Category: Sulut

Pemerintah Genjot Generasi Milenial ODSK yang Berkualitas

Penyematan tanda peserta pelatihan (FOTO Ist)

BITUNG, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus mempersiapkan calon – calon  tenaga kerja yang berkompeten sebelum masuk dunia kerja. Hal tersebut terangkum dalam sejumlah pelatihan berbasis kompetensi yang dihelat di BLK Bitung dan untuk tahun 2019 sudah berlangsung hingga tahap ketiga yang dibuka Rabu (17/07/2019) oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Erny Tumundo mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Tumundo mengatakan bahwa melalui pelatihan tersebut merupakan program kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yaitu ODSK – Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang nantinya berdampak naiknya kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan tersebut seperti ditegaskan Tumundo yang didampingi Kepala BLK Bitung, Rahel Rotinsulu terdapat beberapa paket untuk 8 kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kerja di era industri 4.0. Diharapkan melalui program pelatihan kerja yang diberikan, akan lahir ratusan generasi milenial ODSK yang berkualitas dan berkarir di dalam maupun luar negeri.

Ditambahkan Rotinsulu bahwa anak-anak muda Sulawesi Utara yang ingin memperlengkapi diri sebelum masuk dunia kerja dan belum terdaftar di tahap III, masih terbuka lebar untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di tahap keempat yang segera dibuka September nanti. Dan patut diketahui bahwa biaya pendaftaran dan pelatihan tidak ada alias gratis serta jika lulus peserta didik mendapat sertifikat kompetensi. (Cat)

Humiang Sindir Kabupaten dan Kota yang Acuhkan Jaminan Sosial

Penyerahan penghargaan kepada kabupaten dan kota (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi kepada kabupaten dan kota yang peduli terhadap aparatur daerah dan pegawai non aparatur sipil negara alias honorer. Seperti yang dirangkum media ini untuk kepesertaan jaminan sosial melalui BPJS TK kepada aparatur daerah baru 6 kabupaten/kota.

Sedangkan untuk kepesertaan kabupaten dan kota dalam program perlindungan sosial kepada pegawai non ASN atau kerab disebut tenaga harian lepas masih minim karena baru Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan saja yang sudah tercatat di BPJS TK.

Untuk itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov, Edisson Humiang yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey Senin (15/07/2019) di salah satu hotel di Kota Manado mempertanyakan komitmen kabupaten dan kota dalam mensejahterakan rakyat. Dan bagi pemerintah daerah yang peduli tentu ditegaskan Humiang berhak mendapatkan penghargaan.

Humiang pun didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny B Tumundo, Perwakilan BKD Sulut, Andra Mawuntu bersama pihak BPJS Tenaga Kerja menyerahkan penghargaan kepada kabupaten dan kota yang telah ambil bagian mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan dengan keikutsertaan pada perlindungan sosial terhadap aparatur daerah dan tenaga harian lepas. (Cat)

Utusan Sulut Dilindungi Jamsos

Tumundo saat melepas utusan Sulut (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyatakan sebagai bentuk dari pelaksanaan program ODSK, siap melindungi utusan yang membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

Salah satunya peserta seleksi nasional Asean Skill Competition (ASC) XIII di Jakarta dengan jaminan sosial (jamsos). Hal ini merupakan langkah antisipasi terhadap masalah tak terduga yang akan dihadapi dan membahayakan peserta.

“Dengan kejadian yang terjadi pada utusan Sulut di salah satu kegiatan nasional di Jogyakarta, maka kami melakukan langkah antisipasi, dan bentuk dukungan penuh pada peserta seleksi nasional sampai ke hal negatif yang sama sekali terduga,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Erny Tumundo saat melepas 9 tenaga kerja magang ke Jepang Senin (15/07/2019) diruang kerjanya.

Untuk itu, Tumundo menegaskan bahwa bentuk perlindungan terhadap peserta seleksi nasional ASC telah dibicarakan secara matang dengan BPJS Tenaga Kerja. Tak hanya itu, Tumundo menegaskan bahwa utusan Sulawesi Utara yang tengah pelatihan di luar kota maupun magang kerja di luar kota dan negara akan dilengkapi dengan perlindungan sosial.

“Kami mengupayakan agar semua utusan dari Sulawesi Utara yang berlatih maupun magang kerja di dalam daerah dan di luar negeri seperti kepada 52 orang yang tercatat termasuk yang baru akan diberangkatkan ke Jepang,”ujarnya. (cat)

Dispar Dorong Peningkatan Standarisasi Pelayanan Pelaku Usaha Pariwisata

Mewengkang saat memberikan sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tindak lanjut dari kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mendukung pengembangan dunia pariwisata di daerah Nyiur Melambai, instansi pemerintah terkait langsung mendorong peningkatan standarisasi pelayanan pelaku usaha pariwisata. Hal tersebut terangkum dalam kegiatan yang dihelat Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Utara di salah satu hotel di Kota Manado Kamis (11/07/2019).

Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang, saat membuka kegiatan menekankan bahwa ditangan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, daerah ini  semakin dikenal luas di dunia internasional, dimana kepariwisataan mempunyai peranan penting untuk itu diperlukan penetapan standardisasi pelayanan.

“Sektor pariwisata Sulut saat ini telah nyata memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja, pemerataan kesempatan berusaha, meningkatkan penerimaan devisa negara serta berperan dalam mengentaskan kemiskinan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat seperti yang diharapkan program ODSK, untuk itu pembangunan kepariwisataan perlu didukung sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki standart sesuai dengan undang undang nomor 19 tahun 2009 tentang kepariwisataan,” jelasnya.

Sementara itu panitia pelaksana kegiatan Ferdy Tamarindang mengungkapkan standariasi pelayanan pelaku usaha pariwisata yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman akan penting standarisasi pelayanan pelaku usaha pariwisata serta makin mengembangkan wawasan dan ketrampilan para pelaku pariwisata.(cat)

Dewan Vokasi Nasional Beri Angin Segar bagi Pencaker Sulut

Tumundo saat melakukan kegiatan pencaker (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dewan vokasi nasional nampaknya siap berjalan seiring berjalannya program ODSK, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Erny Tumundo kepada media Kamis (11/07/2019).

“Pak Anton J Supit selaku Ketua Dewan Vokasi Nasional memberikan angin segar bagi pencari kerja (Pencaker) Indonesia terlebih khusus Sulawesi Utara untuk bisa bekerja di Jepang, dan ini sangat mendukung program pemerintah Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang dijalankan oleh, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw selaku pemimpin daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Supit memberikan penjelasan bahwa proses pengiriman skill labor/tenaga kerja trampil ke Jepang atau SSW/Specified Skilled Worker masih dalam proses.

"SSW Agreement baru di tandatangani 25 Juni lalu dengan Jepang. Tapi kalau Sulut ingin memanfaatkan kesempatan ini, so bisa mulai pikirkan dengan kursus bahasa Jepang," jelas Supit. 

Lebih lanjut Supit mengatakan bahwa pengirim tenaga kerja ke jepang bisa melakui Magang seperti yang sudah berjalan saat ini tapi ada SKIM baru melalui SSW.

“Mudah-mudahan ada anak-anak muda dari Sulut yang bisa bekerja di Jepang, karena saat ini so bisa sampe 5 tahun tapi persyaratan dan test kompetensi. Di Jepang ada peluang untuk 14 jenis pekerjaan dan ratusan ribu lowongan,” tandas Supit.

Tumundo pun menambahkan bahwa saat ini di Sulut ada 5 LPK yang mendapatkan ijin dari  Kemnaker untuk mengirim tenaga kerja ke Negeri Sakura  dan masih menggunakan mekanisme magang.

“Sampai saat ini di Sulawesi Utara melakukab pengiriman tenaga kerja ke Jepang melalui 5 LPK yang diakui pemerintah dan berjalan lancar, hampir setiap minggu ada pengiriman walaupun tidak dalam jumlah banyak,” tambah Tumundo sembari berharap adanya agreement pemerintah Ind dan Jepang, akan semakin banyak pencaker Sulut yang bisa bekerja  di Jepang. (Cat)

iklan1