Category: Bolmong Timur

Penjabat Gubernur Dan Ketua TP-PKK Sulut Melantik Ketua TP-PKK Boltim

Pj. Gubernur Sulut di Boltim2

Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Soni Sumarsono di dampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulut Selasa (27/10/2015) melantik Ketua TP-PKK Boltim Ny,Yunike Mokoginta Paputungan (Febi/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Soni Sumarsono di dampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulut melakukan kunjungan dalam rangka silaturhami bersama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada. Selasa, (27/10) siang tadi.

Selain silaturahmi, sekaligus pelantikan Ketua TP-PKK Boltim yang baru Ny,Yunike Mokoginta Paputungan.

Soni Sumarsono dalam pidatonya menyampaikan banyak selamat kepada Ketua TP-PKK yang baru. Sekaligus mengatakan bahwa dalam memajukan misi mulia ini harus dari sekarang melakukannya. Menjadi pembina PKK yang sejahtera.

“Ibu yurike sudah resmi menjadi Ketua TP-PKK dan mulai dari sekarang membina kesejahteraan keluarga dan mendorong tumbuh kembangkan usaha kecil dan menengah,” singkat Sumarsono. (Febi)

Mokoginta: Saya Adalah Birokrat, Bukan Titipan Parpol

Pjs.Bupati Boltim

Muhammad Rudy Mokoginta. SE.MTP (Pjs) Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) (Febi/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Berkembangnya isu adanya salah satu pasangan calon (Paslon) yang diusung dua partai yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrasi (Nasdem), bahwa penjabat sementara (Pjs) di Kabupaten Boltim Muhammad Rudy Mokoginta. SE.MTP adalah titipan partai dan siap memenangkan paslon tersebut, dibantah keras Bupati Boltim Rudi Mokoginta.

“Saya tegaskan disini bahwa, saya bukan titipan siapa siapa seperti isu yang berkembang selama ini yang ingin memenangkan calon tertentu, itu tidak benar. Saya adalah birokrat yang melanjutkan tugas – tugas yang telah tinggalkan oleh mantan Bupati Sehan S Landjar, SH serta Wakil Bupati Medy Lensun,” kata Rudy Mokoginta saat dikonfirmasi sejumlah awak media diruang kerjanya Kamis (08/10/2015).

Dijelaskanya, dirinya seorang birokrat yang dalam mengembang tugas sesuai amanat UU, serta mengawal jalannya pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang.

“Rudy menyampaikan selama menjabat Bupati Boltim tidak akan lakukan rolling dan pemecatan kepada pemerintah desa, ” tukasnya. (Febi)

Terancam di PAW, JET Tantang Sekretaris DPC PDIP Boltim

Hendra Sampow - Jemi Eliser Tine Boltim

Hendra Sampow – Jemi Eliser Tine (Febi/Suluttoday.com)

BOLTIM – Sesuai hasil rapat Kordinsi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Utara (Sulut), 9 September lalu di Manado, bahwa Kader PDIP Boltim yang juga anggota DPRD Boltim Jemi Eliser Tine (JET) akan segera dilakukan Pengantian Antar Waktu (PAW).

Hasil dari Keputusan rapat DPD PDIP Sulut yang menginstruksikan DPC Boltim agar menindak lanjuti pelanggaran mekanisme Partai yang dilakukan oleh Jemi Eliser Tine. “Ya hasil rapat DPC dan DPD pada 9 september lalu, bahwa kader PDIP Jemi Elister Tine yang duduk sebagai anggota legislatif, akan segera di PAW, sesuai pelanggaran yang ia lakukan,” kata Hendra Sampow, Sekretaris DPC PDIP Boltim.

Lanjutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh Jemi Elister Tine sudah merusak citra Partai. “Ada banyak pelanggaran yang ia lakukan, pertama tidak berpatisipasi di kegiatan Partai pada waktu pelaksanaan kongres di Bali, kedua ia telah melakukan deklarasi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang tidak diusung oleh PDIP. Dengan pelanggaran itu DPD juga mengintruksikan agar Jemi Eliser Tine tidak lagi menggunakan atribut Partai,” jelas Sampow.

Secara terpisah Jemi Eliser Tine saat di konfirmasi melalui via telvon pada. Senin, (14/09/2015), menentang keras pernyataan Sekretaris DPC PDIP Boltim. “Apa yang di katakan oleh Sekretaris DPC itu semua bohong. Saya sudah dihubungi oleh DPD untuk klarifikasi terkait apa yang disampaikan oleh sekretaris DPC PDIP Boltim, dan hari Rabu (16/9) pekan ini saya akan menghadap ke DPD PDIP Sulut,” singkat Tine politisi senior PDIP Boltim. (Febi)

AK Bachmid: Modayag Urutan Pertama DPS Terbanyak di Boltim

AK Bachmid-Boltim

Abdul Kader Bachmid, Ketua Divisi Program Data dan Informasi KPUD Boltim (Febi/Suluttoday.com)

BOLTIM – Terdapat Lima (5) Kecamatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), untuk data Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah diplenokan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boltim.

Kecamatan Modayag berada pada urutan pertama di Tahun 2015 ini sebagai Kecamatan yang memiliki DPS terbanyak yakni 15.419 orang.

Terkait DPS dimaksud, Ketua Divisi Program Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Boltim, Abdul Kader Bachmid mengatakan, untuk urutan ke dua setelah Kecamatan Modayag yakni, Kecamatan Nuangan dengan jumlah DPS sebanyak 10.783 orang disusul Kecamatan Tutuyan sebanyak 9.341 orang.

“Nah, untuk Kecamatan Kotabunan itu tercatat ada 9.089 orang dan untuk Kecamatan Modayag Barat merupakan Kecamatan urutan kelima dengan jumlah DPS sebanyak 8.086 pemilih. sehingga, total DPS ke 5 Kecamatan Boltim itu sebanyak 52.718 orang/pemilih” terang Bachmid baru-baru ini.

Menurutnya, rapat pleno penetapan DPS yang dipimpin langsung Ketua KPUD Boltim Awaluddin Umbola, selain disaksikan para komisioner KPUD juga dihadiri komisioner Panwas Kabupaten Boltim, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan perwakilan para tiga kandidat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Calon wakil Bupati Boltim.

“Dari 52.718 DPS itu terdiri atas 27.588 pemilih laki-laki dan 25.130 orang pemilih perempuan”, lanjut Bachmid.

Katanya, usai dilakukan pleno tersebut juga oleh operator PPK dan KPU kemudian langsung menginput datanya ke Sistem Data Pemilih (Sidali) sehingga data yang diplenokan itu benar-benar resmi hasil pleno.  “Memang, penurunan jumlah pemilih dari Daftar Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang dimuat dalam portal sebanyak 59.186 orang. setelah disinkronisasi ditemukan juga ada nama yang masih masuk dalam Tempat Pemilihan Suara (TPS) nol sehingga DP4-nya turun menjadi 56.703 orang” paparnya.

Adapun, untuk DPS tersebut tidak beda jauh dari jumlah DPT Pilpres pada Tahun 2014 lalu sebanyak 52.290 yang dimungkinkan data tersebut kedepannya lagi masih akan bertambah ataupun berkurang. “Selanjutnya, DPS itu akan ditetapkan dalam rakor di Provinsi. nanti kita akan memperbanyak data untuk diumumkan di 80 desa di Boltim, pada tanggal 10-19 September ini. oleh karena itu, kami berharap kerjasama masyarakat dalam mengecek nama dalam daftar tersebut saat diumumkan nanti ditingkatan Desa. dan kami siap menerima masukkan dari masyarakat, Panwas, dan tim pemenangan paslon, jika ada nama yang belum masuk DPS,” ujar Bachmid kepada para wartawan. (Febi)

Kinerja DPRD Boltim Dipertanyakan, Pimpinan Dewan Dikecam

Rapat Paripurna DPRD Boltim

Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Penyampaian KUA-PPAS APBD-P Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun Anggaran 2015 (Febi/Suluttoday.com)

BOLTIM – Rendahnya kinerja DPRD Boltim telah mengundang tanya bahkan kecaman dari berbagai pihak. Lembaga Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (LPKEL) Bolmong Raya menilai, kinerja DPRD Boltim belum maksimal, malah cenderung buruk. Padahal per Agustus tahun ini, lembaga yang dikomandani Sam Sachrul Mamonto memasuki satu tahun masa tugasnya.

Ada beberapa hal menjadi penilaian buruknya kinerja DPRD Boltim. Salah satunya yang paling menonjol adalah kurang seriusnya lembaga tersebut menjalankan politik anggaran yang berpihak kepada masyarakat.

“Tidak ada prestasi yang cukup memuaskan semenjak DPRD Boltim dipimpin Sachrul Mamonto. Bila ditilik dari prestasinya, lembaga ini kurang produktif melahirkan produk hukum yang berdampak untuk kepentingan publik,” ujar Efendy Abdul Kadir, Ketua LSM LPKEL Bolmong Raya, kepada wartawan, Selasa (01/09/2015).

Rekam jejak DPRD Boltim itu, tambah dia, kembali diperburuk ulah pimpinan DPRD mengulur – ulur waktu pengesahan LKPJ ABPD 2014, penuntasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2015 hingga penyusunan APBD 2016.

“Publik tentu menilai kontribusi peran dewan dalam mengawal aspirasi masyarakat banyak. Malah pengamatan kami, anjloknya prestasi DPRD ini akibat ketidakpahaman pimpinan dewan sendiri menyangkut tugas dan fungsi mereka”, kritiknya.

Mantan aktifis HMI Bolmong Raya ini sedikit menyinggung kiprah dewan mengenai pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2015 baru – baru ini. Walau daerah itu sebentar lagi akan menggelar Pilkada serentak, pihaknya menyarankan agar masyarakat jangan dikorbankan demi kepentingan sesaat pimpinan DPRD Boltim.

“Tidak elok, bila kepentingan publik rela dikorbankan hanya untuk kepentingan Ketua DPRD sendiri,” sentil Efendy.

Menariknya, pernyataan Efendy ini ikut didukung para politisi yang duduk di DPRD Boltim. Tommy Sumendap misalnya, mantan Wakil Ketua DPRD Boltim periode 2009 – 2014 lalu, angkat bicara menyoroti kinerja pimpinannya di DPRD. Politisi Partai Demokrat ini malah membandingkan kinerja pimpinan saat ini bertolak belakang dengan prestasi dewan periode lalu.

“Kendati lalu, anggota dewan kerap berseberangan dengan Ketua Dewan saat dipimpin Sumardia Modeong, namun untuk kepentingan publik justru beliau lebih mengutamakannya,” ujarnya.

Hal senada juga ikut dikritisi politisi PDI Perjuangan Boltim, James Tine. Kepada wartawan ini, dia sangat menyayangkan ulah pimpinan DPRD yang tidak paham mekanisme terkait pengesahan Perubahan APBD 2015.

“Rapat berkali – kali ditunda hanya karena pimpinan dewan berhalangan hadir. Coba buka regulasi yang mengatur tupoksi dewan, semuanya jelas mengatur soal peran dewan,” ketusnya. (Febi/Rn).

iklan1