalimantan) dan peningkatan kapasitas produksi emas di Penjom, Malaysia.

Adapun beberapa bank yang memberi pinjaman antara adalah Indonesia Eximbank, Qatar National Bank S.A.Q, PT Bank QNB Kesawan Tbk, PT Bank Permata Tbk dan PT Bank ICBC Indonesia. (bs/jk)

Pariwisata, Wisman Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Sulut

wisman-china-suluttoday

ilustrasi

MANADO – Warga China mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizal Anwar.

“Selama bulan April 2014, ada sebanyak 237 warga China yang datang berkunjung di Sulut ,” kata Faizal, Sabtu (7/6/2014).

Selain warga China, kata Faizal, di daftar wisaman warga Jerman 98 orang dan warga Singapura berjumlah 80 orang.

Negara lain yang masuk 10 besar berkunjung ke Sulut yakni warga Amerika Serikat sebanyak 79 orang, Jepang sebanyak 60 orang, Korea Selatan 51 orang, Belanda 38 orang, Hongkong 35 orang, Inggris 28 orang dan Australia 26 orang.

Sementara negara lain jumlahnya relatif sedikit berasal dari Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

Faizal mengatakan wisman yang melancong ke Sulut pada April 2014 melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi total berjumlah 1.079 orang. “Jumlah ini menurun 684 orang dibandingkan bulan yang sama tahun 2013 (YoY) atau turun sebesar 38,80 % dari 1.763 orang,” kata Faizal.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2014 juga mengalami penurunan sebanyak 261 orang atau sebesar 19,48 % dari 1.340 orang menjadi 1.079 orang di April 2014.

Diharapkan, pemerintah terus mengembangkan lokasi pariwisata di Sulut sehingga menarik minat wisman datang berkunjung ke Daerah Nyiur Melambai.
(bs/rr)

Jumlah Wisatawan Asing Anjlok, Sulut Harus Benahi Infrastruktur Pariwisata

Kawasan wisata Pantai Firdaus Minahasa Utara

Kawasan wisata Pantai Firdaus Minahasa Utara

MANADO – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Manado menurun. Pada April 2014 hanya 1.079, turun 38,80% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.763 orang.

Data BPS mencatat secara month to month (m to m) jumlah wisman juga tercatat menurun sebanyak 19,48% atau 261 orang. Pada April, tercatat jumlah kunjungan wisman asal China mendominasi yakni 21,96%, disusul Jerman 9,08% dan Singapura 7,41%.

Pengamat Ekonomi Sulut, Robert Winerungan mengatakan tantangan sektor pariwisata Sulut adalah akses ke tempat wisata atau persoalan infrastruktur. Selain itu, sektor pariwisata dinilai belum ditata dengan baik.

“Wisata Sulut bukan hanya Bunaken. Ada banyak sekali seperti Pulau Lembeh, Batu Nona, Pantai Firdaus, Danau Tondano, dan masih banyak lagi. Tantangannya ialah akses jalan dan penataan,” ujarnya.

Winerungan melanjutkan tantangan lainnya adalah kesadaran masyarakat untuk ramah dan terbuka kepada wisatawan lokal. Menurutnya, tidak banyak tempat wisata di Sulut yang dikelolah oleh WNI atau lebih banyak dikelolah oleh WNA.

Dia berpendapat saat ini adalah kesempatan bagus bagi pemerintah untuk mempromosikan pariwisata Sulut karena situasi negara tetangga yakni Thailand sedang tidak kondusif.

“Ini kesempatan untuk menarik wisatawan ke Indonesia dan ke Sulut khususnya,” ucapnya.
(bis/rr)

iklan1