Category: Manado

Raih Adhikarya Satya Bhakti, Kotambunan Apresiasi Kerja Sama Semua Pihak

Farly Kotambunan (Foto Ist)

Farly Kotambunan (Foto Ist)

MANADO – Meraih penghargaan Adhikarya Satya Bhakti dari Lembaga Prestasi Indonesia atas dedikasi serta pencapaian yang telah dilakukannya di bidang pelayanan publik, tidak membuat Kepala Biro Pembangunan Sekertariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Farly Kotambunan, menjadi tinggi terhadap jajaran pejabat diteras Pemprov Sulut. Hal ini terlihat saat dia diwawancarai Suluttoday.com di Kantornya, Rabu(25/2/2015).

Dia mengatakan penghargaan ini adalah berkat kerja sama juga dari teman-teman Birokrasi yang berada diinstansinya maupun yang berada di Pemprov Sulut, karena pelayanan terhadap masyarakat bukan hanya dilakukannya sendiri. “Ini adalah kerja sama dari semua pihak, karena pelayanan terhadap masyarakat dilakukan bersama-sama, hanya saja bertepatan saya yang menjadi Kepala Kantornya,” katanya.

Sementara itu dia juga mengatakan dan mengaku sangat bersyukur atas penghargaan yang didapatnya ini, terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa yang setia mengawal karirnya. Bahkan pencapaian ini tidak lepas dari pengaruh Gubernur yang terus mendorongnya untuk bekerja lebih baik dalam rangka meningkatkan pembangunan yang ada di Sulut, termasuk bekerja dengan transparansi agar masyarakat mampu menilai sejauh mana kinerja dirinya.

“Pencapaian saya ini tidak lepas dari pengaruh Gubernur yang terus mendorongnya untuk bekerja lebih baik dalam rangka meningkatkan pembangunan yang ada di Sulut, termasuk bekerja dengan transparansi agar publik mampu menila sejauh mana kinerja saya,” tutur Kotambunan.

Diketahui tiga putra Birokrat terbaik Di Sulut yang mendapatkan penghargaan Adhikarya Satya Bhakti dari Lembaga Prestasi Indonesia yakni Sekretaris Daerah Provinsi Siswa Rachmat Mokodongan, Kepala Biro Pembangunan Farly Kotambunan, dan Bupati Sangihe Hironimus Rompas Makagansa. (Fajri Syamsudin)

Wali Kota GSVL Berikan Kejutan Bagi Siswa Berprestasi

Uji Kompetensi (Foto ist)

Uji Kompetensi (Foto ist)

MENJADIKAN Manado menuju Kota Smart City kedepan, kini mulai ditabuh Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut. Visi itu tak lepas dari SDM (Sumber Daya Manusia), khusus di bidang pendidikan.

Tak heran, saat membuka ujian kompetensi di SMK Negeri 3 Manado dengan melibatkan 547 pelajar, senin lalu, GSVL, sapaan akrab wali kota ini mengajukan tantangan kepada siswa kelas III di 39 SMK se Kota Manado yang akan mengikuti Ujian Nasional (UNAS) April mendatang.

GSVL menawarkan liburan ke Singapura selama satu minggu bagi pelajar terbaik atau periah nilai tertinggi UNAS. Tak tanggung-tanggung, 4 pelajar sekaligus sesuai plus guru mata pelajaran akan diboyong ke negeri Singa dengan biaya Pemkot Manado. “Ada empat mata pelajaran di UNAS (Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika dan IPA), jadi empat pelajar nilai tertinggi ujian saya tantang liburan ke Singapura,’’ tandas GSVL.

Suasana pelaksanaan Uji Kompetensi (Foto Ist)

Suasana pelaksanaan Uji Kompetensi (Foto Ist)

Untuk tingkat Sulut, pelajar dari 84 SMK yang ada, GSVL siap berikan kesempatan liburan ke Jepang. “Kalau nilai tertinggi UAS (Ujian Sekolah) pada Maret ini se Kota Manado, saya berikan kesempatan ke Jakarta,’’ kata GSVL disambut apluas 500-an pelajar yang mengikuti ujian Kompentensi dengan mata pelajaran Tata Boga, Kecantikan, Berbusana, Teknik Komputer dan jaringan perangkat lunak serta mata pelajaran Akomodasi Perhotelan.

Kepsek: Pak Wali Memang Peduli Pendidikan

Wali Kota GSVL saat bersama salah satu siswa (Foto Ist)

Wali Kota GSVL saat bersama salah satu siswa (Foto Ist)

TAK hanya itu, untuk menunjang SDM handal menuju Manado Kota Cerdas, GSVL juga telah menyediakan program Sekolah Terminal. Program ini diperuntukan kepada pelajar kelas III tahun depan yang memiliki tingkat kecerdasan lebih dari rata-rata. “Artinya pelajar itu sekali dijelaskan guru, langsung mengerti. Tidaj lagi dijelaskan berulang kali,’’ jelasnya. Nah, pelajar tersebut dari 39 sekolah se Kota Manado akan ditampung dan dibekali selama satu tahun. Kemudian disekolahkan ke Liverpool dan Jepang. “Kami sementara menjejaki kerjasama itu dengan dengan dua Negara maju tersebut. Teknisnya nanti koordinasi dengan Diknas Manado.’’ Pungkas GSVL.Kepsek smk3

Kepsek SMK Negeri 3 Manado, Jener Rengkungmerung menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota melalui program-program pro dunia pendidikan. “Pak Wali memang sangat peduli pendidikan. Sekarang kami sudah rasakan. Kebetulan ujian kompetensi ini tujuannya menguji keahlian yang dimiliki para siswa. Dalam ujian kompentensi ini kami bekerjasama dengan pihak swasta,’’ jelas Jener.(Lipsus)

 

Ini Kronologisnya Wihelhelmus Charles Sasela Kena Tembakan di Samrat

Wihelhelmus Charles Sasela (Foto Suluttoday.com)

Wihelhelmus Charles Sasela (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Mulai pukul 06.15 Wita, Patroli dari Polresta Manado dan anggota Kodim 1309 Manado tiba di TKP, setelah sebelumnya pukul 06.10 Wita terjadi ‘konflik yang melibatkan dua kubu warga Titiwungen, untuk menenangkan situasi namun kelompok pemuda dari Kelurahan Titiwungen Linkungan V (lorong kuhun) tidak menghiraukan.

Bahkan melakukan pelemparan dengan menggunakan batu dan botol kepada aparat Kepolisian sehingga pihak kepolisian melakukan pengejaran dengan mengeluarkan tembakan dan salah seorang masyarakat Kelurahan Titiwungan Utara linkungan V (lorong kuhun) atas nama Bapak Wihelhelmus Charles Sasela terkena tembakan.

Wihelhelmus Charles Sasela terkena tembakan saat keluar dari rumahnya setelah mendengar adanya keributan dan suara tembakan beberapa kali dari pihak kepolisian kemudian Charles Sasela, duduk didepan rumah dan tiba-tiba proyektil (munisi tajam) yang ditembakan oleh pihak kepolisian sudah mengenai Charles Sasela.

polresta-panah-wayer

Polresta Manado saat mengamankan Panah Wayer belum lama ini (Foto Suluttoday.com)

Korban luka, Charles Sasela 42 tahun, agama kristen protestan, pekerjaan buruh bangunan, mengalami luka tembak di bagian paha sebelah kiri tembus dipaha kanan bagian depan dan saat ini dalam penanganan medis di RS umum Kandow Malalayang. (Ady/Amas)

Pecah ‘Konflik’ di Titiwungen Sario, Satu Lagi Korban

Wee

Wilhelhelmus Charles Sasela (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Insiden perkelahian yang berakibat pada adanya korban terjadi, Rabu (25/2/2015), pukul 06.15 Wita terjadi di Jalan Samratulangi Kelurahan Titiwungen Lingkungan V Kecamatan Sario Kota Manado. Perkelahian ini melibatkan kelompok pemuda Kelirahan Titiwungen Utara Lingkungan V (Kuhun) dengan kelompok pemuda Kelurahan Titiwungen Utara Lingkungan III (Kapal Sandar).

Konflik yang melibatkan batu, senjata angin, dan panah membawa satu korban luka. Berikut ini kronologis kejadian, pukul 06.10 Wita, kelompok pemuda dari Titiwungen Linkungan V dengan spontan menyerang kelompok pemuda Kelurahan Titiwungen Utara linkungan III kemudian terjadi aksi saling serang antara kedua kelompok tersebut.

Pukul 06.15 Wita, Patroli dari Polresta Manado dan anggota Kodim 1309 Manado tiba di TKP untuk menenangkan situasi namun kelompok pemuda dari Kelurahan Titiwungen Linkungan V (lorong kuhun) tidak menghiraukan bahkan melakukan pelemparan dengan menggunakan batu dan botol kepada aparat Kepolisian sehingga pihak kepolisian melakukan pengejaran dengan mengeluarkan tembakan dan salah seorang masyarakat Kelurahan Titiwungan Utara linkungan V (lorong kuhun) atas nama Wihelhelmus Charles Sasela terkena tembakan.

Wihelhelmus Charles Sasela, terkena tembakan saat keluar dari rumahnya setelah mendengar adanya keributan dan suara tembakan beberapa kali dari pihak kepolisian kemudian Wihelhelmus Charles Sasela, duduk didepan rumah dan tiba-tiba proyektil (munisi tajam) yang ditembakan oleh pihak kepolisian sudah mengenai Wihelhelmus Charles Sasela. Akibat Kejadian terjadi korban luka, Wihelhelmus Charles Sasela (42 tahun), agama Kristen Protestan, pekerjaan buruh bangunan, mengalami luka tembak di bagian paha sebelah kiri tembus dipaha kanan bagian depan dan saat ini dalam penanganan medis di RS umum Kandow Malalayang.

Kerugian materiil tidak ada sebab kejadian. Kejadian tersebut dipicu akibat dendam lama antara kedua kelompok pemuda yang sampai saat ini belum terselesaikan. Langkah-langkah yang dilakukan saat ini anggota Polresta Manado dan anggota Kodim 1309 Manado masih dilokasi kejadian untuk berjaga-jaga dan meminalisir agar tidak terjadi perkelahian susulan antara kedua kelompok pemuda tersebut. (Ady/Amas)

Wali Kota GSVL Pimpin Upacara di TMP, Bersama Danrem 131

manadoSEMANGAT juang para pemuda Sulawesi Utara pada peristiwa Merah Putih 1946 ternyata masih terus terasa dalam sanubari seorang Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut. Tak heran, saat pimpin upacara mengenang peristiwa herioik tersebut di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, Sabtu (14/2) pagi, GSVL, sapaan akrab Wali Kota berkobar-berkobar memberi semangat kepada para generasi muda di Bumi Nyiur Melambai ini untuk terus mengenang perjuangan para pahlawan yang gugur saat peristiwa merah putih itu untuk merebut NKRI dari tangan penjajah.

“Generasi muda harus bisa terus mengenang dan pelihara Peristiwa Merah Putih di Daerah Nyiur Melambai, Sulut. Karena kita tidak ada saat ini jika tidak ada para pelaku sejarah itu yang telah mengorbankan jiwa dan raganya.” tegas GSVL membakar jiwa juang anak muda sebagai penerus bangsa saat ini.

Wali Kota Manado saat menabur bunga (Foto Ist)

Wali Kota Manado saat menabur bunga (Foto Ist)

Dalam kegiatan ziarah ke TMP itu juga, GSVL bersama Danrem 131 Santiago, Brigjen TNI Binarko Sugihanto dan muspida serta pejabat yang hadir mengikuti upacara tersebut ikut menabur bunga di sejumlah makam para pahlawan. “Mari torang tidak lupa dengan jasa para Pahlawan kita,’’ ajak GSVL. (***)

GSVL dan First Lady Manado Berbagi Kasih di Hari Valentine Bersama Pelajar dan Guru

SUASANA SMA Negeri 1 Manado benar-benar terlihat lain dari hari biasanya. Tampak Wali Kota GS Vicky Lumentut dan First Lady Julyeta Paula Lumentut-Runtuwene telihat akrab dengan ratusan pelajar di situ dan sejumlah guru. Suasana keakraban begitu kental. Itulah pemandangan saat Valentine Day 14 Februari di salah satu sekolah unggulan warga Manado tersebut.

GSVL dan sang istri yang juga Ketua TP PKK Manado ini benar-benar memanfaatkan momentum hari kasih sayang untuk bernostalgia bersama guru-guru dan para siswa SMA 1 Manado serya mengingatka kepada para siswa untuk bisa melakukan pengendalian diri agar nanti tidak terjerumus dalam hal-hal yang cenderung negatif.

manadomanado

“Saya mengingatkan kepada para siswa untuk mempu melakukan pengendalikan diri terutama hal-hal yang bisa merusak masa depan.Saya meminta dan mengajak kepada para siswa untuk mengendalikan diri dan jangan sampai terjerumus pada pergaulan bebas yang bisa merusak masa depan,” ungkap Lumentut.

“Selamat hari valentine day. Khususnya para generasi muda atau siswa jangan berlebihan memaknai momentum hari kasih sayang ini,” himbau lumentut.

Selfie ria Walikota di SMA1 Valentine Day di SMA1

Menurutnya, momentum ini dimaknai jangan terlalu berlebihan, untuk batas-batas pergaulan, karena masih tergolong siswa. “Kalianlah generasi muda adalah penerus untuk membangun kota Manado dan bangsa ini. Karena itu dia meminta bergaul dengan wajar dan jangan terjerumus pada hal-hal negative,’’ katanya yang kemudian bersama istri didaulat membawakan tembang kenangan. Keduanya terlihat romantis saat membagi-bagikan cokelat sebagai symbol di Hari Kasih Sayang. (***)

Warisi Semangat Wolter Mongisidi, GSVL Patenkan Festival Seni Budaya Bantik Iven Tahunan Pemkot

KEPEDULIAN yang besar dari Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) pada warganya merupakan suatu hal yang patut dicontohi. Pada Sabtu (14/2) siang, GSVL membuka secara langsung Festival Seni Budaya Bantik 2015 dan Peringatan 66 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional asal Bantik Robert Wolter Mongisidi, yang dipusatkan di Aula Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang. Warga Bantik pun salut dengan kehadiran Walikota GSVL. Dibukanya kegiatan pada 14 Februari ini bertepatan dengan tanggal lahir Pahlawan Nasional Bantik, Robert Wolter Mongisidi.

manadomanado

Di hadapan warga Batik, GSVL menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Orang nomor satu di ibukota Sulut ini mengungkapkan sosok Robert Wolter Mongisidi yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia patut diwarisi semangatnya. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengenang jasa para pahlawannya. Mari kita isi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan kusuma bangsa. Selamat melestarikan nilai-nilai budaya, sebagai aset kejayaan di Manado,” ujar GSVL yang disambut aplaus ratusan warga Banti yang hadir.

manado

Walikota GSVL merespon dan mendukung penuh agenda ini, karena festival Bantik ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memelihara jati diri dan kearifan lokal. “Festival Bantik ini menambah kekayaan budaya kita dan menunjang pariwisata kita. Karena itu, saya minta pertahankan terus semangat dan jati diri Bantik ini. Semoga juga juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Manado,” ujar GSVL.

Di satu sisi, Walikota visioner ini berharap semangat Bote—panggilan akrab Robert Wolter Mongisidi—akan diwarisi generasi muda untuk pembangunan Manado yang lebih baik. “Semangat Bote yakni ‘setia hingga terakhir dalam keyakinan’, harus terus terpatrih. Maka kita yang ada saat ini, merupakan penerus semangat Bote baik itu datang dari bidang hidup profesi, dan kapabilitas yang dimiliki di manapun kita berada,” ajak GSVL. (Lipsus)

iklan1